How to Own Your Own Mind

Napoleon Hill


Pikiran yang Tidak Anda Kuasai, Menguasai Anda 

Bayangkan Anda memiliki mesin paling canggih di dunia. 

Mesin ini bisa menciptakan kekayaan, memecahkan masalah kompleks, menghasilkan ide-ide brilian, dan mengubah hidup Anda sepenuhnya. Mesin ini tersedia 24 jam sehari, tidak pernah rusak, dan tidak membutuhkan bahan bakar. 

Tapi ada satu masalah: Anda tidak tahu cara menggunakannya. 

Lebih buruk lagi, mesin ini sering berjalan dengan sendirinya—menghasilkan kekhawatiran, ketakutan, keraguan, dan pikiran negatif yang menghancurkan hidup Anda tanpa Anda sadari. 

Mesin itu adalah pikiran Anda. 

Napoleon Hill, penulis klasik "Think and Grow Rich" yang telah mempelajari lebih dari 500 orang sukses selama 20 tahun, menemukan kebenaran yang mengejutkan: 

"98% dari populasi tidak memiliki pikiran mereka sendiri. Mereka hidup di bawah kontrol pengaruh luar—pendapat orang lain, ketakutan, kebiasaan buruk, dan pikiran acak yang tidak mereka pilih." 

Hanya 2% yang benar-benar "memiliki" pikiran mereka—dan mereka adalah orang-orang yang mencapai kesuksesan luar biasa dalam hidup mereka. 

Perbedaannya bukan pada IQ. Bukan pada pendidikan. Bukan pada keberuntungan.

Perbedaannya adalah kontrol. 

"How To Own Your Own Mind" adalah buku terakhir Hill—ditemukan dalam arsip setelah ia meninggal, dan baru diterbitkan pada 2017. Ini adalah puncak dari semua pengajarannya: bagaimana mengambil kendali penuh atas aset paling berharga yang Anda miliki.

Pertanyaan untuk Anda sekarang: Apakah Anda memiliki pikiran Anda? Atau pikiran Anda yang memiliki Anda? 

Mari kita cari tahu.

 


Bagian 1: Dua Jenis Manusia—Drifter vs Purposeful

The Law of Drift 

Hill memulai dengan observasi yang brutal: 

"Kebanyakan orang adalah drifters—mereka mengapung dalam hidup tanpa tujuan yang jelas, dibawa arus keadaan, pendapat orang lain, dan kebiasaan yang tidak mereka pilih." 

Seperti kayu yang mengapung di sungai, mereka bergerak—tapi bukan karena mereka memutuskan arah. Mereka bergerak karena arus membawa mereka. 

Ciri-ciri drifter: 

● Tidak punya tujuan hidup yang jelas dan tertulis 

● Membuat keputusan berdasarkan emosi sesaat 

● Mudah dipengaruhi pendapat orang lain 

● Menyalahkan keadaan, orang lain, atau "nasib buruk" untuk kegagalan mereka ● Tidak pernah menyelesaikan apa yang mereka mulai 

● Hidup reaktif, bukan proaktif 

Hill bertanya kepada ribuan orang selama penelitiannya: 

"Apa tujuan utama hidup Anda?" 

Hasilnya mengejutkan: 95% tidak bisa menjawab. Mereka tidak tahu. Mereka hidup hari demi hari tanpa arah yang jelas. 

The Power of Definiteness of Purpose 

Sebaliknya, orang yang sukses—yang Hill sebut "people of purpose"—punya satu kesamaan:

Mereka tahu persis apa yang mereka inginkan dan mengapa. 

Mereka punya "definiteness of purpose"—tujuan yang jelas, spesifik, dan tertulis. Bukan "saya ingin sukses" atau "saya ingin kaya." Tapi: 

● "Saya akan memiliki bisnis dengan revenue $10 juta dalam 5 tahun" 

● "Saya akan menjadi ahli bedah jantung terbaik di negara ini" 

● "Saya akan menciptakan produk yang mengubah cara orang belajar bahasa"

Tujuan yang spesifik, terukur, dan dengan deadline. 

Hill memberikan contoh dari Henry Ford:

Ketika Ford memutuskan membuat mobil yang terjangkau untuk rakyat biasa, semua ahli mengatakan itu mustahil. Mobil saat itu adalah mainan orang kaya. Teknologi belum ada. Infrastruktur belum siap. 

Tapi Ford punya definiteness of purpose. Ia tahu persis apa yang ia inginkan. Dan pikirannya—karena punya tujuan jelas—mulai mencari cara untuk mewujudkannya. 

Hasilnya? Ford Model T mengubah dunia. 

Pikiran yang tidak punya tujuan adalah seperti kapal tanpa kemudi—ia akan dibawa ombak ke mana saja. Pikiran yang punya tujuan jelas adalah seperti kapal dengan radar dan pilot berpengalaman—ia akan mencapai tujuan, tidak peduli seberapa badai di jalan. 

Latihan: Temukan Tujuan Utama Anda 

Hill memberikan latihan sederhana tapi powerful: 

1. Tulis jawaban untuk pertanyaan ini: "Jika saya tahu saya tidak akan gagal, apa yang akan saya lakukan dengan hidup saya?" 

2. Dari jawaban itu, buat pernyataan tujuan yang spesifik: "Pada tanggal [spesifik], saya akan [pencapaian konkret] dengan cara [metode yang jelas]." 

3. Baca pernyataan ini setiap pagi saat bangun dan setiap malam sebelum tidur. 

Mengapa ritual sederhana ini powerful? Karena ia melatih pikiran sadar dan bawah sadar Anda untuk fokus pada satu tujuan—dan pikiran yang fokus adalah pikiran yang productive.

 


Bagian 2: Dua Pikiran Anda—Conscious dan Subconscious 

The Dual Nature of Mind 

Hill menjelaskan konsep yang mengubah segalanya: Anda sebenarnya punya dua pikiran.

1. Conscious Mind (Pikiran Sadar) 

● Ini adalah pikiran yang Anda gunakan sekarang untuk membaca kalimat ini

● Logis, analitis, rasional 

● Tapi... sangat terbatas kapasitasnya 

● Hanya bisa fokus pada satu hal pada satu waktu 

● Mudah lelah dan terganggu 

2. Subconscious Mind (Pikiran Bawah Sadar) 

● Ini adalah "hard drive" raksasa di dalam kepala Anda 

● Menyimpan semua memori, kebiasaan, belief, dan pola pikir Anda 

● Bekerja 24/7 bahkan ketika Anda tidur 

● Kapasitas hampir tidak terbatas 

● Tidak bisa membedakan antara yang nyata dan yang dibayangkan 

Dan inilah kuncinya: Sebagian besar keputusan dan tindakan Anda dikendalikan oleh subconscious mind, bukan conscious mind. 

Contoh sederhana: 

Ketika Anda pertama kali belajar menyetir mobil, Anda harus berpikir keras: injak kopling, pindah gigi, lepas kopling perlahan, tekan gas... Ini semua conscious mind bekerja keras. 

Setelah 6 bulan? Anda menyetir sambil ngobrol, sambil mikir urusan kerja, bahkan sambil makan—tanpa berpikir tentang injak kopling atau pindah gigi. Mengapa? Karena skill itu sudah masuk ke subconscious mind. 

Programming Your Subconscious 

Inilah berita baiknya: Anda bisa memprogram subconscious mind Anda. 

Berita buruknya: Sebagian besar dari kita sudah memprogram subconscious kita dengan hal-hal yang salah. 

Sejak kecil, Anda mendengar: 

● "Uang itu akar segala kejahatan"

● "Orang kaya itu serakah" 

● "Kamu tidak cukup pintar untuk itu" 

● "Bermimpi terlalu tinggi itu berbahaya" 

● "Hidup itu keras, jangan berharap terlalu banyak" 

Semua itu masuk ke subconscious. Dan subconscious mengambilnya sebagai kebenaran—bukan karena ia memeriksa validitasnya, tapi karena ia tidak bisa membedakan antara kebenaran dan kebohongan. 

Hasilnya? Anda hidup dengan belief yang membatasi—dan bahkan tidak sadar dari mana asalnya. 

How to Reprogram 

Hill memberikan metode yang sederhana tapi membutuhkan disiplin: 

Auto-suggestion (Sugesti Diri) 

Ulangi afirmasi positif setiap hari dengan emosi dan keyakinan: 

● "Saya adalah orang yang mampu mencapai apa pun yang saya pilih untuk dicapai"

● "Saya menarik peluang dan orang-orang yang membantu saya mencapai tujuan"

● "Setiap kegagalan membawa pelajaran yang membawa saya lebih dekat ke kesuksesan" 

Penting: Ini bukan sekadar mengulang kata-kata. Anda harus merasakan emosi di baliknya. Subconscious merespons emosi lebih kuat daripada logika. 

Hill menulis: "Apapun yang Anda katakan kepada diri sendiri dengan emosi yang kuat dan berulang-ulang, subconscious Anda akan menerima sebagai perintah dan mulai mencari cara untuk mewujudkannya."

 


Bagian 3: Organized Thinking—Berpikir dengan Sistem

The Difference Between Busy and Productive 

Hill mengamati perbedaan mencolok antara orang sukses dan orang yang "sibuk tapi tidak kemana-mana": 

Orang yang sibuk: Pikirannya penuh dengan tugas, to-do list panjang, fire fighting, reaktif terhadap email dan notifikasi. 

Orang yang produktif: Pikirannya terorganisir—mereka tahu prioritas, mereka fokus pada 20% aktivitas yang menghasilkan 80% hasil. 

Perbedaannya? Organized thinking. 

The Five Steps of Organized Thinking 

Hill memberikan framework sederhana untuk mengorganisir pikiran: 

1. Definisi Masalah atau Tujuan 

Sebagian besar orang gagal karena mereka tidak jelas apa yang mereka coba selesaikan. 

Contoh buruk: "Saya ingin bisnis saya tumbuh." Contoh baik: "Saya ingin meningkatkan revenue 30% dalam 6 bulan dengan menambah 500 pelanggan baru." 

Clarity adalah langkah pertama. 

2. Kumpulkan Fakta 

Jangan membuat keputusan berdasarkan asumsi atau emosi. Kumpulkan data. 

Hill memberikan contoh Thomas Edison: Ketika mencari material yang tepat untuk filamen bola lampu, Edison mencoba lebih dari 10,000 material berbeda. Ia tidak menebak. Ia mengumpulkan fakta melalui eksperimen. 

3. Analisis dan Klasifikasi 

Pisahkan fakta dari opini. Pisahkan yang relevan dari yang tidak relevan. 

Banyak orang punya banyak informasi tapi tidak bisa membuat keputusan karena mereka tidak menganalisis dan mengklasifikasi. 

4. Buat Keputusan 

Setelah analisis selesai, buat keputusan dengan tegas. Jangan ragu-ragu.

Hill menulis: "Keputusan yang buruk lebih baik daripada tidak ada keputusan. Setidaknya dari keputusan buruk Anda belajar." 

5. Ambil Tindakan dan Evaluasi 

Keputusan tanpa tindakan adalah mimpi. Ambil tindakan, lihat hasilnya, pelajari, dan adjust.

Waktu untuk Berpikir 

Hill menekankan sesuatu yang sering diabaikan: Anda perlu waktu khusus untuk berpikir.

Orang sukses tidak hanya "sibuk melakukan." Mereka menyisihkan waktu untuk: 

● Merencanakan 

● Merefleksikan 

● Menganalisis 

● Membayangkan kemungkinan baru 

Henry Ford punya kebiasaan duduk di kursi favoritnya selama satu jam setiap hari, tidak melakukan apa-apa kecuali berpikir

Ketika ditanya apakah ia tidak produktif hanya duduk seperti itu, Ford menjawab: 

"Satu jam berpikir yang terorganisir bisa menghasilkan nilai lebih dari satu bulan bekerja tanpa arah."

 


Bagian 4: Controlled Attention—Senjata Rahasia Kesuksesan 

The Power of Focus 

Hill mengidentifikasi satu kemampuan yang membedakan orang luar biasa dari yang biasa-biasa saja: 

Kemampuan untuk mengarahkan dan mempertahankan perhatian mereka pada satu hal untuk periode yang lama. 

Ia menyebutnya "controlled attention"—perhatian yang terkontrol. 

Sebagian besar orang tidak bisa fokus lebih dari beberapa menit. Mereka: 

● Cek email setiap 5 menit 

● Scroll media sosial tanpa sadar 

● Lompat dari tugas satu ke tugas lain 

● Terganggu oleh notifikasi, obrolan, pikiran acak 

Hasilnya? Mereka bekerja 8 jam tapi produktif hanya 2 jam. 

Orang sukses berbeda. Ketika mereka fokus pada sesuatu, mereka benar-benar fokus. Tidak ada distraksi. Tidak ada multitasking. Hanya deep work pada satu hal. 

The Law of Concentration 

Hill merumuskan hukum sederhana: 

"Apapun yang Anda fokuskan dengan intensitas tinggi untuk periode yang cukup lama, Anda akan kuasai." 

Tidak ada yang namanya bakat alami. Yang ada adalah jam terbang fokus. 

Mozart tidak dilahirkan sebagai genius musik. Ia berlatih piano fokus sejak usia 3 tahun, lebih dari 10,000 jam sebelum umur 18 tahun. 

Michael Jordan bukan lahir sebagai pemain basket terbaik. Ia latihan shooting berulang-ulang, ribuan kali per hari, dengan fokus penuh. 

Rahasia mereka bukan bakat. Rahasia mereka adalah controlled attention.

How to Train Your Attention 

Hill memberikan latihan praktis:

Latihan 1: The 25-Minute Focus Block 

Pilih satu tugas. Set timer 25 menit. Fokus 100% pada tugas itu—tidak ada email, tidak ada chat, tidak ada gangguan. Setelah 25 menit, istirahat 5 menit. 

Ulangi 4 kali. Anda akan terkejut berapa banyak yang bisa Anda selesaikan.

Latihan 2: Meditation (Meditasi Fokus) 

Duduk tenang. Fokus pada napas Anda. Setiap kali pikiran Anda mengembara, bawa kembali ke napas. 

Mulai dengan 5 menit per hari. Ini melatih "otot fokus" Anda. 

Latihan 3: Single-Tasking 

Untuk 1 minggu, lakukan hanya satu tugas pada satu waktu. Tidak ada multitasking. Rasakan perbedaannya.

 


Bagian 5: Creative Vision—Melihat yang Tidak Terlihat

Two Types of Imagination 

Hill membedakan dua jenis imajinasi: 

1. Synthetic Imagination Mengombinasikan ide-ide yang sudah ada dengan cara baru. 

Contoh: iPhone bukan teknologi baru yang benar-benar original. Ia menggabungkan telepon + musik player + internet browser + kamera. Tapi kombinasinya menciptakan sesuatu yang revolusioner. 

2. Creative Imagination Menerima ide-ide yang benar-benar baru—inspirasi, hunch, "aha moment" yang datang entah dari mana. 

Hill percaya creative imagination terhubung dengan "Infinite Intelligence"—semacam sumber ide universal yang bisa diakses oleh pikiran yang siap. 

How to Access Creative Imagination 

Ini terdengar mistis, tapi Hill memberikan langkah praktis: 

1. Definisikan masalah atau pertanyaan dengan jelas 

Tulis dengan spesifik: "Bagaimana saya bisa meningkatkan penjualan 50% dalam 3 bulan?"

2. Kumpulkan semua informasi yang relevan 

Research, analisis, pelajari kompetitor, baca, diskusi dengan ahli. 

3. Berikan ke subconscious Anda, lalu lepaskan 

Sebelum tidur, fokuskan pikiran pada masalah itu. Lalu tidur. Biarkan subconscious bekerja.

4. Dengarkan "hunch" yang datang 

Ide-ide brilian sering datang bukan ketika Anda duduk di meja kerja, tapi ketika Anda mandi, jalan-jalan, atau baru bangun tidur. 

Kenapa? Karena conscious mind Anda relax dan membiarkan subconscious bicara.

Hill memberikan contoh dari Thomas Edison: 

Edison terkenal sering tidur siang—tapi dengan trik unik. Ia duduk di kursi sambil memegang bola besi. Ketika ia mulai terlelap, bola jatuh dan membuatnya bangun. Momen antara sadar dan tidur itu—hypnagogic state—adalah ketika ide-ide terbaiknya datang.

 


Bagian 6: Learning from Defeat—Setiap Kegagalan Adalah Guru 

The Blessing of Failure 

Hill punya pandangan radikal tentang kegagalan: 

"Setiap kegagalan membawa benih dari kesuksesan yang setara atau lebih besar—jika Anda cukup bijak untuk menemukannya." 

Kebanyakan orang melihat kegagalan sebagai akhir. Orang sukses melihatnya sebagai feedback. 

Contoh klasik dari penelitian Hill: Thomas Edison gagal lebih dari 10,000 kali sebelum menemukan bola lampu yang bekerja. 

Ketika ditanya bagaimana rasanya gagal 10,000 kali, Edison menjawab:

"Saya tidak gagal 10,000 kali. Saya berhasil menemukan 10,000 cara yang tidak bekerja."

Perbedaan mindset ini adalah segalanya. 

Three Questions After Every Defeat 

Hill mengajarkan ritual sederhana setelah setiap kegagalan: 

1. Apa yang bisa saya pelajari dari ini? Setiap kegagalan adalah data. Analisis. Jangan emosional. 

2. Bagaimana ini membuat saya lebih kuat? Kegagalan membangun ketahanan. Otot mental hanya tumbuh ketika ditantang. 

3. Apa langkah selanjutnya? Jangan terjebak dalam penyesalan. Fokus pada tindakan berikutnya. 

The Story of R.U. Darby 

Hill menceritakan kisah yang powerful: 

R.U. Darby dan pamannya mencari emas di Colorado. Setelah menggali selama berbulan-bulan, mereka menemukan deposit emas yang menjanjikan. Mereka mengambil sampel, meminjam uang untuk membeli peralatan mining yang lebih canggih, dan mulai menggali. 

Awalnya emas mengalir. Tapi tiba-tiba... emas menghilang. Pembuluh emas habis.

Mereka menggali lebih dalam. Tidak ada. Mereka mencoba arah lain. Tidak ada. Frustrasi dan kehabisan uang, mereka menyerah dan menjual peralatan mereka dengan harga murah kepada tukang rongsokan. 

Tukang rongsokan itu lebih pintar. Ia berkonsultasi dengan ahli geologi. Ahli itu bilang: "Pembuluh emas itu kemungkinan besar hanya patah. Coba gali 3 kaki lebih dalam dari titik terakhir mereka." 

Tukang rongsokan menggali. Dan tiga kaki dari tempat Darby berhenti, ia menemukan salah satu deposit emas terbesar di Colorado. 

Darby berhenti tiga kaki dari emas. 

Hill bertanya: "Berapa banyak orang yang berhenti tiga kaki dari emas mereka?" 

Pelajarannya: Persistence dibedakan dari stubbornness dengan satu hal—pembelajaran. Jika Anda belajar dari setiap kegagalan dan menyesuaikan pendekatan Anda, teruslah maju. Emas mungkin hanya tiga kaki lagi.

 


Bagian 7: The Mastermind Principle—Kekuatan Pikiran Kolektif 

No One Succeeds Alone 

Hill menemukan satu pola universal di antara semua orang sukses yang ia pelajari: 

Tidak ada satu pun yang sukses sendirian. Mereka semua punya "mastermind group"—kelompok kecil orang-orang yang saling mendukung, menantang, dan mengangkat satu sama lain. 

Andrew Carnegie punya kelompok 50 orang yang ia konsultasikan untuk keputusan besar. Henry Ford punya Thomas Edison dan Harvey Firestone sebagai mastermind partners. Thomas Edison punya Ford dan Firestone. 

Mereka saling bertemu teratur, berbagi ide, memberikan feedback, dan mendorong satu sama lain. 

The Synergy of Minds 

Ketika dua atau lebih pikiran berkumpul dengan tujuan yang sama, sesuatu yang magical terjadi: 

1 + 1 tidak sama dengan 2. Ia sama dengan 11. 

Ide yang muncul dari kolaborasi sering lebih baik dari apa yang bisa diciptakan individual. 

Hill menulis: "Tidak ada pikiran yang sempurna. Tapi pikiran kolektif dari orang-orang yang berbagi visi dan saling melengkapi kelemahan bisa mencapai apa yang tidak mungkin dicapai sendirian." 

Building Your Mastermind 

Hill memberikan panduan untuk membentuk mastermind group: 

1. Pilih 3-5 orang yang: 

● Punya tujuan atau visi yang selaras (tidak harus sama, tapi kompatibel)

● Punya kekuatan yang melengkapi kelemahan Anda 

● Bersedia berkomitmen untuk bertemu teratur 

● Bisa jujur dan konstruktif dalam feedback 

2. Tentukan ritme pertemuan: 

● Minimal sekali per bulan

● Durasi 1-2 jam 

● Agenda jelas: setiap orang berbagi challenge dan menerima input

3. Aturan: 

● Apa yang dibagikan di grup, tetap di grup (confidential)

● Tidak ada judging—hanya konstruktif feedback 

● Semua orang commit untuk saling membantu sukses

 


Penutup: Dari Pengetahuan ke Kepemilikan

Napoleon Hill menutup dengan reminder powerful: 

"Membaca buku ini tidak akan mengubah hidup Anda. Menerapkan prinsip-prinsip ini setiap hari—itulah yang akan mengubah hidup Anda." 

Pengetahuan tanpa tindakan adalah filosofi yang tidak berguna. Pikiran yang Anda "miliki" adalah pikiran yang Anda latih dan arahkan setiap hari. 

7 Langkah untuk Memiliki Pikiran Anda 

1. Tulis Definiteness of Purpose Anda Hari ini. Sekarang. Jangan tunda. 

2. Program Subconscious Anda dengan Auto-Suggestion Setiap pagi dan malam, ulangi afirmasi Anda dengan emosi. 

3. Practice Organized Thinking Satu masalah, satu waktu. Analisis, putuskan, tindak.

4. Train Controlled Attention Mulai dengan 25-menit focus blocks. Bangun "otot" fokus Anda. 

5. Beri Ruang untuk Creative Imagination Waktu untuk berpikir, berjalan, meditasi—lepaskan conscious mind. 

6. Learn from Every Defeat Tiga pertanyaan setelah setiap kegagalan. Pelajari dan maju.

7. Build Your Mastermind Temukan 3-5 orang yang akan mendorong Anda lebih tinggi.

Pertanyaan Terakhir 

Hill meninggalkan Anda dengan pertanyaan yang harus Anda jawab setiap hari: 

"Apakah saya menggunakan pikiran saya hari ini—atau membiarkan keadaan dan orang lain menggunakannya untuk saya?" 

Jika jawabannya yang kedua, Anda belum memiliki pikiran Anda. 

Tapi kabar baiknya: Hari ini bisa menjadi hari pertama Anda benar-benar memilikinya. 

Pikiran adalah aset terbesar yang Anda miliki. Lebih berharga dari uang. Lebih powerful dari teknologi. Lebih transformatif dari pendidikan formal. 

Tapi hanya jika Anda memilikinya—mengarahkan, melatih, dan menggunakannya dengan sengaja.

Andrew Carnegie—orang terkaya di masanya yang menjadi mentor Hill—mengatakan sesuatu yang mengubah hidup Hill: 

"Satu-satunya kekayaan sejati yang Anda miliki adalah pikiran Anda. Anda bisa kehilangan uang, kehilangan properti, kehilangan kesehatan—tapi jika Anda memiliki pikiran Anda, Anda bisa membangun semuanya kembali." 

Jadi, sekarang pertanyaannya bukan apakah Anda akan memiliki pikiran Anda.

Pertanyaannya adalah: Kapan Anda akan mulai? 

Mulai hari ini. Mulai sekarang. 

Karena seperti yang Hill tulis di kalimat terakhir bukunya: 

"Waktu terbaik untuk memiliki pikiran Anda adalah 20 tahun lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang."

 


Tentang Buku Asli 

"How To Own Your Own Mind" adalah buku terakhir dari Napoleon Hill, diterbitkan pada 2017—puluhan tahun setelah kematiannya pada 1970. 

Manuskrip ini ditemukan dalam Napoleon Hill Foundation archives dan diedit oleh Don Green, CEO dari Foundation. Buku ini melengkapi trilogi Hill yang dimulai dengan "The Law of Success" (1928) dan "Think and Grow Rich" (1937). 

Napoleon Hill menghabiskan lebih dari 20 tahun mempelajari lebih dari 500 orang paling sukses di masanya—termasuk Andrew Carnegie, Thomas Edison, Henry Ford, Theodore Roosevelt, Alexander Graham Bell, dan banyak lagi. 

Apa yang membuatnya unik adalah Hill bukan hanya mewawancarai mereka, tetapi hidup dan bekerja dengan mereka—memahami bukan hanya apa yang mereka lakukan, tapi bagaimana mereka berpikir. 

"How To Own Your Own Mind" adalah sintesis dari semua pembelajaran itu—tidak hanya tentang cara sukses dalam bisnis atau keuangan, tapi tentang menguasai alat paling powerful yang Anda miliki: pikiran Anda. 

Untuk pendalaman lebih dalam dan studi kasus yang lebih detail, sangat disarankan membaca buku aslinya. Hill menulis dengan gaya yang personal, penuh cerita menarik dari orang-orang yang ia pelajari, dan memberikan latihan-latihan praktis yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Buku ini adalah manual operasi untuk pikiran Anda—dan seperti semua manual, ia harus dipraktikkan, bukan hanya dibaca. 

Sekarang pergilah dan mulai memiliki pikiran Anda. Satu hari pada satu waktu. Satu keputusan pada satu waktu. Satu pikiran terkontrol pada satu waktu. 

Karena pikiran yang tidak Anda kuasai, akan menguasai Anda. 

Dan Anda terlalu berharga untuk hidup di bawah kontrol apapun selain kontrol Anda sendiri.