Produk Terpenting yang Pernah Anda Jual
Pagi ini, bahkan sebelum Anda menyadarinya, Anda sudah melakukan penjualan.
Ketika Anda berpakaian—Anda menjual image profesional kepada dunia. Ketika Anda menyapa rekan kerja—Anda menjual kepribadian yang menyenangkan. Ketika Anda mengusulkan ide dalam meeting—Anda menjual kredibilitas dan visi Anda. Ketika Anda berbicara dengan pasangan tentang rencana akhir pekan—Anda menjual preferensi Anda.
Setiap percakapan. Setiap email. Setiap panggilan telepon. Setiap pertemuan.
Anda sedang menjual sesuatu. Dan produk itu adalah: ANDA.
Napoleon Hill—pria yang menghabiskan 50 tahun mewawancarai orang-orang paling sukses di Amerika—menemukan kebenaran mengejutkan ini setelah menganalisis ribuan salesperson:
Perbedaan antara salesperson biasa dan salesperson luar biasa bukan produk yang mereka jual. Bukan teknik closing. Bukan pitch yang sempurna.
Perbedaannya adalah: salesperson hebat menjual DIRI MEREKA terlebih dahulu, produk kedua.
Orang tidak membeli produk dari Anda. Mereka membeli ANDA dulu—kepercayaan mereka pada Anda, keyakinan mereka terhadap integritas Anda, perasaan bahwa Anda peduli pada mereka.
Lalu mereka membeli produk.
"Selling You!" adalah kompilasi dari semua ajaran Hill tentang salesmanship—dari berbagai kursus yang dia ciptakan yang mengubah perusahaan hampir bangkrut menjadi mesin penjualan, yang membuat ribuan salesperson biasa menjadi miliarder.
Tapi ini bukan buku untuk salesperson saja.
Ini buku untuk SIAPA PUN yang:
● Ingin dipromosikan di kantor (Anda menjual kompetensi Anda)
● Mencari pekerjaan baru (Anda menjual keahlian Anda)
● Membangun bisnis (Anda menjual visi Anda)
● Mencari pendanaan (Anda menjual kepercayaan investor)
● Memimpin tim (Anda menjual inspirasi)
● Bahkan mencari pasangan hidup (Anda menjual diri Anda sebagai partner)
Karena pada akhirnya, hidup adalah seni menjual diri Anda sendiri.
Dan jika Anda tidak belajar cara melakukannya dengan baik, orang lain—yang lebih mahir—akan mengalahkan Anda.
Mari kita mulai.
Bagian 1: Anda Adalah Aset Paling Berharga Anda
Napoleon Hill memulai dengan fondasi yang mengubah segalanya:
"Tidak peduli apa profesi Anda—pengacara, dokter, insinyur, guru, pengusaha—Anda adalah salesperson. Dan produk pertama yang harus Anda jual adalah DIRI ANDA SENDIRI."
Kesalahan Fatal Kebanyakan Orang
Kebanyakan orang berpikir: "Saya bukan salesperson. Saya hanya [insert profesi]."
Ini adalah ilusi yang mahal.
Seorang dokter berpikir dia hanya perlu pintar secara medis. Tapi dia perlu "menjual" kepercayaan kepada pasien agar mereka mengikuti treatment-nya.
Seorang insinyur berpikir dia hanya perlu teknis jago. Tapi dia perlu "menjual" ide-idenya kepada atasan agar disetujui.
Seorang guru berpikir dia hanya perlu tahu materi. Tapi dia perlu "menjual" antusiasme belajar kepada murid-muridnya.
Hill mengamati ribuan profesional sukses dan menemukan: Mereka yang naik ke puncak bukan yang paling pintar secara teknis—tapi yang paling mahir "menjual" diri mereka sendiri.
Tiga Komponen "Selling Yourself"
Ketika Hill berbicara tentang "menjual diri Anda," dia tidak bicara tentang manipulasi atau kepalsuan. Dia bicara tentang tiga hal:
1. Presentasi Diri (Personal Presentation)
Cara Anda berpakaian. Cara Anda berdiri. Cara Anda berbicara. Cara Anda berjabat tangan. Cara Anda menatap mata orang.
Hill menulis: "Dalam 30 detik pertama, orang sudah membentuk 80% opini mereka tentang Anda. Anda tidak akan pernah mendapat kesempatan kedua untuk first impression."
Contoh: Hill menceritakan tentang seorang salesman yang selalu gagal closing. Hill mengamati—ternyata salesman itu berjalan lambat, bahu membungkuk, suara pelan.
Hill mengubah hanya satu hal: postur dan kecepatan bergerak.
"Berjalan cepat dengan punggung tegak. Bergerak seperti orang yang punya misi penting."
Hasilnya? Sales naik 300% dalam sebulan. Produk yang sama. Pitch yang sama. Hanya presentasi diri yang berubah.
2. Sikap Mental (Mental Attitude)
Ini adalah aset paling kuat Anda—dan yang paling sering diabaikan.
Hill: "Sikap Anda berbicara lebih keras daripada kata-kata Anda. Orang merasakan energi Anda sebelum mereka mendengar pitch Anda."
Dua salesman menjual produk yang sama dengan harga yang sama. Satu dengan sikap: "Mudah-mudahan dia beli." Satunya dengan sikap: "Saya di sini untuk membantu dia menemukan solusi."
Yang pertama menjual produk. Yang kedua menjual kepedulian.
Tebak siapa yang closing lebih banyak?
3. Nilai yang Anda Berikan (Value You Deliver)
Ini yang paling penting—dan paling jujur.
Anda tidak bisa "menjual" diri Anda jangka panjang tanpa benar-benar memberikan nilai. Manipulasi bisa berhasil sekali. Nilai sejati membangun reputasi selamanya.
Hill: "The best sales technique adalah menjadi sangat berharga sehingga orang mencari Anda—bukan Anda yang mencari mereka."
Bagian 2: The Master Salesman's Mind—Pikiran yang Menang
Hill mengidentifikasi perbedaan fundamental antara salesperson biasa dan master salesman: Apa yang terjadi di kepala mereka sebelum mereka bahkan bertemu client.
Subconscious Programming—Memprogram Pikiran Bawah Sadar
Hill mengajarkan: "Penjualan dimulai jauh sebelum Anda bertemu prospek. Dimulai dengan apa yang Anda program ke pikiran bawah sadar Anda."
Pikiran bawah sadar Anda seperti tanah. Apa pun yang Anda tanam—itulah yang akan tumbuh.
Jika Anda terus-menerus berpikir: "Saya buruk dalam sales," "Orang akan menolak saya," "Produk ini terlalu mahal"—guess what? Pikiran bawah sadar Anda akan membuat prediksi itu menjadi kenyataan.
Tapi jika Anda memprogram: "Saya adalah problem-solver yang berharga," "Orang membutuhkan solusi yang saya tawarkan," "Saya membantu orang membuat keputusan yang menguntungkan mereka"—Anda akan memancarkan energi itu.
Teknik Auto-Suggestion Hill
Hill memberikan metode spesifik:
Setiap pagi, sebelum Anda memulai hari:
1. Tulis tujuan sales Anda dengan spesifik: "Saya akan closing 5 deals senilai total 100 juta minggu ini."
2. Baca dengan keras sambil membayangkan Anda sudah mencapainya. Rasakan perasaan sukses itu.
3. Ulangi setiap malam sebelum tidur.
Kenapa ampuh? Karena pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan antara pengalaman nyata dan yang dibayangkan dengan vivid. Ketika Anda terus "melatih" pikiran untuk merasa sukses, tubuh dan tindakan Anda akan mengikuti.
Transmutation of Energy—Mengubah Energi
Konsep brilian dari Hill: Semua energi bisa ditransmutasikan—diubah bentuknya.
Nervous sebelum meeting? Itu energi. Jangan buang dengan gemetar atau menghindar. Transform menjadi antusiasme.
Takut ditolak? Itu energi. Transform menjadi determinasi untuk menemukan orang yang tepat.
Frustrasi karena banyak "tidak"? Transform menjadi motivasi untuk improve pitch Anda.
Hill: "Salesman hebat bukan yang tidak pernah merasa takut. Mereka yang merasa takut tapi mentransmutasikan rasa takut itu menjadi aksi."
Bagian 3: The Sales Process—Anatomi Penjualan Sempurna
Hill memecah proses sales menjadi elemen-elemen yang bisa dikuasai:
1. Preparation—Persiapan Adalah 70% dari Penjualan
Hill mengamati: "Salesman amatir berharap pada keberuntungan. Salesman profesional bergantung pada persiapan."
Persiapan bukan hanya tentang menghafal features produk. Itu tentang:
Mengenal prospek Anda:
● Apa masalah terbesar mereka?
● Apa yang mereka pedulikan?
● Apa ketakutan mereka?
● Apa aspirasi mereka?
Mengenal diri Anda:
● Mengapa Anda percaya pada produk ini?
● Bagaimana produk ini benar-benar membantu orang?
● Apa nilai unik yang Anda—bukan produk—bawa ke interaksi ini?
Mengenal timing:
● Kapan waktu terbaik untuk approach?
● Dalam mood apa prospek kemungkinan besar reseptif?
Hill menceritakan salesman yang selalu datang pada Jumat sore. Kenapa? "Orang lebih relax menjelang weekend. Mereka lebih terbuka untuk percakapan tanpa pressure."
2. Approach—Pendekatan yang Membuka Pintu
30 detik pertama menentukan apakah prospek akan mendengarkan atau menutup diri.
Kesalahan umum:
● Langsung pitch produk (terlalu agresif)
● Terlalu ramah sampai terlihat tidak profesional
● Berbicara tentang diri sendiri, bukan tentang mereka
Pendekatan Hill:
Mulai dengan genuine interest pada mereka.
Bukan: "Saya ingin menawarkan produk revolusioner..."
Tapi: "Saya memperhatikan [sesuatu spesifik tentang bisnis/situasi mereka]. Saya penasaran bagaimana Anda menangani [challenge yang Anda tahu mereka hadapi]?"
Ini membuat mereka berbicara. Dan ketika mereka berbicara—mereka terbuka.
Hill: "Orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu sampai mereka tahu seberapa banyak Anda peduli."
3. Presentation—Presentasi yang Menjual Tanpa Terlihat Menjual
Ini adalah seni tertinggi.
Prinsip Hill: Jangan jual produk. Jual solusi.
Bukan: "Produk ini punya fitur X, Y, Z yang canggih."
Tapi: "Anda bilang Anda kesulitan [masalah mereka]. Bayangkan jika [hasil yang mereka inginkan]. Ini bagaimana kami membantu klien lain mencapai itu."
Struktur presentasi Hill:
1. Konfirmasi masalah - "Benar bahwa Anda mengalami [masalah]?"
2. Amplifikasi dampak - "Dan itu menyebabkan [konsekuensi negatif], kan?"
3. Paint the solution - "Bagaimana rasanya jika [hasil ideal]?"
4. Show the bridge - "Inilah bagaimana kita bisa sampai ke sana."
Perhatikan: Produk baru disebutkan di langkah 4—setelah mereka sudah membayangkan hasil yang mereka inginkan.
4. Handling Objections—Menangani Penolakan
Hill: "Objection bukan penolakan. Objection adalah permintaan untuk informasi lebih."
Kebanyakan salesman dengar "terlalu mahal" dan langsung menyerah atau defensif.
Master salesman dengar "terlalu mahal" dan bertanya: "Terlalu mahal dibanding apa?" atau "Apa yang membuat Anda merasa itu investasi yang terlalu besar?"
Sering kali, objection adalah smoke screen—alasan permukaan untuk keraguan yang lebih dalam.
"Saya harus pikir-pikir dulu" sebenarnya artinya: "Saya belum yakin ini solve masalah saya" atau "Saya tidak percaya Anda cukup untuk commit."
Teknik Hill:
Jangan melawan objection. Acknowledge dan gali lebih dalam.
"Saya mengerti Anda perlu waktu untuk berpikir. Itu bijaksana. Boleh saya tanya—apa spesifiknya yang ingin Anda pertimbangkan? Mungkin saya bisa membantu memberikan informasi yang Anda butuhkan untuk keputusan yang tepat."
Ini menunjukkan Anda tidak desperate. Anda di sini untuk membantu, bukan memaksa.
5. Closing—Menutup dengan Natural
Hill membenci "hard close" yang pushy.
Dia percaya: "Jika Anda sudah melakukan langkah 1-4 dengan benar, closing terjadi secara natural."
Prospek yang sudah melihat masalah mereka, membayangkan solusinya, dan percaya Anda bisa deliver—mereka akan close diri mereka sendiri.
Tugas Anda hanya: Buat langkah berikutnya mudah.
Bukan: "Jadi apakah Anda mau beli sekarang?"
Tapi: "Sepertinya ini cocok untuk situasi Anda. Langkah selanjutnya biasanya [simple next action]. Apakah Anda siap untuk itu?"
Atau bahkan lebih smooth: Assumptive close.
"Baik, saya akan proses ini hari ini supaya Anda bisa mulai [benefit] minggu depan. Alamat pengiriman masih [address] yang Anda sebutkan tadi?"
Anda tidak bertanya "mau beli atau tidak?" Anda mengasumsikan keputusan sudah dibuat dan melanjutkan ke logistik.
Bagian 4: Going the Extra Mile—Rahasia Salesman Top
Hill menghabiskan bab penuh untuk prinsip ini karena dia yakin: Ini perbedaan tunggal terbesar antara salesman biasa dan salesman luar biasa.
Apa Itu "Extra Mile" dalam Sales?
Memberikan lebih dari yang customer bayar atau harapkan.
Contoh sederhana:
Salesman A: Jual produk, terima uang, selesai. Tunggu customer datang lagi.
Salesman B: Jual produk, follow up seminggu kemudian untuk pastikan produk bekerja dengan baik, kirim tips penggunaan gratis, perkenalkan customer ke customer lain yang bisa saling menguntungkan.
Salesman A melakukan pekerjaan. Salesman B membangun RELASI.
Tebak siapa yang dapat referrals, repeat customers, dan testimonials tanpa minta?
Mengapa Extra Mile Bekerja?
Karena sangat jarang.
Dalam dunia di mana mayoritas salesman hanya peduli closing—orang yang benar-benar peduli pada kepuasan customer menonjol secara dramatis.
Hill: "Hukum kompensasi bekerja. Apa pun yang Anda berikan akan kembali—seringkali berlipat ganda."
Tapi inilah kuncinya: Anda harus melakukannya dengan tulus, bukan manipulasi.
Jika Anda "extra mile" sambil berharap return langsung, orang merasakan itu. Itu bukan extra mile—itu investasi egois.
Extra mile sejati dilakukan dengan kegembiraan, tanpa mengharapkan apa-apa, percaya bahwa kebaikan akan kembali pada waktunya.
Cerita Nyata dari Hill
Hill menceritakan salesman asuransi yang gagal total selama bertahun-tahun. Frustrasi, dia hampir menyerah.
Lalu dia ubah strateginya: Alih-alih coba jual polis ke semua orang, dia fokus pada MEMBANTU orang—bahkan yang tidak beli.
Seseorang bertanya tentang investasi (bukan asuransi)? Dia luangkan waktu untuk advice—gratis.
Seseorang butuh kontak lawyer? Dia kenalkan—tanpa expect apa-apa.
Seseorang punya masalah finansial? Dia duduk berjam-jam membantu mereka buat budget—meskipun mereka jelas tidak punya uang untuk beli polis.
Dalam 6 bulan, bisnis asuransinya meledak. Bukan karena dia "jual" lebih keras—tapi karena dia membangun reputasi sebagai orang yang bisa dipercaya dan benar-benar peduli.
People buy from people they trust. Dan kepercayaan dibangun melalui tindakan, bukan kata-kata.
Bagian 5: Time Budgeting—Mengelola Aset Terbatas
Hill memperkenalkan konsep yang revolusioner untuk zamannya: Time budgeting.
Kebanyakan orang budget uang mereka. Tapi berapa banyak yang budget waktu mereka?
Prinsip Time Budgeting Hill
1. Audit waktu Anda selama seminggu
Track setiap aktivitas. Berapa jam untuk prospecting? Cold calls? Meetings? Follow-ups? Administrasi? Scroll media sosial?
Kebanyakan salesman terkejut menyadari: Mereka menghabiskan 70% waktu untuk aktivitas yang hanya menghasilkan 10% results.
2. Identifikasi "high-value activities"
Hill: "Tidak semua aktivitas sales dibuat equal."
Prospecting kepada qualified leads = high value Cold calling random people = medium value Mengatur filing cabinet = low value (tapi perlu) Scroll Instagram = zero value
3. Alokasikan waktu berdasarkan value
Jika closing deals menghasilkan 80% income Anda, mengapa Anda hanya habiskan 20% waktu untuk itu?
Hill mengajarkan: "Berikan mayoritas waktu Anda untuk aktivitas yang menghasilkan mayoritas results."
4. Protect your prime hours
Jam 9-11 pagi biasanya paling produktif untuk kebanyakan orang. Jangan buang untuk email atau meeting tidak penting.
Gunakan prime hours untuk aktivitas paling penting: Closing deals, presentasi besar, strategic planning.
The 80/20 Rule dalam Sales
Hill mengamati (sebelum Pareto memformalisasikan ini): 80% results datang dari 20% efforts.
Identifikasi 20% aktivitas Anda yang menghasilkan 80% sales—lalu double down pada itu.
Bagian 6: The Mastermind Alliance untuk Salesman
Hill selalu mengajarkan kekuatan Mastermind—tapi dalam "Selling You!" dia aplikasikan spesifik untuk sales.
Mengapa Salesman Butuh Mastermind?
Sales adalah pekerjaan yang bisa sangat lonely. Banyak rejection. Banyak pressure.
Tanpa support system, mudah untuk:
● Kehilangan motivasi setelah rejection beruntun
● Stuck di strategi yang tidak bekerja
● Burn out
Mastermind group memberikan:
1. Accountability - "Saya commit untuk 50 cold calls minggu ini" lebih powerful ketika Anda bilang ke grup yang akan check.
2. Ide segar - Seseorang punya teknik closing yang brilian? Share ke grup.
3. Dukungan emosional - Bad week? Grup mengingatkan Anda bahwa ini temporary.
4. Koneksi - Referrals antar anggota grup.
Struktur Mastermind Hill untuk Salesman
Ukuran ideal: 5-7 orang Frekuensi: Mingguan, 60-90 menit Format:
● Check-in: Wins dan challenges minggu lalu (10 min/orang)
● Hot seat: Satu orang presentasi challenge, grup brainstorm solusi (30 min)
● Commitments: Setiap orang state goals untuk minggu depan (5 min)
Syarat penting:
● Semua anggota harus committed (tidak on-off)
● No competition—artinya jangan grup dengan orang yang jual produk yang sama ke market yang sama
● Confidentiality—apa yang dibahas di grup stay di grup
Hill: "Dua pikiran bekerja lebih baik dari satu. Lima pikiran menciptakan synergy yang exponential."
Bagian 7: Ethics—Menjual dengan Integritas
Hill menutup dengan bab yang dia anggap paling penting: etika dalam sales.
The Long Game
Hill mengamati: Salesman yang manipulatif bisa sukses jangka pendek. Tapi mereka selalu crash jangka panjang.
Mengapa? Karena reputasi buruk menyebar lebih cepat dari reputasi baik.
Satu customer yang merasa ditipu akan cerita ke 10 orang. Sepuluh orang itu akan hati-hati dengan Anda. Dan dalam era internet—reputation damage bisa permanen.
Sebaliknya:
Salesman yang jujur, yang ngomong "Produk saya mungkin bukan fit terbaik untuk Anda" ketika memang benar—mereka membangun kepercayaan yang bertahan puluhan tahun.
Hill: "Kehilangan satu sale karena kejujuran akan menghasilkan sepuluh sales dari referrals."
Tiga Prinsip Etika Hill
1. Jangan jual apa yang tidak Anda percayai
Jika Anda tidak akan beli produk sendiri atau rekomendasikan ke keluarga—jangan jual ke orang lain.
Sales tanpa conviction adalah prostitusi profesional.
2. Prioritaskan customer's best interest—bahkan di atas commission Anda
Kadang solusi terbaik untuk customer adalah produk yang lebih murah. Atau bahkan bukan produk Anda sama sekali.
Jika Anda jujur admit itu—Anda kehilangan satu sale tapi dapat customer seumur hidup yang akan kembali dan refer karena mereka tahu Anda tulus.
3. Deliver lebih dari yang Anda janjikan
Under-promise, over-deliver.
Jika Anda bilang "Produk akan sampai dalam 7 hari" dan sampai dalam 5 hari—customer senang.
Jika Anda bilang "dalam 3 hari" dan sampai dalam 5 hari—customer kecewa.
Sama-sama 5 hari. Tapi persepsi berbeda karena ekspektasi yang Anda set.
Penutup: You Are Always Selling—Pilih untuk Jual dengan Integritas
Di akhir buku ini, Napoleon Hill kembali ke premis awal dengan perspektif yang lebih dalam:
"Setiap hari, di setiap interaksi, Anda sedang menjual sesuatu. Pertanyaannya bukan apakah Anda akan menjual—tapi APA yang Anda jual dan BAGAIMANA Anda menjualnya."
Anda menjual ide Anda. Kepribadian Anda. Nilai-nilai Anda. Visi Anda.
Dan yang paling penting: Anda menjual versi diri Anda—apakah itu versi otentik atau palsu.
Hill menulis:
"Anda bisa menjual diri palsu untuk sementara. Anda bisa berpura-pura peduli. Anda bisa manipulate. Dan mungkin Anda akan 'sukses' sebentar. Tapi rumah yang dibangun di atas kebohongan akan runtuh. Selalu."
"Satu-satunya kesuksesan berkelanjutan datang dari menjual diri Anda yang sebenarnya—dengan semua kekuatan dan kelemahan Anda—dengan integritas penuh."
Formula Terakhir Hill
Selling You = (Personal Presentation × Mental Attitude × Value Delivered) ÷ Ego
Mari kita urai:
● Personal Presentation: Bagaimana Anda muncul di dunia
● Mental Attitude: Apa yang Anda percayai tentang diri Anda dan value Anda
● Value Delivered: Apa yang sebenarnya Anda berikan
● Dibagi Ego: Semakin besar ego Anda, semakin kecil hasil Anda
Kenapa dibagi ego? Karena ego membuat Anda fokus pada diri sendiri. Dan sales sejati adalah tentang mereka—customer, client, prospek—bukan tentang Anda.
Pertanyaan Terakhir untuk Anda
Sebelum Anda menutup ringkasan ini, tanyakan pada diri sendiri:
1. Jika Anda adalah produk, apakah Anda akan membeli diri Anda sendiri? Jika tidak—apa yang perlu berubah?
2. Apa nilai unik yang Anda bawa ke setiap interaksi? Jika jawabannya "tidak tahu"—Anda perlu menemukan itu.
3. Apakah Anda menjual dengan integritas? Atau Anda berkompromi karena pressure untuk hasil jangka pendek?
4. Seberapa sering Anda "going the extra mile"? Atau Anda hanya melakukan minimum yang diperlukan?
5. Apakah mental attitude Anda attractive atau repulsive? Orang merasakan energi Anda sebelum mendengar kata-kata Anda.
Napoleon Hill menutup "Selling You!" dengan kata-kata ini:
"Dunia akan membeli dari Anda—jika Anda memberikan alasan yang cukup baik untuk mereka percaya pada Anda. Dan satu-satunya cara membangun kepercayaan sejati adalah dengan MENJADI orang yang layak dipercaya. Tidak ada shortcut. Tidak ada trik. Hanya integritas, konsistensi, dan komitmen untuk memberikan value lebih dari yang Anda terima."
"Jual diri Anda dengan bangga. Tapi jual diri Anda yang sebenarnya. Karena itu satu-satunya produk yang Anda punya—dan jika Anda rawat dengan baik, itu akan laku selamanya."
Sekarang pergilah. Dunia menunggu untuk "membeli" dari Anda.
Tapi pastikan apa yang Anda jual layak dibeli.
Tentang Buku Asli
"Selling You!" adalah kompilasi dari berbagai tulisan Napoleon Hill tentang salesmanship, termasuk material dari kursus-kursus sales yang dia ciptakan yang terkenal bisa mengubah perusahaan hampir bangkrut menjadi mesin profit.
Buku ini menggabungkan wisdom dari "Think and Grow Rich", "The Law of Success", dan "How to Sell Your Way Through Life" dengan fokus spesifik pada seni menjual diri sendiri.
Edisi modern dilengkapi dengan pengantar dari Jeffrey Gitomer, salah satu sales trainer paling terkenal di dunia, yang mengkonfirmasi bahwa prinsip-prinsip Hill tetap relevan di abad ke-21.
Napoleon Hill (1883-1970) menghabiskan 50 tahun riset kesuksesan dengan mewawancarai lebih dari 500 orang paling sukses di zamannya, termasuk Andrew Carnegie, Henry Ford, Thomas Edison, dan John D. Rockefeller. Penelitiannya menghasilkan filosofi kesuksesan yang telah mengubah jutaan kehidupan.
Untuk pemahaman mendalam tentang seni salesmanship dan self-marketing, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini memberikan esensi, tapi buku lengkap dipenuhi dengan cerita, contoh spesifik, dan latihan praktis yang tidak bisa sepenuhnya disampaikan dalam format ringkas.
Sekarang gunakan prinsip-prinsip ini. Jual diri Anda—dengan integritas, dengan value, dengan pride.
Karena Anda adalah produk terbaik yang pernah Anda miliki.