Footprints on the Moon

Seth Godin


Buku yang Tidak Bisa Anda Beli 

Ini adalah buku yang tidak bisa Anda beli. 

Tidak ada di toko buku. Tidak ada di Amazon sebagai produk baru. Tidak ada harga resmi di sampul belakang. 

Seth Godin dengan sengaja membuatnya begitu. 

Mengapa? Karena buku ini adalah hadiah—hanya diberikan kepada orang-orang yang sudah membuktikan mereka serius tentang membuat perubahan. Peserta altMBA. Orang-orang yang mengambil The Marketing Seminar. Orang-orang yang Seth yakini "dalam posisi baik untuk berlari dengan ide-ide di dalamnya." 

Ini bukan strategi marketing yang aneh. Ini adalah pelajaran pertama: Tidak untuk semua orang. Dan itu tidak masalah. 

Changemaker—pembuat perubahan—adalah minoritas. Kebanyakan orang ingin mengikuti peta yang sudah ada. Sangat sedikit yang membuat peta mereka sendiri. 

Buku ini untuk yang sedikit itu. 

Tapi ada cerita yang lebih dalam di balik judul "Footprints on the Moon" ini. Cerita tentang malam Oktober yang dingin, api unggun, dan percakapan dengan seorang pria yang pernah melakukan sesuatu yang hampir mustahil. 

Neil Armstrong. 

Seth duduk di sekeliling api bersama astronot pertama yang berjalan di bulan. Dan dalam percakapan santai, seseorang bertanya kepada Neil tentang pencapaiannya. 

Neil menoleh ke bulan di belakangnya dan berkata dengan santai: "Saya pernah ke sana."

Bayangkan itu. Manusia yang meninggalkan jejak kakinya 384.400 kilometer dari Bumi. Manusia yang melakukan apa yang seluruh umat manusia dulu pikir mustahil. Duduk di depan Anda, berbicara dengan rendah hati. 

Dan Seth bertanya pada dirinya sendiri—dan kemudian pada kita semua: 

"Jika ada jejak kaki di bulan, apakah argumen kecil yang Anda rencanakan untuk habiskan satu jam berikutnya benar-benar yang terbaik yang bisa Anda lakukan?" 

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Dua Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Who's It For? (Untuk Siapa?) 

Ini adalah pertanyaan pertama dan paling penting yang harus Anda jawab sebelum membuat apapun. 

Bukan "apakah ini bagus?" Bukan "apakah ini sempurna?" Bukan "apakah semua orang akan menyukainya?" 

Tapi: "Untuk siapa ini?" 

Seth menulis: "Anda tidak bisa mengubah semua orang. Bertanya 'untuk siapa?' bisa memfokuskan tindakan Anda dan membantu Anda menghadapi para skeptis—baik di kepala Anda maupun di dunia luar." 

Ini radikal karena membebaskan Anda dari keharusan untuk menyenangkan semua orang. 

Ketika Steve Jobs meluncurkan iPhone pertama, banyak orang mengeluh: "Tidak ada keyboard fisik! Saya tidak akan bisa mengetik!" Jobs tidak mengubah desainnya. Mengapa? Karena iPhone bukan untuk orang-orang itu. iPhone untuk orang yang mau belajar cara baru berinteraksi dengan teknologi. 

Ketika Seth meluncurkan altMBA, banyak yang bilang: "Terlalu mahal! Kenapa tidak buat versi gratis?" Dia tidak melakukannya. Mengapa? Karena altMBA bukan untuk semua orang. Hanya untuk orang yang serius ingin transformasi dan bersedia menginvestasikan waktu serta uang. 

Menentukan "untuk siapa" berarti juga menentukan "bukan untuk siapa."

Dan itu tidak apa-apa. Itu sebenarnya adalah kekuatan. 

Ketika Anda mencoba membuat sesuatu untuk semua orang, Anda akhirnya membuat sesuatu yang tidak istimewa untuk siapa pun. Rata-rata. Aman. Mudah dilupakan. 

Tapi ketika Anda dengan jelas mengatakan "ini untuk orang-orang yang percaya X" atau "ini untuk orang yang ingin Y," Anda menciptakan sesuatu yang berharga bagi orang yang tepat. 

What's It For? (Untuk Apa?) 

Pertanyaan kedua sama pentingnya: "Untuk apa ini?" 

Bukan "apa" yang Anda buat. Tapi "untuk apa" Anda membuatnya. Apa tujuannya? Apa perubahan yang ingin Anda ciptakan? 

Seth menulis: "Membangun dengan niat tidak pernah tanpa arah. Segala yang Anda lakukan penting, dan tidak ada waktu untuk membuang usaha Anda."

Ini adalah postur dari agen perubahan yang efektif. 

Kebanyakan orang membuat sesuatu karena: 

● Mereka pikir itu keren 

● Mereka ingin terlihat sibuk 

● Semua orang melakukannya 

● Mereka tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan 

Tapi changemaker bertanya: "Apa perubahan yang ingin saya buat? Untuk siapa? Dan apakah ini cara terbaik untuk menciptakan perubahan itu?" 

Contoh konkret: 

To-do list Anda mengungkapkan pilihan Anda. 

Seth mengatakan: "Tunjukkan saya to-do list Anda dan Anda sudah memberitahu saya banyak tentang pilihan-pilihan Anda." 

Lihat to-do list Anda hari ini. Berapa banyak item yang benar-benar untuk perubahan yang Anda ingin ciptakan? Dan berapa banyak yang hanya... kesibukan? 

You Can Do It (Anda Bisa Melakukannya) 

Ini bukan pertanyaan. Ini adalah jawaban. 

Setelah Anda tahu untuk siapa dan untuk apa—Anda bisa melakukannya

Tidak ada alasan untuk menunda. Tidak ada alasan untuk menunggu permission. Tidak ada alasan untuk menunggu kondisi sempurna. 

Seth sudah membuktikannya ribuan kali. Begitu juga orang-orang yang dia ajar. Begitu juga Neil Armstrong yang melangkah di bulan ketika hampir tidak ada yang percaya itu mungkin. 

Pertanyaannya bukan "bisakah saya?" Pertanyaannya adalah: "Apakah saya akan?"

 


Bagian 2: Writer's Block Tidak Ada—Hanya Ada Ketakutan 

Mitos yang Melumpuhkan 

"Saya tidak bisa menulis hari ini. Saya punya writer's block." 

Pernahkah Anda mengatakan ini? Atau versi lainnya? 

● "Saya tidak punya inspirasi." 

● "Saya tidak tahu harus mulai dari mana." 

● "Semua ide saya buruk." 

Seth punya respons brutal untuk semua itu: "Tidak ada yang namanya writer's block." 

Dia menulis: "Tidak ada plumber's block atau driver's block atau talking block. Mengapa? Karena tukang ledeng tidak menunggu inspirasi untuk memperbaiki pipa. Sopir tidak menunggu mood yang tepat untuk menyetir. Pembicara tidak menunggu ide sempurna untuk berbicara." 

Mereka hanya melakukan pekerjaan. 

Writer's block adalah kebohongan yang kita ceritakan pada diri sendiri untuk menghindari pekerjaan yang menakutkan—pekerjaan menghasilkan sesuatu yang mungkin tidak sempurna, yang mungkin dikritik, yang mungkin gagal. 

Dari Mana Ide Buruk? 

Seth mengajukan pertanyaan provokatif: "Apakah Anda punya ide buruk?"

Kebanyakan orang akan menjawab: "Tentu! Saya punya banyak ide buruk."

Nah, kalau begitu... di mana writer's block Anda? 

Masalahnya bukan kurangnya ide. Masalahnya adalah kita terlalu takut untuk mengeluarkan ide buruk karena kita ingin langsung punya ide bagus. 

Tapi begini cara kerja kreativitas: 

Ide bagus datang SETELAH ide buruk. 

Anda harus melewati 10 ide buruk untuk sampai ke 1 ide bagus. Anda harus menulis 1.000 kata jelek untuk sampai ke 100 kata brilian. 

Seth memberikan contoh pribadinya: "Saya tidak ngeblog setiap hari karena saya punya ide bagus. Saya punya ide bagus karena saya ngeblog setiap hari."

Isaac Asimov menulis lebih dari 400 buku. Bagaimana dia melakukannya? Dia bangun setiap pagi, duduk di depan mesin ketiknya, dan mengetik. Itu pekerjaannya—mengetik. Cerita-cerita adalah bonus yang datang bersamanya. 

Abbey Ryan melukis lebih dari 1.000 lukisan—satu lukisan sehari. Bagaimana? Dia duduk dan melukis. Setiap hari. 

Kreativitas bukan tentang menunggu inspirasi. Kreativitas tentang menunjukkan diri dan bekerja. 

Solusi Sederhana 

Jika Anda merasa "stuck," tanyakan pada diri sendiri: 

1. "Apakah saya benar-benar tidak punya ide, atau saya hanya takut ide saya tidak cukup bagus?" 

Jika jawaban kedua—dan hampir selalu jawabannya adalah kedua—maka solusinya sederhana: Bebaskan diri Anda untuk membuat sesuatu yang buruk. 

2. "Berapa banyak ide buruk yang bisa saya hasilkan dalam 10 menit?"

Tulis semuanya. Tanpa filter. Tanpa editing. Tanpa penilaian. 

Setelah Anda punya 20 ide buruk, Anda akan menemukan satu atau dua yang sebenarnya tidak terlalu buruk. Dan itulah titik awal Anda.

 


Bagian 3: Buzzer Management—Seni Mengatakan Tidak

Dunia yang Penuh Gangguan 

Kita hidup di dunia yang dirancang untuk mengganggu kita. 

Notifikasi ponsel. Email yang masuk. Meeting yang tidak perlu. Pesan Slack. Update media sosial. Berita breaking. Teman yang "cuma mau tanya sebentar." 

Seth menyebutnya "buzzers"—alarm yang terus berbunyi, menarik perhatian kita ke segala arah kecuali yang penting. 

Dan kemampuan paling penting di abad ke-21? Buzzer management. 

Kemampuan untuk mengidentifikasi mana yang penting dan mana yang hanya kebisingan. Kemampuan untuk mengatakan tidak pada distraksi sehingga Anda bisa mengatakan ya pada pekerjaan yang berarti. 

Meetings Kill Innovation (Meeting Membunuh Inovasi) 

Seth menulis tegas: "Meeting membunuh inovasi." 

Mengapa? Karena meeting adalah tempat di mana: 

● Keputusan ditunda ("mari kita diskusikan lagi minggu depan") 

● Ide-ide bagus diencerkan sampai semua orang setuju (yang artinya jadi ide biasa-biasa saja) 

● Waktu terbuang untuk update yang bisa dikirim email 

● Orang-orang berpura-pura sibuk sambil sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa 

Innovation terjadi ketika seseorang bekerja dalam keheningan, fokus, tanpa gangguan. Innovation terjadi ketika Anda ship sesuatu, bukan ketika Anda talking about shipping sesuatu. 

Berapa banyak meeting di kalender Anda minggu ini? Berapa banyak yang benar-benar essential? Berapa banyak yang sebenarnya bisa diganti dengan email 3 paragraf? 

Reassurance Is Overrated (Jaminan Terlalu Dinilai Tinggi)

Kita semua ingin jaminan. 

Kita ingin seseorang mengatakan: "Ide Anda bagus. Anda di jalur yang benar. Ini akan berhasil."

Tapi Seth mengatakan: "Reassurance is overrated." 

Mengapa? Karena jaminan adalah ilusi. Tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan Anda. Tidak ada yang tahu apakah ide Anda akan bekerja sampai Anda mencobanya.

Mencari jaminan adalah bentuk lain dari penundaan. Anda menunggu lampu hijau yang tidak akan pernah datang. 

Changemaker tidak menunggu permission. Changemaker tidak menunggu jaminan. Mereka ship karya mereka ke dunia dan biarkan dunia yang memutuskan.

 


Bagian 4: Shipping—Kirimkan, Jangan Sempurnakan

The Only Way Forward Is to Ship 

"Satu-satunya cara untuk maju adalah mengirimkan." 

Bukan merencanakan. Bukan menyempurnakan. Bukan menunggu moment yang tepat.

Mengirimkan

Ship adalah istilah Seth untuk "merilis karya Anda ke dunia." Publish blog post. Launch produk. Kirim proposal. Tunjukkan karya Anda. Buat tersedia untuk orang lain. 

Tapi kebanyakan orang tidak ship. Mereka: 

Stalling (menunda) - "Belum siap. Perlu sedikit perbaikan lagi." 

Hiding from deadlines (sembunyi dari deadline) - "Saya tidak set deadline karena saya tidak mau terburu-buru." 

Announcing that important work takes longer (mengumumkan bahwa pekerjaan penting butuh waktu lebih lama) - "Ini proyek besar, tidak bisa dipaksa." 

Limiting your zone of contribution (membatasi zona kontribusi) - "Itu bukan bagian saya. Saya hanya bertanggung jawab untuk X." 

Semua itu adalah cara kita mengorbankan karya kita untuk ketakutan kita.

Sempurna Adalah Musuh dari Selesai 

Ada anekdot terkenal tentang seniman ceramics. 

Seorang guru membagi kelasnya jadi dua grup: 

● Grup A: Dinilai berdasarkan kuantitas. Semakin banyak pot yang mereka buat, semakin tinggi nilai mereka. 

Grup B: Dinilai berdasarkan kualitas. Mereka hanya perlu membuat satu pot—tapi harus sempurna. 

Di akhir semester, hasil mengejutkan: Pot terbaik dibuat oleh Grup A. 

Mengapa? Karena mereka sibuk membuat pot demi pot. Mereka belajar dari kesalahan. Mereka iterate. Mereka improve dengan cepat. 

Sementara Grup B sibuk merencanakan, membayangkan, dan mengkhawatirkan kesempurnaan—tanpa benar-benar membuat banyak. 

Practice beats perfection.

Bagaimana Memulai Habit Shipping 

Seth memberikan resep sederhana: 

1. Commit pada schedule, bukan pada inspiration. 

Jangan bilang "Saya akan menulis ketika saya inspired." Bilang "Saya akan menulis setiap Senin dan Kamis jam 6 pagi, apapun yang terjadi." 

2. Ship hal kecil secara teratur. 

Jangan tunggu sampai Anda punya masterpiece. Ship blog post 500 kata. Ship video 2 menit. Ship prototype yang 80% jadi. 

3. Embrace feedback, jangan takuti. 

Shipping berarti Anda akan dikritik. Itu bagus. Kritik adalah data. Data membantu Anda improve.

4. Celebrate shipping, bukan hasil. 

Anda tidak bisa kontrol apakah orang akan suka karya Anda. Tapi Anda bisa kontrol apakah Anda ship atau tidak. Rayakan keberanian untuk ship.

 


Bagian 5: Kreativitas Adalah Kerja, Bukan Hadiah

Domain Knowledge Matters (Pengetahuan Domain Penting) 

Seth berbagi cerita pribadinya: "Ketika saya tumbuh besar, saya membaca setiap buku di bagian science fiction di perpustakaan Clearfield. Dari Asimov sampai Zelazny, semuanya. Sepuluh tahun kemudian, ketika saya meluncurkan lini game komputer science fiction, domain knowledge itu membuka pintu untuk memahami apa yang mungkin bekerja." 

Poinnya bukan untuk menyalin. Poinnya adalah untuk menghindari menyalin. 

Karya komersial terbaik kita mengingatkan orang pada apa yang mereka lihat sebelumnya. Kreativitas tidak mengulang dirinya sendiri, tapi dia berima. 

Ini berarti: 

● Anda harus membaca banyak untuk menulis dengan baik 

● Anda harus melihat banyak desain untuk mendesain dengan baik 

● Anda harus mendengar banyak musik untuk membuat musik yang baik 

Kreativitas bukan magic yang datang dari kekosongan. Kreativitas adalah rekombinasi dari apa yang sudah Anda pelajari dengan cara yang baru. 

We're a Community of Critics (Kita Adalah Komunitas Kritikus) 

Seth menulis: "Kita adalah komunitas kritikus, pengotak-atik, dan pengoreksi. Lebih mudah dan lebih aman untuk mengedit, mengkritik, mempertanyakan daripada menjadi yang pertama." 

Ini adalah kebenaran yang menyakitkan tentang sifat manusia. 

Lebih mudah mengomentari karya orang lain daripada membuat karya sendiri. Lebih mudah menunjukkan kesalahan daripada menciptakan sesuatu yang berisiko salah. Lebih mudah menjadi penonton daripada pemain. 

Tapi changemaker bukan kritikus. Changemaker adalah creator. 

Mereka yang pertama. Mereka yang mengambil risiko. Mereka yang menghasilkan sesuatu yang bisa dikritik. 

Dan ya, mereka akan dikritik. Tapi setidaknya mereka membuat sesuatu.

The Tin Man Analogy (Analogi Orang Kaleng) 

Seth menggunakan cerita Wizard of Oz untuk menjelaskan enrollment—cara Anda mengajak orang bergabung dengan visi Anda.

Orang Kaleng (Tin Man) bergabung dengan Dorothy untuk pergi ke Wizard. Mereka punya agenda berbeda: 

● Dorothy ingin pulang ke Kansas 

● Tin Man ingin punya hati 

Tapi mereka setuju pada: 

● Perjalanan yang sama 

● Aturan yang sama 

● Timeframe yang sama 

Enrollment bukan tentang memaksa orang setuju dengan tujuan Anda. Enrollment tentang menemukan orang yang perjalanannya sejalan dengan Anda—meskipun tujuan akhir mereka berbeda. 

Ini mengubah cara Anda memimpin. Anda tidak harus membuat semua orang percaya pada visi Anda 100%. Anda hanya perlu mengajak mereka dalam perjalanan yang mutual beneficial.

 


Bagian 6: Explore to Move Forward (Jelajahi untuk Maju)

The Only Way to Move Forward Is to Explore 

Seth menulis: "Satu-satunya cara untuk maju adalah menjelajah." 

Bukan mengikuti peta yang sudah ada. Bukan meniru kompetitor. Bukan menunggu instruksi.

Menjelajah

Exploration artinya: 

● Mencoba hal yang belum pernah dicoba 

● Mengambil jalan yang belum pernah diambil 

● Menanyakan pertanyaan yang belum pernah ditanyakan 

Exploration berarti Anda akan tersesat kadang-kadang. Anda akan membuat kesalahan. Anda akan menemukan jalan buntu. 

Tapi Anda juga akan menemukan sesuatu yang tidak akan pernah ditemukan orang yang hanya mengikuti peta. 

Bad Ideas Lead to Better Ideas (Ide Buruk Menuju Ide Lebih Baik)

Kita kembali ke tema ini karena sangat penting: 

Anda tidak akan punya ide bagus sampai Anda menghasilkan banyak ide buruk terlebih dahulu. 

Ini seperti menambang emas. Anda harus menyaring ton pasir untuk menemukan sebutir emas. 

Jadi jangan menilai ide Anda terlalu cepat. Jangan buang ide buruk terlalu cepat. Tuliskan semuanya. Jelajahi semuanya. 

Karena kadang-kadang ide yang awalnya terlihat buruk, ketika dikombinasikan dengan ide lain atau dilihat dari sudut berbeda, menjadi ide brilian. 

Younger You Had Something to Say (Diri Anda yang Lebih Muda Punya Sesuatu untuk Dikatakan) 

Seth menulis dengan nostalgia: "Itu ada di sana sejurus yang lalu. Ketika Anda lebih muda, Anda punya sesuatu yang menarik untuk dikatakan, ide yang lucu, visi tentang bagaimana sesuatu bisa berbeda." 

Apa yang terjadi?

Kita tumbuh. Kita belajar untuk "realistis." Kita belajar untuk tidak terlalu excited. Kita belajar untuk tidak mengangkat tangan terlalu tinggi. 

Kita belajar untuk mengikuti aturan, bukan membuat aturan baru. 

Tapi diri Anda yang lebih muda—yang penuh wonder, yang berani bermimpi—dia masih di sana. Dia hanya perlu permission untuk keluar lagi. 

Permission yang hanya bisa Anda berikan pada diri sendiri.

 


Bagian 7: You Need to Take Risks to Find Opportunities (Anda Perlu Mengambil Risiko untuk Menemukan Peluang) 

Safe Is Risky (Aman Itu Berisiko) 

Ini adalah paradoks yang Seth sering ajarkan: 

Bermain aman adalah strategi paling berisiko. 

Mengapa? Karena di dunia yang berubah cepat, "aman" hari ini adalah "usang" besok. 

Kodak bermain aman dengan tetap fokus pada film. Mereka bahkan menemukan kamera digital pertama—tapi tidak meluncurkannya karena takut cannibalize bisnis film mereka. Hasilnya? Mereka bangkrut. 

Nokia bermain aman dengan tetap pada model bisnis mereka. Hasilnya? Dikalahkan oleh iPhone. 

Blockbuster bermain aman dengan tetap pada rental toko fisik. Hasilnya? Netflix mengambil alih. 

Safe adalah ilusi. Satu-satunya keamanan sejati adalah kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan mengambil risiko cerdas. 

What If You Fail? (Bagaimana Jika Gagal?) 

"Tapi bagaimana jika saya gagal?" 

Ini adalah pertanyaan yang menghentikan kebanyakan orang sebelum mereka mulai. 

Seth tidak menjanjikan Anda tidak akan gagal. Sebaliknya, dia menjanjikan Anda AKAN gagal—berkali-kali. 

Tapi pertanyaan yang lebih baik adalah: "Apa yang terjadi jika saya gagal?"

Dalam kebanyakan kasus, jawabannya adalah: tidak banyak. 

Anda tidak akan mati. Anda tidak akan kehilangan segalanya. Anda akan belajar. Anda akan tumbuh. Anda akan mencoba lagi dengan lebih pintar. 

Kegagalan yang sejati adalah tidak pernah mencoba sama sekali. 

Small Bets, Big Wins (Taruhan Kecil, Kemenangan Besar)

Strategi yang smart bukan mengambil satu risiko raksasa. Strategi yang smart adalah mengambil banyak risiko kecil. 

Ship banyak eksperimen kecil. Kebanyakan akan gagal. Tapi yang berhasil—yang benar-benar berhasil—akan membayar semua yang gagal dan lebih. 

Amazon tidak bertaruh segalanya pada satu produk. Mereka mencoba ribuan eksperimen kecil. AWS, Kindle, Prime, Alexa—semua dimulai sebagai eksperimen yang bisa saja gagal. 

Jeff Bezos terkenal mengatakan: "Saya bangga dengan kegagalan kami. Kami memiliki kegagalan yang senilai miliaran dollar." 

Anda perlu portfolio eksperimen, bukan satu big bet.

 


Bagian 8: Not for Everyone—Dan Itu Kekuatan Anda

Embrace the Minority (Rangkul Menjadi Minoritas) 

Changemaker adalah minoritas. Selalu. 

Kebanyakan orang ingin: 

● Mengikuti instruksi 

● Tidak menonjol 

● Bermain aman 

● Menghindari kritik 

Dan itu OK. Dunia membutuhkan follower juga. 

Tapi jika Anda pembuat perubahan, Anda harus embrace bahwa: 

● Banyak orang tidak akan mengerti Anda 

● Banyak orang akan mengabaikan Anda 

● Beberapa orang bahkan akan tidak menyukai Anda 

Dan itu tidak masalah. Karena Anda tidak melakukannya untuk mereka. 

Seth berbagi pengalamannya: "Ketika saya menulis blog, melakukan leadership thing, dan membangun tim dengan cara saya, banyak yang tidak mengerti. Kebanyakan mengabaikan saya. Beberapa tidak menyukai saya. Itu OK karena saya tidak melakukannya untuk mereka." 

Who's It For? (Revisited) 

Kembali ke pertanyaan fundamental: Untuk siapa? 

Ketika Anda clear tentang untuk siapa, Anda bebas dari beban menyenangkan semua orang. 

Anda tidak perlu membuat produk yang "untuk semua orang." Anda tidak perlu menulis artikel yang "semua orang akan suka." Anda tidak perlu memimpin dengan cara yang "semua orang setuju." 

Anda hanya perlu membuat sesuatu yang sangat berharga untuk orang yang tepat. 

Apple tidak membuat produk untuk semua orang. Mereka membuat produk untuk orang yang menghargai desain, simplicity, dan experience premium. Dan itu cukup untuk menjadi perusahaan triliunan dollar. 

Tesla tidak membuat mobil untuk semua orang. Mereka membuat mobil untuk early adopter yang peduli tentang sustainability dan teknologi. Dan itu cukup untuk mengubah industri otomotif.

Specificity is strength. Generality is weakness.

 


Penutup: If There Are Footprints on the Moon

Mari kita kembali ke api unggun dengan Neil Armstrong. 

"Saya pernah ke sana," katanya sambil menunjuk ke bulan. 

Manusia menaruh jejak kaki di bulan pada tahun 1969. Lebih dari 50 tahun lalu. Dengan teknologi yang jauh lebih primitif dari ponsel yang ada di saku Anda sekarang. 

Mereka melakukannya ketika kebanyakan orang pikir itu mustahil. 

Mereka melakukannya karena mereka bertanya: 

Who's it for? → Untuk Amerika, untuk umat manusia, untuk membuktikan apa yang mungkin 

● What's it for? → Untuk mendorong batas kemungkinan manusia 

● You can do it → Dan mereka melakukannya 

Jadi sekarang Seth—dan saya—bertanya kepada Anda: 

Jika ada jejak kaki di bulan, apakah argumen kecil yang Anda rencanakan habiskan satu jam berikutnya benar-benar yang terbaik yang bisa Anda lakukan? 

Apakah meeting yang tidak produktif itu benar-benar penting? Apakah email yang Anda khawatirkan itu benar-benar layak waktu mental Anda? Apakah ketakutan tentang apa yang orang pikirkan benar-benar layak menghentikan Anda? 

Atau... apakah Anda bisa mengangkat pandangan Anda sedikit lebih tinggi?

Raise the Bar (Angkat Standar) 

Neil Armstrong mengangkat standar. Dia menunjukkan apa yang mungkin.

Sekarang giliran Anda. 

Bukan untuk pergi ke bulan (kecuali itu memang tujuan Anda—kalau begitu, silakan!). Tapi untuk mengangkat standar di domain Anda. 

Untuk bertanya: 

● Apa perubahan yang ingin saya ciptakan? 

● Siapa yang saya layani? 

● Apa karya yang hanya saya bisa lakukan? 

Dan kemudian... ship it.

Jangan tunggu sempurna. Jangan tunggu permission. Jangan tunggu jaminan.

Karena changemaker tidak menunggu. Changemaker membuat. 

Pertanyaan untuk Anda 

1. Apa yang sudah terlalu lama Anda tunda karena menunggu "sempurna"?

Ship versi 1.0 minggu ini. Tidak harus sempurna. Hanya harus di luar sana.

2. Berapa banyak meeting di kalender Anda yang sebenarnya tidak perlu?

Cancel 50% dari mereka. Gunakan waktu itu untuk ship. 

3. Siapa yang benar-benar Anda layani dengan karya Anda? 

Jika jawabannya "semua orang," Anda belum cukup spesifik. Persempit sampai Anda bisa mendeskripsikan mereka dengan jelas. 

4. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda tahu tidak akan gagal? 

Sekarang lakukan itu—tapi embrace kemungkinan gagal. Karena kegagalan adalah bagian dari proses. 

5. Jika Anda bisa meninggalkan satu jejak kaki—satu bukti bahwa Anda pernah ada—apa itu? 

Mulai buat jejak itu hari ini.

 


Tentang Buku Asli 

"Footprints on the Moon: What Changemakers Know" diterbitkan tahun 2017 oleh Do You Zoom, Inc. dan tidak pernah dijual secara komersial. 

Seth Godin dengan sengaja membuat buku ini sebagai hadiah eksklusif untuk peserta program pendidikannya—altMBA dan The Marketing Seminar. Ini adalah praktik dari filosofi "Who's it for?"—buku ini untuk orang-orang yang sudah menunjukkan commitment mereka untuk berubah. 

Hanya 86 halaman, buku ini adalah distilasi dari ide-ide Seth yang paling powerful tentang membuat perubahan, shipping karya, dan mengatasi resistance. 

Seth Godin adalah salah satu pemikir marketing dan leadership paling berpengaruh di dunia. Dia telah menulis 20+ buku bestseller termasuk "Purple Cow," "Linchpin," "Tribes," dan "This Is Marketing." Dia juga menulis blog setiap hari sejak lebih dari 15 tahun—praktik dari prinsip "show up and do the work" yang dia ajarkan. 

Untuk yang ingin belajar lebih dalam dari Seth Godin: 

● Baca bukunya yang lain (yang tersedia secara komersial!) 

● Ikuti blognya di sethgodin.com (gratis, setiap hari) 

● Pertimbangkan program pendidikannya jika Anda serius tentang transformasi 

Ringkasan ini menangkap esensi dari "Footprints on the Moon," tapi pengalaman menerima buku fisik sebagai hadiah—dan konteks di mana Anda menerimanya—adalah bagian dari pesan itu sendiri. 

Buku ini adalah bukti bahwa tidak semua hal harus dijual. Tidak semua hal harus untuk semua orang. Dan kadang-kadang, cara terbaik untuk membuat impact adalah dengan memberikan karya terbaik Anda kepada orang yang tepat.