Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
Desember 2017. Seorang teman menelepon Anda jam 11 malam.
"Bitcoin sudah $19,000! Naik 1,900% tahun ini! Kamu sudah beli belum?"
Anda bingung. Tahun lalu Bitcoin cuma $1,000. Dua tahun lalu $400. Lima tahun lalu $13.
Teman Anda sudah beli sejak harga $3,000. Investasinya naik 6x lipat dalam 6 bulan. Dia cerita tentang Ethereum yang naik lebih gila lagi. Tentang orang-orang yang jadi miliarder dari "koin digital" ini.
Tapi Anda skeptis. Bukankah ini hanya uang internet? Bukankah ini hanya untuk penjahat dan darknet? Bukankah ini gelembung yang akan pecah seperti tulip mania di tahun 1600-an?
Lalu muncul pertanyaan yang membuat Anda tidak bisa tidur:
"Bagaimana jika ini bukan gelembung? Bagaimana jika ini benar-benar masa depan uang? Dan saya melewatkannya?"
Inilah dilema setiap investor menghadapi teknologi baru yang disruptive: Risiko kehilangan kereta vs risiko naik kereta yang salah arah.
Chris Burniske dan Jack Tatar menulis "Cryptoassets" untuk menjawab pertanyaan ini dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya: tidak dengan hype, tidak dengan ketakutan—tapi dengan framework investasi yang solid.
Buku ini bukan tentang "get rich quick." Buku ini tentang memahami kelas aset baru yang mungkin akan mendefinisikan ulang sistem finansial global dalam 50 tahun ke depan.
Dan apakah Anda percaya atau tidak pada crypto, satu hal pasti: Anda perlu memahaminya.
Mari kita mulai.
Bagian 1: Apa Itu Cryptoassets—Dan Mengapa Ini Penting
Definisi yang Jelas
Pertama, mari kita hilangkan kebingungan terminologi.
Cryptocurrency adalah subset dari Cryptoasset.
Cryptoasset adalah aset digital yang:
1. Menggunakan kriptografi untuk keamanan
2. Terdesentralisasi (tidak dikontrol oleh satu entitas)
3. Beroperasi di blockchain atau teknologi distributed ledger
4. Bisa ditransfer peer-to-peer tanpa perantara
Bitcoin adalah cryptoasset. Tapi tidak semua cryptoasset adalah "mata uang" seperti Bitcoin.
Burniske dan Tatar membagi cryptoassets menjadi tiga kategori besar:
1. Cryptocurrencies (Mata Uang Kripto) Tujuan utama: menjadi medium pertukaran dan penyimpan nilai. Contoh: Bitcoin, Litecoin, Monero
2. Crypto-Commodities (Komoditas Kripto) Tujuan utama: menyediakan power komputasi terdesentralisasi. Contoh: Ethereum, NEO Analogi: Seperti minyak untuk mesin, Ether adalah bahan bakar untuk aplikasi di jaringan Ethereum.
3. Crypto-Tokens (Token Kripto) Tujuan utama: representasi digital dari aset atau utilitas di platform tertentu. Contoh: Token untuk voting, akses ke layanan, representasi saham.
Mengapa Ini Bukan Hanya "Uang Internet"
Kebanyakan orang berpikir Bitcoin = uang digital. Tapi itu hanya permukaan.
Burniske menjelaskan: "Blockchain adalah internet of value. Sama seperti internet memungkinkan kita mengirim informasi tanpa perantara, blockchain memungkinkan kita mengirim nilai tanpa perantara."
Pikirkan implikasinya:
● Transfer uang internasional tanpa bank (hemat biaya 5-15%)
● Kontrak yang eksekusi otomatis tanpa pengacara
● Kepemilikan aset digital yang tidak bisa dipalsukan
● Sistem voting yang transparan dan tidak bisa dimanipulasi
● Supply chain yang bisa dilacak dari awal sampai akhir
Ini bukan hanya tentang uang. Ini tentang trust yang terdesentralisasi.
Bagian 2: Sejarah Uang—Dari Batu ke Bitcoin
Untuk memahami mengapa cryptoassets penting, kita perlu memahami evolusi uang.
Tahap 1: Barter (50,000 SM - 9000 SM)
Anda punya kambing. Saya punya gandum. Kita tukar.
Masalahnya: Coincidence of wants—bagaimana jika saya tidak butuh kambing? Bagaimana jika kambing Anda sakit? Bagaimana kita sepakat 1 kambing = berapa kg gandum?
Tahap 2: Uang Komoditas (9000 SM - 1800-an)
Solusi: Gunakan sesuatu yang semua orang nilai. Kerang. Garam. Emas. Perak.
Emas menang karena:
● Scarce (langka—tidak bisa diproduksi sembarangan)
● Durable (tidak rusak)
● Divisible (bisa dibagi-bagi)
● Portable (bisa dibawa)
● Fungible (satu ons emas sama dengan ons emas lain)
Tahap 3: Uang Kertas dengan Backing (1800-an - 1971)
Membawa emas tidak praktis. Solusi: Bank menyimpan emas Anda, memberi Anda kertas sebagai bukti.
Kertas ini bisa ditukar kembali ke emas kapan saja. Ini adalah uang yang di-backing oleh komoditas.
Tahap 4: Fiat Currency (1971 - Sekarang)
1971, Presiden Nixon menghapus gold standard. Dolar tidak lagi bisa ditukar ke emas. Sekarang nilai uang hanya berdasarkan: kepercayaan pada pemerintah.
Pemerintah bilang kertas ini bernilai? Ya, kertas ini bernilai. Kenapa? Karena pemerintah bilang begitu dan memaksa Anda pakai untuk bayar pajak.
Ini adalah fiat—dari bahasa Latin yang berarti "let it be done" atau "biarlah terjadi."
Masalahnya: Pemerintah bisa cetak uang sebanyak yang mereka mau. Dan mereka melakukannya—terus menerus.
Sejak 1971, dolar kehilangan 85% daya belinya karena inflasi.
Tahap 5: Cryptoassets (2009 - ?)
Bitcoin datang dengan proposisi radikal: Uang yang scarce seperti emas, tapi digital dan tidak dikontrol siapa pun.
● Supply maksimal: 21 juta Bitcoin. Tidak lebih. Tidak bisa dicetak lagi.
● Tidak ada bank sentral yang mengontrol.
● Tidak ada pemerintah yang bisa menyitanya (jika Anda simpan dengan benar).
● Bisa ditransfer ke seluruh dunia dalam hitungan menit.
Apakah ini akan menjadi tahap berikutnya dalam evolusi uang? Burniske dan Tatar percaya: sangat mungkin.
Bagian 3: Framework untuk Mengevaluasi Cryptoassets
Inilah bagian terpenting buku ini. Tidak semua cryptoasset diciptakan sama. Banyak yang scam. Banyak yang akan mati. Bagaimana Anda membedakan yang bagus dari yang buruk?
Burniske dan Tatar memberikan Command Criteria—5 pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum invest:
1. Apakah Ada Kebutuhan Nyata?
Banyak cryptoassets adalah solusi mencari masalah.
Tanyakan: Masalah apa yang ini selesaikan? Apakah orang benar-benar butuh ini?
Bitcoin menyelesaikan masalah nyata: transfer nilai tanpa perantara, penyimpan nilai di negara dengan inflasi tinggi.
Ethereum menyelesaikan masalah nyata: platform untuk smart contracts dan aplikasi terdesentralisasi.
Tapi "DogeZilla" atau "MoonCoin"? Apa masalah yang mereka selesaikan? Tidak ada. Maka, tidak ada nilai jangka panjang.
2. Apakah Tim Kredibel?
Siapa yang membangun ini? Apakah mereka punya track record? Apakah mereka transparan? Red flags:
● Tim anonim tanpa alasan kuat
● Tidak ada GitHub activity (untuk proyek open-source)
● Banyak janji tapi tidak ada execution
● Whitepaper yang copy-paste dari proyek lain
3. Apakah Ada Komunitas yang Kuat?
Teknologi tidak cukup. Anda butuh komunitas yang percaya dan berkontribusi. Indikator komunitas kuat:
● Developer aktif berkontribusi kode
● User yang mengadopsi teknologi
● Ekosistem aplikasi yang dibangun di atasnya
● Diskusi konstruktif (bukan hanya hype)
Bitcoin dan Ethereum punya komunitas terkuat. Ini bukan kebetulan—ini adalah moat mereka.
4. Apakah Token Benar-Benar Diperlukan?
Banyak proyek menciptakan token hanya untuk fundraising—tapi tidak ada alasan teknologi mengapa token itu perlu exist.
Pertanyaan kritis: Apakah sistem ini bekerja lebih baik dengan token? Atau token hanya fundraising gimmick?
Jika perusahaan bisa melakukan hal yang sama tanpa token, maka token tidak punya nilai fundamental.
5. Apakah Ada Distribusi yang Adil?
Jika 90% supply dikuasai founder atau insider, ini red flag besar.
Mereka bisa dump dan crash harga kapan saja. Plus, tidak ada desentralisasi sejati jika sebagian kecil orang kontrol mayoritas supply.
Bagian 4: Valuasi Cryptoassets—Lebih Sulit dari Saham
Bagaimana Anda menilai sesuatu yang tidak punya earning? Tidak punya dividen? Tidak punya cash flow?
Burniske mengembangkan framework yang disebutnya Crypto-Asset Valuation (CAV)—yang kemudian menjadi standard di industri.
Equation of Exchange
MV = PQ
Di mana:
● M = Monetary base (berapa banyak token beredar)
● V = Velocity (berapa kali token berpindah tangan per tahun)
● P = Harga barang/jasa
● Q = Quantity barang/jasa yang dibeli dengan token
Dari sini, kita bisa estimasi: Berapa nilai token yang diperlukan untuk ekonomi ini berfungsi?
Contoh Sederhana:
Misalkan ada platform decentralized storage seperti Filecoin. Estimasi pasar cloud storage global = $50 miliar per tahun.
Jika Filecoin menangkap 1% pasar = $500 juta transaction value per tahun.
Jika velocity token = 5 (token berpindah tangan 5x per tahun).
Maka: M = PQ / V = $500 juta / 5 = $100 juta market cap yang justified.
Jika total supply 100 juta token, maka harga per token = $1.
Jika current market cap sudah $500 juta? Overvalued.
Jika current market cap baru $20 juta? Potentially undervalued.
Tentu saja, ini simplifikasi. Tapi ini memberikan anchor untuk penilaian Anda.
Bagian 5: Strategi Portfolio—Berapa Alokasi yang Masuk Akal?
Burniske dan Tatar tidak menyarankan "all-in" ke crypto. Mereka menyarankan alokasi yang prudent.
Prinsip 1: Cryptoassets sebagai Diversifier
Cryptoassets punya korelasi rendah dengan aset tradisional (saham, obligasi, emas). Artinya ketika pasar saham crash, crypto tidak selalu ikut crash—dan vice versa.
Ini membuat crypto menjadi diversifier yang baik dalam portfolio.
Prinsip 2: Risk-Adjusted Allocation
Mereka menyarankan: 1-10% dari total portfolio untuk cryptoassets, tergantung risk tolerance Anda.
● Risk averse? 1-3%
● Moderate? 3-5%
● Aggressive? 5-10%
Mengapa tidak lebih? Karena volatilitas ekstrem. Bitcoin bisa turun 80% dalam setahun.
Tapi bahkan alokasi kecil bisa membuat perbedaan besar. Jika crypto naik 10x, alokasi 5% jadi 50% portfolio Anda.
Prinsip 3: Diversifikasi dalam Crypto
Jangan hanya Bitcoin. Diversifikasi di berbagai kategori:
● 40-60% di large cap (Bitcoin, Ethereum)
● 20-30% di mid cap (proyek established dengan use case jelas)
● 10-20% di small cap / speculative (high risk, high reward)
Prinsip 4: Rebalancing
Karena volatilitas tinggi, crypto allocation bisa membengkak atau menyusut drastis.
Set rule: Jika crypto naik sampai >15% portfolio, jual sebagian dan rebalance. Jika turun <3%, beli lebih banyak.
Ini memaksa Anda sell high, buy low—yang psychologically sulit tapi mathematically optimal.
Bagian 6: Risiko dan Cara Mitigasinya
Burniske dan Tatar sangat jelas: Cryptoassets adalah investasi berisiko tinggi.
Risiko #1: Volatilitas Ekstrem
Bitcoin bisa naik 100% dalam sebulan, lalu turun 50% bulan berikutnya.
Mitigasi:
● Invest hanya uang yang bisa Anda afford untuk hilang
● Dollar-cost averaging—beli jumlah tetap setiap bulan, apapun harganya
● Jangan lihat harga setiap hari (seriously, ini akan drive you crazy)
Risiko #2: Regulasi
Pemerintah bisa melarang crypto. China sudah lakukan beberapa kali. Banyak negara masih grey area.
Mitigasi:
● Diversifikasi geografis—invest di proyek yang compliant dengan berbagai jurisdiksi
● Stay informed tentang perkembangan regulasi
● Siapkan mental bahwa ini bisa dilarang (meskipun unlikely given global adoption)
Risiko #3: Security/Hacking
Exchange bisa di-hack. Mt. Gox kehilangan 850,000 Bitcoin. Ribuan exchange kecil scam atau hilang.
Mitigasi:
● Not your keys, not your coins—jangan simpan crypto di exchange jangka panjang
● Gunakan hardware wallet untuk holding jangka panjang
● Diversifikasi storage—jangan taruh semua di satu tempat
● Enable two-factor authentication di semua akun
Risiko #4: Losing Your Keys
Jika Anda lupa password atau hilang hardware wallet, crypto Anda hilang selamanya. Tidak ada customer service yang bisa help.
Mitigasi:
● Backup recovery phrases di beberapa lokasi aman (fireproof safe, bank deposit box)
● Jangan simpan recovery phrase digital (email, cloud, dll)—selalu paper
● Pertimbangkan multi-signature wallet untuk jumlah besar
Risiko #5: Proyek Gagal
90% cryptoassets akan mati. Seperti 90% startup gagal.
Mitigasi:
● Diversifikasi (sudah dibahas)
● Invest di proyek dengan fundamental kuat dan use case jelas
● Regularly review portfolio—jangan fall in love dengan investment Anda
Bagian 7: Praktik—Cara Mulai Investasi
Langkah 1: Edukasi Diri
Jangan invest sebelum Anda understand dasar-dasarnya. Baca whitepaper Bitcoin. Pahami cara kerja blockchain. Mainkan dengan small amount dulu.
Langkah 2: Pilih Exchange
Untuk pemula, gunakan exchange yang regulated dan user-friendly:
● Coinbase (US)
● Binance (global)
● Kraken (US/Europe)
Di Indonesia: Indodax, Tokocrypto, Pintu.
Langkah 3: Mulai Kecil
Jangan langsung masuk dengan life savings. Mulai dengan jumlah yang jika hilang, tidak akan ruin hidup Anda.
Mungkin 1-2% dari net worth Anda. Rasakan volatilitas. Pelajari cara kerja wallet dan transfer.
Langkah 4: Setup Storage yang Aman
Untuk holding jangka panjang:
1. Beli hardware wallet (Ledger, Trezor)
2. Transfer crypto dari exchange ke wallet
3. Backup recovery phrase di 2-3 tempat aman
4. Test recovery process dengan small amount
Langkah 5: Plan Jangka Panjang
Crypto bukan get-rich-quick. Ini adalah investasi jangka panjang dalam teknologi yang mungkin mengubah dunia.
Set expectation:
● Holding period minimum: 3-5 tahun
● Siap mental untuk volatilitas ekstrem
● Rebalance secara berkala
● Jangan panic sell ketika crash
Bagian 8: Masa Depan Cryptoassets
Burniske dan Tatar menutup dengan visi masa depan.
Skenario Bull: Crypto Menjadi Mainstream
● Central banks adopt blockchain technology
● Bitcoin menjadi "digital gold"—store of value global
● Smart contracts menggantikan banyak pekerjaan legal dan administratif
● Tokenization memungkinkan fractional ownership dari real estate, art, IP
● Identitas digital terdesentralisasi menggantikan password dan KYC
● Supply chain fully transparent menggunakan blockchain
Dalam skenario ini, cryptoassets bisa menjadi kelas aset sebesar real estate atau bahkan equities.
Skenario Bear: Crypto Tetap Niche
● Pemerintah crackdown dan regulasi ketat membatasi adopsi
● Skalabilitas dan UX tidak pernah solved
● Institusi tidak adopt karena volatilitas
● Crypto tetap exist tapi hanya untuk use case spesifik (remittance, darknet, dll)
Dalam skenario ini, crypto tetap valuable untuk niche market, tapi tidak ubah dunia.
Mana yang Lebih Likely?
Burniske dan Tatar percaya: Somewhere in between.
Crypto tidak akan menggantikan fiat currency sepenuhnya. Tapi crypto akan menjadi bagian penting dari sistem finansial global—untuk settlement internasional, store of value, smart contracts, dan tokenization.
Dan jika mereka benar, alokasi kecil hari ini bisa sangat berharga 10-20 tahun dari sekarang.
Penutup: Invest in the Future, But Protect the Present
Burniske dan Tatar menulis buku ini bukan untuk membuat Anda FOMO. Mereka menulis untuk memberikan framework sober dan rational untuk evaluate teknologi yang penuh hype.
Tiga Pelajaran Utama:
1. Cryptoassets adalah kelas aset yang sah—tapi masih sangat muda dan berisiko.
Seperti investing di internet di tahun 1995. Banyak yang akan gagal. Tapi beberapa akan mengubah dunia. Dan jika Anda bisa identify yang mana, return-nya luar biasa.
2. Evaluasi dengan ketat, invest dengan disiplin.
Jangan invest karena FOMO atau karena teman Anda dapat untung. Invest karena Anda understand fundamental value dan believe di teknologi.
Gunakan framework yang solid. Set allocation yang masuk akal. Rebalance secara teratur.
3. Prepare for volatility—mental dan finansial.
Crypto bukan untuk faint of heart. Anda akan lihat portfolio Anda naik 3x dalam sebulan, lalu turun 60% bulan berikutnya.
Jika Anda tidak bisa handle roller coaster ini, jangan invest. Atau invest jumlah yang sangat kecil sehingga volatilitas tidak affect kehidupan Anda.
Pertanyaan untuk Anda:
Burniske menutup dengan pertanyaan powerful:
"Jika Anda punya mesin waktu dan kembali ke tahun 1995, apakah Anda akan invest di internet? Di Amazon? Di Google?"
Tentu saja. Dengan hindsight, itu obvious.
"Sekarang bayangkan Anda di tahun 2035 melihat kembali ke 2017-2025. Apakah Anda akan berharap Anda invest di cryptoassets?"
Tidak ada yang tahu pasti. Tapi Burniske dan Tatar berargumen: Probabilitas crypto menjadi part of future financial system sangat tinggi.
Dan jika itu terjadi, alokasi kecil hari ini—didisiplinkan dengan risk management yang baik—bisa menjadi salah satu keputusan investasi terbaik dalam hidup Anda.
Jadi pertanyaannya bukan: "Apakah crypto akan moon?"
Pertanyaannya adalah: "Berapa persen saya percaya teknologi ini akan mengubah masa depan? Dan berapa persen portfolio yang masuk akal untuk allocate berdasarkan conviction level itu?"
Jawab pertanyaan itu dengan jujur. Lalu bertindak sesuai conviction Anda—dengan disiplin, dengan manajemen risiko, dan dengan time horizon yang panjang.
Karena seperti kata Warren Buffett: "The stock market is a device for transferring money from the impatient to the patient."
Dan dalam crypto, prinsip itu 10x lebih berlaku.
Selamat berinvestasi—dengan bijaksana.
Tentang Buku Asli
"Cryptoassets: The Innovative Investor's Guide To Bitcoin And Beyond" diterbitkan tahun 2017 oleh McGraw-Hill Education.
Chris Burniske adalah partner di Placeholder VC dan sebelumnya adalah blockchain products lead di ARK Invest. Dia adalah salah satu analis pertama di Wall Street yang serius mempelajari cryptoassets sebagai kelas aset investasi.
Jack Tatar adalah penulis beberapa buku investasi dan pendiri GEM Research Solutions.
Buku ini ditulis ketika Bitcoin sekitar $1,000-$4,000 (naik ke $19,000 di akhir 2017, lalu crash ke $3,000 di 2018, lalu rally ke $60,000+ di 2021, crash lagi, dst).
Meskipun banyak hal berubah sejak 2017 (DeFi boom, NFT mania, regulasi lebih jelas, institutional adoption), prinsip-prinsip fundamental dalam buku ini tetap relevant:
● Evaluasi fundamental value, bukan hype
● Diversifikasi dan risk management
● Long-term mindset
● Understanding teknologi sebelum invest
Untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang valuasi crypto, analisis teknikal lebih detail, dan lebih banyak case studies, sangat disarankan membaca buku aslinya.
Ringkasan ini menangkap esensi framework—tapi buku lengkap memberikan mathematical models, Excel templates untuk valuasi, dan puluhan contoh evaluasi proyek konkret.
Sekarang Anda punya framework. Gunakan dengan bijaksana. Do your own research. Dan jangan pernah invest lebih dari yang Anda bisa afford untuk lose.
The future is being built. Whether you participate is up to you.