Surat yang Mengubah Segalanya
Vietnam, 1971. Saya seorang pilot helikopter, terbang melintasi zona perang, menghadapi musuh setiap hari.
Lalu surat dari Rich Dad tiba. Isinya singkat tapi mengguncang:
"Nixon baru saja menghapus standar emas dari dollar. Awasi—dunia akan berubah."
Saat itu saya tidak mengerti apa maksudnya. Saya sedang sibuk tidak mati ditembak jatuh di Vietnam. Apa urusan saya dengan emas dan dollar?
Tapi Rich Dad tidak pernah menulis sesuatu tanpa alasan.
Jadi saya dan teman pilot saya, Ted, mulai membaca Wall Street Journal setiap hari di kapal induk. Kami membaca tentang harga emas yang berfluktuasi—dari $35 per ons menjadi $40, lalu $60.
Kami berpikir kami pintar. Suatu hari, kami terbang 25 mil melintasi laut ke wilayah musuh untuk membeli emas dari pedagang lokal.
Kami membeli emas dengan dollar. Pedagang itu tersenyum lebar.
Kami tidak mengerti kenapa dia tersenyum. Kami pikir kami yang mengambil keuntungan.
Bertahun-tahun kemudian, saya mengerti. Pedagang itu tahu sesuatu yang kami tidak tahu: dollar yang kami berikan kepadanya adalah uang palsu. Emas yang dia berikan kepada kami adalah uang sejati.
Sejak 15 Agustus 1971, ketika Presiden Richard Nixon mengumumkan bahwa Amerika Serikat tidak lagi akan menukar dollar dengan emas, dunia memasuki era uang palsu.
Dan kebanyakan orang bahkan tidak menyadarinya.
Sekarang, hampir 50 tahun kemudian, dunia yang dibangun di atas uang palsu, diajarkan oleh guru palsu, dan penuh dengan aset palsu sedang mulai runtuh.
Buku ini adalahperingatan. Danjugapetajalanuntukselamat—bahkanberkembang—di dunia yangpenuhkepalsuan ini.
Bagian 1: Uang Palsu—Pencurian Terbesar dalam Sejarah
15 Agustus 1971: Hari Uang Mati
Untuk memahami mengapa orang miskin dan kelas menengah semakin miskin sementara orang kaya semakin kaya, kita harus kembali ke satu tanggal: 15 Agustus 1971.
Di hari itu, Presiden Nixon mengumumkan bahwa Amerika Serikat secara sepihak mengakhiri konvertibilitas dollar ke emas.
Sebelum 1971, dollar adalah "as good as gold"—sebaik emas. Mengapa? Karena setiap dollar dijamin bisa ditukar dengan emas. Di bawah Bretton Woods Agreement 1944, negara-negara bisa menukar $35 dengan 1 ons emas.
Sistem ini menciptakan disiplin. Pemerintah tidak bisa sembarangan mencetak uang karena setiap dollar harus didukung emas fisik.
Tapi pada 1971, Amerika kehabisan emas. Perang Vietnam menguras kas negara. Jadi Nixon melakukan yang немыслимое: dia memutus hubungan dollar dengan emas.
Dalam semalam, dollar berubah dari uang sejati menjadi uang palsu.
Apa Itu Uang Palsu?
Rich Dad mendefinisikan uang palsu sebagai "fiat money"—uang pemerintah yang tidak didukung oleh apapun kecuali janji pemerintah.
Fiat berasal dari bahasa Latin yang artinya "biarlah terjadi" atau "dengan keputusan." Uang fiat adalah uang karena pemerintah bilang itu uang. Titik.
Masalahnya? Ketika uang tidak didukung oleh apapun, pemerintah bisa mencetaknya tanpa batas.
Dan itulah yang terjadi.
Sejak 1971, Federal Reserve dan bank sentral di seluruh dunia telah mencetak triliunan dollar, euro, yen, yuan—semuanya uang palsu.
Hukum Gresham: Uang Buruk Mengusir Uang Baik
Ada hukum ekonomi kuno yang disebut Gresham's Law: "Ketika uang palsu masuk ke dalam sistem, uang sejati pergi bersembunyi."
Perhatikan apa yang terjadi setelah 1971:
● Orang berhenti menyimpan koin perak
● Orang mulai menimbun emas
● Orang-orang kaya memindahkan kekayaan mereka dari dollar ke aset riil
Mengapa? Karena secara instingtif, orang tahu uang palsu akan kehilangan nilai. Jadi mereka menyimpan uang sejati (emas dan perak) dan membelanjakan uang palsu (dollar).
Saya mulai membeli emas pada 1971 dengan harga $50 per ons. Hari ini harganya lebih dari $2.000 per ons.
Bukan karena emas menjadi lebih berharga. Tapi karena dollar menjadi kurang berharga.
Inflasi = Pencurian
Inilah yang tidak diajarkan sekolah kepada Anda: Inflasi adalah bentuk pencurian.
Ketika pemerintah mencetak lebih banyak uang, nilai uang yang Anda miliki berkurang. Uang di tabungan Anda kehilangan daya beli. Gaji Anda tidak bisa membeli sebanyak yang dulu bisa.
Ini bukan kebetulan. Ini adalah desain.
Sistem uang palsu dirancang untuk mentransfer kekayaan dari penabung ke peminjam. Dari pekerja ke pemilik aset. Dari kelas menengah ke orang kaya.
Mengapa?
Karena orang kaya tidak menyimpan dollar. Mereka menggunakan hutang untuk membeli aset.
Ketika inflasi naik, hutang mereka menjadi lebih mudah dibayar (karena dollar yang mereka bayar kembali bernilai lebih rendah), sementara aset mereka naik harganya.
Orang miskin dan kelas menengah? Mereka kehilangan. Mereka menyimpan dollar. Mereka mendapat gaji dalam dollar. Dan setiap tahun, dollar itu bernilai lebih rendah.
Mengapa Penabung Adalah Pecundang
Rich Dad sering berkata: "Savers are losers"—penabung adalah pecundang.
Ini terdengar kasar. Tapi ini bukan penilaian moral. Ini fakta matematis.
Ketika Anda menyimpan uang di bank, Anda mungkin mendapat bunga 1-2% per tahun. Tapi inflasi riil (bukan angka palsu yang dilaporkan pemerintah) adalah 7-10% per tahun.
Itu artinya setiap tahun, uang Anda kehilangan 5-8% daya belinya.
Anda bekerja keras. Anda hemat. Anda "bijak" dengan uang Anda. Dan setiap tahun, Anda menjadi lebih miskin.
Ini bukan kesalahan Anda. Ini adalah sistem yang dirancang untuk merampok Anda.
Bagian 2: Guru Palsu—Mengapa Sekolah Tidak Mengajarkan tentang Uang
Pertanyaan Saat Saya Berusia 9 Tahun
Ketika saya berusia 9 tahun, saya bertanya kepada Poor Dad (ayah kandung saya yang seorang kepala dinas pendidikan): "Kapan kita akan belajar tentang uang di sekolah?"
Jawabannya sederhana: "Kami tidak mengajarkan tentang uang di sekolah."
Itu adalah momen yang mengubah hidup saya. Di hari itu, saya memutuskan untuk mencari guru sejati—seseorang yang bisa mengajari saya tentang uang.
Saya menemukan Rich Dad.
Guru Sejati vs Guru Palsu
Apa perbedaan guru sejati dan guru palsu?
Guru sejati mempraktikkan apa yang mereka ajarkan.
Guru palsu mengajarkan apa yang tidak mereka praktikkan.
Kebanyakan guru keuangan—termasuk profesor di universitas, penasihat keuangan di bank, bahkan orang tua—adalah guru palsu.
Mereka mengajarkan:
● "Pergi ke sekolah yang bagus"
● "Dapatkan pekerjaan yang aman"
● "Tabung uang"
● "Beli rumah"
● "Investasi di saham dan reksa dana"
Tapi apakah mereka sendiri kaya dari mengikuti nasihat ini? Tidak.
Poor Dad saya adalah contoh sempurna. Dia punya Ph.D. Dia kepala dinas pendidikan. Dia "terdidik."
Tapi dia meninggal dalam kesulitan keuangan, dengan hutang dan tanpa aset.
Mengapa? Karena dia mengikuti nasihat guru palsu. Dan dia sendiri adalah guru palsu.
Sistem Pendidikan yang Rusak
Sistem pendidikan Amerika adalah yang paling mahal di dunia. Tapi hasilnya? Terburuk di negara-negara Barat.
Mengapa?
Karena sistem tidak dirancang untuk mengajarkan anak-anak cara berpikir. Sistem dirancang untuk mengajarkan anak-anak cara patuh.
Di sekolah:
● Kerja sama dianggap menyontek
● Kesalahan dihukum
● Kreativitas ditekan
● Anda diajarkan untuk menghafal jawaban, bukan mengajukan pertanyaan
Lalu Anda lulus dan memasuki "dunia nyata" di mana:
● Kerja sama adalah kunci (bisnis adalah permainan tim)
● Kesalahan adalah guru terbaik
● Kreativitas adalah yang paling berharga
● Mengajukan pertanyaan yang tepat lebih penting daripada mengetahui jawaban yang benar
Tidak heran begitu banyak orang gagal secara finansial.
Hutang Pinjaman Mahasiswa: Pemerasan Terbesar
Hutang pinjaman mahasiswa di Amerika telah melampaui $1.2 triliun.
Tahukah Anda apa aset terbesar pemerintah Amerika Serikat? Hutang pinjaman mahasiswa.
Pikirkan tentang itu. Pemerintah menghasilkan uang dari mengutangi anak-anak muda yang mencoba mendapatkan pendidikan.
Di dunia kriminal, ini disebut pemerasan.
Anak-anak ini dijanjikan bahwa gelar akan memberi mereka pekerjaan yang baik dan gaji tinggi. Jadi mereka meminjam $50,000, $100,000, bahkan $200,000.
Lalu mereka lulus dan menemukan bahwa:
1. Pekerjaan tidak sebagus yang dijanjikan
2. Gaji tidak cukup untuk membayar hutang
3. Mereka tidak diajarkan apapun tentang cara mengelola uang
Mereka terperangkap. Bekerja untuk membayar hutang. Hidup dari gaji ke gaji. Tidak pernah maju.
Dan siklus ini berulang dengan generasi berikutnya.
Pendidikan Finansial Sejati
Rich Dad mengajari saya pelajaran yang tidak pernah saya dapat di sekolah:
"Karyawan bekerja untuk uang. Entrepreneur membuat uang bekerja untuk mereka."
Dia mengajari saya perbedaan antara aset dan liabilitas:
● Aset memasukkan uang ke kantong Anda
● Liabilitas mengeluarkan uang dari kantong Anda
Sederhana. Tapi powerful.
Dan tidak diajarkan di sekolah mana pun.
Bagian 3: Aset Palsu—Mengapa Rumah Anda Bukan Aset
Kebohongan Terbesar
Poor Dad selalu berkata: "Rumah kami adalah aset terbesar kami."
Rich Dad berkata: "Rumahmu bukan aset. Rumahmu adalah liabilitas."
Jutaan orang percaya rumah mereka adalah aset. Dan itulah mengapa mereka miskin.
Mari kita lihat faktanya:
● Setiap bulan, rumah Anda mengeluarkan uang dari kantong Anda (cicilan mortgage, pajak properti, asuransi, pemeliharaan)
● Itu tidak memberikan cash flow kepada Anda
● Bahkan jika harganya naik, Anda tidak bisa makan kenaikan harga
Berdasarkan definisi Rich Dad, rumah Anda adalah liabilitas, bukan aset.
Krisis 2008: Ketika Aset Palsu Runtuh
Pada tahun 2008, dunia mengalami krisis keuangan terbesar sejak Great Depression.
Apa penyebabnya? Aset palsu.
Bank-bank besar seperti Lehman Brothers, Bear Stearns, dan lainnya menjual "subprime mortgages"—pinjaman rumah kepada orang-orang yang tidak mampu membayarnya—sebagai aset berkualitas tinggi.
Mereka membungkusnya dalam produk keuangan fancy dengan nama seperti CDO (Collateralized Debt Obligations) dan menjualnya ke investor, dana pensiun, pemerintah di seluruh dunia.
Semua orang percaya ini adalah aset aman.
Ternyata? Ini semua aset palsu.
Ketika orang-orang mulai gagal bayar pinjaman mereka, seluruh sistem runtuh seperti rumah kartu.
Jutaan orang kehilangan rumah mereka. Triliunan dollar kekayaan lenyap.
Dan siapa yang diselamatkan oleh pemerintah dengan uang pajak Anda? Bank-bank yang menjual aset palsu.
Saham, Obligasi, Reksa Dana = Aset Palsu
Kebanyakan penasihat keuangan akan mengatakan: "Investasi di saham, obligasi, dan reksa dana untuk jangka panjang."
Ini adalah nasihat guru palsu.
Mengapa?
Karena saham, obligasi, dan reksa dana adalah aset kertas. Mereka bukan aset riil.
Ketika pasar saham naik, Anda merasa kaya. Tapi kekayaan itu hanyalah angka di layar komputer.
Ketika pasar jatuh—seperti di 2000 (dotcom crash), 2008 (subprime crash), 2020 (COVID crash)—kekayaan itu lenyap.
Lebih buruk lagi: Anda menanggung 100% risiko, tapi manajer reksa dana tetap dibayar terlepas dari kinerja.
Mereka menang. Anda kalah.
Aset Sejati
Jadi apa aset sejati?
Rich Dad mengajari saya untuk berinvestasi di aset yang:
1. Menghasilkan cash flow (uang masuk setiap bulan)
2. Lindung nilai terhadap inflasi (nilai naik ketika dollar turun)
3. Berada di bawah kontrol Anda
Aset sejati termasuk:
● Bisnis (yang berjalan tanpa Anda)
● Real estate (properti yang disewakan, menghasilkan cash flow positif)
● Emas dan perak (uang sejati, "God's money")
● Minyak dan gas (komoditas riil)
Perhatikan: Saya tidak bilang "beli rumah untuk ditinggali." Itu liabilitas.
Saya bilang beli properti yang disewakan, yang orang lain bayar cicilannya, dan memberikan Anda cash flow setiap bulan.
Itu aset.
Bagian 4: Bagaimana Orang Kaya Menggunakan
Hutang Hutang Baik vs Hutang Buruk
Kebanyakan orang berpikir semua hutang itu buruk.
Itu salah.
Ada hutang buruk dan hutang baik.
Hutang buruk adalah hutang yang mengeluarkan uang dari kantong Anda:
● Kartu kredit untuk beli barang konsumsi
● Pinjaman mobil untuk mobil yang kehilangan nilai
● Pinjaman mahasiswa yang tidak menghasilkan penghasilan lebih tinggi
Hutang baik adalah hutang yang memasukkan uang ke kantong Anda:
● Pinjaman untuk membeli properti sewaan yang menghasilkan cash flow
● Pinjaman bisnis untuk ekspansi yang menguntungkan
● Pinjaman untuk membeli aset yang nilainya naik dan memberikan pendapatan
Orang miskin dan kelas menengah menggunakan hutang buruk untuk membeli liabilitas.
Orang kaya menggunakan hutang baik untuk membeli aset.
Infinite Return: Matematika Orang Kaya
Inilah yang tidak diajarkan di sekolah: konsep infinite return (pengembalian tak terbatas).
Katakanlah saya membeli properti seharga $1 juta dengan uang pinjaman 100% (tidak ada uang saya sendiri).
Properti itu saya sewakan dengan cash flow positif $5,000 per bulan.
Berapa return on investment saya?
Tak terbatas.
Mengapa? Karena saya tidak menginvestasikan uang saya sendiri ($0 investasi), tapi saya mendapat $5,000 per bulan.
$5,000 dibagi $0 = infinite.
Ini adalah cara orang kaya berpikir. Mereka menggunakan uang orang lain (hutang) untuk membeli aset yang menghasilkan uang.
Orang miskin takut hutang. Orang kaya menggunakan hutang untuk menjadi lebih kaya.
Bagian 5: Kebenaran tentang Pajak
Orang Kaya Tidak Membayar Pajak
Tahukah Anda berapa pajak yang dibayar Donald Trump pada tahun tertentu?
$750.
Bukan $750 ribu. Hanya $750.
Padahal dia miliarder dengan properti di mana-mana.
Apakah ini ilegal? Tidak.
Apakah ini tidak adil? Tidak juga.
Ini adalah bagaimana sistem dirancang.
Hukum pajak ditulis oleh orang kaya untuk orang kaya. Pemerintah memberikan insentif pajak kepada orang yang melakukan apa yang pemerintah inginkan:
● Menyediakan perumahan (real estate)
● Menciptakan lapangan kerja (bisnis)
● Menyediakan energi (minyak dan gas)
Jika Anda melakukan ini, Anda mendapat keringanan pajak. Banyak keringanan pajak.
Jared Kushner, menantu Donald Trump, memiliki properti senilai ratusan juta dollar. Dan dia membayar hampir nol pajak.
Legal? Sepenuhnya.
Tapi karyawan yang menghasilkan $50,000 per tahun membayar 30-40% pajak.
Mengapa? Karena mereka tidak memiliki pendidikan finansial.
Bagian 6: Cara Melindungi Diri Anda
Langkah 1: Pendidikan Finansial
Langkah pertama adalah mendapatkan pendidikan finansial sejati.
Baca buku. Ikut kursus. Cari mentor yang benar-benar kaya (bukan yang "mengajar tentang kekayaan" tapi sendiri tidak kaya).
Pelajari:
● Perbedaan antara aset dan liabilitas
● Cara membaca laporan keuangan
● Cara menggunakan hutang dengan benar
● Hukum pajak dan cara menggunakannya untuk keuntungan Anda
Langkah 2: Beli Emas dan Perak
Emas dan perak adalah "God's money"—uang Tuhan.
Mengapa? Karena emas dan perak ada sebelum manusia dan akan tetap ada setelah manusia.
Mereka memiliki nilai intrinsik. Mereka tidak bisa dicetak oleh pemerintah. Mereka adalah lindung nilai terbaik terhadap inflasi.
Saya mulai membeli emas pada 1971. Saya terus membeli sampai hari ini.
Target harga saya untuk emas: $27,000 per ons.
Target harga saya untuk perak: $100 per ons.
Langkah 3: Belajar Investasi Real Estate
Real estate adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan.
Tapi—dan ini penting—bukan rumah Anda sendiri.
Beli properti yang disewakan. Properti yang orang lain bayar cicilannya. Properti yang memberikan Anda cash flow setiap bulan.
Mulai kecil. Belajar. Buat kesalahan (dengan uang kecil). Lalu scale up.
Langkah 4: Bangun Bisnis
Cara tercepat untuk menjadi kaya adalah memiliki bisnis.
Bukan bekerja untuk bisnis orang lain. Tapi memiliki bisnis yang bekerja untuk Anda.
McDonald's bukan di bisnis hamburger. McDonald's di bisnis real estate. Mereka memiliki properti di lokasi terbaik di seluruh dunia.
Ray Kroc, pendiri McDonald's, mengerti ini. Itulah mengapa dia kaya.
Pelajari dari dia.
Langkah 5: Kontrol Kata-kata Anda
Kata-kata Anda menciptakan realitas Anda.
Jika Anda terus berkata:
● "Saya tidak mampu"
● "Saya tidak pintar"
● "Orang kaya itu jahat"
● "Uang adalah akar dari segala kejahatan"
Maka Anda akan tetap miskin.
Ubah kata-kata Anda:
● "Bagaimana saya bisa mampu?"
● "Apa yang bisa saya pelajari?"
● "Bagaimana orang kaya melakukannya?"
● "Uang adalah alat untuk kebaikan"
Kata-kata Anda membentuk pikiran Anda. Pikiran Anda menentukan tindakan Anda. Tindakan Anda menciptakan hasil Anda.
Penutup: Jangan Jadi Ikan di Air Bersih
Rich Dad sering mengutip pepatah Cina kuno: "Kamu tidak bisa menangkap ikan di air bersih."
Artinya?
Dunia penuh dengan kekeruhan, kebingungan, dan kepalsuan. Di situlah orang kaya "menangkap ikan"—membuat keuntungan.
Orang miskin mencari transparansi sempurna, keamanan mutlak, jaminan tanpa risiko. Dan itulah mengapa mereka tidak pernah kaya.
Anda harus belajar melihat di dalam air yang keruh.
Anda harus belajar membedakan:
● Uang sejati dari uang palsu
● Guru sejati dari guru palsu
● Aset sejati dari aset palsu
Anda harus belajar menggunakan sistem—yang dirancang untuk merampok Anda—untuk keuntungan Anda.
Ini tidak mudah. Ini membutuhkan pendidikan. Ini membutuhkan keberanian. Ini membutuhkan tindakan.
Tapi Anda punya pilihan.
Anda bisa terus percaya kepalsuan. Terus bekerja untuk uang palsu. Terus menabung di bank yang mencuri kekayaan Anda melalui inflasi. Terus membeli aset palsu yang dijual oleh bank. Terus membayar pajak sementara orang kaya membayar nol.
Atau Anda bisa bangun. Mendapatkan pendidikan finansial sejati. Mulai berinvestasi di aset sejati. Menggunakan hutang untuk keuntungan Anda. Menggunakan hukum pajak untuk keuntungan Anda.
Pilihan ada di tangan Anda.
Seperti yang Rich Dad katakan: "Anda bisa menunggu keajaiban terjadi, atau Anda bisa keluar dan membuatnya terjadi."
Dunia tidak akan berubah. Sistem tidak akan berubah. Pemerintah tidak akan menyelamatkan Anda. Bank tidak akan menyelamatkan Anda.
Hanya Anda yang bisa menyelamatkan diri Anda sendiri.
Dan itu dimulai dengan pendidikan finansial sejati.
Sekarang Anda tahu. Sekarang pertanyaannya: Apa yang akan Anda lakukan dengan pengetahuan ini?
Tentang Buku Asli
"FAKE: Fake Money, Fake Teachers, Fake Assets: How Lies Are Making the Poor and Middle Class Poorer" diterbitkan pada tahun 2019 oleh Plata Publishing.
Buku ini adalah kelanjutan dari filosofi yang Robert Kiyosaki ajarkan dalam "Rich Dad Poor Dad" (buku keuangan pribadi #1 sepanjang masa dengan lebih dari 40 juta kopi terjual).
Robert Kiyosaki adalah entrepreneur, investor, dan pendidik keuangan. Dia lahir dan besar di Hawaii, adalah veteran Korps Marinir yang bertugas di Vietnam, dan membangun beberapa perusahaan sebelum pensiun di usia 47 tahun untuk fokus pada pendidikan finansial.
Dia juga menulis dua buku bersama Donald Trump: "Why We Want You To Be Rich" dan "Midas Touch."
Meskipun gaya penulisan Kiyosaki kontroversial dan sering kali repetitif, pesan intinya telah mengubah cara jutaan orang berpikir tentang uang dan investasi.
Untuk pemahaman lebih mendalam tentang strategi spesifik, contoh kasus nyata, dan detail teknis, sangat disarankan membaca buku aslinya.
Ringkasan ini menangkap esensi dan filosofi utama, tetapi buku lengkapnya memberikan konteks, cerita, dan wawasan tambahan yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam 2.700 kata.
Ingat pesan utama:
● Uang palsu mencuri kekayaan Anda melalui inflasi
● Sistem pendidikan tidak mengajarkan literasi finansial
● Rumah Anda (kemungkinan) bukan aset
● Orang kaya menggunakan hutang dan hukum pajak untuk keuntungan mereka
● Pendidikan finansial sejati adalah kunci kebebasan finansial
Sekarang pergilah dan ambil kendali atas masa depan finansial Anda.
Karena jika Anda tidak, orang lain akan—dan mereka akan mengambil uang Anda dalam prosesnya.