Why Nations Succeed and Fail

Ray Dalio


Pertanyaan yang Mengubah Segalanya 

Tahun 2008. Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar di dunia Bridgewater Associates, duduk di kantornya melihat sistem keuangan global hampir runtuh. 

Bank-bank besar bangkrut. Pasar saham jatuh bebas. Pemerintah memompa triliunan dolar untuk menyelamatkan ekonomi. 

Dan dia bertanya pada dirinya sendiri: "Apakah ini pernah terjadi sebelumnya?"

Jawabannya: Ya. Berkali-kali. 

Dia mulai meneliti sejarah—bukan hanya 50 atau 100 tahun ke belakang, tapi 500 tahun. Dia mempelajari kebangkitan dan kejatuhan imperium besar: Belanda, Inggris, Amerika Serikat. Dia menganalisis data ekonomi, politik, dan militer dari ratusan tahun. 

Dan dia menemukan sesuatu yang mengejutkan: 

Sejarah tidak berulang persis sama. Tapi ia berirama. 

Ada pola yang jelas. Siklus yang dapat diprediksi. Tahapan yang selalu dilalui setiap imperium besar—dari kebangkitan hingga kejatuhan. 

Lebih mengkhawatirkan lagi: Amerika Serikat sedang berada di fase akhir siklus yang sama. 

Sementara itu, China sedang naik—mengikuti pola yang sama seperti AS di awal abad ke-20, atau Inggris di abad ke-18. 

Dunia sedang berada di titik perubahan besar—changing world order—seperti yang terjadi pada tahun 1930-an dan 1940-an ketika kekuasaan beralih dari Inggris ke Amerika.

Tapi kali ini, taruhannya lebih tinggi. Karena kedua kekuatan super—AS dan China—memiliki senjata nuklir. 

Pertanyaannya bukan lagi "apakah" tatanan dunia akan berubah. Pertanyaannya adalah: "Bagaimana kita menghadapi perubahan ini tanpa kehancuran total?" 

Inilah yang Ray Dalio coba jawab dalam buku ini. 

Dan pelajarannya tidak hanya untuk negara—tapi untuk kita semua yang hidup di era perubahan besar ini. 

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: The Big Cycle—Siklus Besar Kebangkitan dan Kejatuhan 

Pola yang Selalu Berulang 

Dalio menghabiskan ribuan jam menganalisis data dari 11 imperium besar dalam 500 tahun terakhir. Dan dia menemukan pola yang konsisten: 

Setiap imperium melewati tahapan yang sama: 

1. Fase Kebangkitan - Negara baru, penuh energi, inovatif, kerja keras, pendidikan kuat

2. Fase Puncak - Kekuatan maksimum, dominasi global, kemakmuran tinggi

3. Fase Awal Penurunan - Utang bertambah, kesenjangan melebar, konflik internal mulai

4. Fase Penurunan Cepat - Krisis finansial, perpecahan dalam negeri, perang atau konflik besar 

5. Fase Kejatuhan - Imperium runtuh, kekuatan baru mengambil alih 

Siklus ini memakan waktu sekitar 250 tahun dari kebangkitan hingga kejatuhan.

Mengapa ini terjadi? Karena kesuksesan membawa benih kehancuran.

Ketika negara sukses: 

● Orang menjadi makmur dan mulai fokus pada konsumsi, bukan produksi

● Generasi baru tidak pernah mengalami kesulitan, jadi mereka kurang tangguh

● Kesenjangan kaya-miskin melebar karena yang kaya punya lebih banyak akses

● Utang bertambah karena mudah untuk meminjam ketika Anda kuat 

● Negara terlalu percaya diri dan terlibat dalam konflik yang menguras sumber daya

Seperti pohon besar yang akhirnya roboh karena beratnya sendiri. 

Tiga Kekuatan Besar yang Membentuk Siklus 

Dalio mengidentifikasi tiga kekuatan besar yang menentukan nasib setiap imperium:

1. Siklus Utang dan Uang (Debt and Money Cycle) 

Ini adalah mesin ekonomi. 

Ketika negara naik, mereka menciptakan mata uang yang kuat. Orang mempercayai mata uang itu. Kredit mengalir. Ekonomi tumbuh. 

Tapi seiring waktu, negara mencetak terlalu banyak uang untuk membiayai:

● Program sosial yang mahal

● Perang dan militer 

● Menyelamatkan ekonomi dari krisis 

Lebih banyak uang = inflasi. Kepercayaan pada mata uang menurun. Dan ketika kepercayaan hilang, mata uang runtuh. 

Inilah yang terjadi pada Belanda di abad ke-18. Inggris di abad ke-20. Dan mungkin terjadi pada dolar AS di abad ke-21. 

2. Konflik Internal (Internal Order and Disorder) 

Ketika kesenjangan kaya-miskin melebar, konflik internal dimulai. 

Orang miskin marah. Mereka merasa sistem tidak adil. Politik menjadi ekstrem—kiri vs kanan, populis vs elit. 

Konflik ini bisa berupa: 

● Protes dan kerusuhan 

● Polarisasi politik ekstrem 

● Dalam kasus terburuk: perang saudara 

Amerika Serikat sekarang berada di tingkat polarisasi tertinggi sejak 1930-an—sebelum Depresi Besar dan Perang Dunia II. 

3. Konflik Eksternal (External Order and Disorder) 

Ketika ada kekuatan dominan, ada perdamaian (yang dipaksakan oleh kekuatan itu).

Tapi ketika kekuatan baru muncul dan menantang yang lama, konflik besar terjadi.

Inilah yang terjadi ketika: 

● Inggris menantang Belanda → Perang Anglo-Belanda 

● Jerman menantang Inggris → Perang Dunia I dan II 

● Amerika menantang Inggris → Perang Dingin yang berakhir dengan AS dominan Sekarang China menantang Amerika. Dan dunia menahan napas.

 


Bagian 2: Delapan Indikator Kekuatan Negara 

Dalio menciptakan sistem untuk mengukur kekuatan relatif negara menggunakan delapan indikator: 

1. Pendidikan 

Negara yang berinvestasi dalam pendidikan berkualitas tinggi menciptakan generasi inovator dan pemikir. 

Belanda di Zaman Keemasan: universitas terbaik di dunia. Inggris di era Victoria: sistem pendidikan yang kuat. Amerika di abad ke-20: universitas riset terbaik. China sekarang: menghasilkan lebih banyak insinyur dan saintis daripada AS dan Eropa digabung. 

2. Daya Saing / Inovasi 

Negara yang inovatif mendominasi industri masa depan. 

Belanda: pemimpin dalam perdagangan maritim dan keuangan. Inggris: Revolusi Industri. Amerika: teknologi, internet, AI. China: manufaktur, teknologi 5G, AI, energi terbarukan. 

3. Kekuatan Ekonomi 

Output ekonomi adalah sumber daya untuk segala hal lain—militer, infrastruktur, program sosial. 

Saat ini AS masih #1 dalam GDP nominal. Tapi China #1 dalam GDP berdasarkan purchasing power parity (PPP)—artinya daya beli riil China sudah lebih besar. 

4. Pangsa Perdagangan Global 

Negara yang menguasai perdagangan global menguasai ekonomi dunia. 

Belanda di abad ke-17: VOC adalah korporasi terbesar dalam sejarah. Inggris di abad ke-19: "Workshop of the World." Amerika di abad ke-20: dolar sebagai mata uang cadangan dunia. China sekarang: eksportir #1 dunia, Belt and Road Initiative. 

5. Kekuatan Militer 

Kekuatan militer melindungi kepentingan ekonomi dan memproyeksikan kekuasaan.

AS masih dominan dengan 11 kapal induk (China punya 3). Tapi gap-nya menyempit cepat.

6. Kekuatan Finansial/Mata Uang Cadangan

Negara dengan mata uang cadangan global punya privilege luar biasa: mereka bisa mencetak uang untuk membayar utang. 

Gulden Belanda → Pound Sterling Inggris → Dolar AS. 

Mata uang cadangan selanjutnya? Mungkin Yuan China. Atau mungkin mata uang digital.

7. Posisi sebagai Pusat Keuangan 

Amsterdam → London → New York. 

Siapa selanjutnya? Shanghai? Singapore? 

8. Supremasi di Infrastruktur dan Teknologi 

Negara dengan infrastruktur terbaik dan teknologi paling canggih memimpin. 

China sekarang membangun infrastruktur dengan kecepatan yang belum pernah terjadi dalam sejarah: kereta cepat, 5G, pelabuhan, bandara.

 


Bagian 3: Fase-Fase dalam Big Cycle 

Mari kita bedah setiap fase lebih detail: 

Fase 1: Kebangkitan (The Rise) 

Biasanya dimulai setelah konflik besar yang menghancurkan tatanan lama. Karakteristik: 

● Rakyat bersatu dengan tujuan bersama 

● Kepemimpinan yang kuat dan visioner 

● Kultur kerja keras dan inovasi 

● Investasi besar dalam pendidikan dan infrastruktur 

● Utang rendah, tabungan tinggi 

Contoh: 

● Amerika setelah Perang Dunia II 

● China setelah reformasi Deng Xiaoping (1978) 

Kesalahan yang sering dilakukan: Negara lain meremehkan negara yang sedang naik. Inggris meremehkan Amerika di awal abad ke-20. Amerika meremehkan China di tahun 1990-an. 

Fase 2: Puncak (The Top) 

Negara mencapai kekuatan maksimum. Dominan di hampir semua indikator.

Tapi ini adalah fase paling berbahaya—karena arrogance mulai masuk. 

Negara berpikir mereka invincible. Mereka terlibat dalam perang yang mahal. Mereka spending lebih dari yang mereka hasilkan. Mereka berhenti inovasi karena merasa sudah yang terbaik. 

Amerika di tahun 1950-an hingga 1960-an: puncak absolut. Tapi Vietnam War, Great Society programs, dan pemotongan standar emas (1971) adalah awal penurunan. 

Fase 3: Penurunan Awal (Early Decline) 

Tanda-tanda: 

● Utang meningkat tajam 

● Kesenjangan kaya-miskin melebar 

● Produktivitas melambat 

● Infrastruktur mulai tua dan tidak terawat

● Polarisasi politik meningkat 

Negara masih kuat, tapi momentum berubah. Seperti kapal besar yang mulai berbelok—butuh waktu untuk terlihat, tapi prosesnya sudah dimulai. 

Amerika sekarang: utang nasional $35 triliun, defisit perdagangan kronis, infrastruktur yang runtuh, politik yang terpolarisasi. 

Fase 4: Krisis dan Penurunan Cepat (Crisis and Rapid Decline) Biasanya dipicu oleh kombinasi: 

● Krisis finansial besar (bubble burst) 

● Konflik internal yang parah (mungkin perang saudara) 

● Konflik eksternal (perang dengan kekuatan baru) 

Inggris mengalami ini di tahun 1930-1940an: Depresi, hampir revolusi, lalu Perang Dunia II yang menguras sumber daya dan mengakhiri dominasi mereka. 

Bahaya besar: Dalam fase ini, negara yang menurun sering mengambil keputusan desperate—seperti perang untuk mengalihkan perhatian dari masalah internal. 

Fase 5: Tatanan Baru (New Order) 

Setelah konflik besar, tatanan baru terbentuk dengan pemenang sebagai kekuatan dominan baru. 

1648: Peace of Westphalia → Belanda dominan 1815: Post-Napoleonic → Inggris dominan

1945: Post-WW2 → Amerika dominan 2040?: Post-??? → China dominan?

 


Bagian 4: Studi Kasus—Amerika dan China Hari Ini

Amerika Serikat: Fase Penurunan Awal 

Dalio tidak anti-Amerika. Dia hanya melihat data. 

Tanda-tanda penurunan: 

1. Utang yang Tidak Berkelanjutan 

● Utang nasional >130% dari GDP 

● Defisit perdagangan kronis 

● Pemerintah mencetak uang untuk menutupi defisit 

2. Polarisasi Politik Ekstrem 

● Tingkat perpecahan tertinggi sejak Perang Saudara 

● Demokrasi vs Republik tidak bisa bekerja sama bahkan untuk hal mendasar

● Trust pada institusi runtuh 

3. Kesenjangan Kekayaan yang Melebar 

● 1% teratas menguasai >40% kekayaan 

● Mobilitas sosial menurun 

● Generasi muda pesimis tentang masa depan 

4. Pendidikan yang Menurun 

● Peringkat pendidikan turun dibanding negara lain 

● Siswa China mengungguli siswa Amerika di matematika dan sains

5. Infrastruktur yang Rapuh 

● Jalan, jembatan, bandara tertinggal dibanding negara maju lainnya

● Underinvestment selama puluhan tahun 

Tapi Amerika masih punya keunggulan: 

● Inovasi teknologi (Silicon Valley) 

● Universitas riset terbaik dunia 

● Dolar sebagai mata uang cadangan 

● Militer paling kuat 

● Budaya entrepreneurship 

China: Fase Kebangkitan 

China mengikuti playbook yang sama seperti Amerika di awal abad ke-20:

Kekuatan China: 

1. Pertumbuhan Ekonomi Fenomenal 

● Dari negara miskin (1978) menjadi ekonomi #2 dunia dalam 40 tahun

● 800 juta orang keluar dari kemiskinan 

● GDP akan melampaui AS sekitar 2030

2. Investasi Masif dalam Infrastruktur 

● Kereta cepat: lebih banyak dari seluruh dunia digabung

● 5G: memimpin dunia 

● Pelabuhan modern: 7 dari 10 pelabuhan tersibuk dunia ada di China

3. Pendidikan dan Inovasi 

● Menghasilkan 4x lebih banyak lulusan STEM daripada AS

● Leading di AI, teknologi hijau, manufaktur canggih 

4. Kepemimpinan yang Kuat dan Visioner 

● Perencanaan jangka panjang (50-100 tahun) 

● Eksekusi yang cepat dan efisien 

● Nasionalisme yang kuat 

Kelemahan China: 

1. Demografi 

● Populasi menua cepat karena one-child policy 

● Rasio pekerja vs pensiunan akan jadi masalah besar 

2. Utang Lokal yang Tinggi 

● Pemerintah daerah dan perusahaan property punya utang masif

3. Sistem Politik 

● Tidak ada freedom of speech 

● Tidak ada checks and balances 

● Risiko keputusan buruk tanpa koreksi 

4. Ketergantungan pada Ekspor 

● Vulnerable terhadap sanksi dan perang dagang

 


Bagian 5: Skenario Masa Depan 

Dalio mengidentifikasi beberapa kemungkinan: 

Skenario 1: Transisi Damai (Probability: 30%) 

AS dan China belajar hidup berdampingan. Berbagi kekuasaan global. Kompetisi, tapi tidak konflik. 

Ini membutuhkan: 

● Kepemimpinan yang bijaksana di kedua negara 

● Kesediaan untuk berkompromi 

● Mekanisme untuk mengelola konflik 

Contoh historis: Tidak banyak. Biasanya transisi kekuasaan berdarah.

Skenario 2: Perang Dingin Baru (Probability: 40%) 

Kompetisi intensif di semua domain: ekonomi, teknologi, militer, ideologi.

Dunia terbagi menjadi dua blok: blok AS dan blok China. 

Negara-negara dipaksa memilih sisi. 

Seperti Cold War dengan USSR, tapi lebih intens karena China jauh lebih kuat ekonomi daripada USSR dulu. 

Skenario 3: Konflik Panas/Perang (Probability: 20%) 

Skenario terburuk. Perang aktual—mungkin dipicu oleh Taiwan. 

Konsekuensi akan catastrophic: 

● Jutaan nyawa hilang 

● Ekonomi global runtuh 

● Risiko eskalasi nuklir 

Skenario 4: Amerika Rebound (Probability: 10%) 

AS mengatasi masalah internalnya: 

● Reformasi utang dan fiskal 

● Investasi besar dalam pendidikan dan infrastruktur 

● Mengurangi polarisasi politik 

● Inovasi teknologi besar-besaran

China mengalami krisis internal sendiri (demografi, utang, masalah politik).

Amerika tetap dominan untuk satu generasi lagi. 

Dalio assessment: Skenario paling mungkin adalah kombinasi 2 dan 3—Cold War yang kadang "panas" di beberapa area (cyber, proxy wars, Taiwan), tapi tidak eskalasi penuh menjadi Perang Dunia III.

 


Bagian 6: Prinsip untuk Menghadapi Changing World Order 

Dalio bukan hanya mendiagnosis masalah. Dia memberikan prinsip untuk navigate:

Untuk Negara: 

1. Jaga Keuangan Anda 

● Jangan biarkan utang tidak terkontrol 

● Investasi dalam produktivitas, bukan hanya konsumsi 

● Jaga kredibilitas mata uang Anda 

2. Investasi dalam Orang 

● Pendidikan adalah investasi terbaik 

● Kurangi kesenjangan—negara yang terlalu unequal akan runtuh dari dalam

3. Hindari Arrogance 

● Negara yang merasa invincible membuat kesalahan fatal 

● Tetap humble dan adaptif 

4. Bekerja Sama, Bukan Konflik 

● Win-win lebih baik daripada zero-sum 

● Konflik besar tidak ada pemenang di era nuklir 

Untuk Individu: 

1. Diversifikasi 

● Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang 

● Diversifikasi investasi, skill, bahkan geografi jika perlu 

2. Belajar Sejarah 

● Yang tidak belajar dari sejarah akan mengulanginya 

● Pola berulang—kenali tanda-tandanya 

3. Tetap Adaptif 

● Dunia berubah—Anda harus berubah juga 

● Skill yang relevan hari ini mungkin usang besok 

4. Fokus pada Fundamental

● Kesehatan finansial pribadi

● Hubungan yang kuat 

● Skill yang bernilai 

● Mental yang tangguh 

5. Jangan Panic, Tapi Prepare 

● Perubahan besar pasti datang

● Tapi panik tidak membantu

● Prepare secara rasional

 


Bagian 7: Pelajaran Terdalam 

Di akhir buku, Dalio menulis refleksi yang powerful: 

"Saya telah melihat cukup banyak untuk tahu bahwa tidak ada yang berlangsung selamanya. Setiap imperium, betapa pun kuatnya, akhirnya jatuh. Setiap mata uang, betapa pun dominannya, akhirnya digantikan. Setiap sistem, betapa pun efektifnya, akhirnya usang." 

"Tapi saya juga telah melihat bahwa manusia memiliki kapasitas luar biasa untuk beradaptasi, berinovasi, dan bertahan. Pertanyaannya bukan apakah perubahan akan datang—tapi bagaimana kita akan meresponsnya." 

Tiga pilihan kita: 

1. Denial (Penyangkalan) "Ini tidak akan terjadi. Amerika akan selalu #1. Dolar akan selalu kuat. Semuanya akan baik-baik saja." 

Ini pilihan paling mudah. Dan paling berbahaya. 

2. Despair (Putus Asa) "Semuanya akan runtuh. Tidak ada harapan. Bersiaplah untuk apocalypse." 

Ini pilihan yang paralizing. Tidak produktif. 

3. Prepare and Adapt (Bersiap dan Beradaptasi) "Perubahan besar datang. Saya akan memahami polanya, mempersiapkan diri, dan beradaptasi." 

Ini pilihan yang Dalio anjurkan.

 


Penutup: Apa yang Harus Anda Lakukan Sekarang? 

Sejarah mengajarkan kita satu hal pasti: Changing world order adalah satu-satunya konstanta. 

Belanda dominan selama 100 tahun—lalu digantikan. Inggris dominan selama 100 tahun—lalu digantikan. Amerika dominan selama 75 tahun—dan sekarang ditantang. 

Tidak ada yang salah dengan ini. Ini bukan konspirasi. Ini bukan kehancuran moral. Ini hanya siklus natural sejarah manusia

Yang penting adalah: Bagaimana Anda mempersiapkan diri? 

Langkah Praktis: 

1. Edukasi Diri tentang Sejarah dan Ekonomi 

● Baca tentang bagaimana imperium sebelumnya naik dan jatuh 

● Pahami bagaimana sistem finansial bekerja 

● Kenali tanda-tanda krisis 

2. Diversifikasi Finansial 

● Jangan hanya pegang satu mata uang 

● Asset yang real (properti, emas, bisnis) vs asset kertas 

● Spread risk Anda 

3. Investasi dalam Skill yang Universal 

● Problem solving 

● Komunikasi 

● Teknologi 

● Skill yang berguna di ekonomi mana pun 

4. Bangun Network Global 

● Hubungan internasional 

● Perspektif dari berbagai negara 

● Jangan hanya fokus pada satu geografi 

5. Stay Calm and Rational 

● Perubahan besar menakutkan 

● Tapi keputusan terbaik dibuat dengan kepala dingin 

● Panic selling, panic buying—keduanya buruk

Pertanyaan Terakhir untuk Anda: 

Ray Dalio menutup bukunya dengan pertanyaan: 

"Dalam 50 tahun, anak cucu kita akan melihat ke belakang pada era kita. Apa yang akan mereka lihat? Apakah mereka akan melihat generasi yang bijaksana mengelola transisi besar dengan damai? Atau generasi yang membiarkan arrogance dan ketakutan membawa kita ke konflik yang menghancurkan?" 

Jawabannya tergantung pada pilihan-pilihan yang kita buat hari ini. 

Sebagai individu, Anda mungkin tidak bisa mencegah changing world order. Tapi Anda bisa mempersiapkan diri dan keluarga Anda untuk thriving—bukan hanya surviving—di dunia yang berubah. 

Karena seperti yang Dalio selalu katakan: "Orang yang memahami pola sejarah tidak terkejut oleh masa depan. Mereka siap untuk itu." 

Sekarang Anda tahu polanya. Pertanyaannya: Apa yang akan Anda lakukan dengan pengetahuan ini?

 


Tentang Buku Asli 

"Principles for Dealing with the Changing World Order: Why Nations Succeed and Fail" diterbitkan pada November 2021 setelah bertahun-tahun penelitian oleh Ray Dalio dan timnya. 

Ray Dalio adalah pendiri Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia dengan aset lebih dari $150 miliar. Dia terkenal karena pendekatan "principles-based" dalam investasi dan kehidupan, yang dia tuangkan dalam bestseller sebelumnya "Principles: Life and Work." 

Buku ini unik karena: 

Data-driven: Berdasarkan analisis kuantitatif 500 tahun sejarah 

Non-partisan: Dalio tidak memihak AS atau China, hanya melihat fakta

Praktis: Tidak hanya teori, tapi actionable principles 

Dilengkapi video: Dalio membuat video animasi YouTube yang menjelaskan konsep utama (sudah ditonton puluhan juta kali) 

Untuk pemahaman lengkap dengan semua data, grafik, dan analisis mendalam tentang setiap imperium, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap esensi—tapi buku lengkap memberikan kedalaman analisis yang luar biasa. 

Sekarang Anda tahu kemana dunia sedang menuju. Bersiaplah. Adaptasi. Dan thriving di changing world order. 

"May you live in interesting times" - kutipan China kuno (yang ternyata kutukan, bukan berkat). 

Kita hidup di masa yang sangat "interesting." Tapi dengan persiapan yang tepat, kita bisa tidak hanya survive—tapi thrive. 

Selamat menavigasi changing world order.