Beginnings

Sarah Ockwell-Smith


Keputusan yang Mengubah Hidup Seorang Ibu

Emma baru melahirkan anak pertamanya, Lily, tiga hari yang lalu. 

Sekarang dia duduk di sofa, menangis, dengan bayi yang menangis di pangkuannya. Sudah dua jam Lily menangis tanpa henti. Emma sudah mencoba semuanya—mengganti popok, menyusui, menggendong, menidurkan. 

Ibunya datang berkunjung. Melihat Emma yang kelelahan, dia berkata dengan niat baik: "Kamu harus melatih dia dari sekarang. Taruh di tempat tidur. Biarkan dia menangis. Kalau kamu selalu menggendong, dia akan manja. Kamu harus tunjukkan siapa yang boss." 

Emma ragu. Setiap insting dalam dirinya berteriak untuk menggendong Lily. Tapi semua orang—ibunya, mertuanya, buku parenting yang dia baca, bahkan dokter anak—mengatakan hal yang sama: "Jangan biasakan digendong. Jangan bikin bayi jadi terlalu dependent." 

Malam itu, dengan berat hati, Emma mencoba. Dia taruh Lily di tempat tidur. Lily menangis. Emma pergi keluar kamar, menutup pintu, duduk di lantai sambil menangis sendiri, mendengar tangisan putrinya yang semakin keras. 

Sepuluh menit. Lima belas menit. Dua puluh menit. 

Emma tidak tahan lagi. Dia masuk, angkat Lily, peluk erat. Lily langsung tenang. Emma menangis lebih keras—bukan karena Lily, tapi karena dia hampir melakukan sesuatu yang terasa sangat salah. 

Di situlah Emma memutuskan: "Aku akan percaya instingku. Aku akan merespons anakku. Aku tidak peduli apa kata orang lain." 

Sarah Ockwell-Smith, psikolog perkembangan anak dan pendiri gentle parenting movement, menulis "Beginnings" untuk ibu-ibu seperti Emma—ibu yang instinknya mengatakan satu hal, tapi tekanan sosial mengatakan hal lain.

Buku ini adalah validasi untuk apa yang sebenarnya sudah Anda tahu di dalam hati: Bayi tidak bisa dimanja. Merespons tangisan bayi bukan membuat mereka lemah. Menggendong, menyusui, memeluk—itu bukan kebiasaan buruk. Itu adalah kebutuhan biologis. 

Dan yang paling penting: Tahun pertama kehidupan adalah fondasi untuk semua tahun berikutnya. Cara kita memperlakukan bayi di tahun pertama membentuk otak mereka, membentuk kemampuan mereka untuk percaya, untuk mencintai, untuk merasa aman di dunia. 

Mari kita mulai dari awal—bahkan sebelum awal.

 


Bagian 1: Kehamilan—Bonding Dimulai Sebelum Lahir

Percakapan yang Tidak Pernah Terjadi 

Janin di minggu 20: tidak bisa mendengar, tidak bisa merasakan, tidak sadar. Setidaknya, itu yang dulu dipercaya. 

Tapi penelitian neuroscience modern mengungkap kebenaran yang mengejutkan: Bayi dalam kandungan sudah belajar, sudah merasakan, sudah mulai membentuk koneksi dengan ibunya. 

Pada minggu 18, bayi bisa mendengar suara. Pada minggu 23, mereka bisa mengenali suara ibu—dan lebih suka mendengarnya daripada suara lain. Pada minggu 28, mereka bisa merasakan emosi ibu melalui hormon yang dikirim lewat plasenta. 

Ketika ibu stress, hormon kortisol meningkat—bayi merasakannya. Ketika ibu rileks dan bahagia, hormon oksitosin meningkat—bayi merasakannya juga. 

Ockwell-Smith menulis: "Bonding tidak dimulai saat bayi lahir. Bonding dimulai saat Anda tahu Anda hamil—atau bahkan sebelumnya." 

Berbicara dengan Bayi Anda 

Kedengarannya konyol berbicara dengan perut, tapi ini sangat penting. 

Penelitian menunjukkan: Bayi yang sering diajak bicara saat dalam kandungan—oleh ibu dan ayah—lahir dengan lebih tenang, lebih mudah menyesuaikan diri, dan membentuk attachment lebih cepat setelah lahir. 

Mengapa? Karena mereka sudah mengenal suara orangtuanya. Dunia luar yang bising dan terang menjadi sedikit kurang menakutkan karena ada sesuatu yang familiar: suara yang mereka dengar selama 9 bulan. 

Praktis: Bicara pada bayi Anda. Bacakan buku. Nyanyikan lagu. Ceritakan hari Anda. Tidak perlu sempurna. Hanya perlu konsisten. 

Menjaga Kesehatan Emosional Ibu 

Ini kontroversial, tapi penting: Kesehatan mental ibu sama pentingnya dengan kesehatan fisiknya selama kehamilan. 

Bukan berarti ibu tidak boleh stress sama sekali—itu tidak realistis. Tapi stress kronis, anxiety yang tidak diobati, atau depresi yang diabaikan mempengaruhi perkembangan otak bayi.

Bayi dari ibu yang mengalami stress kronis selama kehamilan cenderung lahir dengan sistem stress yang lebih sensitif—lebih mudah cemas, lebih sulit ditenangkan. 

Pelajaran: Jaga diri Anda sendiri bukan egois—itu adalah bentuk pertama dari parenting.

 


Bagian 2: Kelahiran—Pengalaman Pertama yang Membentuk 

Dua Kelahiran, Dua Cerita 

Kelahiran Anna: 

Kontraksi dimulai. Anna tiba di rumah sakit. Langsung dipasang monitor. Diminta berbaring di tempat tidur. Tidak boleh makan atau minum. Ruangan terang, dingin, banyak orang keluar masuk yang tidak dia kenal. 

Kontraksi semakin kuat. Anna minta epidural. Diberikan. Rasa sakitnya hilang, tapi juga sensasi apapun. 

Jam berlalu. Dokter bilang pembukaan lambat. Diberikan pitocin untuk mempercepat. Kontraksi jadi sangat kuat. Detak jantung bayi turun. Emergency c-section. 

Anna dibius. Tersadar dengan bayi sudah dimandikan, dibedong, di nursery. Dia tidak ingat melihat bayinya yang pertama kali. Tidak ada skin-to-skin. Tidak ada breastfeeding langsung. 

Kelahiran Maria: 

Kontraksi dimulai. Maria tetap di rumah selama mungkin—berjalan, mandi air hangat, posisi yang nyaman. Tiba di rumah sakit hanya ketika kontraksi sudah sangat dekat. 

Ruangan redup. Musik lembut. Hanya suami dan bidan. Maria bebas bergerak—jongkok, berdiri, berbaring sesuai yang terasa nyaman. 

Tidak ada intervensi kecuali benar-benar diperlukan. Tubuh Maria bekerja dengan ritmenya sendiri. 

Setelah 8 jam, bayinya lahir—langsung diletakkan di dada Maria. Skin-to-skin. Tali pusar dibiarkan berdenyut beberapa menit sebelum dipotong. Bayi merangkak ke payudara sendiri dan mulai menyusu. 

Dua jam pertama, tidak ada yang mengganggu. Hanya Maria, suami, dan bayi mereka—bonding. 

Gentle Birth Bukan Tentang "Natural" vs "Medis" 

Ockwell-Smith sangat jelas tentang ini: Gentle birth bukan berarti harus natural. Gentle birth adalah tentang respect—untuk ibu dan bayi. 

Epidural? C-section? Induksi? Semua bisa gentle jika:

● Ibu diberi informasi dan pilihan 

● Ibu tidak merasa dipaksa atau dikontrol 

● Intervensi dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan 

● Ibu dan bayi diperlakukan dengan dignity 

Yang penting bukan bagaimana bayi lahir. Yang penting adalah bagaimana perasaan ibu tentang kelahiran itu. 

Trauma kelahiran bukan dari rasa sakit. Trauma datang dari merasa tidak berdaya, tidak didengar, atau diperlakukan seperti objek. 

Jam Pertama yang Ajaib 

Jam pertama setelah lahir disebut "golden hour"—jam emas. 

Dalam jam ini: 

● Bayi paling waspada (sebelum mereka tidur dalam-dalam untuk 12-24 jam berikutnya)

● Hormon oksitosin ibu di level tertinggi—menciptakan "falling in love" dengan bayi

● Bayi mencari payudara sendiri jika diberi kesempatan (breast crawl) 

● Bonding terjadi pada level neurologis—wiring otak 

Sayangnya, di banyak rumah sakit, jam ini digunakan untuk: 

● Menimbang dan mengukur bayi 

● Memandikan bayi (menghilangkan vernix yang sebenarnya protektif)

● Memberikan vitamin K dan salep mata 

● Memindahkan bayi ke nursery 

Semua itu bisa ditunda. Tidak ada yang lebih penting di jam pertama daripada skin-to-skin dan bonding. 

Pelajaran: Buat birth plan yang prioritaskan golden hour. Minta semua prosedur ditunda minimal 1-2 jam kecuali emergency.

 


Bagian 3: Fourth Trimester—Tiga Bulan Transisi

Mengapa Bayi Manusia Lahir "Terlalu Awal" 

Bandingkan dengan hewan lain: 

● Anak kuda bisa berdiri dan berlari beberapa jam setelah lahir 

● Anak simpanse bisa pegang erat tubuh ibunya segera setelah lahir 

● Bayi manusia? Tidak bisa apa-apa. Bahkan leher mereka belum kuat untuk menopang kepala. 

Mengapa? 

Karena evolusi membuat pilihan: Kepala besar (otak besar) atau kelahiran lebih mudah? 

Kompromi: Bayi manusia lahir 12 bulan lebih awal dari seharusnya jika dibandingkan dengan mamalia lain berdasarkan ukuran otak dewasa mereka. 

Artinya: Tiga bulan pertama adalah trimester keempat—seharusnya bayi masih di dalam kandungan. 

Apa yang Bayi Butuhkan di Fourth Trimester 

Bayi baru lahir tidak butuh banyak hal. Mereka butuh simulasi rahim: 

1. Kehangatan Tubuh Ibu Bayi tidak bisa mengatur suhu tubuh sendiri sampai beberapa bulan. Skin-to-skin adalah termostat terbaik—tubuh ibu otomatis menyesuaikan suhu untuk bayi. 

2. Gerakan Konstan Di dalam rahim, bayi terus bergerak mengikuti gerakan ibu. Di luar, mereka masih memerlukan itu—digendong, diayun, digoyang. 

3. Suara Detak Jantung Bunyi yang mereka dengar selama 9 bulan. Bunyi yang berarti "aman". Ini mengapa bayi tenang ketika digendong di dada—mereka mendengar detak jantung. 

4. Makanan Sering dan On-Demand Di dalam rahim, nutrisi datang konstan lewat tali pusar. Di luar, mereka butuh makan sering—setiap 1-2 jam, kadang lebih sering. 

5. Kedekatan Konstan Untuk bayi, sendirian = bahaya = kematian. Ini survival instinct yang terprogram dalam jutaan tahun evolusi. 

"Tapi Kalau Aku Terus Menggendong, Dia Akan Manja!" 

Ini adalah mitos paling destruktif dalam parenting. 

Fakta: Bayi di bawah 6 bulan secara neurologis tidak mampu untuk dimanipulasi atau dimanja.

Bagian otak yang mengatur perencanaan dan manipulasi (prefrontal cortex) belum berkembang. Ketika bayi menangis, itu bukan strategi untuk mendapatkan perhatian. Itu adalah satu-satunya cara mereka mengkomunikasikan kebutuhan. 

Penelitian attachment theory (John Bowlby, Mary Ainsworth) menunjukkan: 

● Bayi yang responnya konsisten di tahun pertama menjadi lebih mandiri di tahun kedua dan ketiga 

● Bayi yang diabaikan ketika menangis menjadi lebih clingy dan anxious

Paradox: Semakin responsif Anda di tahun pertama, semakin mandiri anak Anda nanti.

 


Bagian 4: Tidur—Ekspektasi vs Realita 

Mitos "Tidur Sepanjang Malam" 

Pertanyaan yang ditanyakan semua orang pada orangtua baru: "Apakah bayinya sudah tidur sepanjang malam?" 

Seolah-olah itu adalah milestone penting. Seolah-olah bayi yang "baik" adalah bayi yang tidur 8 jam tanpa bangun. 

Ockwell-Smith menulis dengan frustrasi: "Ini adalah ekspektasi yang tidak realistis dan merusak." 

Fakta biologis: 

● Bayi di bawah 6 bulan memiliki siklus tidur 45-60 menit (dewasa 90-120 menit)

● Bayi tidak punya ritme sirkadian yang matang sampai 3-4 bulan 

● Bayi perlu makan setiap 2-4 jam—termasuk malam hari—karena perut kecil

● Tidur ringan adalah proteksi terhadap SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) 

"Tidur sepanjang malam" untuk bayi 6 bulan adalah 5-6 jam tanpa terbangun—bukan 10-12 jam seperti dewasa. 

Sleep Training: Mengapa Ockwell-Smith Menentangnya 

Metode seperti "Cry It Out" (biarkan bayi menangis sampai dia berhenti) atau "Controlled Crying" (biarkan menangis dengan interval tertentu) sangat populer. 

Logikanya: Bayi akan "belajar" untuk tidur sendiri. 

Ockwell-Smith berpendapat ini merusak karena: 

1. Bayi Tidak "Belajar"—Mereka Menyerah Ketika bayi berhenti menangis setelah sleep training, bukan karena mereka belajar tidur. Tapi karena mereka belajar "tidak ada yang datang meskipun aku memanggil." 

Penelitian hormon stress menunjukkan: Bayi yang dibiarkan menangis memiliki kortisol tinggi bahkan setelah mereka berhenti menangis. Mereka stress—hanya tidak menunjukkannya lagi. 

2. Merusak Trust Tahun pertama adalah tentang membangun secure attachment—rasa percaya bahwa "dunia aman, orangtuaku ada untuk aku." 

Sleep training mengajarkan sebaliknya: "Meskipun aku butuh, tidak ada yang datang." 

3. Tidak Mengatasi Akar Masalah Bayi tidak tidur karena banyak alasan: growth spurts, teething, developmental leaps, overtiredness, undertiredness.

Sleep training tidak mengatasi ini—hanya membuat bayi diam tentang kebutuhannya.

Pendekatan Gentle untuk Tidur 

Ockwell-Smith menawarkan alternatif: 

1. Terima bahwa Ini Fase Bayi akan tidur lebih baik seiring waktu—bukan karena pelatihan, tapi karena perkembangan neurologis. 

2. Follow Baby's Lead Amati kapan bayi mengantuk. Jangan paksa jadwal kaku. 

3. Bedtime Routine yang Konsisten Mandi, pijat lembut, cerita/lagu, menyusui, tidur. Rutinitas memberikan predictability yang menenangkan. 

4. Safe Co-Sleeping (Jika Anda Pilih) Ockwell-Smith mendukung co-sleeping yang aman sebagai pilihan yang valid—dengan pedoman keamanan ketat. 

5. Shift System dengan Pasangan Kalau Anda kelelahan, minta pasangan ambil shift. Sustainable parenting memerlukan support. 

Poin kunci: Bertahan vs melatih. Anda tidak perlu "melatih" bayi untuk tidur. Anda hanya perlu bertahan sampai perkembangan mereka matang—dengan dukungan, rest ketika bisa, dan self-compassion.

 


Bagian 5: Menyusui dan Feeding—Hubungan, Bukan Hanya Nutrisi 

Menyusui: Lebih dari Makanan 

Banyak yang melihat menyusui sebagai delivery system untuk nutrisi. Tapi Ockwell-Smith berpendapat: Menyusui adalah relationship

Ketika bayi menyusui: 

● Mereka mendengar detak jantung ibu 

● Mereka merasakan kehangatan kulit ibu 

● Mereka melihat wajah ibu dari jarak optimal untuk penglihatan mereka (20-30 cm)

● Mereka mendapat comfort, tidak hanya kalori 

Ini mengapa bayi sering "cluster feed"—menyusui sangat sering di malam hari. Bukan karena ASI Anda tidak cukup. Tapi karena mereka butuh comfort dan closeness. 

"Tapi ASI Saya Tidak Cukup" 

Ini adalah kekhawatiran terbesar ibu menyusui. 

Ockwell-Smith menjelaskan: Kebanyakan ibu sebenarnya punya cukup ASI. Masalahnya adalah ekspektasi yang salah. 

Tanda bayi cukup ASI: 

● Popok basah 6-8x sehari 

● Berat badan naik sesuai kurva 

● Bayi alert dan aktif ketika bangun 

Bukan tanda bayi tidak cukup: 

● Bayi mau menyusu setiap 1-2 jam (normal!) 

● Payudara terasa "kosong" (ASI diproduksi on-demand, bukan disimpan)

● Bayi rewel di sore hari (ini "witching hour"—normal untuk semua bayi) 

Formula Feeding dengan Respect 

Ockwell-Smith juga sangat jelas: Feeding with love, whether breast or bottle, is what matters

Jika Anda memilih atau perlu memberi formula: 

● Hold baby close, skin-to-skin jika bisa

● Lakukan paced feeding (bayi kontrol kecepatan) 

● Tatap mata bayi, bicara dengan mereka 

● Jangan prop bottle (meninggalkan bayi minum sendiri) 

Bonding bukan dari jenis makanan. Bonding dari cara Anda memberi makan.

 


Bagian 6: Mengurus Diri Sendiri—Anda Tidak Bisa Memberi dari Gelas Kosong 

Mitos "Ibu yang Baik Berkorban Segalanya" 

Ockwell-Smith sangat blak-blakan tentang ini: "Budaya kita mengagungkan ibu yang berkorban sampai hancur. Ini toxic." 

Ibu yang tidak pernah istirahat, tidak pernah makan dengan benar, tidak pernah punya waktu untuk diri sendiri—bukan pahlawan. Mereka adalah ibu yang menuju burnout. 

Dan ketika ibu burnout: 

● Patience habis 

● Lebih mudah marah 

● Lebih sulit menikmati bayi 

● Risiko depresi postpartum meningkat 

Self-care bukan egois. Self-care adalah prerequisite untuk good parenting.

Praktis: Cara Mengurus Diri di Tahun Pertama 

1. Lower Ekspektasi Rumah tidak perlu bersih. Makan tidak perlu dari resep kompleks. Pakaian bisa kusut. Prioritas adalah bayi dan diri Anda—sisanya bisa nanti. 

2. Terima Bantuan Ketika orang menawarkan bantuan, katakan YA. Minta mereka cuci piring, lipat laundry, masak makanan—bukan "main dengan bayi" (Anda bisa itu sendiri). 

3. Sleep When Baby Sleeps Klise, tapi benar. Jangan gunakan waktu tidur bayi untuk bersih-bersih. Gunakan untuk istirahat. 

4. Connect dengan Ibu Lain Isolasi adalah musuh terbesar. Cari playgroup, online community, atau satu teman ibu yang bisa relate. 

5. Minta Support dari Pasangan Parenting adalah teamwork. Jangan tanggung sendiri. Komunikasikan kebutuhan Anda.

 


Penutup: Trust Yourself, Trust Your Baby 

Ockwell-Smith menutup buku dengan pesan powerful: 

"Sepanjang buku ini, saya telah memberikan saran dan panduan. Tapi yang paling penting bukan saran saya atau saran siapa pun. 

Yang paling penting adalah trust—trust pada diri Anda sendiri dan trust pada bayi Anda. 

Anda tahu bayi Anda lebih baik dari siapa pun. Ketika instink Anda mengatakan 'peluk bayi ini', dengarkan. Ketika semua orang bilang 'biarkan dia menangis' tapi hati Anda hancur, dengarkan hati Anda. 

Bayi Anda tidak mencoba memanipulasi Anda. Bayi Anda mencoba berkomunikasi dengan satu-satunya cara yang mereka tahu. 

Dan tahun pertama ini—tahun yang melelahkan, yang menantang, yang kadang membuat Anda ingin menyerah—adalah tahun yang akan membentuk semua tahun berikutnya. 

Anak yang merasa aman di tahun pertama akan menjadi anak yang percaya diri di tahun ketiga. Anak yang responnya konsisten di tahun pertama akan menjadi remaja yang datang kepada Anda ketika mereka punya masalah. 

Anda tidak sedang membentuk kebiasaan buruk. Anda sedang membangun fondasi untuk relationship seumur hidup. 

Jadi peluk bayi Anda. Respons tangisan mereka. Susui on-demand. Tidur bersama jika itu yang Anda dan bayi Anda butuhkan. Jangan dengarkan suara-suara yang mengatakan Anda akan 'menyesal nanti'. 

Satu-satunya yang akan Anda sesali adalah waktu yang Anda habiskan mengkhawatirkan opini orang lain daripada menikmati bayi Anda. 

Karena tahun pertama ini tidak akan kembali. 

Tapi hubungan yang Anda bangun di tahun pertama—itu akan bertahan selamanya."

 


Tentang Buku Asli 

"Beginnings: A Guide to Pregnancy and the First Year of Life" diterbitkan pada tahun 2020 dan menjadi panduan penting dalam gentle parenting movement. 

Sarah Ockwell-Smith adalah psikolog perkembangan anak, penulis bestselling, dan ibu dari empat anak. Dia pendiri dan leader global dalam gentle parenting—pendekatan parenting yang berbasis pada respect, empati, dan understanding terhadap kebutuhan anak. 

Buku ini lahir dari frustrasi Ockwell-Smith terhadap nasihat parenting mainstream yang sering bertentangan dengan penelitian neuroscience dan attachment theory. 

Buku-buku lain dari Ockwell-Smith termasuk "The Gentle Sleep Book", "The Gentle Discipline Book", dan "Why Your Baby's Sleep Matters"—semuanya bestseller yang mengubah cara ribuan orangtua membesarkan anak. 

Untuk pemahaman lengkap tentang gentle parenting dari kehamilan hingga tahun pertama, dengan detail praktis dan evidenced-based advice, sangat disarankan membaca buku aslinya. 

Ringkasan ini menangkap filosofi dan prinsip utama, tetapi buku asli menawarkan detail, troubleshooting untuk situasi spesifik, dan support emosional yang dibutuhkan orangtua baru. 

Sekarang pergilah dan trust yourself—Anda tahu lebih banyak tentang bayi Anda daripada yang Anda pikir. 

Dan ingat: Tidak ada yang namanya orang tua sempurna. Yang ada hanya orang tua yang cukup baik—dan itu sudah lebih dari cukup.