Tulisan yang Hilang Selama 80 Tahun
Tahun 1928, Napoleon Hill menerbitkan "The Law of Success"—buku 8 volume yang menjadi fondasi gerakan self-help modern.
Tahun 1937, dia menerbitkan "Think and Grow Rich"—buku yang terjual lebih dari 100 juta kopi dan mengubah hidup jutaan orang.
Tapi ada yang hilang.
Sebelum kedua buku monumental itu, Hill menulis sesuatu yang lebih personal, lebih raw, lebih... manusiawi. Dari tahun 1921 hingga 1923, dia menerbitkan majalah bulanan yang disebut "Napoleon Hill's Magazine"—penuh dengan cerita, prinsip, dan pelajaran yang dia kumpulkan dari 500+ wawancara dengan orang-orang paling sukses di zamannya.
Lalu majalah itu berhenti terbit. Edisi-edisinya menghilang. Untuk 80 tahun, tulisan-tulisan ini terkubur dalam arsip yang terlupakan.
Hingga akhirnya ditemukan kembali dan dikompilasi menjadi "Napoleon Hill's Golden Rules: The Lost Writings."
Dan yang mengejutkan adalah: tulisan-tulisan ini mungkin lebih powerful daripada buku-buku terkenalnya.
Mengapa? Karena dalam tulisan ini, Hill tidak sedang menulis "buku besar." Dia sedang berbicara langsung kepada pembaca majalahnya—seperti seorang mentor kepada muridnya. Lebih intim. Lebih praktis. Lebih penuh dengan cerita nyata.
Dan di jantung semua tulisan itu adalah satu prinsip yang dia sebut "The Golden Rule"—aturan emas yang, jika dipraktikkan dengan konsisten, akan mengubah setiap aspek kehidupan Anda.
Apa aturan emas itu? Dan bagaimana menerapkannya dalam dunia yang skeptis dan kompetitif?
Mari kita mulai.
Bagian 1: The Golden Rule—Prinsip yang Mengubah Segalanya
Lebih dari Sekadar "Perlakukan Orang dengan Baik"
Kita semua tahu Golden Rule: "Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan."
Terdengar sederhana. Bahkan klise.
Tapi Hill mengajukan pertanyaan yang membuat kita terdiam:
"Apakah Anda benar-benar mempraktikkannya—dalam setiap transaksi bisnis, setiap interaksi, setiap pikiran tentang orang lain?"
Kebanyakan dari kita mengaku percaya pada Golden Rule. Tapi ketika bicara tentang uang, kompetisi, atau kesempatan terbatas—prinsip itu sering kita tinggalkan.
Hill menceritakan kisah seorang pedagang yang dia temui:
Pedagang itu menjual kain. Seorang pelanggan datang mencari kain untuk gaun. Pedagang itu tahu bahwa kain yang pelanggan pilih tidak cocok untuk kebutuhan tersebut—akan cepat rusak. Dia punya dua pilihan:
1. Diam saja dan jual—dapat untung hari ini
2. Jujur dan rekomendasikan kain yang lebih baik meskipun lebih murah—dapat pelanggan seumur hidup
Pedagang itu memilih opsi kedua. Pelanggan itu menjadi pelanggan tetap selama 20 tahun dan merekomendasikan toko itu ke ratusan orang lain.
Inilah Golden Rule dalam praktik: Bertindak dengan integritas bahkan ketika tidak ada yang melihat, bahkan ketika itu merugikan Anda dalam jangka pendek.
Golden Rule Bukan Altruisme—Ini Investasi Terbaik
Hill menegaskan sesuatu yang sering disalahpahami:
"Golden Rule bukan tentang menjadi orang baik karena Anda ingin masuk surga. Ini tentang membangun fondasi kesuksesan jangka panjang."
Mengapa ini investasi terbaik?
Pertama, reputasi Anda adalah aset terbesar Anda.
Dalam dunia di mana informasi menyebar cepat, satu tindakan tidak jujur bisa menghancurkan karir yang dibangun selama bertahun-tahun. Sebaliknya, reputasi sebagai orang yang fair dan dapat dipercaya membuka pintu yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Kedua, orang membeli dari orang yang mereka percaya.
Anda bisa punya produk terbaik dengan harga termurah, tapi jika orang tidak percaya Anda, mereka akan mencari di tempat lain.
Ketiga, karma bisnis itu nyata.
Bukan dalam arti mistis—tapi dalam arti praktis. Orang yang Anda perlakukan dengan buruk hari ini bisa menjadi bos Anda, klien terbesar Anda, atau partner bisnis yang Anda butuhkan besok.
Hill menulis:
"Tidak ada yang namanya 'lolos' dari pelanggaran Golden Rule. Mungkin tidak hari ini, mungkin tidak tahun ini—tapi tagihan akan datang. Selalu."
Bagian 2: Definite Chief Aim—Kompas Kehidupan Anda
Kapal Tanpa Tujuan
Hill memulai dengan pertanyaan yang menusuk:
"Apa tujuan utama Anda dalam hidup?"
Kebanyakan orang tidak bisa menjawab dengan spesifik. Mereka memberikan jawaban umum: "Saya ingin sukses," "Saya ingin bahagia," "Saya ingin kaya."
Tapi itu bukan tujuan. Itu hanya keinginan samar.
Hill menulis:
"Kapal tanpa tujuan pelabuhan akan terombang-ambing oleh arus ke segala arah. Begitu juga dengan hidup tanpa Definite Chief Aim—tujuan utama yang jelas dan pasti."
Dia menceritakan kisah dua orang muda yang memulai karir pada waktu yang sama:
Orang A: Pintar, pekerja keras, rajin. Tapi tidak punya tujuan spesifik. Dia mengambil pekerjaan apa pun yang datang, mengejar kesempatan yang terlihat menjanjikan, berharap "sesuatu yang bagus" akan terjadi.
Orang B: Tidak lebih pintar, tidak lebih beruntung. Tapi dia punya tujuan yang sangat spesifik: "Dalam 10 tahun, saya akan menjadi manajer penjualan regional untuk perusahaan manufaktur terkemuka dengan gaji $10,000 per tahun."
Setiap keputusan yang dia buat—pekerjaan yang diambil, skill yang dipelajari, orang yang dikenal—diselaraskan dengan tujuan itu.
10 tahun kemudian?
Orang A masih berpindah-pindah pekerjaan, mencari "kesempatan besar" yang tidak pernah datang.
Orang B? Tepat di posisi yang dia targetkan—manajer penjualan regional dengan gaji yang dia inginkan.
Cara Membuat Definite Chief Aim
Hill memberikan formula spesifik:
1. Tulis tujuan Anda dengan detail yang sangat spesifik
Bukan: "Saya ingin punya bisnis sukses."
Tapi: "Dalam 5 tahun, saya akan memiliki toko roti dengan 3 cabang di Jakarta, mempekerjakan 15 karyawan, dan menghasilkan pendapatan 2 miliar rupiah per tahun."
2. Tentukan apa yang akan Anda berikan sebagai balasan
Tidak ada yang gratis. Apa yang Anda berikan?
Mungkin: waktu (10 jam kerja per hari), uang (investasi awal), skill (belajar pastry selama 2 tahun), kenyamanan (tidak liburan selama 3 tahun).
3. Buat deadline yang spesifik
"Suatu hari nanti" tidak pernah datang. Tentukan tanggal pasti.
4. Buat rencana—dan mulai sekarang
Tujuan tanpa rencana adalah mimpi. Rencana tanpa aksi adalah fantasi.
5. Baca tujuan Anda setiap pagi dan malam
Ini membuat tujuan tetap hidup di pikiran bawah sadar Anda. Dan pikiran bawah sadar Anda akan mencari cara untuk mewujudkannya.
Hill menjamin:
"Jika Anda mengikuti formula ini dengan disiplin selama 6 bulan, Anda akan melihat perubahan dalam hidup Anda yang tidak bisa dijelaskan dengan logika."
Bagian 3: Kebiasaan Berbuat Lebih dari yang Dibayar
Investasi Terbaik yang Tidak Terlihat
Hill menceritakan pengalamannya sendiri sebagai sekretaris muda:
Saya dibayar $50 per bulan untuk bekerja 8 jam sehari sebagai asisten seorang pengacara. Pekerjaan saya: mengetik surat, mengarsipkan dokumen, membuat kopi.
Tapi saya datang 2 jam lebih awal dan pulang 2 jam lebih lambat. Saya
mempelajari semua kasus yang pengacara itu tangani. Saya membaca buku hukum di waktu luang. Saya mengorganisir arsip dengan sistem yang lebih baik tanpa diminta.
Apakah saya dibayar untuk itu? Tidak.
Tapi dalam 6 bulan, ketika pengacara itu membuka kantor baru, saya yang dia pilih sebagai partner junior—bukan asisten yang sudah bekerja 5 tahun tapi hanya melakukan pekerjaan minimal yang diminta.
Ini adalah prinsip yang Hill sebut: "The Habit of Doing More Than Paid For"—kebiasaan berbuat lebih dari yang Anda dibayar.
Mengapa Ini Powerful?
Pertama, Anda melatih diri Anda untuk excellence.
Ketika Anda hanya melakukan minimum yang diperlukan, Anda melatih diri untuk menjadi biasa-biasa saja. Ketika Anda konsisten melakukan lebih, Anda melatih diri untuk menjadi luar biasa.
Kedua, Anda membangun "kartu kredit" invisible.
Setiap kali Anda melakukan lebih dari yang diminta, Anda menyimpan "kredit" dalam bank kehidupan. Suatu hari, dengan cara yang tidak terduga, kredit itu akan kembali—dengan bunga.
Ketiga, Anda menciptakan peluang yang tidak ada.
Hill menulis:
"Orang yang melakukan tepat apa yang diminta tidak pernah mendapat lebih dari yang diminta. Orang yang melakukan lebih dari yang diminta menciptakan nilai yang memaksa dunia untuk mengenali dan membayarnya."
Warning Penting
Tapi Hill juga memberikan warning:
"Jangan lakukan ini dengan ekspektasi imbalan segera. Jangan lakukan ini sambil mengeluh atau mengharap pujian."
Jika Anda melakukannya dengan attitude "Lihat, saya sudah melakukan ini untuk Anda, sekarang Anda harus memberi saya promosi," itu manipulasi—bukan prinsip.
Lakukan dengan tulus. Sebagai investasi dalam diri Anda sendiri. Alam semesta akan mengurus imbalannya.
Bagian 4: Pleasing Personality—Magnet yang Menarik Kesempatan
Kepribadian yang Membuka Pintu
Hill mengobservasi satu pola yang konsisten di antara semua orang sukses yang dia wawancarai:
Mereka semua punya kepribadian yang membuat orang lain ingin berada di sekitar mereka.
Bukan karena mereka sempurna. Bukan karena mereka selalu ceria. Tapi karena mereka punya kualitas-kualitas tertentu yang menarik orang.
Hill mengidentifikasi 6 elemen utama:
1. Senyuman yang Tulus
Bukan senyuman palsu yang dipaksakan. Tapi senyuman yang datang dari tempat genuine—dari seseorang yang benar-benar senang bertemu Anda.
Hill menulis:
"Senyuman adalah bahasa universal yang membuka hati sebelum kata-kata dibuka."
2. Kualitas Suara yang Menyenangkan
Bukan tentang punya suara yang indah. Tapi tentang berbicara dengan nada yang menunjukkan minat, antusiasme, dan respect.
Hill mencatat bahwa banyak orang gagal dalam sales atau leadership bukan karena apa yang mereka katakan, tapi bagaimana mereka mengatakannya—dengan nada yang sarkastik, bosan, atau merendahkan.
3. Kebiasaan Mendengarkan dengan Sungguh-Sungguh
Ini adalah skill yang paling langka dan paling berharga.
Hill menceritakan kisah seorang salesman yang luar biasa sukses:
Dia bukan pembicara terbaik. Dia bahkan tidak punya product knowledge terdalam. Tapi dia adalah pendengar terbaik yang pernah saya temui.
Ketika klien berbicara, dia benar-benar mendengar—tidak merencanakan apa yang akan dia katakan selanjutnya, tidak melihat jam, tidak terdistraksi. Dia mendengar dengan mata, hati, dan pikiran.
Dan orang merasakannya. Mereka merasa dihargai. Dan mereka membeli dari orang yang membuat mereka merasa dihargai.
4. Tactfulness—Kepekaan Sosial
Kemampuan untuk mengatakan hal yang benar pada waktu yang tepat dengan cara yang tepat.
Bukan tentang menjadi orang yang selalu setuju. Tapi tentang memberikan feedback, kritik, atau pendapat berbeda dengan cara yang tidak membuat orang defensif.
5. Toleransi terhadap Perbedaan
Hill menekankan bahwa orang sukses tidak membuang waktu untuk menghakimi orang lain karena perbedaan pandangan politik, agama, atau latar belakang.
"Intoleransi menutup lebih banyak pintu daripada kebodohan," tulisnya.
6. Sense of Humor yang Sehat
Bukan berarti Anda harus selalu bercanda. Tapi kemampuan untuk tidak terlalu serius pada diri sendiri, untuk tertawa pada kesalahan Anda, untuk menemukan sisi ringan dalam situasi tegang.
Bagian 5: Self-Control—Menguasai Diri Sebelum Menguasai Dunia
Kegagalan Terbesar: Kalah dari Diri Sendiri
Hill menulis salah satu pengamatan paling dalam:
"Saya telah mewawancarai ratusan orang yang gagal mencapai potensi mereka. Dalam hampir setiap kasus, musuh terbesar mereka bukan kompetisi, bukan ekonomi, bukan kurangnya kesempatan. Musuh terbesar mereka adalah diri mereka sendiri."
Kurangnya self-control muncul dalam berbagai bentuk:
Kehilangan Temper
Berapa banyak kesempatan hilang karena ledakan amarah yang tidak terkontrol? Berapa banyak hubungan rusak karena kata-kata kasar yang diucapkan dalam 5 detik kemarahan?
Hill menceritakan kisah seorang eksekutif brilian yang kehilangan posisi CEO karena satu insiden: dia berteriak pada board of directors dalam meeting penting. Satu ledakan temperamental = karir yang hancur.
Ketidakmampuan Menunda Gratifikasi
Orang yang harus punya kepuasan sekarang—yang tidak bisa menabung, tidak bisa menunda kesenangan, tidak bisa berinvestasi untuk masa depan—akan selalu tertinggal.
Berbicara Terlalu Banyak
Hill mengutip pepatah lama:
"Alam memberi kita dua telinga dan satu mulut sebagai petunjuk proporsi yang harus kita gunakan."
Orang yang tidak bisa mengendalikan lidah mereka—yang harus selalu memberikan pendapat, yang tidak bisa menyimpan rahasia, yang selalu mengeluh—akan kehilangan kepercayaan orang lain.
The Self-Control Test
Hill memberikan tes sederhana:
"Dalam 7 hari terakhir, berapa kali Anda:
● Kehilangan temper?
● Mengatakan sesuatu yang Anda sesali?
● Gagal mendengarkan karena terlalu sibuk memikirkan apa yang akan Anda katakan?
● Membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan karena impuls?
● Menunda pekerjaan penting untuk kesenangan seketika?"
Jika jawaban Anda lebih dari 3 kali untuk kategori mana pun, Anda punya pekerjaan rumah.
Cara Membangun Self-Control
1. Latihan Pause
Sebelum bereaksi pada situasi apa pun—terutama yang emosional—berhenti. Tarik napas dalam. Hitung sampai 10.
Keputusan terbaik jarang dibuat dalam keadaan emosi tinggi.
2. Tuliskan, Jangan Langsung Kirim
Jika Anda marah pada seseorang, tulis email atau surat yang menyalurkan semua kemarahan Anda. Lalu simpan selama 24 jam. Keesokan harinya, baca lagi. 90% kemungkinan Anda tidak akan mengirimnya—atau akan menulis ulang dengan nada yang jauh lebih konstruktif.
3. Remove Temptation
Jika Anda tidak bisa menahan belanja online, hapus aplikasi dari ponsel. Jika Anda tidak bisa menahan junk food, jangan punya di rumah.
Self-control lebih mudah ketika godaan tidak ada di depan mata.
Bagian 6: Enthusiasm—Api yang Menyalakan Orang Lain
Antusiasme vs Hype
Hill membedakan dengan jelas:
Hype: Kegembiraan artifisial yang dipaksakan. Teriak-teriak tanpa substansi. Motivasi superfisial yang cepat pudar.
Enthusiasm: Kegembiraan autentik yang datang dari belief yang dalam tentang apa yang Anda lakukan.
"Anda tidak bisa berpura-pura antusias dalam jangka panjang," tulis Hill. "Orang bisa merasakan perbedaan antara api sejati dan lilin yang dipaksakan terang."
Antusiasme Menular—Dalam Kedua Arah
Hill mengobservasi fenomena menarik:
Antusiasme menular. Ketika Anda genuinely excited tentang ide, produk, atau visi, orang lain akan tertular.
Tapi kurangnya antusiasme juga menular. Jika Anda sendiri tidak percaya pada apa yang Anda jual, jangan harap orang lain akan percaya.
Dia menceritakan tentang dua sales person menjual produk yang sama:
Sales Person A: Mengerti produk dengan sempurna. Bisa menjawab setiap pertanyaan teknis. Presentasi rapi dan profesional. Tapi tidak ada api. Dia menjual karena itu pekerjaannya, bukan karena dia percaya produknya akan mengubah hidup pelanggan.
Sales Person B: Tidak sepintar A dalam hal teknis. Tapi matanya bersinar ketika berbicara tentang produk. Dia berbagi cerita pribadi tentang bagaimana produk itu mengubah hidupnya. Dia tidak "menjual"—dia berbagi sesuatu yang dia cintai.
Tebak siapa yang closing rate-nya 3x lebih tinggi?
Cara Menemukan Antusiasme Autentik
1. Hanya Lakukan Hal yang Anda Percaya
Jika Anda tidak percaya pada produk yang Anda jual, jangan jual. Jika Anda tidak percaya pada perusahaan yang Anda wakili, keluar.
Hidup terlalu pendek untuk berpura-pura antusias setiap hari.
2. Connect dengan "Why" Anda
Mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan? Jika jawabannya hanya "uang," antusiasme Anda akan cepat habis.
Tapi jika Anda tahu bahwa pekerjaan Anda membantu orang, menciptakan nilai, atau memajukan sesuatu yang Anda pedulikan—antusiasme akan datang naturally.
3. Kelilingi Diri dengan Orang Antusias
Antusiasme menular, begitu juga sikap sinis. Pilih lingkungan Anda dengan hati-hati.
Bagian 7: Initiative and Leadership—Bergerak Tanpa Menunggu Perintah
Dua Jenis Orang
Hill mengidentifikasi dua jenis orang di dunia:
1. Followers—Pengikut
● Menunggu diberitahu apa yang harus dilakukan
● Melakukan tepat yang diminta, tidak lebih
● Menyalahkan keadaan eksternal untuk kegagalan
● Berharap kesempatan datang pada mereka
2. Leaders—Pemimpin
● Melihat apa yang perlu dilakukan dan melakukannya tanpa diminta
● Mencari cara untuk menambah nilai
● Bertanggung jawab atas hasil mereka
● Menciptakan kesempatan mereka sendiri
Dan inilah kebenaran yang tidak nyaman:
Mayoritas orang adalah followers. Mereka menunggu bos memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. Menunggu kondisi sempurna. Menunggu izin.
Tapi orang yang dibayar paling tinggi, dihormati paling dalam, dan mencapai paling banyak adalah mereka yang mengambil inisiatif tanpa diminta.
Cara Mengembangkan Initiative
1. Lihat Masalah, Tawarkan Solusi
Jangan hanya melaporkan masalah. Datang dengan minimal 2-3 solusi potensial.
2. Lakukan Sebelum Diminta
Jika Anda melihat sesuatu yang perlu dilakukan dan itu dalam kapasitas Anda—lakukan. Jangan tunggu perintah.
3. Ambil Tanggung Jawab untuk Hasil
Bukan hanya tugas. Hasil.
Perbedaan besar:
Follower: "Saya sudah mengirim 100 email seperti yang diminta."
Leader: "Target kita adalah 20 respons. Saya sudah dapat 15 dari email, dan saya sedang coba strategi lain untuk mendapat 5 lagi."
Penutup: 17 Prinsip yang Mengubah Kehidupan
Napoleon Hill menutup dengan reminder yang powerful:
"Prinsip-prinsip ini bukan teori. Ini adalah hasil observasi terhadap ratusan orang paling sukses di dunia. Dan setiap prinsip telah dibuktikan oleh ribuan orang biasa yang menjadi luar biasa karena menerapkannya."
Berikut ringkasan 17 Golden Rules yang dia ajarkan (di luar 7 yang sudah kita bahas detail):
1. The Golden Rule - Perlakukan orang seperti Anda ingin diperlakukan
2. Definite Chief Aim - Tujuan utama yang jelas
3. Self-Confidence - Percaya pada kemampuan Anda
4. Habit of Saving - Kebiasaan menabung
5. Initiative and Leadership - Inisiatif dan kepemimpinan
6. Imagination - Kekuatan membayangkan kemungkinan
7. Enthusiasm - Antusiasme yang tulus
8. Self-Control - Pengendalian diri
9. Habit of Doing More Than Paid For - Berbuat lebih
10. Pleasing Personality - Kepribadian menyenangkan
11. Accurate Thinking - Berpikir dengan akurat
12. Concentration - Konsentrasi pada satu hal
13. Cooperation - Kolaborasi dengan orang lain
14. Profiting by Failure - Belajar dari kegagalan
15. Tolerance - Toleransi terhadap perbedaan
16. Practicing the Golden Rule - Mempraktikkan aturan emas
17. The Habit of Health - Kebiasaan menjaga kesehatan
Satu Prinsip per Bulan
Hill memberikan saran praktis:
"Jangan coba kuasai semua prinsip sekaligus. Pilih satu. Fokus pada prinsip itu selama 30 hari. Praktikkan setiap hari sampai menjadi kebiasaan. Lalu pindah ke prinsip berikutnya."
Dalam 17 bulan, Anda akan menjadi orang yang berbeda.
Pertanyaan Akhir untuk Anda
Napoleon Hill menutup dengan pertanyaan yang menantang:
"Satu tahun dari hari ini, apakah Anda akan menjadi orang yang sama dengan sedikit lebih tua? Atau Anda akan menjadi versi yang telah berevolusi—lebih bijak, lebih kuat, lebih mampu?"
Pilihan ada di tangan Anda. Prinsip-prinsipnya sudah ada di depan Anda.
Sekarang hanya tinggal satu pertanyaan:
Apakah Anda akan menerapkannya?
Tentang Buku Asli
"Napoleon Hill's Golden Rules: The Lost Writings" adalah kompilasi dari artikel-artikel Napoleon Hill yang diterbitkan di "Napoleon Hill's Magazine" antara tahun 1921-1923, puluhan tahun sebelum "Think and Grow Rich."
Tulisan-tulisan ini "hilang" selama lebih dari 80 tahun, tersimpan dalam arsip yang terlupakan, hingga akhirnya ditemukan kembali dan dipublikasikan pada tahun 2009.
Napoleon Hill (1883-1970) menghabiskan 20 tahun mewawancarai lebih dari 500 orang paling sukses di zamannya—termasuk Andrew Carnegie, Henry Ford, Thomas Edison, Theodore Roosevelt, dan banyak lagi—untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip sukses yang universal.
Yang membuat "Golden Rules" istimewa adalah: ini lebih personal dan storytelling-driven dibandingkan karya-karya Hill yang lain. Dia tidak sedang menulis textbook. Dia sedang berbagi cerita dan pelajaran seperti seorang mentor kepada muridnya.
Buku ini menjadi jembatan yang menghubungkan pemikiran awal Hill dengan masterpiece-nya yang terkenal, memberikan kita wawasan tentang bagaimana prinsip-prinsip itu berkembang.
Untuk pemahaman yang lebih dalam dan lebih banyak cerita inspiratif, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap esensi prinsip-prinsipnya, tapi buku lengkap memberikan detail, nuansa, dan puluhan cerita tambahan yang akan menginspirasi Anda untuk bertindak.
Sekarang pergilah dan terapkan satu Golden Rule hari ini. Lalu satu lagi besok. Dan seterusnya.
Karena seperti yang Hill tulis:
"Pengetahuan tanpa tindakan adalah sia-sia. Tapi tindakan yang konsisten berdasarkan prinsip yang benar—itu adalah formula untuk kehidupan yang luar biasa."
The Golden Rules ada di tangan Anda. Giliran Anda untuk menjadikannya emas.