Middlemarch

George Eliot


Kota Kecil, Kehidupan Besar 

Bayangkan sebuah kota kecil di pedalaman Inggris tahun 1830-an. Semua orang mengenal semua orang. Tidak ada rahasia yang bisa disimpan. Setiap pilihan yang Anda buat—siapa yang Anda nikahi, pekerjaan apa yang Anda ambil, berapa banyak hutang yang Anda punya—akan dibicarakan di kedai teh, di gereja, di pasar. 

Di kota ini, ada seorang wanita muda cantik bernama Dorothea Brooke yang ingin mengubah dunia. Dia membaca buku-buku filsafat, memikirkan reformasi sosial, dan bermimpi melakukan sesuatu yang berarti. 

Tapi dia hidup di era di mana wanita cerdas dianggap aneh, ambisi dianggap tidak sopan, dan satu-satnya jalan "terhormat" bagi wanita adalah menikah dengan baik. 

Jadi Dorothea membuat keputusan yang akan mengubah hidupnya: dia menikah dengan seorang pria dua kali usianya yang dia pikir adalah cendekiawan brilian—tapi sebenarnya adalah akademisi gagal yang pahit dan cemburu. 

Di sisi lain kota, ada dokter muda bernama Tertius Lydgate yang datang dengan visi modern tentang kedokteran. Dia ingin mereformasi rumah sakit, menggunakan metode ilmiah baru, mengubah cara orang dirawat. 

Tapi dia membuat kesalahan fatal: dia menikahi wanita cantik yang menawan yang ternyata materialistis, egois, dan tidak peduli pada visinya—hanya pada status sosial dan barang mewah. 

Ini adalah kisah tentang bagaimana pilihan yang tampaknya kecil—siapa yang kita nikahi, hutang apa yang kita ambil, prinsip apa yang kita korbankan—pada akhirnya membentuk seluruh kehidupan kita. 

Selamat datang di Middlemarch. Kota kecil dengan pelajaran besar.

 


Bagian 1: Dorothea—Idealis yang Salah Memilih

Wanita yang Terlalu Serius untuk Zamannya 

Dorothea Brooke berusia 19 tahun, cantik, kaya, dan sangat tidak biasa untuk zamannya. 

Sementara wanita muda lain bermimpi tentang gaun dan pesta, Dorothea bermimpi tentang membangun rumah baru untuk para petani, meningkatkan drainase tanah, dan membaca teks-teks teologi Latin. 

Adiknya, Celia, adalah kebalikannya—praktis, realistis, puas dengan kehidupan sederhana. "Kamu terlalu serius, Dodo," keluhnya. 

Dorothea memiliki dua pelamar: 

1. Sir James Chettam - pria muda kaya, baik hati, yang mencintainya dengan tulus

2. Edward Casaubon - pria berusia 45 tahun, pendeta-cendekiawan yang bekerja pada "Key to All Mythologies"—sebuah proyek akademis yang akan, katanya, mengungkap kebenaran universal 

Semua orang berpikir Dorothea akan memilih Sir James. Dia muda, tampan, baik, dan mencintainya. 

Tapi Dorothea memilih Casaubon. 

Mengapa? Karena dia pikir dengan menikahi Casaubon, dia bisa menjadi bagian dari sesuatu yang besar—membantu pria jenius menyelesaikan karya agung yang akan mengubah dunia. 

Semua orang di Middlemarch bingung. Sir James hancur. Tapi Dorothea yakin dia membuat pilihan mulia. 

Pernikahan adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. 

Bulan Madu di Roma—Bangun dari Mimpi 

Selama bulan madu di Roma—kota paling indah di dunia—Dorothea menyadari kebenaran yang mengerikan: 

Casaubon bukan jenius. Dia akademisi gagal yang terlalu bangga untuk mengakuinya. 

"Key to All Mythologies" yang dia kerjakan selama puluhan tahun adalah proyek yang tidak akan pernah selesai. Metodenya ketinggalan zaman. Penelitiannya dangkal. Dia tahu ini, dan karena itu dia pahit, cemburu, dan tidak bisa menerima kritik.

Lebih buruk lagi: dia tidak mencintai Dorothea sebagai manusia. Dia menikah dengannya karena dia butuh asisten untuk proyek bodohnya, dan mungkin karena ego—memiliki istri muda dan cantik membuat pria tua merasa penting. 

Dorothea terjebak. Di era Victoria, tidak ada perceraian. Pernikahan adalah penjara seumur hidup. 

Tapi kemudian sesuatu terjadi: dia bertemu Will Ladislaw—sepupu muda Casaubon yang artistik, bersemangat, dan benar-benar melihat Dorothea sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai asisten atau hiasan. 

Mereka tidak melakukan apa-apa yang tidak pantas. Tapi ada koneksi. Dan Casaubon—cemburu dan paranoid—menyadarinya. 

Завещание yang Kejam 

Casaubon mati karena serangan jantung (dokternya, Lydgate, sudah memperingatkannya). Tapi sebelum mati, dia meninggalkan завещание dengan klausul kejam: 

Jika Dorothea menikahi Will Ladislaw, dia kehilangan semua warisan. 

Ini adalah kontrol dari kubur. Bahkan setelah mati, Casaubon mencoba memenjarakan Dorothea. 

Tapi inilah kekuatan Dorothea: ketika dia harus memilih antara uang dan cinta, antara status dan kebahagiaan—dia memilih kebahagiaan. 

Dia menikahi Will. Kehilangan kekayaannya. Menjadi Mrs. Ladislaw biasa, bukan Lady Dorothea yang kaya. 

Masyarakat Middlemarch terkejut. Keluarganya kecewa. Tapi untuk pertama kalinya, Dorothea membuat pilihan untuk dirinya sendiri—bukan untuk kemuliaan, bukan untuk tujuan besar, tapi untuk cinta sederhana.

 


Bagian 2: Lydgate—Dokter Visioner yang Jatuh

Pria dengan Misi 

Tertius Lydgate tiba di Middlemarch dengan visi besar: dia akan mereformasi praktik medis di kota kecil ini. 

Dia seorang dokter muda yang cemerlang dari London, terlatih dalam metode ilmiah terbaru. Dia percaya pada penelitian, pada pemahaman penyebab penyakit, pada rumah sakit modern yang dikelola dengan baik. 

Di Middlemarch, kedokteran masih primitif. Dokter-dokter tua seperti Dr. Wrench dan Dr. Minchin memberikan resep tanpa diagnosis, mempercayai teori usang, dan yang terburuk—mereka punya konflik kepentingan dengan apoteker yang menjual obat. 

Lydgate ingin mengubah semua itu. Dan dia memulai dengan menjadi direktur medis rumah sakit baru yang didanai oleh bankir kota, Nicholas Bulstrode. 

Tapi Lydgate membuat dua kesalahan fatal yang akan menghancurkan visinya.

Kesalahan Pertama: Rosamond Vincy 

Lydgate jatuh cinta—atau lebih tepatnya, terpesona—dengan Rosamond Vincy, putri walikota yang cantik, anggun, dan sangat kultivatif. 

Rosamond adalah produk sempurna dari pendidikan wanita era Victoria: dia bisa bermain piano dengan indah, berbicara dengan sopan, dan terlihat sempurna di setiap kesempatan sosial. 

Tapi di balik penampilan sempurna itu, Rosamond egois, manipulatif, dan tidak punya kedalaman emosional. 

Dia tidak menikahi Lydgate karena cinta. Dia menikah karena dia pikir dokter dari London akan memberinya kehidupan glamor yang dia impikan—pesta, gaun cantik, rumah megah, status tinggi. 

Ketika realitas datang—bahwa dokter muda yang idealis tidak punya uang banyak, bahwa visi medis tidak menghasilkan profit cepat—Rosamond tidak peduli. Dia menginginkan gaya hidup yang dia pikir pantas dia terima. 

Kesalahan Kedua: Hutang 

Untuk membuat Rosamond bahagia, Lydgate mulai hidup di luar kemampuannya. Rumah yang terlalu besar. Furniture mahal. Gaun untuk Rosamond. Pesta untuk menjaga status sosial. 

Hutang menumpuk.

Lydgate mencoba berbicara dengan Rosamond tentang berhemat. Dia menolak. Dia bahkan menolak ide untuk pindah ke rumah yang lebih kecil karena "apa yang akan orang pikirkan?" 

Yang lebih buruk: ketika Lydgate mencoba mengurangi pengeluaran, Rosamond diam-diam terus berbelanja dan membuat hutang baru tanpa memberitahunya. 

Lydgate terjebak. Dia tidak bisa fokus pada penelitian medisnya karena tenggelam dalam masalah keuangan. Dia terpaksa mengambil lebih banyak pasien kaya (yang dia tidak peduli) dan mengabaikan visi reformasinya. 

Jatuhnya Reputasi 

Ketika skandal Bulstrode meledak (bankir yang mendanai rumah sakit ternyata punya masa lalu kriminal), Lydgate ikut tercoreng karena asosiasi. 

Rumor menyebar: Lydgate mungkin menerima suap. Mungkin dia membiarkan pasien mati untuk melindungi Bulstrode. Masyarakat Middlemarch—yang sudah curiga pada dokter "terlalu modern" ini—berbalik menentangnya. 

Pasiennya berkurang. Hutangnya membengkak. Reputasinya hancur. 

Pada akhirnya, Lydgate meninggalkan Middlemarch—bukan sebagai reformator medis yang dia impikan, tapi sebagai dokter biasa yang melayani orang kaya di resort mewah, tidak bahagia, terjebak dalam pernikahan yang kosong. 

Visinya mati. Ambisinya mati. Dan semua dimulai dari dua kesalahan sederhana: menikahi wanita yang salah dan hidup di luar kemampuannya.

 


Bagian 3: Fred Vincy—Pemuda Boros yang Tumbuh Dewasa 

Anak Manja yang Harus Belajar 

Fred Vincy, adik Rosamond, adalah kebalikan dari Lydgate—dia tidak punya ambisi besar atau visi mulia. Dia hanya anak manja dari keluarga kaya yang mengharapkan warisan dan hidup mudah. 

Fred dijamin akan mewarisi kekayaan dari pamannya yang kaya, Mr. Featherstone. Jadi mengapa repot-repot bekerja keras? Mengapa repot-repot serius dengan karir? 

Dia berjudi. Membuat hutang. Gagal di universitas. Hidup dengan harapan uang yang akan datang. 

Tapi ada satu orang yang percaya dia bisa lebih baik: Mary Garth. 

Mary Garth—Wanita yang Tidak Akan Menerima yang Kurang 

Mary adalah putri keluarga miskin tapi terhormat. Dia tidak cantik seperti Rosamond. Dia tidak punya pendidikan yang mewah. Tapi dia punya sesuatu yang jauh lebih berharga: karakter yang solid dan kejujuran yang tidak tergoyahkan. 

Mary mencintai Fred sejak kecil. Tapi dia menolak untuk menikah dengannya sampai dia membuktikan bahwa dia layak—bahwa dia bisa bekerja keras, bertanggung jawab, dan berhenti berharap pada warisan. 

"Saya tidak akan menikahi pria yang tidak bisa mencari nafkah sendiri," katanya dengan tegas.

Momen Kebenaran 

Ketika Mr. Featherstone sekarat, dia menawarkan Fred kesempatan terakhir untuk mewarisi kekayaannya—tapi dengan syarat Fred harus menghancurkan завещание yang sudah ada dan menggantikannya dengan завещание baru yang menguntungkan Fred. 

Featherstone memberikan завещание itu kepada Mary Garth (yang merawatnya di hari-hari terakhir) dan memintanya memberikannya kepada Fred untuk dibakar. 

Ini adalah ujian moral. 

Jika Mary memberikan завещание itu ke Fred, dia akan kaya—dan mereka bisa menikah tanpa masalah keuangan. 

Jika Mary menolak, Fred akan kehilangan warisan—tapi melakukan hal yang benar.

Mary memilih yang benar. Dia menolak membakar завещание. 

Featherstone mati. Завещание yang asli dibaca: dia meninggalkan kekayaannya bukan kepada keluarga, tapi kepada anak haram rahasianya yang tidak ada yang tahu. 

Fred tidak mendapat apa-apa. 

Transformasi 

Kehilangan warisan adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada Fred. 

Dia terpaksa tumbuh dewasa. Dia belajar pertanian dari ayah Mary. Dia bekerja keras. Dia membuktikan bahwa dia bisa bertanggung jawab. 

Dan pada akhirnya, Mary setuju menikah dengannya—bukan karena dia kaya, tapi karena dia menjadi pria yang layak. 

Fred Vincy yang di awal cerita adalah pemuda boros dan malas, di akhir cerita menjadi petani yang bahagia dan bertanggung jawab. 

Transformasinya menunjukkan: kegagalan kadang adalah awal kesuksesan sejati.

 


Bagian 4: Bulstrode—Munafik yang Masa Lalunya Menyusul 

Pria Paling Religius di Kota 

Nicholas Bulstrode adalah bankir terkaya dan paling religius di Middlemarch. 

Dia mendanai gereja. Dia berbicara tentang Providence (kehendak Tuhan). Dia mendukung rumah sakit. Dia tampak sebagai pilar moral masyarakat. 

Tapi di balik kesalehan publiknya, ada rahasia gelap. 

Masa Lalu yang Tersembunyi 

Bertahun-tahun lalu, Bulstrode bekerja untuk seorang fence (penerima barang curian) di London. Bosnya meninggal, meninggalkan janda kaya—yang kemudian menikah dengan Bulstrode. 

Tapi ada anak perempuan dari pernikahan pertama janda itu yang hilang. Jika anak itu ditemukan, dia berhak atas sebagian besar warisan. 

Bulstrode mengetahui di mana anak perempuan itu—tapi dia menyembunyikan informasi ini. Dia membiarkan janda percaya anaknya sudah mati, sehingga dia (Bulstrode) mewarisi semua kekayaan. 

Dengan uang curian ini, dia pindah ke Middlemarch, mulai hidup baru sebagai bankir terhormat dan Kristen saleh. 

Rafles—Hantu dari Masa Lalu 

Suatu hari, seorang pria bernama Rafles muncul—pria yang tahu rahasia Bulstrode. 

Rafles adalah pemabuk, penipu, dan pemeras. Dia mengancam akan mengungkap masa lalu Bulstrode kecuali dia dibayar. 

Bulstrode membayarnya, berulang kali. Tapi Rafles terus kembali, seperti hantu yang tidak bisa diusir. 

Keputusan yang Membunuh 

Akhirnya, Rafles jatuh sakit parah. Dia dirawat oleh Lydgate, yang memberikan instruksi ketat: jangan berikan alkohol, bisa membunuhnya.

Tapi Bulstrode—yang merawat Rafles di rumahnya—memberikan alkohol. Tidak secara langsung membunuh, tapi membiarkan housekeeper-nya memberikan alkohol meskipun tahu itu dilarang. 

Rafles mati. 

Bulstrode mendapatkan apa yang dia inginkan: rahasia terkubur bersama Rafles. 

Tapi Lydgate mencurigai sesuatu. Masyarakat mencurigai sesuatu. Dan akhirnya, kebenaran keluar—bukan hanya tentang kematian Rafles, tapi tentang seluruh masa lalu kriminal Bulstrode. 

Pengasingan Sosial 

Middlemarch menolak Bulstrode. Dia diusir dari komite rumah sakit. Tidak ada yang mau berbicara dengannya. Bisnis banknya runtuh. 

Pria yang paling dihormati di kota menjadi paria. 

Tapi ada satu orang yang tetap bersamanya: istrinya, Mrs. Bulstrode. 

Dia tidak tahu apa-apa tentang masa lalu suaminya. Ketika dia mengetahui kebenaran, dia hancur—bukan hanya karena kejahatan suaminya, tapi karena seluruh hidupnya dibangun di atas kebohongan. 

Tapi dia membuat pilihan luar biasa: dia tetap bersamanya. 

Bukan karena dia memaafkan kejahatannya. Bukan karena dia membenarkan tindakannya. Tapi karena dia istrinya, dan dalam saat paling gelap, dia tidak akan meninggalkannya. 

Mereka meninggalkan Middlemarch dalam pengasingan—pria yang jatuh dan wanita yang memilih setia meskipun dihancurkan.

 


Bagian 5: Web Kehidupan—Semua Terhubung

Gossip sebagai Kekuatan Destruktif 

Salah satu tema paling kuat dalam Middlemarch adalah bagaimana gossip dan opini publik membentuk—dan menghancurkan—kehidupan. 

Ketika Lydgate dituduh menerima suap dari Bulstrode, tidak ada bukti keras. Hanya rumor. Tapi rumor cukup untuk menghancurkan reputasinya. 

Ketika Dorothea memilih menikahi Will Ladislaw—pria miskin—masyarakat berbicara dengan ngeri. "Dia merendahkan dirinya." "Dia membuang masa depannya." 

Ketika Fred Vincy berjudi dan berutang, nama keluarga Vincy tercoreng—mempengaruhi bahkan adiknya yang tidak ada hubungan. 

George Eliot menunjukkan bahwa di kota kecil, tidak ada yang benar-benar independen. Setiap tindakan memiliki riak yang mempengaruhi orang lain. 

Pilihan Kecil, Konsekuensi Besar 

Novel ini juga tentang bagaimana keputusan yang tampaknya kecil membentuk seluruh kehidupan kita. 

Dorothea memilih menikahi Casaubon karena dia pikir itu pilihan mulia—dan hampir hancur karenanya. 

Lydgate memilih menikahi Rosamond karena dia cantik—dan kehilangan seluruh visinya.

Fred memilih untuk berjudi dan berharap pada warisan—dan hampir kehilangan Mary. 

Bulstrode memilih untuk menyembunyikan kebenaran puluhan tahun lalu—dan akhirnya terungkap. 

Tidak ada pilihan yang netral. Setiap keputusan mengarah ke suatu tempat.

 


Penutup: Kehidupan yang Tidak Heroik 

Akhir yang Realistis, Bukan Sempurna 

Di akhir novel, tidak semua orang mendapat akhir yang bahagia: 

Dorothea menikahi Will dan bahagia—tapi dia kehilangan kekayaan dan status. Dia tidak mengubah dunia seperti yang dia impikan. Dia hidup sebagai istri anggota parlemen biasa, melakukan pekerjaan kecil yang tidak akan diingat sejarah. 

Lydgate meninggalkan Middlemarch sebagai pria yang hancur. Visinya tentang reformasi medis mati. Dia hidup nyaman tapi tidak bahagia, terjebak dengan Rosamond sampai dia mati muda karena penyakit. 

Fred dan Mary bahagia dalam kehidupan sederhana sebagai petani. Tidak ada kemewahan, tapi ada cinta dan stabilitas. 

Bulstrode diasingkan, tapi istrinya tetap bersamanya—hubungan yang rusak tapi tidak putus.

"The Growing Good of the World" 

George Eliot menutup novel dengan kalimat yang indah dan melankolis: 

"Kebaikan yang tumbuh di dunia sebagian bergantung pada tindakan-tindakan tidak heroik; dan bahwa keadaan Anda dan saya tidak terlalu buruk seperti yang seharusnya, sebagian berkat mereka yang hidup dengan setia dalam kehidupan tersembunyi dan beristirahat di kuburan yang tidak dikunjungi." 

Artinya: tidak semua orang harus menjadi pahlawan besar untuk membuat perbedaan. 

Dorothea tidak mengubah dunia. Tapi dia baik kepada orang-orang di sekitarnya. Dia membuat keputusan berprinsip. Dia hidup dengan integritas. 

Mary Garth tidak terkenal. Tapi dia menjadi kompas moral bagi Fred, dan melalui itu, mempengaruhi generasi berikutnya. 

Lydgate gagal dalam visi besarnya. Tapi dia tetap merawat pasien dengan baik sampai hari terakhir praktiknya. 

Kehidupan yang tidak heroik masih penting. Tindakan kecil yang baik masih bermakna.

 


Pelajaran untuk Hidup Kita 

1. Pilih Pasangan dengan Bijaksana—Pernikahan Membentuk Takdir 

Dorothea menikahi Casaubon dan hampir hancur. Lydgate menikahi Rosamond dan kehilangan segalanya. Fred mengejar Mary dan menjadi lebih baik. 

Pelajaran: Tidak ada keputusan yang lebih penting daripada siapa yang Anda nikahi. Pasangan yang salah bisa menghancurkan visi terbesar Anda. Pasangan yang tepat bisa membuat kehidupan biasa menjadi luar biasa. 

2. Hutang adalah Penjara 

Lydgate yang visioner menjadi budak hutang karena gaya hidup yang tidak bisa dia tanggung. 

Pelajaran: Hidup di luar kemampuan menghancurkan kebebasan. Kemewahan yang dibayar dengan hutang adalah ilusi. 

3. Idealisme Butuh Realisme 

Dorothea ingin mengubah dunia tapi tidak realistis tentang bagaimana dunia bekerja. Lydgate ingin mereformasi kedokteran tapi tidak menyadari politik dan uang yang terlibat. 

Pelajaran: Idealisme tanpa pemahaman realitas berakhir dengan kekecewaan. Visi besar butuh strategi praktis. 

4. Masa Lalu Akan Menyusul 

Bulstrode berpikir dia bisa melarikan diri dari masa lalunya. Dia tidak bisa. 

Pelajaran: Rahasia dan dosa masa lalu cepat atau lambat terungkap. Hidup dibangun di atas kebohongan tidak berkelanjutan. 

5. Gossip Membunuh—Berhati-hatilah dengan Opini Publik

Di Middlemarch, rumor menghancurkan reputasi lebih cepat daripada kenyataan. 

Pelajaran: Di era media sosial, ini lebih relevan dari sebelumnya. Opini publik bisa membangun atau menghancurkan. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda bagikan, dan lebih berhati-hati dengan apa yang Anda percaya tentang orang lain. 

6. Karakter Lebih Penting daripada Kecantikan atau Status 

Mary Garth tidak cantik atau kaya, tapi karakternya membuat Fred menjadi pria yang lebih baik. Rosamond cantik dan kultivatif, tapi egonya menghancurkan Lydgate.

Pelajaran: Cari pasangan berdasarkan karakter, bukan penampilan atau status. Kecantikan memudar. Karakter bertahan. 

7. Kegagalan Bisa Jadi Berkah Tersembunyi 

Fred kehilangan warisan—hal terbaik yang pernah terjadi padanya. Itu memaksanya tumbuh dewasa. 

Pelajaran: Kadang apa yang kita pikir kegagalan adalah awal transformasi sejati.

 


Pertanyaan untuk Anda 

George Eliot menulis Middlemarch lebih dari 150 tahun lalu. Tapi pertanyaannya masih relevan hari ini: 

● Apakah Anda menikahi seseorang karena alasan yang tepat? Atau karena tekanan sosial, penampilan, status? 

● Apakah Anda hidup di luar kemampuan Anda? Apakah Anda budak dari hutang untuk menjaga penampilan? 

● Apakah idealisme Anda realistis? Atau Anda seperti Dorothea dan Lydgate—punya visi besar tapi tidak mempertimbangkan realitas? 

● Apakah ada masa lalu yang Anda sembunyikan yang suatu hari bisa menghancurkan Anda seperti Bulstrode? 

● Apakah Anda terlalu peduli dengan gossip dan opini publik? Seperti masyarakat Middlemarch yang hidup berdasarkan apa yang "orang pikirkan"? 

Middlemarch adalah cermin. Lihatlah ke dalamnya dengan jujur.

 


Tentang Buku Asli 

"Middlemarch: A Study of Provincial Life" diterbitkan tahun 1871-1872 dalam delapan bagian. Penulis menggunakan nama pena "George Eliot"—nama aslinya adalah Mary Ann Evans. 

Di era Victoria, wanita penulis tidak dianggap serius, jadi dia menggunakan nama laki-laki. Ironi yang tragis: novel tentang wanita yang dibatasi oleh masyarakat ditulis oleh wanita yang harus menyembunyikan identitasnya. 

Middlemarch sering disebut salah satu novel terbesar dalam bahasa Inggris. Virginia Woolf menyebutnya "satu dari sedikit novel Inggris yang ditulis untuk orang dewasa." 

Novel ini panjang—sekitar 900 halaman dalam edisi modern. Tapi setiap halaman penuh dengan pengamatan tajam tentang sifat manusia, masyarakat, dan konsekuensi dari pilihan kita. 

Untuk benar-benar memahami kedalaman karakterisasi dan kompleksitas web kehidupan yang Eliot ciptakan, Anda harus membaca buku aslinya. Ringkasan ini hanya memberikan esensi—buku lengkapnya adalah pengalaman yang mengubah cara Anda melihat kehidupan Anda sendiri. 

Sekarang pergilah dan renungkan: pilihan apa yang Anda buat hari ini yang akan membentuk siapa Anda sepuluh tahun dari sekarang? 

Karena seperti yang ditunjukkan Middlemarch: 

Kita semua adalah penulis kehidupan kita sendiri—setiap pilihan adalah kalimat, setiap tahun adalah bab. Tulislah dengan bijaksana.