Krisis Terbesar—atau Peluang Terbesar?
Tahun 2007-2008. Dunia finansial runtuh.
Bank-bank raksasa bangkrut. Jutaan orang kehilangan rumah, pekerjaan, dan tabungan pensiun mereka. Pasar saham anjlok. Ekonomi global terguncang.
Kebanyakan orang panik. Tapi beberapa orang menjadi sangat kaya.
Mengapa?
Karena mereka memahami satu kebenaran fundamental yang tidak diajarkan di sekolah: Setiap krisis punya dua sisi—bahaya dan peluang.
Robert Kiyosaki menulis Second Chance untuk memberikan Anda kesempatan kedua. Kesempatan untuk melihat apa yang mata Anda tidak bisa lihat. Kesempatan untuk memahami permainan uang yang sebenarnya. Kesempatan untuk menciptakan masa depan finansial yang Anda inginkan.
Tapi pertama-tama, Anda harus siap menghadapi beberapa kebenaran yang tidak nyaman.
Kebenaran tentang sistem pendidikan yang gagal. Tentang pekerjaan yang tidak akan membuat Anda kaya. Tentang nasihat keuangan yang ketinggalan zaman. Tentang masa depan yang tidak terlihat tapi sedang bergerak dengan kecepatan tinggi.
Seperti yang dikatakan dalam film The Big Short: "Kebenaran itu seperti puisi—dan kebanyakan orang sangat membenci puisi."
Apakah Anda siap untuk kebenaran?
Mari kita mulai.
Bagian 1: Masa Lalu—Mengapa Aturan Lama Tidak Berlaku Lagi
Perjalanan ke Masa Depan (1967)
Kisah ini dimulai tahun 1967. Robert Kiyosaki, seorang pemuda berusia 20 tahun, menumpang kendaraan dari New York ke Montreal untuk menghadiri Expo 67.
Dia datang untuk melihat kubah geodesik karya Dr. R. Buckminster Fuller—seorang futuris, penemu, arsitek, dan filsuf yang hampir mustahil untuk dikategorikan.
Fuller pernah dua kali diterima di Harvard dan dua kali diminta keluar. Dia punya banyak gelar doktor, paten, dan penghargaan. Tapi yang paling penting: dia bisa melihat masa depan.
Di Expo 67, Kiyosaki tidak hanya melihat kubah yang luar biasa. Dia melihat masa depan. Dan dia bertemu dengan Fuller, yang akan menjadi salah satu guru paling berpengaruh dalam hidupnya.
Fuller mengajarkan sesuatu yang mengubah segalanya: "Kamu tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi kamu bisa mengubah masa depan."
Tiga Guru Hebat
Kiyosaki beruntung memiliki tiga guru luar biasa:
Ayah Kandung (Poor Dad): Seorang profesor pendidikan dengan gelar Ph.D. Pintar, bekerja keras, tapi selalu kesulitan dengan uang. Percaya pada "sekolah yang baik, nilai yang baik, pekerjaan yang aman."
Ayah Teman (Rich Dad): Pengusaha yang tidak pernah menyelesaikan sekolah menengah, tapi menjadi salah satu orang terkaya di Hawaii. Mengajarkan literasi finansial yang sesungguhnya.
Buckminster Fuller: Futuris yang mengajarkan tentang melihat yang tidak terlihat dan mempersiapkan masa depan.
Dari ketiga guru ini, Kiyosaki belajar pelajaran paling penting: Pendidikan tradisional mengajarkan Anda menjadi karyawan. Pendidikan finansial mengajarkan Anda menjadi investor.
Aturan Lama Sudah Mati
Untuk generasi orang tua kita, aturannya sederhana:
1. Sekolah yang baik
2. Nilai yang bagus
3. Pekerjaan yang aman
4. Bekerja keras
5. Menabung
6. Beli rumah
7. Pensiun dengan dana pensiun dan jaminan sosial
Tapi aturan ini diciptakan untuk Era Industri—era pabrik, jalur produksi, dan pekerjaan seumur hidup.
Era Industri sudah berakhir.
Kita sekarang hidup di Era Informasi, di mana:
● Pekerjaan yang "aman" tidak ada lagi
● Tabungan kehilangan nilai karena inflasi
● Rumah Anda mungkin bukan aset
● Dana pensiun hancur dalam krisis
● Jaminan sosial tidak cukup untuk hidup
Orang-orang yang masih mengikuti aturan lama semakin miskin. Sementara mereka yang memahami aturan baru semakin kaya.
Mengapa Sekolah Tidak Mengajarkan Uang
Sistem pendidikan dirancang di Era Industri untuk mencetak karyawan yang patuh. Sekolah mengajarkan Anda:
● Ikuti instruksi
● Jangan membuat kesalahan
● Jangan curang (jangan bekerja sama)
● Jika tidak tahu jawabannya, Anda bodoh
Tapi dalam dunia nyata, orang kaya:
● Menciptakan aturan mereka sendiri
● Belajar dari kesalahan
● Bekerja sama dengan orang pintar
● Mempekerjakan orang yang lebih pintar dari mereka
Sekolah mengajarkan Anda bekerja untuk uang. Tidak mengajarkan bagaimana membuat uang bekerja untuk Anda.
Inilah mengapa dokter, pengacara, dan profesor—orang-orang berpendidikan tinggi—sering kesulitan dengan uang. Mereka pintar dalam bidang mereka, tapi buta huruf secara finansial.
Bagian 2: Masa Kini—Kesempatan Kedua Anda
Krisis = Bahaya + Peluang
Kiyosaki menggunakan karakter Mandarin untuk "krisis" sebagai contoh. Karakter itu terdiri dari dua bagian: bahaya dan peluang.
Krisis 2008 adalah bahaya bagi jutaan orang—mereka kehilangan segalanya.
Tapi bagi sebagian orang, itu peluang terbesar. Mereka membeli real estate dengan harga murah, emas saat turun, dan membangun kekayaan.
Perbedaannya? Pendidikan finansial.
Orang yang tidak tahu apa-apa melihat krisis sebagai akhir. Orang yang teredukasi melihat krisis sebagai permulaan.
Empat Kuadran Uang (ESBI)
Salah satu konsep paling powerful dari Kiyosaki adalah Cashflow Quadrant—empat cara berbeda untuk menghasilkan uang:
E (Employee/Karyawan):
● Bekerja untuk orang lain
● Dibayar berdasarkan waktu atau gaji
● Keamanan (semu) tapi tidak ada kontrol
● Pajak paling tinggi
S (Self-Employed/Wiraswasta):
● Punya pekerjaan sendiri
● Dokter, pengacara, konsultan
● Kebebasan lebih banyak tapi tetap menukar waktu dengan uang
● Jika berhenti bekerja, uang berhenti masuk
B (Business Owner/Pemilik Bisnis):
● Sistem bekerja untuk Anda
● Punya karyawan dan manajer
● Bisa liburan dan uang tetap masuk
● Pajak lebih rendah
I (Investor):
● Uang bekerja untuk Anda
● Passive income dari aset
● Kebebasan waktu penuh
● Pajak paling rendah (jika tahu caranya)
Kebanyakan orang berada di kuadran E atau S—bekerja keras tapi tidak pernah kaya.
Orang kaya berada di kuadran B dan I—sistem dan aset bekerja untuk mereka.
Kesempatan kedua Anda adalah pindah dari sisi kiri (E-S) ke sisi kanan (B-I).
Aset Sejati vs Aset Palsu
Ini pelajaran paling penting dari Rich Dad:
Aset adalah sesuatu yang memasukkan uang ke kantong Anda. Liabilitas adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari kantong Anda.
Sederhana, bukan?
Tapi kebanyakan orang keliru mengidentifikasi aset mereka.
Contoh:
Rumah Anda—Aset atau Liabilitas?
Kebanyakan orang bilang "aset." Tapi mari kita lihat cashflow-nya:
● Cicilan mortgage: keluar
● Pajak properti: keluar
● Asuransi: keluar
● Perbaikan: keluar
● Utilitas: keluar
Apa yang masuk? Tidak ada.
Jadi menurut definisi Rich Dad, rumah yang Anda tinggali adalah liabilitas, bukan aset.
Tapi rumah yang Anda sewakan—dengan sewa yang lebih tinggi dari semua biaya—itu aset.
Mobil Anda—Aset atau Liabilitas?
Kebanyakan orang tahu mobil kehilangan nilai begitu keluar dari dealer. Tapi tetap saja mereka berpikir mobil mahal adalah "investasi."
Cicilan, bensin, asuransi, perbaikan—semua keluar. Tidak ada yang masuk.
Liabilitas.
401(k) atau Dana Pensiun Anda—Aset atau Liabilitas?
Ini yang kontroversial. Kebanyakan penasihat keuangan bilang ini aset.
Tapi Kiyosaki bertanya:
● Apakah Anda punya kontrol atas uang itu?
● Apakah Anda tahu di mana uang itu diinvestasikan?
● Apakah menghasilkan cashflow sekarang?
● Apa yang terjadi jika pasar crash (seperti 2008)?
Jika Anda tidak punya kontrol dan tidak menghasilkan cashflow, apakah itu benar-benar aset?
Aset Sejati:
Menurut Kiyosaki, ada empat kelas aset sejati:
1. Bisnis - Sistem yang menghasilkan uang tanpa Anda bekerja setiap hari
2. Real Estate - Properti yang menghasilkan cashflow dari sewa
3. Komoditas - Emas, perak, minyak, dll
4. Paper Assets - Saham, obligasi (tapi hanya jika Anda tahu apa yang Anda lakukan)
Orang miskin bekerja untuk uang. Orang kaya memiliki aset yang menghasilkan uang.
Utang Baik vs Utang Buruk
Kebanyakan orang takut pada utang. Mereka bilang "bebas utang" adalah tujuan.
Tapi Kiyosaki mengajarkan sesuatu yang radikal: Ada utang baik dan utang buruk.
Utang Buruk:
● Untuk membeli liabilitas
● Anda yang membayar utang dari kantong Anda
● Contoh: cicilan mobil, kartu kredit untuk barang konsumsi, cicilan rumah yang Anda tinggali
Utang Baik:
● Untuk membeli aset
● Orang lain atau aset yang membayar utang
● Contoh: mortgage untuk properti sewaan (disewa orang lain), pinjaman bisnis yang menghasilkan profit
Contoh Nyata:
Anda beli rumah seharga 200 juta dengan uang muka 50 juta dan pinjaman 150 juta.
Jika Anda tinggal di rumah itu:
● Anda bayar cicilan 2 juta/bulan
● Tidak ada pemasukan
● Utang buruk
Jika Anda sewakan rumah itu:
● Penyewa bayar sewa 3 juta/bulan
● Cicilan 2 juta dibayar dari sewa
● Sisanya 1 juta masuk kantong Anda
● Utang baik
Orang miskin menggunakan utang untuk membeli barang. Orang kaya menggunakan utang untuk membeli aset.
Pajak: Kenapa Orang Kaya Bayar Lebih Sedikit
Ini fakta yang membuat banyak orang marah: orang kaya seringkali bayar pajak lebih sedikit (secara persentase) daripada karyawan.
Mengapa?
Karena aturan pajak ditulis oleh orang kaya untuk orang kaya.
Jika Anda karyawan (kuadran E):
● Gaji Anda dipotong pajak dulu
● Anda bayar pajak penghasilan, pajak jaminan sosial
● Bisa 30-40% dari penghasilan Anda
● Tidak banyak pengurangan yang bisa Anda klaim
Jika Anda pemilik bisnis atau investor (kuadran B-I):
● Anda dapat penghasilan dulu
● Anda keluarkan biaya bisnis (legal)
● Anda bayar pajak dari sisanya
● Banyak pengurangan: penyusutan, biaya operasional, dll
● Bisa membayar 0-20% pajak (atau bahkan dapat pengembalian)
Ini bukan ilegal. Ini adalah menggunakan aturan pajak untuk keuntungan Anda.
Pemerintah memberikan insentif pajak untuk hal-hal yang mereka inginkan:
● Penciptaan lapangan kerja (bisnis)
● Penyediaan perumahan (real estate)
● Produksi energi (minyak, gas)
Jika Anda melakukan hal-hal ini, Anda dapat insentif pajak.
Bagian 3: Masa Depan—Mempersiapkan yang Tidak Terlihat
Tiga Pikiran: Masa Lalu, Masa Kini, Masa Depan
Kiyosaki menjelaskan bahwa setiap orang beroperasi dengan salah satu dari tiga mindset:
1. Pikiran Masa Lalu:
● Bergantung pada tradisi dan preseden
● "Ini cara kami selalu melakukannya"
● Hati-hati dan menghindari perubahan
● Bahaya: terlalu bergantung pada informasi usang
2. Pikiran Masa Kini:
● Fokus pada hari ini
● "Hidup hanya sekali"
● Mencari kepuasan instan
● Bahaya: tidak ada persiapan untuk masa depan
3. Pikiran Masa Depan:
● Melihat tren dan pola
● Mempersiapkan apa yang akan datang
● Berinvestasi hari ini untuk hasil besok
● Keuntungan: siap untuk peluang
Orang kaya berpikir dengan pikiran masa depan. Mereka melihat apa yang akan terjadi dan bersiap.
Yang Tidak Terlihat Mengontrol yang Terlihat
Salah satu pelajaran terbesar dari Fuller: Hal-hal paling penting dalam hidup tidak terlihat.
Anda tidak bisa melihat:
● Gravitasi (tapi Anda merasakannya)
● Wifi (tapi Anda menggunakannya)
● Pikiran (tapi mengontrol tindakan Anda)
● Uang (sebagian besar uang sekarang digital, tidak terlihat)
Di Era Informasi, kekayaan menjadi semakin tidak terlihat.
Dulu, orang kaya punya pabrik besar, tanah luas, emas fisik. Terlihat.
Sekarang, kekayaan terbesar adalah:
● Ide
● Sistem
● Jaringan
● Merek
● Data
Tidak terlihat.
Facebook tidak punya pabrik. Google tidak membuat produk fisik. Tapi mereka senilai miliaran dolar.
Jika Anda hanya bisa melihat yang terlihat, Anda akan tertinggal.
Persiapan untuk Crash Berikutnya
Kiyosaki tidak takut mengatakan hal ini: Crash lain akan datang. Mungkin lebih buruk dari 2008.
Mengapa?
Karena masalah yang menyebabkan crash 2008 tidak benar-benar diperbaiki. Pemerintah hanya mencetak lebih banyak uang.
Ketika Anda mencetak uang tanpa menciptakan nilai riil, Anda menciptakan inflasi. Uang Anda kehilangan nilai.
Apa yang harus Anda lakukan?
1. Pendidikan Finansial
Investasi terbaik adalah di otak Anda. Buku, kursus, mentor—ini tidak akan pernah dicuri atau kehilangan nilai.
2. Bangun Aset yang Menghasilkan Cashflow
Jangan hanya menabung. Tabungan kehilangan nilai. Bangun aset yang menghasilkan uang setiap bulan.
3. Diversifikasi
Jangan taruh semua telur di satu keranjang. Miliki beberapa jenis aset—bisnis, real estate, komoditas.
4. Simpan Emas dan Perak
Emas adalah uang sejati selama ribuan tahun. Ketika mata uang kertas kehilangan nilai, emas tetap.
5. Jaga Utang Baik, Buang Utang Buruk
Lunasi kartu kredit dan pinjaman konsumtif. Tapi pertahankan atau tambah utang untuk aset produktif.
6. Tingkatkan Literasi Finansial Anda
Belajar membaca laporan keuangan. Memahami perbedaan antara aset dan liabilitas. Tahu cara kerja pajak.
Bagian 4: Aksi—Langkah Konkret Kesempatan Kedua Anda
1. Tentukan Masa Depan yang Anda Inginkan
Sebelum Anda mulai, tanyakan pada diri sendiri:
Apakah Anda ingin kaya? Atau apakah Anda bahagia dengan pekerjaan 9-5 yang nyaman?
Tidak ada jawaban yang salah. Tapi jawaban Anda menentukan jalur yang harus diambil.
Jika Anda bahagia sebagai karyawan, luar biasa. Lakukan yang terbaik. Nikmati hidup Anda.
Jika Anda ingin kaya dan bebas finansial, Anda harus melepaskan mentalitas karyawan dan pindah ke kuadran B atau I.
2. Mulai Pendidikan Finansial Anda Hari Ini
Baca buku tentang uang, investasi, bisnis. Ikuti kursus. Cari mentor.
Rekomendasi Kiyosaki:
● Pelajari akuntansi dasar
● Pahami laporan keuangan
● Belajar tentang real estate
● Pahami pasar saham (jika itu jalur Anda)
● Pelajari pajak
Pendidikan finansial bukan sekali jadi. Ini proses seumur hidup.
3. Mulai Kecil, Tapi Mulai
Anda tidak perlu jutaan untuk memulai.
● Mulai bisnis sampingan kecil
● Beli saham satu perusahaan dan pelajari
● Kumpulkan uang untuk down payment properti kecil
● Beli sedikit emas atau perak setiap bulan
Yang penting adalah memulai. Anda akan belajar lebih banyak dari tindakan daripada dari teori.
4. Cari Mentor dan Bangun Tim
Anda tidak bisa melakukannya sendiri.
Kiyosaki punya mentor (Rich Dad dan Bucky Fuller). Dia punya tim—akuntan, pengacara, makelar real estate, partner bisnis.
Tim yang baik lebih penting dari uang.
Orang kaya punya:
● Akuntan yang mengerti pajak untuk investor
● Pengacara yang melindungi aset
● Makelar yang menemukan deal bagus
● Mentor yang sudah jalan di depan
5. Gagal Lebih Cepat
Di sekolah, kegagalan itu buruk. Anda dapat nilai F.
Dalam dunia nyata, kegagalan adalah cara Anda belajar.
Kiyosaki pernah gagal dalam bisnis. Dia bangkrut. Tapi dia bangkit dan belajar dari kesalahan.
Orang sukses gagal lebih banyak daripada orang biasa. Tapi mereka bangkit lebih cepat.
Jangan takut gagal. Takutlah tidak mencoba.
6. Ambil Tindakan Sekarang
Kesempatan kedua Anda dimulai hari ini. Bukan besok. Bukan tahun depan. Hari ini.
Langkah pertama mungkin kecil:
● Baca satu buku finansial
● Ikuti satu seminar
● Buka rekening investasi
● Bicara dengan satu mentor potensial
Tapi ambil langkah itu.
Karena di Era Informasi yang bergerak cepat ini, menunggu adalah sama dengan mundur.
Penutup: Masa Depan Milik yang Siap
Kiyosaki menutup Second Chance dengan pengingat powerful:
"Masa depan milik mereka yang bisa melatih pikiran mereka, menggunakan masa lalu untuk melihat masa depan, dan mengambil langkah untuk menciptakan perubahan positif yang mereka inginkan."
Sistem lama sudah rusak. Aturan lama tidak berlaku lagi.
Tapi ini bukan akhir—ini kesempatan kedua.
Kesempatan untuk belajar permainan uang yang sebenarnya.
Kesempatan untuk membangun kekayaan sejati.
Kesempatan untuk menciptakan kehidupan yang Anda impikan.
Lima Pelajaran Terbesar
1. Krisis Adalah Peluang
Jangan takut pada crash atau krisis. Orang yang teredukasi melihat krisis sebagai waktu terbaik untuk membeli aset dengan harga murah.
2. Pendidikan Finansial > Pendidikan Formal
Gelar tidak membuat Anda kaya. Literasi finansial membuat Anda kaya. Investasi terbaik adalah di otak Anda.
3. Aset vs Liabilitas
Pahami perbedaannya. Beli aset yang menghasilkan cashflow. Hindari liabilitas yang menyamar sebagai aset.
4. Pindah dari E-S ke B-I
Jika Anda ingin kaya, Anda harus pindah dari kuadran karyawan/wiraswasta ke kuadran pemilik bisnis/investor.
5. Utang Baik Membuat Anda Kaya
Jangan takut pada semua utang. Belajar membedakan utang baik (untuk aset) dan utang buruk (untuk liabilitas).
Pertanyaan untuk Anda
Robert Kiyosaki tidak menulis buku ini agar Anda hanya membaca. Dia menulis agar Anda bertindak.
Jadi sekarang, tanyakan pada diri Anda:
● Apakah Anda siap untuk kesempatan kedua Anda?
● Apakah Anda akan terus mengikuti aturan lama yang sudah mati?
● Atau apakah Anda akan belajar aturan baru dan menciptakan masa depan yang berbeda?
Pilihan ada di tangan Anda.
Masa lalu tidak bisa diubah. Tapi masa depan Anda masih bisa dibentuk.
Kesempatan kedua Anda dimulai sekarang.
Apa yang akan Anda lakukan dengan kesempatan itu?
Tentang Buku Asli
"Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World" diterbitkan pada tahun 2015 oleh Plata Publishing.
Buku ini didedikasikan untuk Dr. R. Buckminster Fuller (1895-1983), seorang futuris, penemu, dan filsuf yang sangat mempengaruhi pemikiran Kiyosaki tentang masa depan dan perubahan.
Robert T. Kiyosaki adalah pengusaha, investor, dan pendidik keuangan yang paling dikenal sebagai penulis "Rich Dad Poor Dad"—buku keuangan pribadi #1 sepanjang masa. Lahir pada 8 April 1947 di Hilo, Hawaii, Kiyosaki adalah veteran Korps Marinir AS dan Perang Vietnam.
Dia telah menulis lebih dari 30 buku yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dan telah mengubah cara jutaan orang di seluruh dunia berpikir tentang uang. Melalui Rich Dad Company, dia terus menantang kebijaksanaan konvensional tentang uang dan investasi.
Kiyosaki adalah advokat vokal untuk pendidikan keuangan dan percaya bahwa sistem pendidikan tradisional gagal mengajarkan literasi keuangan yang dibutuhkan untuk sukses di dunia modern.
Untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang filosofi Kiyosaki, konteks historis krisis finansial, dan strategi investasi spesifik, sangat disarankan membaca buku aslinya. Buku ini dilengkapi dengan grafik, diagram, dan contoh-contoh detail yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan.
Buku-buku terkait yang juga direkomendasikan:
● Rich Dad Poor Dad
● Cashflow Quadrant
● Rich Dad's Guide to Investing
● Why the Rich Are Getting Richer
Sekarang pergilah dan ambil kesempatan kedua Anda.
Masa depan milik mereka yang siap. Apakah Anda siap?