Dua Jam Tambahan Setiap Hari
Bayangkan ini: Besok pagi, Anda bangun dan mendapati ada 26 jam dalam sehari Anda. Bukan 24. Ada dua jam ekstra—120 menit bonus yang bisa Anda gunakan untuk apa saja.
Apa yang akan Anda lakukan dengan dua jam tambahan itu?
Mungkin menyelesaikan proyek besar yang sudah tertunda berbulan-bulan. Mungkin belajar skill baru. Mungkin quality time bersama keluarga. Mungkin berolahraga dan tidur lebih nyenyak.
Dua jam setiap hari sama dengan 730 jam setahun—setara dengan 30 hari penuh.
Sekarang kenyataannya: Anda tidak akan mendapat 26 jam. Tidak ada yang akan. Semua orang mendapat 24 jam yang sama—dari CEO Fortune 500 sampai cleaning service, dari presiden sampai mahasiswa.
Tapi ada kabar baik.
Brian Tracy, salah satu pakar produktivitas paling dihormati di dunia, membuktikan sesuatu yang luar biasa: dengan teknik manajemen waktu yang tepat, Anda bisa mendapatkan setara dua jam produktif tambahan setiap hari—tanpa bekerja lebih lama.
Bukan tentang bekerja lebih banyak. Tentang bekerja lebih cerdas.
Dalam bukunya "Time Management," Tracy mengungkap 21 prinsip yang telah dia gunakan sendiri dan diajarkan kepada jutaan orang di seluruh dunia untuk mengubah cara mereka menggunakan waktu.
Dan semuanya dimulai dengan satu kebenaran fundamental yang mengejutkan:
Masalah Anda bukanlah waktu. Masalah Anda adalah diri Anda sendiri.
Mari kita mulai.
Bagian 1: Psikologi Manajemen Waktu—Keyakinan Menciptakan Realitas
Anda Adalah Apa yang Anda Yakini
Tracy memulai dengan pernyataan yang mengejutkan banyak orang:
"Manajemen waktu bukanlah tentang waktu. Ini tentang diri Anda."
Pikirkan tentang orang yang Anda kenal yang sangat terorganisir dan produktif. Mereka selalu on-time. Selalu menyelesaikan apa yang mereka mulai. Selalu tenang meskipun banyak deadline.
Sekarang pikirkan tentang orang yang selalu terlambat, selalu kewalahan, selalu bilang "Saya tidak punya waktu!"
Apa bedanya? Apakah yang pertama punya 26 jam dan yang kedua hanya punya 22 jam?
Tentu tidak. Mereka punya waktu yang sama. Yang berbeda adalah keyakinan mereka tentang diri sendiri.
Orang yang terorganisir melihat diri mereka sebagai "time manager yang baik." Karena self-concept mereka seperti itu, mereka secara otomatis berperilaku konsisten dengan identitas itu. Mereka membuat to-do list. Mereka datang lebih awal. Mereka menolak distraksi.
Orang yang kacau melihat diri mereka sebagai "orang yang pelupa" atau "orang yang tidak terorganisir." Dan mereka pun berperilaku sesuai dengan identitas itu—terlambat, lupa janji, kewalahan.
Ini self-fulfilling prophecy.
Tracy menulis: "Jika Anda melihat diri Anda sebagai time manager yang buruk, tidak ada sistem, aplikasi, atau teknik di dunia yang akan membantu Anda. Tapi jika Anda mulai melihat diri Anda sebagai time manager yang sangat baik, Anda akan secara otomatis melakukan hal-hal yang konsisten dengan keyakinan itu."
Mengubah Self-Concept Anda
Jadi langkah pertama—sebelum teknik apa pun—adalah mengubah cara Anda melihat diri sendiri.
Mulai hari ini, katakan pada diri Anda:
"Saya adalah excellent time manager. Saya terorganisir, efisien, dan produktif. Saya menyelesaikan tugas penting saya tepat waktu."
Katakan ini setiap pagi. Tulis di cermin kamar mandi. Jadikan afirmasi harian.
Kedengarannya sederhana—bahkan naif. Tapi Tracy telah membuktikan dengan ribuan klien: mengubah keyakinan internal Anda akan mengubah perilaku eksternal Anda.
Dan itu adalah fondasi dari semua teknik manajemen waktu yang efektif.
Bagian 2: Tentukan Nilai Anda—Apa yang Benar-Benar Penting?
Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
Sebelum Anda bisa mengelola waktu, Anda harus tahu untuk apa Anda mengelolanya.
Tracy meminta Anda menjawab pertanyaan ini:
"Apa yang benar-benar penting bagi saya dalam hidup?"
Tidak ada jawaban benar atau salah. Tapi kebanyakan orang tidak pernah benar-benar menjawabnya. Mereka hidup reaktif—merespons email, menghadiri meeting yang tidak perlu, mengejar deadline yang ditetapkan orang lain.
Mereka sibuk, tapi tidak produktif. Mereka bergerak, tapi tidak maju.
Tracy menulis: "Alasan utama stress dan ketegangan dalam hidup adalah ketidakselarasan antara nilai-nilai Anda dan aktivitas harian Anda."
Contoh sederhana:
Anda mengatakan keluarga adalah prioritas #1. Tapi Anda bekerja 12 jam sehari dan hanya lihat anak Anda 30 menit sebelum mereka tidur. Ketidakselarasan ini menciptakan guilt, stress, dan ketidakbahagiaan.
Atau Anda bilang kesehatan penting, tapi Anda skip olahraga karena "tidak ada waktu" sementara scrolling Instagram satu jam setiap malam.
Latihan Nilai-Nilai
Tracy memberikan latihan sederhana:
1. Tulis 5 nilai terpenting dalam hidup Anda. Contoh: keluarga, kesehatan, karir, pertumbuhan pribadi, kontribusi.
2. Untuk setiap nilai, tanyakan: "Apa yang saya lakukan setiap hari yang konsisten dengan nilai ini?"
3. Identifikasi gap. Di mana ada ketidakselarasan antara apa yang Anda katakan penting vs bagaimana Anda menghabiskan waktu?
4. Buat keputusan untuk realign. Tambahkan aktivitas yang selaras dengan nilai Anda. Kurangi atau eliminasi yang tidak.
Ketika aktivitas harian Anda selaras dengan nilai inti Anda, Anda merasa di kontrol, bahagia, dan efektif—bahkan jika Anda sibuk.
Ketika tidak selaras, Anda merasa stress, overwhelmed, dan seperti selalu tertinggal—bahkan jika Anda tidak begitu sibuk.
Bagian 3: Visi dan Misi—Bekerja untuk Sesuatu yang Lebih Besar
Mengapa Anda Bangun Pagi?
Tracy bertanya: "Jika Anda hanya bekerja untuk membayar tagihan, apakah Anda akan punya energi dan antusiasme yang tinggi?"
Jawabannya jelas: tidak.
Orang yang paling produktif dan bahagia adalah mereka yang bekerja untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar gaji. Mereka punya visi tentang masa depan yang mereka inginkan dan misi untuk membuat perbedaan.
Visi adalah apa yang Anda ingin capai. Misi adalah mengapa itu penting.
Contoh:
● Visi: "Saya ingin menjadi CEO perusahaan saya sendiri dalam 10 tahun."
● Misi: "Saya ingin menciptakan produk yang meningkatkan kualitas hidup jutaan orang."
Ketika Anda punya visi dan misi yang jelas, keputusan manajemen waktu menjadi lebih mudah. Anda tahu mana yang penting dan mana yang hanya distraksi.
Proyeksi ke Depan, Lihat ke Belakang
Tracy mengajarkan teknik powerful: "Project Forward, Look Backward."
Langkah 1: Bayangkan diri Anda 5 tahun dari sekarang. Seperti apa hidup ideal Anda? Di mana Anda bekerja? Berapa penghasilan Anda? Seperti apa hubungan Anda? Kesehatan Anda?
Langkah 2: Sekarang "lihat ke belakang" dari masa depan itu ke hari ini. Tanya: "Apa yang harus saya lakukan hari ini, minggu ini, bulan ini untuk sampai di sana?"
Ini mengubah cara Anda melihat waktu. Bukan lagi tentang "melewati hari." Ini tentang membangun masa depan, satu hari pada satu waktu.
Bagian 4: Buat Rencana Tertulis—Pikiran yang Jelas di Atas Kertas
Kekuatan Menulis
Tracy sangat tegas tentang ini:
"Tujuan yang tidak tertulis hanyalah angan-angan."
Ada sesuatu yang magical tentang menulis. Ketika Anda menulis tujuan Anda, Anda membuat komitmen. Pikiran abstrak menjadi konkret.
Penelitian menunjukkan: orang yang menulis tujuan mereka 10 kali lebih mungkin mencapainya dibanding mereka yang hanya "berpikir" tentang tujuan.
Formula Perencanaan Tracy
Setiap malam, sebelum tidur:
1. Tulis semua yang perlu Anda lakukan besok. Jangan filter. Keluarkan semuanya dari kepala Anda ke kertas.
2. Organize dan prioritize (kita akan bahas detailnya di bagian berikutnya).
3. Visualize menyelesaikan tugas-tugas itu dengan sukses.
Setiap pagi, sebelum mulai bekerja:
4. Review list Anda. Tambahkan jika ada yang terlupa.
5. Mulai dengan tugas #1—yang paling penting.
Tracy menulis: "10 menit perencanaan menghemat 2 jam eksekusi."
Kebanyakan orang tidak merencanakan karena mereka pikir itu "buang waktu." Padahal, itulah investasi waktu paling produktif yang bisa Anda lakukan.
Bagian 5: ABCDE Method—Prioritas yang Mengubah Hidup
Semua Tugas Tidak Sama Pentingnya
Ini adalah salah satu kontribusi terbesar Tracy ke dunia produktivitas: ABCDE Method.
Idenya sederhana tapi transformatif: Bukan semua tugas dalam to-do list Anda sama pentingnya. Tapi otak Anda memperlakukan semuanya sama kecuali Anda dengan sengaja membedakannya.
Hasilnya? Orang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting karena lebih mudah, lebih menyenangkan, atau lebih urgent (tapi tidak penting).
Cara Kerja ABCDE Method
Ambil to-do list Anda. Untuk setiap tugas, beri label:
A = Tugas yang sangat penting, konsekuensi serius jika tidak dilakukan
Contoh: Menyelesaikan proposal untuk klien besar. Menyelesaikan laporan untuk atasan. Menangani krisis mendesak.
Aturan: Jangan pernah lakukan tugas B ketika ada tugas A yang belum selesai.
B = Tugas yang seharusnya dilakukan, tapi konsekuensinya ringan
Contoh: Membalas email non-urgent. Menghadiri meeting yang tidak terlalu penting. Phone call follow-up.
Ini tugas yang "nice to do" tapi bukan "must do."
C = Tugas yang menyenangkan untuk dilakukan, tapi tidak ada konsekuensi sama sekali jika tidak dilakukan
Contoh: Coffee dengan teman kantor. Browsing artikel online. Reorganisasi email folder.
Aturan: Jangan lakukan C sampai semua A dan B selesai.
D = Tugas yang bisa didelegasikan
Apa pun yang orang lain bisa lakukan 70% sebaik Anda—delegasikan.
Tracy menulis: "Orang sukses mendelegasikan apa pun yang tidak masuk key result areas mereka."
E = Tugas yang bisa dieliminasi
Ini adalah tugas yang dulunya penting tapi sekarang tidak relevan lagi. Atau tugas yang sebenarnya tidak pernah penting sejak awal.
Berani menghapus tugas dari list adalah tanda kedewasaan dalam manajemen waktu.
Disiplin untuk Memulai dengan A
Masalah terbesar kebanyakan orang: mereka tahu mana tugas A mereka, tapi mereka menghindarinya karena sulit, menakutkan, atau memakan waktu.
Jadi mereka "sibuk" dengan tugas B dan C—menjawab email, reorganisasi file, browsing, meeting yang tidak perlu.
Di penghujung hari, mereka lelah tapi tidak produktif. Tugas A masih di sana, menghantui mereka.
Tracy tegas: "Kemampuan Anda untuk memaksa diri Anda mulai dengan tugas A—dan stay focused sampai selesai—menentukan sukses Anda lebih dari faktor lain mana pun."
Bagian 6: Key Result Areas—Di Mana Hasil Anda Paling Penting
80/20 Rule dalam Karir Anda
Tracy menerapkan Pareto Principle (80/20 Rule) ke manajemen waktu:
"20% aktivitas Anda menghasilkan 80% hasil Anda."
Pertanyaannya: Apa 20% itu dalam pekerjaan Anda?
Ini yang Tracy sebut Key Result Areas (KRAs)—area di mana kinerja excellent Anda mutlak diperlukan untuk sukses dalam peran Anda.
Untuk seorang salesperson:
● KRA #1: Prospecting (mencari klien baru)
● KRA #2: Presenting (presentasi produk)
● KRA #3: Closing (menutup penjualan)
Untuk seorang manajer:
● KRA #1: Planning (perencanaan strategis)
● KRA #2: Organizing (mengorganisir tim)
● KRA #3: Staffing (hiring dan training)
Untuk seorang writer:
● KRA #1: Research (riset topik)
● KRA #2: Writing (menulis konten)
● KRA #3: Editing (menyempurnakan tulisan)
Latihan Identifikasi KRA
Tracy memberikan latihan:
1. Tuliskan 7 tugas utama dalam pekerjaan Anda. Apa yang Anda dibayar untuk lakukan?
2. Ranking dari 1-7 berdasarkan kontribusinya ke hasil Anda.
3. Fokus 80% waktu Anda pada top 3 KRA.
Kebanyakan orang melakukan kebalikannya—menghabiskan 80% waktu untuk hal-hal di luar KRA mereka, dan hanya 20% untuk yang benar-benar penting.
Hasilnya? Mereka sibuk tapi tidak produktif. Mereka bekerja keras tapi tidak naik jabatan.
Orang yang fokus pada KRA mereka naik 10x lebih cepat.
Bagian 7: Single-Mindedness—Kekuatan Fokus Total
Musuh Produktivitas Modern
Tracy menulis: "Kemampuan untuk berkonsentrasi single-mindedly pada tugas terpenting Anda dan stay focused sampai 100% selesai adalah kunci semua pencapaian besar."
Kedengarannya sederhana. Tapi di dunia modern, ini adalah skill yang paling sulit.
Setiap hari Anda dibombardir:
● Email masuk setiap 5 menit
● Notifikasi Slack, WhatsApp, Instagram
● Phone call
● "Eh, sebentar ada yang mau tanya..."
● Meeting dadakan
Rata-rata pekerja office di-interrupt setiap 6 menit. Dan butuh rata-rata 23 menit untuk kembali ke level fokus yang sama setelah interupsi.
Multitasking adalah mitos. Yang terjadi sebenarnya adalah "task-switching"—otak Anda melompat bolak-balik, dan setiap lompatan menghabiskan energi mental.
Teknik Fokus Tracy
1. Clear Your Workspace
Hanya ada satu tugas di depan Anda. Semua yang lain—simpan atau tutup. Out of sight, out of mind.
2. Turn Off All Notifications
Email? Tutup. Slack? Tutup. Phone? Silent mode atau flight mode.
Tracy berkata: "Jika ada emergency, orang akan menemukan cara untuk contact Anda. Tapi 99% notifikasi bukan emergency."
3. Work in Time Blocks
Alokasikan 60-90 menit untuk satu tugas. Tidak ada interupsi. Tidak ada "sebentar cek email."
Set timer. Commit sepenuhnya. Setelah timer selesai, break 10 menit, lalu lanjut.
4. Start and Stay Until Completion
Jangan mulai tugas A lalu switch ke tugas B di tengah jalan. Finish what you start.
Ada kepuasan psikologis yang luar biasa ketika Anda menyelesaikan sesuatu 100%. Ini membangun momentum dan confidence.
Bagian 8: Lawan Prokrastinasi—Mengapa Kita Menunda dan Cara Mengatasinya
Akar Prokrastinasi
Tracy mengidentifikasi dua penyebab utama prokrastinasi:
1. Tugas terlalu besar dan overwhelming
Ketika Anda lihat "Tulis laporan 50 halaman," otak Anda panic. Terlalu besar. Tidak tahu harus mulai dari mana.
Solusi: Salami Slice Method
Potong tugas besar menjadi slice kecil-kecil seperti memotong salami.
"Tulis laporan 50 halaman" menjadi:
● Day 1: Buat outline
● Day 2: Research data
● Day 3: Tulis bab 1
● Day 4: Tulis bab 2
● Dst.
Setiap slice kecil tidak menakutkan. Anda bisa mulai.
2. Takut gagal atau tidak sempurna
Perfeksionis sering prokrastinasi karena takut hasil mereka tidak cukup baik.
Solusi: "Done is better than perfect"
Tracy menulis: "Beri diri Anda izin untuk membuat draft buruk. Anda bisa edit nanti. Tapi Anda tidak bisa edit halaman kosong."
Mulai dengan mindset: "Saya akan buat versi buruk dulu, lalu perbaiki." Ini menghilangkan pressure untuk sempurna dari awal.
The 10-Minute Rule
Jika Anda benar-benar stuck dan tidak bisa mulai tugas:
Bilang pada diri Anda: "Saya akan kerja ini hanya 10 menit. Setelah itu saya boleh berhenti."
Kemungkinan besar? Setelah 10 menit, Anda sudah masuk momentum dan terus bekerja.
Tapi bahkan jika Anda berhenti setelah 10 menit, itu sudah 10 menit lebih maju dari nol.
Bagian 9: Batch Your Tasks—Efisiensi Melalui Pengelompokan
Switching Cost yang Tersembunyi
Setiap kali Anda switch dari satu jenis tugas ke jenis tugas lain, ada "switching cost"—waktu dan energi yang hilang untuk adjust.
Contoh:
● Anda sedang menulis laporan (creative work)
● Tiba-tiba cek email (administrative work)
● Lalu phone call (communication work)
● Lalu kembali menulis laporan
Setiap switch memaksa otak Anda "load ulang" context. Ini melelahkan dan tidak efisien.
Prinsip Batching
Tracy mengajarkan: Kelompokkan tugas-tugas yang serupa dan lakukan sekaligus.
Contoh Batching:
Email: Jangan cek email setiap 5 menit. Alokasikan 3 waktu per hari—pagi, tengah hari, sore—dan proses semua email dalam satu waktu.
Phone calls: Buat list semua phone call yang perlu Anda buat. Set 1 jam dan lakukan semuanya berturut-turut.
Meetings: Jika memungkinkan, schedule semua meeting dalam satu atau dua hari dalam seminggu. Sisakan hari lain untuk deep work.
Errands: Jangan keluar kantor 5 kali untuk 5 hal berbeda. Buat list, lakukan semuanya dalam satu trip.
Dengan batching, Anda menghemat waktu setup, mengurangi switching cost, dan masuk "flow state" lebih cepat.
Bagian 10: Delegasi—Multiply Diri Anda Melalui Orang Lain
Kesalahan Fatal
Tracy menulis: "Orang gagal bukan karena mereka tidak bisa melakukan sesuatu. Mereka gagal karena mereka mencoba melakukan terlalu banyak sendiri."
Banyak orang merasa mereka harus melakukan semuanya sendiri karena:
● "Lebih cepat saya kerjakan sendiri daripada mengajar orang lain"
● "Tidak ada yang bisa melakukannya sebaik saya"
● "Saya tidak punya orang untuk delegasikan"
Ini adalah jebakan.
Jika Anda melakukan semuanya sendiri, Anda akan selamanya terjebak di level yang sama. Anda tidak bisa scale. Anda tidak bisa fokus pada high-value work.
Aturan 70%
Tracy mengajarkan: "Jika seseorang bisa melakukan tugas 70% sebaik Anda, delegasikan."
Tidak perlu sempurna. 70% sudah cukup untuk kebanyakan tugas.
Dan berikut rahasianya: orang yang Anda delegasikan akan improve seiring waktu. Mungkin mereka mulai 70%, tapi dalam beberapa bulan mereka bisa 90% atau bahkan 100%.
Sementara itu, waktu Anda terbebaskan untuk fokus pada KRA Anda—hal-hal yang hanya Anda yang bisa lakukan.
Apa yang Didelegasikan
● Tugas yang repetitive dan routine
● Tugas yang di luar expertise Anda
● Tugas yang tidak masuk KRA Anda
● Tugas yang bisa dijadikan learning opportunity untuk orang lain
Apa yang Tidak Didelegasikan
● Strategic planning
● Goal setting
● Key decisions
● High-stakes presentations atau meetings
● Tugas yang masuk core KRA Anda
Bagian 11: Organize Your Workspace—Lingkungan yang Produktif
Kekacauan Eksternal = Kekacauan Internal
Tracy percaya: "Workspace Anda adalah refleksi dari mind Anda."
Meja yang penuh tumpukan kertas, file yang berantakan, sticky notes di mana-mana—ini adalah tanda pikiran yang kacau dan overwhelmed.
Sebaliknya, workspace yang bersih dan terorganisir menciptakan ketenangan mental dan clarity.
Prinsip "Clean Desk"
Tracy mengajarkan: "Meja Anda hanya boleh ada satu tugas yang sedang dikerjakan. Semua yang lain disimpan."
Ini terdengar ekstrem. Tapi ini powerful.
Ketika Anda lihat meja bersih dengan satu file di depan Anda, pikiran Anda fokus. Tidak ada distraksi visual. Tidak ada reminder tentang 50 tugas lain yang menunggu.
Hanya satu tugas. Selesaikan. Lalu ambil yang berikutnya.
Sistem Filing yang Simpel
Jangan biarkan dokumen menumpuk karena Anda tidak tahu harus disimpan di mana.
Tracy merekomendasikan:
● Action folder: Dokumen yang perlu action
● Pending folder: Menunggu response dari orang lain
● Archive folder: Sudah selesai, simpan untuk reference
Handle setiap dokumen hanya sekali. Baca, putuskan (action/pending/archive), lalu simpan.
Penutup: Menguasai Waktu = Menguasai Hidup
Pelajaran Inti dari Brian Tracy
Mari kita recap 21 prinsip yang Tracy ajarkan dalam "Time Management":
Fondasi:
1. Self-concept sebagai time manager yang excellent
2. Align waktu Anda dengan nilai-nilai Anda
3. Punya visi dan misi yang jelas
4. Project forward, look backward
Perencanaan: 5. Tulis semua tujuan dan rencana 6. Chart proyek-proyek besar 7. Buat daily to-do list setiap malam 8. Gunakan ABCDE Method untuk prioritas 9. Stay on track dan review progress
Eksekusi: 10. Fokus pada Key Result Areas 11. Delegasikan apa yang bisa dilakukan orang lain 12. Concentrate single-mindedly pada satu tugas 13. Lawan prokrastinasi dengan Salami Slice 14. Buat time blocks untuk deep work 15. Kontrol interupsi dengan boundaries 16. Batch tugas-tugas serupa
Sistem: 17. Manage komunikasi (email, phone, meeting) dengan discipline 18. Jalankan meeting yang efektif 19. Speed-reading untuk efisiensi 20. Invest dalam personal development 21. Organize workspace untuk clarity
Dua Jam Ekstra Setiap Hari
Ingat pertanyaan di awal? Apa yang akan Anda lakukan dengan dua jam tambahan setiap hari?
Sekarang Anda punya jawabannya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Tracy, Anda akan mendapatkan dua jam produktif tambahan—bahkan lebih.
Bukan karena hari Anda jadi lebih panjang. Tapi karena Anda:
● Menghilangkan waste (email yang tidak perlu, meeting yang tidak produktif, distraksi)
● Fokus pada high-value activities (KRA Anda)
● Bekerja dengan fokus penuh (single-mindedness)
● Mendelegasikan yang bisa dilakukan orang lain
Pertanyaan untuk Anda
Tracy selalu berkata: "Sukses datang dari melakukan hal yang benar, pada waktu yang tepat, dengan cara yang benar."
Sekarang giliran Anda bertanya pada diri sendiri:
● Apa keyakinan saya tentang kemampuan saya mengelola waktu? Apakah itu memberdayakan atau membatasi?
● Apa nilai-nilai terpenting saya? Apakah cara saya menggunakan waktu selaras dengan itu?
● Apa KRA saya—20% aktivitas yang menghasilkan 80% hasil?
● Tugas A apa yang saya hindari hari ini? Besok?
● Apa satu perubahan kecil yang bisa saya buat hari ini untuk lebih produktif?
Action Step Sederhana untuk Memulai:
Malam ini, sebelum tidur:
1. Tulis semua yang perlu dilakukan besok
2. Label setiap tugas dengan A, B, C, D, atau E
3. Identifikasi tugas A Anda—yang paling penting
4. Visualize menyelesaikannya dengan sukses
Besok pagi: 5. Mulai hari dengan tugas A Anda—tidak ada yang lain 6. Fokus single-mindedly sampai selesai 7. Rasakan kepuasan menyelesaikan hal terpenting di hari Anda
Lakukan ini selama 21 hari berturut-turut.
Mengapa 21 hari? Tracy percaya itu waktu minimum untuk membentuk habit baru. Setelah 21 hari, ini akan jadi otomatis.
Dan ketika ini otomatis, Anda tidak lagi "mencoba" mengelola waktu. Anda sudah jadi master of your time.
Kata Terakhir
Brian Tracy menutup bukunya dengan reminder yang powerful:
"Kemampuan Anda mengelola waktu menentukan kualitas hidup Anda. Bukan hanya karir Anda. HIDUP Anda."
Orang yang tidak bisa mengelola waktu:
● Selalu stress dan overwhelmed
● Tidak punya waktu untuk keluarga
● Tidak punya waktu untuk kesehatan
● Tidak punya waktu untuk hal-hal yang mereka cintai
Orang yang menguasai waktu mereka:
● Merasa tenang dan in control
● Punya work-life balance
● Mencapai tujuan besar mereka
● Hidup dengan purpose dan fulfillment
Waktu adalah satu-satunya aset yang benar-benar demokratis. Bill Gates, Warren Buffett, dan Anda—semuanya punya 24 jam.
Yang membedakan adalah bagaimana Anda menggunakan 24 jam itu.
Jadi mulai sekarang. Mulai hari ini. Mulai dengan tugas A Anda berikutnya.
Karena seperti Tracy katakan:
"The future belongs to the competent. And competence is a function of how well you manage your time."
Masa depan milik Anda. Waktunya milik Anda. Keputusannya milik Anda.
Selamat menguasai waktu. Selamat menguasai hidup.
Tentang Buku Asli
"Time Management" adalah bagian dari The Brian Tracy Success Library, diterbitkan oleh AMACOM pada tahun 2013.
Brian Tracy adalah salah satu thought leader paling dihormati di bidang personal development, produktivitas, dan business success. Dia telah:
● Memberikan lebih dari 5.000 seminar di 58 negara
● Menjangkau lebih dari 5 juta orang melalui program trainingnya
● Menulis lebih dari 70 buku yang diterjemahkan ke berbagai bahasa
● Berkonsultasi dengan lebih dari 1.000 perusahaan
Buku "Time Management" adalah destilasi dari 30+ tahun pengalaman Tracy membantu individu dan perusahaan meningkatkan produktivitas mereka.
Untuk pemahaman lengkap dan teknik-teknik detail, sangat disarankan membaca buku aslinya. Tracy memberikan banyak contoh praktis, worksheet, dan nuansa yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan.
Ringkasan ini memberikan framework dan prinsip inti—buku lengkapnya memberikan tools actionable untuk implementasi harian.
Sekarang pergilah dan kuasai waktu Anda.
Karena menguasai waktu berarti menguasai hidup Anda.