Grow Rich! With Peace of Mind

Napoleon Hill


Miliarder yang Tidak Bisa Tidur 

Bayangkan seorang pria duduk di mansion mewahnya jam 3 pagi. Di garasi ada lima mobil sport. Di rekening bank ada puluhan juta dolar. Perusahaannya menghasilkan keuntungan fantastis setiap bulan. 

Tapi matanya tidak bisa terpejam. 

Dia minum obat tidur. Tidak manjur. Dia menghitung domba. Tidak berhasil. Pikirannya dipenuhi kekhawatiran: Bagaimana kalau kompetitor mengalahkan saya? Bagaimana kalau karyawan mengkhianati? Bagaimana kalau resesi datang? Bagaimana kalau saya kehilangan semuanya? 

Dia kaya secara finansial. Tapi miskin dalam ketenangan pikiran. 

Napoleon Hill bertemu ribuan orang seperti ini dalam 50 tahun risetnya tentang kesuksesan. Dan dia menemukan kebenaran yang mengejutkan: 

Kekayaan tanpa ketenangan pikiran adalah kutukan, bukan berkah. 

"Grow Rich! With Peace of Mind" adalah karya terakhir Napoleon Hill—ditulis di usia 84 tahun, setelah menghabiskan setengah abad mempelajari rahasia kesuksesan dari orang-orang terkaya di Amerika, termasuk Andrew Carnegie, Henry Ford, dan Thomas Edison. 

Ini bukan sekadar buku tentang bagaimana menjadi kaya. Ini tentang bagaimana menjadi kaya dan tetap waras. Bagaimana mencapai kesuksesan tanpa kehilangan jiwa Anda. 

Karena seperti yang Hill tulis di usia senjanya: 

"Apa gunanya semua kekayaan di dunia jika Anda tidak bisa tidur nyenyak di malam hari? Apa artinya semua pencapaian jika Anda kehilangan kesehatan, keluarga, dan kedamaian batin?" 

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Dua Belas Kekayaan Sejati 

Napoleon Hill menghabiskan 30 tahun pertamanya menulis tentang bagaimana mendapatkan uang. Di "Think and Grow Rich" (1937), dia mengajarkan 13 prinsip kesuksesan finansial—dan jutaan orang menjadi kaya karenanya. 

Tapi tiga dekade kemudian, dia menulis buku ini dengan perspektif yang lebih matang: 

"Saya telah melihat terlalu banyak orang menjadi kaya dan menyedihkan. Uang mereka tidak membeli kebahagiaan. Malah sering membeli kegelisahan." 

Jadi apa yang sebenarnya membuat seseorang kaya? 

Hill mengidentifikasi 12 Kekayaan Sejati—dan uang hanya salah satunya:

1. Ketenangan Pikiran (Peace of Mind) 

Ini adalah kekayaan nomor satu. Tanpa ini, semua kekayaan lain tidak bermakna. Ketenangan pikiran datang dari: 

● Hati nurani yang bersih 

● Hubungan yang harmonis 

● Pekerjaan yang bermakna 

● Tidak ada ketakutan yang mengendalikan hidup Anda 

Hill menulis: "Harga dari ketenangan pikiran? Tidak ada. Anda tidak bisa membelinya. Anda hanya bisa menciptakannya dengan cara hidup yang benar." 

2. Kesehatan Fisik yang Baik 

Tanpa kesehatan, kekayaan adalah beban. Anda tidak bisa menikmati uang jika tubuh Anda sakit. 

Hill mengamati: "Orang kaya yang sakit-sakitan akan menukar semua uangnya dengan kesehatan orang miskin yang sehat." 

3. Keharmonisan dalam Hubungan Manusia 

Kekayaan relasi—keluarga yang rukun, persahabatan yang tulus, kolega yang saling mendukung. 

Orang terkaya di dunia sering adalah orang yang paling kesepian. Mereka tidak tahu siapa yang mencintai mereka dan siapa yang hanya mencintai uang mereka.

4. Kebebasan dari Ketakutan 

Ketakutan adalah penjara mental. Hill mengidentifikasi enam ketakutan dasar yang memenjarakan kebanyakan orang: 

● Ketakutan akan kemiskinan 

● Ketakutan akan kritik 

● Ketakutan akan sakit 

● Ketakutan kehilangan cinta 

● Ketakutan akan usia tua 

● Ketakutan akan kematian 

Orang yang bebas dari ketakutan ini lebih kaya dari miliarder yang hidup dalam ketakutan. 

5. Harapan untuk Pencapaian 

Memiliki visi yang jelas tentang masa depan. Tujuan yang memberikan arah. Sesuatu untuk dinanti-nantikan. 

Tanpa harapan, hidup menjadi hampa—tidak peduli seberapa penuh rekening bank.

6. Kapasitas untuk Iman 

Iman bukan hanya tentang agama. Ini tentang percaya pada diri sendiri, percaya pada masa depan, percaya bahwa usaha Anda akan membuahkan hasil. 

Tanpa iman, setiap langkah terasa berat. Dengan iman, bahkan perjalanan tersulit menjadi petualangan. 

7. Kemauan untuk Berbagi Berkah 

Orang yang pelit—bahkan jika kaya—adalah orang miskin. Karena mereka tidak pernah merasakan kebahagiaan memberi. 

Hill menulis: "Sungai yang tidak mengalir menjadi rawa yang berbau. Orang yang tidak memberi menjadi jiwa yang stagnan." 

8. Pekerjaan yang Dicintai 

Menghabiskan 8-10 jam sehari melakukan sesuatu yang Anda benci demi uang adalah penjara bercat emas. 

Kekayaan sejati adalah bangun setiap pagi dengan antusiasme untuk pekerjaan Anda.

9. Pikiran yang Terbuka 

Kemampuan untuk belajar, tumbuh, mengubah pikiran ketika ada bukti baru. Tidak terjebak dalam dogma atau prasangka. 

Pikiran tertutup adalah penjara. Pikiran terbuka adalah kebebasan. 

10. Disiplin Diri 

Kemampuan untuk mengendalikan emosi, kebiasaan, impuls. Tidak menjadi budak keinginan sesaat. 

Hill: "Orang yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri tidak akan pernah mengendalikan apa pun yang berharga." 

11. Kapasitas untuk Memahami Orang 

Empati. Kemampuan untuk melihat dari perspektif orang lain. Memahami motivasi, ketakutan, harapan mereka. 

Ini adalah kunci kepemimpinan, kunci penjualan, kunci hubungan yang harmonis.

12. Keamanan Finansial 

Baru di nomor 12—setelah 11 kekayaan lain—datang uang. 

Bukan karena uang tidak penting. Tapi karena tanpa 11 kekayaan lain, uang tidak akan membuat Anda bahagia.

 


Bagian 2: Prinsip Mastermind—Kekuatan yang Mengalikan 

Andrew Carnegie—salah satu orang terkaya di zamannya—berbagi rahasia dengan Hill: 

"Saya tidak menjadi kaya karena saya jenius. Saya menjadi kaya karena saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang lebih pintar dari saya." 

Ini adalah konsep Mastermind Alliance: dua atau lebih pikiran yang bekerja dalam harmoni menuju tujuan bersama menciptakan kekuatan ketiga yang lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. 

Mengapa Mastermind Begitu Kuat? 

Bayangkan Anda punya masalah bisnis. Jika Anda berpikir sendiri, Anda hanya punya satu perspektif—perspektif Anda sendiri dengan semua bias dan blind spots-nya. 

Tapi jika Anda berkumpul dengan tiga orang lain yang Anda percayai—masing-masing dengan pengalaman, pengetahuan, dan perspektif berbeda—tiba-tiba Anda punya empat perspektif. Solusi yang tidak terlihat sebelumnya menjadi jelas. 

Hill mengamati: "Tidak ada pikiran yang sempurna. Tapi beberapa pikiran yang bekerja bersama bisa mendekati kesempurnaan." 

Syarat Mastermind yang Efektif 

1. Harmoni: Tidak ada ego yang bertarung. Semua orang datang dengan niat tulus untuk membantu. 

2. Kepercayaan: Anggota bisa berbicara jujur tanpa takut dihakimi atau dikritik.

3. Komitmen: Pertemuan rutin. Tidak on-off. 

4. Keragaman: Orang dengan keahlian, latar belakang, dan cara berpikir yang berbeda.

5. Tujuan yang jelas: Grup bukan hanya untuk ngobrol. Ada agenda dan tujuan spesifik. 

Hill sendiri memiliki Mastermind group yang bertemu setiap minggu selama puluhan tahun. Dia mengkredit grup ini sebagai salah satu alasan terbesar kesuksesannya. 

Invisible Counselors—Mastermind dengan Orang Mati

Ini bagian yang terdengar aneh tapi powerful: Hill juga melakukan "Mastermind imaginer" dengan tokoh-tokoh sejarah yang dia kagumi. 

Setiap malam sebelum tidur, dia membayangkan duduk di ruang dewan bersama Abraham Lincoln, Thomas Edison, Ralph Waldo Emerson, dan tokoh lain yang dia hormati. Dia mengajukan pertanyaan dan membayangkan jawaban yang mereka berikan. 

Apakah ini nyata? Tentu tidak dalam arti harfiah. Tapi apakah ini berguna? Sangat. 

Karena ketika Anda "berkonsultasi" dengan versi imaginer dari orang bijak, Anda sebenarnya mengakses bagian terbaik dari pikiran Anda sendiri—bagian yang telah menyerap kebijaksanaan dari membaca tentang orang-orang ini. 

Pelajarannya: Anda adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama—bahkan jika mereka hanya ada di buku atau di pikiran Anda.

 


Bagian 3: Going the Extra Mile—Rahasia Kompensasi 

Hill menghabiskan bab penuh membahas prinsip ini karena dia melihatnya sebagai perbedaan tunggal terbesar antara orang sukses dan orang biasa-biasa saja. 

Apa Itu Going the Extra Mile? 

Memberikan lebih dari yang Anda dibayar untuk melakukannya. Melakukan lebih dari yang diminta. Melebihi ekspektasi. 

Kebanyakan orang bekerja dengan mentalitas: "Bayar saya dulu, baru saya bekerja." 

Orang sukses bekerja dengan mentalitas: "Saya akan bekerja lebih dulu, kompensasi akan menyusul." 

Kisah Tukang Sepatu Andrew Carnegie 

Hill menceritakan kisah yang dia dengar langsung dari Carnegie: 

Masih muda, Carnegie bekerja sebagai operator telegraf. Gajinya kecil. Tapi dia tidak puas hanya melakukan pekerjaan minimum. 

Dia datang lebih awal untuk membersihkan kantor—tugas yang bukan tanggung jawabnya. Dia belajar cara kerja semua mesin. Dia menawarkan untuk menggantikan rekan yang sakit tanpa bayaran ekstra. Dia mempelajari bisnis dari sudut pandang bos, bukan hanya dari sudut pandang karyawan. 

Atasannya memperhatikan. Ketika posisi lebih tinggi terbuka, Carnegie yang dipilih—bukan karena dia yang paling senior, tapi karena dia yang paling berharga. 

Ini terjadi berulang kali. Setiap posisi baru, Carnegie melakukan lebih dari yang diminta. Dan setiap kali, kompensasi menyusul. 

Hukum Kompensasi yang Tidak Tertulis 

Hill merumuskan hukum ini: 

"Anda akan dikompensasi dalam proporsi yang tepat dengan nilai yang Anda berikan—ditambah sikap mental Anda dalam memberikan nilai tersebut." 

Perhatikan bagian terakhir: ditambah sikap mental Anda. 

Jika Anda melakukan extra mile dengan wajah masam, sambil menggerutu, berharap orang memperhatikan—itu bukan extra mile sejati. Itu manipulasi.

Extra mile sejati dilakukan dengan kegembiraan, tanpa mengharapkan pengakuan langsung, percaya bahwa alam semesta mencatat dan akan memberikan kompensasi pada waktunya. 

Mengapa Ini Berlawanan dengan Intuisi 

Otak kita dirancang untuk efisiensi. "Jangan buang energi untuk sesuatu yang tidak memberi return langsung," kata otak reptil kita. 

Tapi Hill berargumen: "Itulah tepatnya mengapa ini bekerja. Karena sangat sedikit orang yang melakukannya, mereka yang melakukannya menonjol secara dramatis." 

Dalam dunia di mana kebanyakan orang melakukan minimum, orang yang melakukan maksimum menjadi langka—dan yang langka bernilai tinggi.

 


Bagian 4: Mengatasi Enam Ketakutan Dasar 

Hill percaya bahwa ketakutan adalah musuh terbesar kesuksesan dan kebahagiaan. Dia mengidentifikasi enam ketakutan yang memenjarakan kebanyakan orang: 

1. Ketakutan akan Kemiskinan 

Ini adalah ketakutan paling umum. Dan ironisnya, ketakutan ini sering menjadi self-fulfilling prophecy. 

Orang yang takut miskin: 

● Tidak berani mengambil risiko yang diperlukan untuk sukses 

● Berpikir kecil dan bertindak defensif 

● Mengirimkan energi kekurangan ke alam semesta 

Hill: "Pikiran kemiskinan menghasilkan kemiskinan, sama seperti pikiran kekayaan menghasilkan kekayaan." 

Solusi: Fokus pada abundance, bukan scarcity. Fokus pada apa yang Anda punya, bukan apa yang Anda tidak punya. 

2. Ketakutan akan Kritik 

Ketakutan ini membuat orang hidup untuk menyenangkan orang lain. Mereka tidak mengejar impian karena takut orang akan menertawakan. Mereka tidak berbeda karena takut dikucilkan. 

Hill: "Orang-orang yang takut kritik menjadi budak opini orang lain. Mereka tidak pernah hidup—mereka hanya ada." 

Solusi: Sadari bahwa orang yang mengkritik Anda biasanya tidak lebih sukses dari Anda. Kritikus sejati sibuk dengan karya mereka sendiri. 

3. Ketakutan akan Sakit 

Ketakutan ini dieksploitasi oleh industri kesehatan dan farmasi. Orang menjadi hipokondria, terobsesi dengan setiap gejala kecil. 

Hill: "Pikiran yang terus-menerus fokus pada penyakit akan menciptakan penyakit, bahkan jika tubuh awalnya sehat." 

Solusi: Fokus pada kesehatan, bukan penyakit. Pikirkan tentang vitalitas, energi, kekuatan—bukan tentang penyakit yang mungkin Anda kembangkan. 

4. Ketakutan Kehilangan Cinta

Ini membuat orang: 

● Tetap dalam hubungan toxic karena takut sendirian 

● Posesif dan cemburu berlebihan 

● Kehilangan identitas mereka dalam hubungan 

Hill: "Cinta sejati tidak pernah meminta Anda mengorbankan diri Anda sendiri. Jika Anda kehilangan diri Anda untuk mempertahankan seseorang, itu bukan cinta—itu ketergantungan." 

Solusi: Cintai diri sendiri dulu. Jadilah pribadi yang utuh. Maka Anda menarik cinta sejati, bukan ketergantungan. 

5. Ketakutan akan Usia Tua 

Budaya kita mengajarkan bahwa tua = tidak berguna. Ini adalah kebohongan yang merusak. 

Hill menulis buku ini di usia 84 tahun—bukti hidup bahwa usia tua bisa menjadi puncak kebijaksanaan dan produktivitas. 

Hill: "Pikiran tidak pernah tua. Hanya tubuh yang menua. Dan bahkan tubuh hanya menua secepat yang Anda percayai." 

Solusi: Lihat usia tua sebagai akumulasi pengalaman dan kebijaksanaan, bukan kemunduran.

6. Ketakutan akan Kematian 

Ketakutan terakhir dan, menurut Hill, yang paling tidak rasional. 

"Mengapa takut pada sesuatu yang tidak bisa Anda hindari dan tidak bisa Anda alami sampai itu terjadi?" tanya Hill. 

Dia berpendapat bahwa ketakutan akan kematian sebenarnya adalah ketakutan akan kehidupan yang tidak bermakna. Orang takut mati karena merasa belum benar-benar hidup. 

Solusi: Hidup sepenuhnya setiap hari. Jika Anda hidup dengan tujuan dan makna, kematian hanyalah penutup bab, bukan tragedi.

 


Bagian 5: Pikiran sebagai Alat—Mengendalikan Apa yang Anda Pikirkan 

Ini adalah inti dari filosofi Hill: Anda adalah apa yang Anda pikirkan. 

Tidak lebih. Tidak kurang. 

Prinsip Auto-Suggestion 

Hill mengajarkan teknik yang dia sebut "auto-suggestion"—seni memprogram ulang pikiran bawah sadar Anda. 

Begini cara kerjanya: 

1. Tulis tujuan Anda dengan jelas dan spesifik. Jangan samar-samar. Bukan "Saya ingin kaya," tapi "Saya akan memiliki 1 miliar rupiah pada tanggal 31 Desember 2026." 

2. Baca tujuan itu dengan keras dua kali sehari—pagi setelah bangun dan malam sebelum tidur. Ini adalah waktu ketika pikiran bawah sadar paling reseptif. 

3. Visualisasikan diri Anda sudah mencapai tujuan itu. Rasakan emosinya. Lihat detailnya. Hidup dalam sensasi pencapaian. 

4. Ulangi setiap hari tanpa gagal

Kedengarannya sederhana—bahkan naif. Tapi Hill berargumen: "Jika Anda tidak memprogram pikiran Anda sendiri, orang lain akan—iklan, media, kritikus, skeptis." 

Mental Diet—Apa yang Anda Masukkan ke Pikiran Anda 

Hill membuat analogi brilian: 

"Anda tidak akan makan makanan busuk dan berharap tubuh sehat. Mengapa Anda mengonsumsi pikiran negatif dan berharap hidup positif?" 

Mental diet berarti: 

Hati-hati dengan konten yang Anda konsumsi. Berita negatif, gossip, drama—semua ini adalah racun mental. 

Pilih dengan sengaja apa yang Anda baca, tonton, dengarkan. Konsumsi konten yang menginspirasi, mengedukasi, mengangkat. 

Jaga percakapan Anda. Hindari orang yang terus-menerus mengeluh, mengkritik, atau menyebarkan negativitas.

Hill: "Pikiran Anda adalah taman. Anda bisa menanam bunga atau membiarkan gulma tumbuh. Pilihannya ada pada Anda."

 


Bagian 6: Keamanan Finansial di Usia Tua 

Hill menulis bagian ini dengan rasa urgensi karena dia melihat terlalu banyak orang—bahkan yang pernah kaya—berakhir miskin di usia tua. 

Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari 

1. Tidak mulai menabung sejak dini 

Compound interest adalah keajaiban dunia—tapi hanya jika Anda memberinya waktu untuk bekerja. 

Seseorang yang menabung 1 juta per bulan dari usia 25-35 (total 120 juta) akan memiliki lebih banyak uang di usia 65 dibanding seseorang yang menabung 1 juta per bulan dari usia 35-65 (total 360 juta)—asalkan ada return yang layak. 

Mengapa? Karena 10 tahun ekstra compound interest sangat kuat. 

2. Bergantung pada satu sumber pendapatan 

Hill: "Bergantung pada satu sumber pendapatan adalah seperti duduk di kursi berkaki satu. Stabil sampai tiba-tiba tidak." 

Bangun multiple streams of income sejak dini: 

● Pekerjaan utama 

● Investasi 

● Bisnis sampingan 

● Passive income 

3. Tidak berinvestasi dalam diri sendiri 

Keterampilan adalah aset yang tidak bisa diambil. Pengetahuan adalah kekayaan portabel. 

Orang yang terus belajar, berkembang, dan beradaptasi tidak pernah usang—tidak peduli seberapa tua mereka. 

Tiga Pilar Keamanan Finansial 

Hill mengajarkan tiga pilar: 

1. Tabungan untuk emergensi - 6-12 bulan pengeluaran 

2. Investasi untuk pertumbuhan - Saham, properti, bisnis 

3. Asuransi untuk perlindungan - Kesehatan, jiwa, disability 

Ketiga pilar ini menciptakan fondasi yang kokoh untuk ketenangan pikiran finansial.

 


Penutup: Kekayaan + Ketenangan = Kebebasan Sejati 

Di halaman terakhir buku ini, Napoleon Hill—pada usia 84 tahun, setelah 50 tahun meneliti kesuksesan—menulis refleksi yang powerful: 

"Saya telah mengenal orang kaya yang menderita dan orang miskin yang bahagia. Saya telah mengenal orang terkenal yang kesepian dan orang biasa yang dicintai. Dan saya telah belajar ini: kekayaan sejati bukan tentang berapa banyak yang Anda miliki, tetapi berapa sedikit yang Anda butuhkan untuk bahagia." 

Ini bukan manifesto anti-uang. Hill tidak mengatakan uang tidak penting. Dia mengatakan: Uang adalah alat, bukan tujuan. 

Tiga Pertanyaan untuk Mengukur Kekayaan Sejati Anda 

1. Apakah Anda bisa tidur nyenyak di malam hari? Jika tidak, Anda belum kaya—tidak peduli berapa angka di rekening bank. 

2. Apakah Anda bangun dengan antusiasme untuk hari Anda? Jika tidak, Anda kehilangan kekayaan waktu—yang tidak bisa dibeli kembali. 

3. Apakah hubungan Anda harmonis? Jika tidak, Anda miskin dalam hal yang paling penting—koneksi manusia. 

Formula Sederhana Hill untuk Hidup Kaya 

Grow Rich! With Peace of Mind = (12 Kekayaan) × (Mastermind) × (Extra Mile) ÷ (Ketakutan) 

Mari kita urai: 

12 Kekayaan: Kejar semua aspek kekayaan, tidak hanya uang 

Mastermind: Kelilingi diri dengan orang yang mengangkat Anda 

Extra Mile: Berikan lebih dari yang diminta 

Dibagi Ketakutan: Semakin sedikit ketakutan, semakin besar hasilnya

Warisan Napoleon Hill 

Napoleon Hill meninggal tiga tahun setelah buku ini diterbitkan, pada usia 87 tahun. Dia tidak meninggalkan kekayaan material yang besar. Tapi dia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga: 

Sistem pemikiran yang telah mengubah jutaan kehidupan.

Dari Andrew Carnegie hingga Anda yang membaca ini hari ini, prinsip-prinsipnya tetap relevan karena mereka berdasarkan kebenaran abadi tentang sifat manusia.

 


Pertanyaan untuk Refleksi Anda 

Sebelum Anda menutup ringkasan ini, Hill akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini: 

1. Dari 12 kekayaan, berapa yang Anda miliki hari ini? Buat daftar. Lihat di mana Anda kuat dan di mana Anda lemah. 

2. Siapa dalam Mastermind group Anda? Apakah Anda dikelilingi oleh orang yang mengangkat atau menarik Anda ke bawah? 

3. Kapan terakhir kali Anda melakukan Extra Mile? Atau Anda selalu menghitung: "Apa untungnya buat saya?" 

4. Ketakutan mana yang masih mengendalikan hidup Anda? Kemiskinan? Kritik? Kesepian? Identifikasi dan taklukkan. 

5. Apakah Anda kaya dalam ketenangan pikiran? Jika tidak, semua pencarian kekayaan lain sia-sia. 

Napoleon Hill menutup bukunya dengan kata-kata ini: 

"Tujuan hidup bukan menjadi kaya. Tujuan hidup adalah menjadi berguna, menjadi terhormat, menjadi berbelas kasih, dan membuat perbedaan bahwa Anda pernah hidup. Jika dalam prosesnya Anda juga menjadi kaya—itu bonus. Tapi jangan pernah mengorbankan ketenangan pikiran Anda untuk mengejar uang. Karena pada akhirnya, ketenangan pikiran adalah satu-satunya kekayaan yang benar-benar penting." 

Sekarang pergilah. Kejar kekayaan Anda. Tapi jangan pernah kehilangan ketenangan jiwa Anda. 

Karena itu adalah harga yang terlalu mahal untuk dibayar.

 


Tentang Buku Asli 

"Grow Rich! With Peace of Mind" diterbitkan pada tahun 1967 oleh Fawcett Crest—tiga tahun sebelum Napoleon Hill meninggal pada 1970. 

Buku ini adalah karya puncak Hill, menggabungkan 50 tahun riset tentang kesuksesan dengan kebijaksanaan usia tua. Lebih filosofis dan spiritual dibanding "Think and Grow Rich" (1937), buku ini fokus pada definisi kekayaan yang lebih holistik. 

Napoleon Hill memulai risetnya pada 1908 ketika Andrew Carnegie menantangnya untuk mewawancarai 500 orang sukses dan menemukan formula kesuksesan yang bisa direplikasi. Perjalanan ini menghasilkan beberapa buku, dengan "Think and Grow Rich" dan "Grow Rich! With Peace of Mind" menjadi yang paling berpengaruh. 

Untuk pemahaman lengkap tentang filosofi Hill yang matang, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap esensi, tapi buku lengkap memberikan contoh, cerita, dan nuansa yang tidak bisa sepenuhnya disampaikan dalam format ringkas. 

Sekarang hiduplah dengan prinsip-prinsip ini. Bukan untuk Hill. Bukan untuk saya. Tapi untuk diri Anda sendiri—dan untuk ketenangan pikiran yang Anda layak dapatkan. 

Grow rich. With peace of mind.