The Little Recognized Secret of Success

Dale Carnegie


Satu Kata yang Mengubah Segalanya

Bayangkan dua orang dengan kualifikasi yang sama persis. 

Pendidikan sama. Pengalaman sama. Keahlian sama. Bahkan penampilan fisik mereka hampir identik. 

Tapi satu orang naik tangga karir dengan cepat, dicintai klien, mendapat promosi demi promosi. Yang lain? Stuck di tempat yang sama, selalu terlewat untuk kesempatan besar. 

Apa bedanya? 

Bukan kecerdasan. Bukan koneksi. Bukan keberuntungan. 

Yang membedakan mereka adalah satu kualitas yang jarang dibicarakan, jarang diajarkan, tapi bisa segera dikenali ketika Anda melihatnya: 

Antusiasme. 

Dale Carnegie—penulis klasik "How to Win Friends and Influence People" yang terjual lebih dari 30 juta eksemplar—menghabiskan hidupnya mempelajari apa yang membuat orang sukses. Dan dia menemukan bahwa dari semua kualitas yang bisa dimiliki seseorang, antusiasme adalah multiplier yang paling powerful. 

"Jika dua orang hampir sama kemampuannya," tulis Carnegie, "yang memiliki antusiasme akan menemukan keseimbangan condong ke arahnya. Dan seseorang dengan kemampuan tingkat dua dengan antusiasme akan sering mengalahkan orang dengan kemampuan tingkat pertama tanpa antusiasme." 

Tapi tunggu dulu—kita semua tahu orang yang "antusias" yang menjengkelkan. Cheerful palsu yang membuat mata kita berputar. Energy yang dipaksakan yang terasa tidak autentik. 

Itu bukan antusiasme sejati. 

Antusiasme sejati adalah sesuatu yang berbeda. Lebih dalam. Lebih kuat. Dan bisa dipelajari.

Dalam buku pendek namun powerful ini, Carnegie menceritakan kisah hidupnya sendiri—dari anak petani miskin di Missouri yang tidak punya apa-apa, menjadi salesman paling sukses di wilayahnya, dan akhirnya menjadi salah satu guru dan penulis paling berpengaruh di dunia. 

Dan benang merah yang menghubungkan setiap transformasi itu? 

Antusiasme. 

Mari kita mulai dengan awal perjalanannya.

 


Bagian 1: Dari Ladang ke Kota Besar—Awal yang Sulit

Anak Petani yang Bermimpi 

Dale Carnegie lahir pada tahun 1888 di sebuah peternakan kecil di Maryville, Missouri. Keluarganya sangat miskin. Setiap pagi, dia harus bangun pukul 3 pagi untuk memberi makan babi dan memerah susu sapi sebelum berangkat ke sekolah. 

Tidak ada uang untuk hal-hal mewah. Bahkan untuk hal-hal mendasar, keluarganya berjuang. 

Tapi Carnegie punya satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang: mimpi untuk menjadi lebih dari sekadar petani. 

Di sekolah, dia menemukan bakatnya: berbicara di depan umum. Dia bergabung dengan tim debat. Dia menang dalam kompetisi pidato. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasakan bahwa dia bisa menjadi seseorang. 

Tapi mimpi tidak membayar tagihan. Setelah lulus kuliah di State Teachers College, dia menghadapi kenyataan: dia perlu pekerjaan. Dan satu-satunya pekerjaan yang tersedia adalah menjadi sales. 

Malam Pertama di Kota Besar—Nyaris Menyerah 

Carnegie memutuskan untuk pindah ke kota besar dan mencoba peruntungan sebagai salesman untuk International Correspondence Schools (ICS)—perusahaan yang menjual kursus korespondensi kepada petani dan pekerja. 

Malam pertamanya di South Omaha, Nebraska, dia hampir menyerah. 

Dia duduk sendirian di kamar hotel murah yang dingin. Uangnya hampir habis. Dia tidak kenal siapa pun. Dia tidak tahu harus mulai dari mana. 

"Saya merasa sangat kesepian dan putus asa," tulis Carnegie. "Saya hampir naik kereta kembali ke Missouri keesokan paginya." 

Tapi dia tidak melakukannya. 

Mengapa? Karena dia ingat sesuatu yang ayahnya pernah katakan: "Hal yang tidak bisa dilakukan hanya ada sampai seseorang melakukannya." 

Pagi berikutnya, dengan hati yang masih ragu, Carnegie keluar dan mulai mengetuk pintu.

 


Bagian 2: Penjualan Pertama—Keajaiban Antusiasme

Penolakan Demi Penolakan 

Hari-hari pertama sebagai salesman adalah mimpi buruk. 

Carnegie mengetuk puluhan pintu. Dia ditolak lagi dan lagi. Petani tidak tertarik. Mereka sibuk. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak butuh kursus. 

"Tidak, terima kasih." "Tidak tertarik." "Pergi dari sini." 

Setiap penolakan terasa seperti pukulan di perut. Carnegie mulai meragukan dirinya. Mungkin dia tidak cocok untuk sales. Mungkin dia harus kembali ke pertanian. 

Tapi dia terus mencoba. 

Breakthrough—Ketika Semuanya Berubah 

Suatu hari, Carnegie mengetuk pintu seorang petani tua. Seperti biasa, dia mulai dengan pitch standarnya—menjelaskan tentang kursus, manfaatnya, harganya. 

Petani itu mendengarkan dengan sopan, tapi wajahnya tidak menunjukkan minat. 

Carnegie bisa merasakan akan ada penolakan lagi. Tapi kali ini, dia melakukan sesuatu yang berbeda. 

Alih-alih terus menekan untuk sale, dia mulai berbicara tentang dirinya sendiri. Tentang bagaimana dia juga tumbuh di pertanian. Tentang mimpinya untuk meningkatkan diri. Tentang betapa dia percaya bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. 

Dan sesuatu terjadi. 

Suaranya berubah. Matanya bersinar. Tangannya bergerak dengan energi. Dia tidak lagi membaca script—dia berbicara dari hati. 

Petani itu melihat perubahan ini. Dan untuk pertama kalinya, dia benar-benar mendengarkan

"Anak muda," kata petani itu, "saya bisa lihat kamu benar-benar percaya pada apa yang kamu jual. Baiklah, saya akan beli kursus itu." 

Carnegie hampir tidak percaya. Penjualan pertamanya! 

Tapi yang lebih penting dari penjualan itu adalah pelajaran yang dia pelajari:

Antusiasme adalah perbedaan antara penolakan dan penerimaan.

 


Bagian 3: Antusiasme Mengubah Segalanya

Dari Salesman Terburuk Menjadi yang Terbaik 

Setelah penjualan pertama itu, sesuatu dalam diri Carnegie berubah. 

Dia menyadari bahwa ketika dia berbicara dengan antusiasme sejati—bukan antusiasme palsu yang dipaksakan, tapi antusiasme yang datang dari keyakinan sejati tentang nilai produknya—orang merespons. 

Dia mulai mendekati setiap prospek dengan energi yang berbeda. Bukan dengan harapan membuat penjualan cepat dan mendapat komisi. Tapi dengan keinginan tulus untuk membantu mereka meningkatkan hidup mereka melalui pendidikan. 

Dan hasilnya? Luar biasa. 

Dalam beberapa bulan, Carnegie berubah dari salesman yang hampir menyerah menjadi salesman paling sukses di wilayahnya. 

Wilayah South Omaha-nya menjadi yang terbaik di seluruh negara untuk ICS.

Apa yang berubah? Bukan produknya. Bukan wilayahnya. Bukan ekonominya.

Yang berubah adalah antusiasmenya. 

Pindah ke Armour & Company—Tes Sejati 

Kesuksesan Carnegie menarik perhatian. Armour & Company—salah satu perusahaan daging terbesar di Amerika—menawarinya posisi sales. 

Ini adalah langkah besar. Produk yang berbeda (bacon, sabun, lemak babi). Klien yang berbeda (toko grosir dan restoran, bukan petani). Kompetisi yang lebih ketat. 

Banyak orang ragu. Bisakah Carnegie, anak petani yang belum lama di dunia sales, berhasil di liga yang lebih besar ini? 

Carnegie sendiri ragu. Tapi dia ingat pelajarannya: antusiasme mengubah segalanya. 

Dia mendekati pekerjaan baru ini dengan energi yang sama yang membuatnya sukses di ICS. Setiap hari, dia bangun pagi, mengunjungi toko demi toko, berbicara dengan pemilik dengan antusiasme yang menular tentang produk Armour. 

Dia tidak hanya menjual bacon. Dia menjual visi—tentang bagaimana produk Armour bisa membantu toko mereka lebih sukses, bagaimana kualitasnya superior, bagaimana kemitraan dengan Armour adalah keputusan bisnis yang cerdas.

Hasilnya? 

Wilayah South Omaha Carnegie menjadi wilayah paling sukses di seluruh jaringan nasional Armour & Company. 

Seorang anak petani miskin dari Missouri sekarang memimpin salesman-salesman veteran di seluruh negara. 

Bagaimana? Satu kata: Antusiasme.

 


Bagian 4: Mengapa Antusiasme Begitu Powerful?

Emotional Drive—Mesin di Balik Segalanya 

Carnegie menjelaskan bahwa antusiasme bukan sekadar perasaan permukaan. Antusiasme adalah emotional drive—dorongan emosional yang menggerakkan kita untuk bertindak dengan energi dan fokus. 

Pikirkan tentang hal-hal yang Anda lakukan dengan antusiasme: 

● Hobi yang Anda cintai 

● Proyek yang Anda pedulikan 

● Orang yang Anda sayangi 

Ketika Anda antusias tentang sesuatu, apa yang terjadi? 

1. Anda memberikan perhatian penuh. Tidak setengah-setengah. Anda fokus. 

2. Anda bekerja lebih keras. Tanpa disuruh. Tanpa perlu motivasi eksternal. Energy datang dari dalam. 

3. Anda bertahan lebih lama. Ketika menghadapi rintangan, orang tanpa antusiasme menyerah. Orang dengan antusiasme terus mencoba. 

4. Anda menular ke orang lain. Antusiasme adalah emosi yang paling menular. Ketika Anda benar-benar antusias, orang di sekitar Anda merasakannya—dan mereka tertarik. 

Antusiasme vs Kemampuan Teknis 

Ini adalah insight paling kontra-intuitif dari Carnegie: 

Antusiasme lebih penting daripada kemampuan teknis. 

Dia menulis: "Saya telah melihat orang dengan kemampuan rata-rata tapi dengan antusiasme yang luar biasa melampaui orang-orang brilian yang tidak punya antusiasme." 

Mengapa? 

Karena orang membeli dari orang yang mereka suka dan percayai. Dan tidak ada yang membuat seseorang lebih likeable dan trustworthy daripada antusiasme yang tulus tentang apa yang mereka tawarkan.

Ketika seorang salesman berbicara dengan antusiasme tentang produknya, pelanggan berpikir: "Orang ini benar-benar percaya pada apa yang dia jual. Jika dia sendiri begitu yakin, mungkin memang bagus." 

Ketika seorang karyawan bekerja dengan antusiasme, bos berpikir: "Orang ini peduli. Dia tidak hanya mengisi waktu—dia benar-benar ingin berkontribusi." 

Ketika seorang guru mengajar dengan antusiasme, murid berpikir: "Pelajaran ini pasti penting jika guru saya begitu excited tentangnya." 

Antusiasme adalah multiplier. Apa pun kemampuan Anda, antusiasme melipatgandakannya.

 


Bagian 5: Dari Penjualan ke Mengajar—Menemukan Tujuan Sejati 

Meninggalkan Sales yang Sukses 

Pada tahun 1911, setelah bertahun-tahun menjadi salesman top, Carnegie melakukan sesuatu yang mengejutkan semua orang: 

Dia berhenti. 

Dia sudah menghemat $500 (setara sekitar $15.000 hari ini)—cukup untuk hidup sederhana selama beberapa bulan. Dan dia punya mimpi. 

Sejak kecil, dia selalu ingin menjadi pembicara publik. Dia ingin berdiri di atas panggung dan menginspirasi orang. Dia ingin mengajar. 

Jadi dia pindah ke New York City dengan $500 di kantongnya dan mimpi besar di hatinya.

Hari-Hari Sulit di New York 

New York tidak seperti yang dia bayangkan. 

Dia mencoba menjadi aktor—gagal. Tidak ada yang mau merekrutnya. Uangnya cepat habis. Dia akhirnya tinggal di YMCA di 125th Street, kamar paling murah yang bisa dia temukan. 

Dia putus asa. Tapi dia tidak menyerah. 

Suatu hari, dia mendekati manajer YMCA dengan proposal: "Biarkan saya mengajar kelas public speaking di sini. Anda tidak perlu bayar saya di muka—ambil saja 80% dari pendaftaran, dan saya akan ambil 20%." 

Manajer ragu. Tapi Carnegie begitu antusias tentang ide ini—begitu yakin, begitu energik dalam pitchnya—sampai manajer akhirnya setuju. 

"Baiklah," kata manajer. "Coba saja." 

Kelas Pertama—Lahirnya Dale Carnegie Course 

Malam pertama kelas, Carnegie gugup. 

Dia sudah mempersiapkan materi tentang teknik public speaking—cara berdiri, cara menggunakan tangan, cara mengatur suara. 

Tapi di tengah kelas, dia kehabisan materi.

Panik, dia melakukan improvisasi. 

"Oke," katanya kepada murid-muridnya, "Saya ingin kalian masing-masing berdiri dan berbicara tentang sesuatu yang membuat kalian marah." 

Efeknya instant dan dramatis. 

Murid-murid yang sebelumnya kaku dan nervous tiba-tiba menjadi hidup. Ketika mereka berbicara tentang sesuatu yang mereka pedulikan—sesuatu yang membangkitkan emosi mereka—semua ketakutan menghilang. 

Mereka berbicara dengan antusiasme

Dan dalam prosesnya, mereka belajar rahasia public speaking yang paling penting: Ketika Anda berbicara tentang sesuatu dengan antusiasme sejati, teknik tidak terlalu penting. Audience akan mendengarkan. 

Carnegie telah menemukan formula. 

Kesuksesan yang Explosive 

Kabar tentang kelas Carnegie menyebar. Dalam setahun, kelasnya penuh. Dalam dua tahun, dia mengajar beberapa kelas sekaligus. 

Pada tahun 1914—hanya tiga tahun setelah tiba di New York dengan $500—Dale Carnegie menghasilkan $500 per minggu (setara lebih dari $15.000 per minggu hari ini). 

Anak petani miskin sekarang menjadi salah satu instruktur paling dicari di New York.

Apa rahasianya? 

Antusiasme. 

Dia tidak mengajar public speaking dengan cara kering dan teknis. Dia mengajarnya dengan energi, dengan passion, dengan keyakinan bahwa setiap orang—tidak peduli seberapa pemalu atau tidak percaya diri mereka—bisa menjadi pembicara yang confident jika mereka menemukan sesuatu untuk antusias.

 


Bagian 6: Prinsip-Prinsip Antusiasme yang Bisa Diterapkan 

1. Antusiasme Harus Tulus 

Pelajaran pertama yang Carnegie tekankan: antusiasme palsu lebih buruk daripada tidak ada antusiasme. 

Orang bisa merasakan ketika Anda berpura-pura. Dan ketika mereka merasakannya, mereka langsung tidak percaya pada Anda. 

Antusiasme sejati datang dari keyakinan sejati tentang apa yang Anda lakukan. 

Jika Anda tidak percaya pada produk yang Anda jual, jangan jual produk itu. Temukan produk yang Anda percayai. 

Jika Anda tidak percaya pada pekerjaan yang Anda lakukan, jangan paksakan antusiasme palsu. Temukan pekerjaan yang membuat Anda excited—atau temukan aspek dari pekerjaan Anda saat ini yang bisa membuat Anda excited. 

Pertanyaan kunci: Apa yang saya benar-benar percayai? Apa yang membuat saya excited secara natural? 

2. Antusiasme Bisa Dikembangkan 

Carnegie percaya bahwa meskipun antusiasme harus tulus, itu tidak berarti Anda tidak bisa mengembangkannya. 

Banyak orang berpikir: "Saya bukan tipe orang yang antusias. Saya lebih tenang, lebih reserved." 

Tapi Carnegie berargumen bahwa antusiasme bukan tentang kepribadian. Antusiasme tentang apa yang Anda fokuskan. 

Eksperimen sederhana: Pikirkan tentang aspek paling membosankan dari pekerjaan Anda. Sekarang cari satu hal—sekecil apa pun—yang bisa Anda hargai atau yang bermanfaat tentang aspek itu. 

Mungkin itu membantu orang. Mungkin itu mengajarkan Anda skill baru. Mungkin itu membawa Anda lebih dekat ke tujuan jangka panjang. 

Fokus pada itu. Setiap hari, ingatkan diri Anda mengapa aspek itu penting.

Secara perlahan, Anda akan merasakan antusiasme tumbuh.

3. Antusiasme Itu Menular 

Ini adalah prinsip paling powerful: Antusiasme adalah emosi yang paling menular. 

Ketika Anda berbicara dengan seseorang yang benar-benar antusias tentang sesuatu—bisa apa saja, dari hobi sampai pekerjaan sampai ide—Anda merasakan energi mereka. Bahkan jika Anda tidak tertarik pada topik itu sebelumnya, antusiasme mereka membuat Anda ingin tahu lebih banyak. 

Carnegie menggunakan ini dalam setiap aspek hidupnya: 

● Sebagai salesman: Antusiasmenya tentang produk menular ke pelanggan

● Sebagai guru: Antusiasmenya tentang public speaking menular ke murid

● Sebagai penulis: Antusiasmenya tentang self-improvement menular ke pembaca 

Aplikasi praktis: Sebelum meeting penting, presentasi, atau percakapan yang sulit, luangkan waktu untuk mengingat mengapa Anda peduli tentang topik ini. Koneksikan dengan nilai-nilai Anda. Temukan aspek yang membuat Anda excited. 

Ketika Anda masuk dengan antusiasme sejati, orang lain akan merasakannya—dan merespons secara positif. 

4. Antusiasme Mengalahkan Bakat 

Carnegie menceritakan banyak contoh dari pengalamannya di mana orang dengan bakat rata-rata tapi antusiasme tinggi mengalahkan orang brilian tanpa antusiasme. 

Mengapa? 

Karena bakat tanpa usaha tidak berarti apa-apa. Dan antusiasme adalah yang membuat Anda berusaha—lagi dan lagi, meskipun menghadapi kegagalan. 

Thomas Edison (yang Carnegie kagumi) mencoba 10.000 cara untuk membuat bola lampu sebelum menemukan yang berhasil. Apa yang membuatnya terus mencoba? Bakat? Tidak. Antusiasme tentang kemungkinannya. 

Carnegie sendiri bukan orang paling pintar atau paling berbakat. Tapi antusiasmenya tentang membantu orang improve diri mereka membuatnya bekerja lebih keras, belajar lebih banyak, dan bertahan lebih lama dari kompetitornya. 

Prinsip emas: Jika Anda harus memilih antara merekrut seseorang yang sangat talented tapi tidak antusias vs seseorang dengan skill rata-rata tapi sangat antusias—pilih yang antusias. Skill bisa diajarkan. Antusiasme dari dalam jauh lebih sulit dibangkitkan.

 


Bagian 7: Rintangan dan Cara Mengatasinya

"Tapi Saya Bukan Orang yang Antusias..." 

Ini adalah keberatan paling umum yang Carnegie dengar. 

Orang berkata: "Saya introvert." "Saya pendiam." "Saya tidak suka dramatis."

Carnegie merespons: Antusiasme bukan tentang menjadi ekstrovert atau dramatis. 

Anda bisa antusias dengan cara yang tenang. Anda bisa antusias dengan cara yang thoughtful. Antusiasme sejati datang dari dalam—dan bisa diekspresikan dalam berbagai cara. 

Contoh: Anda mungkin tidak melompat-lompat dengan excitement, tapi ketika Anda berbicara tentang sesuatu yang Anda pedulikan, mata Anda bersinar. Suara Anda berubah. Anda lebih engage, lebih hidup. 

Itu adalah antusiasme. 

"Bagaimana Jika Saya Tidak Suka Pekerjaan Saya?" 

Ini pertanyaan sulit yang Carnegie alamat dengan jujur. 

Dia berkata: Jika Anda benar-benar membenci pekerjaan Anda dan tidak menemukan aspek apa pun yang bisa membuat Anda antusias, ubah pekerjaannya. 

Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam pekerjaan yang membuat Anda miserable. Tapi—dan ini penting—sebelum Anda resign, lakukan eksperimen: 

Selama 30 hari, coba temukan satu aspek pekerjaan Anda yang bisa membuat Anda antusias. Mungkin bukan pekerjaannya sendiri, tapi orang yang Anda bantu. Atau skill yang Anda kembangkan. Atau impact yang Anda buat. 

Fokus pada aspek itu. Bicarakan tentang itu. Temukan cara untuk memperbesar aspek itu dalam pekerjaan Anda. 

Carnegie menemukan bahwa dalam banyak kasus, orang yang melakukan eksperimen ini menemukan antusiasme baru untuk pekerjaan yang sebelumnya mereka benci. 

Tapi jika setelah 30 hari Anda masih tidak menemukan apa pun untuk antusias—itu signal jelas bahwa saatnya untuk perubahan. 

"Bagaimana Mempertahankan Antusiasme Ketika Menghadapi Kegagalan?"

Carnegie jujur: Ini adalah tantangan terbesar. 

Dia sendiri mengalami banyak kegagalan—penolakan sebagai salesman, perjuangan di New York, kelas yang tidak penuh, kritik dari skeptis. 

Rahasianya? 

Fokus pada proses, bukan hanya hasil. 

Ketika Anda antusias tentang proses—tentang belajar, tumbuh, improve setiap hari—maka kegagalan individual tidak menghancurkan Anda. Mereka hanya data. Feedback. Kesempatan untuk adjust. 

Carnegie menulis: "Saya tidak pernah melihat kegagalan sebagai akhir. Saya melihatnya sebagai guru yang keras tapi berharga." 

Praktik harian: Di akhir setiap hari, tuliskan satu hal yang Anda pelajari. Bukan apa yang Anda capai—apa yang Anda pelajari. Ini memindahkan fokus Anda dari hasil (yang kadang di luar kontrol Anda) ke proses (yang selalu dalam kontrol Anda).

 


Bagian 8: Antusiasme dalam Kehidupan—Bukan Hanya Karir 

Antusiasme di Rumah 

Carnegie menekankan bahwa antusiasme bukan hanya untuk pekerjaan. Antusiasme tentang kehidupan Anda. 

Ketika Anda pulang ke rumah setelah hari yang panjang, apakah Anda membawa energi positif atau energi negatif? 

Ketika pasangan Anda menceritakan hari mereka, apakah Anda mendengarkan dengan antusiasme sejati atau hanya setengah hati sambil scrolling ponsel? 

Ketika anak Anda menunjukkan gambar yang mereka buat, apakah Anda merespons dengan excitement atau dengan "Mmm, bagus sayang" yang datar? 

Orang yang Anda cintai layak mendapat antusiasme Anda—bukan sisa energi Anda. 

Carnegie menulis tentang bagaimana dia berusaha keras untuk membawa antusiasme pulang. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Merayakan momen-momen kecil. Menunjukkan excitement tentang hal-hal yang penting bagi orang yang dia cintai. 

Dan dia menemukan bahwa antusiasme menciptakan reciprocity. Ketika Anda memberi antusiasme, Anda menerima antusiasme kembali. 

Antusiasme tentang Belajar 

Salah satu aplikasi paling powerful dari antusiasme adalah pembelajaran seumur hidup. 

Carnegie adalah autodidact—self-taught. Dia tidak punya gelar fancy. Tapi dia membaca rakus. Dia belajar dari setiap orang yang dia temui. Dia terus bertanya, terus penasaran. 

Mengapa? Karena dia antusias tentang belajar. 

Dia melihat setiap buku sebagai percakapan dengan pikiran brilian. Setiap orang sebagai guru potensial. Setiap pengalaman sebagai pelajaran. 

Challenge: Pilih satu topik yang Anda tahu sangat sedikit. Selama sebulan, pelajari tentang itu dengan antusiasme. Baca artikel. Tonton video. Bicarakan dengan ahli. Bereksperimen. 

Lihat bagaimana antusiasme Anda untuk belajar mengubah tidak hanya pengetahuan Anda, tapi juga cara Anda melihat dunia.

 


Penutup: Warisan Antusiasme 

Dale Carnegie meninggal pada tahun 1955 pada usia 66 tahun. Tapi warisannya hidup. 

Lebih dari 8 juta orang telah mengikuti Dale Carnegie Course. Lebih dari 50 juta eksemplar bukunya terjual. Prinsip-prinsipnya diajarkan di sekolah bisnis di seluruh dunia. 

Tapi yang paling penting bukan angka-angka itu. 

Yang paling penting adalah jutaan kehidupan yang diubah oleh satu prinsip sederhana: antusiasme. 

Pertanyaan untuk Anda 

Carnegie menutup buku ini dengan pertanyaan yang powerful: 

"Jika Anda hanya punya dua tahun lagi untuk hidup, bagaimana Anda akan menghabiskannya? Apa yang akan Anda lakukan? Siapa yang akan Anda jadikan prioritas? Apa yang akan Anda kejar dengan semua energi Anda?" 

Sekarang pertanyaan yang lebih sulit: 

"Mengapa Anda tidak hidup seperti itu sekarang?" 

Karena faktanya adalah: Tidak ada yang tahu berapa banyak waktu yang mereka punya.

Anda bisa punya 50 tahun lagi. Atau 5 tahun. Atau 5 bulan. 

Pertanyaannya bukan berapa lama Anda hidup. Pertanyaannya adalah seberapa hidup Anda saat hidup. 

Dan tidak ada yang membuat Anda lebih hidup daripada antusiasme. 

The Enthusiasm Challenge 

Mulai hari ini, untuk 21 hari berikutnya: 

Hari 1-7: Temukan Antusiasme Anda 

● Identifikasi satu aspek pekerjaan Anda yang bisa membuat Anda antusias

● Tuliskan mengapa itu penting 

● Setiap pagi, baca alasan itu sebelum mulai bekerja 

Hari 8-14: Tularkan Antusiasme Anda 

● Dalam setiap percakapan, tunjukkan antusiasme tentang apa yang orang lain ceritakan

● Dengarkan dengan energi positif 

● Ajukan pertanyaan yang menunjukkan Anda benar-benar tertarik 

Hari 15-21: Hidup dengan Antusiasme 

● Bawa antusiasme ke rumah—ke pasangan, anak, keluarga 

● Tunjukkan excitement tentang hal-hal kecil 

● Rayakan moment-moment sehari-hari 

Setelah 21 hari, evaluasi: 

● Apa yang berubah dalam pekerjaan Anda? 

● Bagaimana orang lain merespons Anda berbeda? 

● Bagaimana perasaan Anda tentang hidup Anda? 

Kata Terakhir dari Dale Carnegie 

"Rahasia kesuksesan yang jarang disadari adalah antusiasme. Bukan uang. Bukan koneksi. Bukan bahkan bakat. Antusiasme

Ketika Anda antusias tentang apa yang Anda lakukan, Anda bekerja lebih keras tanpa merasa terbebani. Anda bertahan lebih lama ketika menghadapi rintangan. Anda menginspirasi orang lain untuk membantu Anda. Anda menarik kesempatan. 

Antusiasme adalah magnet untuk kesuksesan. 

Tapi lebih dari itu, antusiasme adalah resep untuk kehidupan yang bermakna. Karena di akhir hidup, Anda tidak akan mengukur kesuksesan dengan berapa banyak uang yang Anda hasilkan atau posisi apa yang Anda capai. 

Anda akan mengukurnya dengan seberapa hidup Anda merasa saat menjalani hidup.

Dan tidak ada yang membuat Anda merasa lebih hidup daripada antusiasme." 

Jadi mulai hari ini—apa pun pekerjaan Anda, apa pun situasi Anda, apa pun tantangan yang Anda hadapi—pilih untuk hidup dengan antusiasme. 

Karena seperti yang Carnegie buktikan melalui hidupnya sendiri: 

Antusiasme mengubah segalanya.

 


Tentang Buku Asli 

"The Little Recognized Secret of Success" pertama kali diterbitkan oleh Dale Carnegie pada tahun 1965 sebagai booklet pendek (sekitar 12-26 halaman). Buku ini kemudian diterbitkan ulang dengan judul "Live Enthusiastically." 

Berbeda dari karya besarnya "How to Win Friends and Influence People" yang lebih komprehensif, buku ini adalah autobiografi singkat yang fokus pada satu prinsip: antusiasme sebagai kunci kesuksesan. 

Carnegie berbagi pengalaman pribadinya—dari anak petani miskin, menjadi salesman top, hingga pendiri Dale Carnegie Course yang terkenal di seluruh dunia—untuk mengilustrasikan kekuatan transformatif dari antusiasme. 

Buku ini ringkas tapi powerful. Setiap halaman dipenuhi dengan wisdom praktis yang bisa langsung diterapkan. 

Dale Carnegie (1888-1955) adalah pioneer dalam genre self-improvement. Lahir dalam kemiskinan di Missouri, dia membangun empire pelatihan yang masih beroperasi di 90+ negara sampai hari ini. 

Untuk memahami lebih dalam tentang prinsip-prinsip Carnegie yang telah mengubah jutaan kehidupan, sangat disarankan membaca karya aslinya. Meskipun ringkasan ini menangkap esensi, pengalaman membaca kata-kata Carnegie sendiri—dengan energi dan antusiasme yang muncul dari setiap halaman—tidak tergantikan. 

Sekarang pergilah dan temukan sesuatu untuk antusias hari ini. 

Karena seperti Carnegie tunjukkan: Hidup terlalu berharga untuk dijalani tanpa antusiasme.

Live enthusiastically!