The Elements of Style

William Strunk Jr. & E. B. White


Buku Kecil yang Mengubah Cara Dunia Menulis 

Bayangkan sebuah buku setebal 105 halaman—lebih tipis dari novel pada umumnya—yang telah terjual lebih dari 10 juta eksemplar dan mengubah cara jutaan orang menulis. 

Tidak ada plot dramatis. Tidak ada tokoh heroik. Hanya aturan tata bahasa, prinsip komposisi, dan nasihat tentang gaya menulis. 

Tapi buku ini telah menjadi kitab suci bagi penulis, jurnalis, mahasiswa, dan siapa pun yang ingin menulis dengan lebih baik. 

"The Elements of Style" dimulai sebagai buku panduan kecil yang ditulis oleh Profesor William Strunk Jr. untuk mahasiswanya di Cornell University pada tahun 1918. Buku itu hanya 43 halaman, dicetak sendiri, dan dijual dengan harga murah di kampus. 

Tapi mahasiswa Strunk tidak pernah melupakannya. 

Salah satu mahasiswa itu adalah E. B. White—yang kelak menjadi salah satu penulis esai terbaik Amerika dan penulis "Charlotte's Web." 

Empat puluh tahun kemudian, pada 1959, White merevisi dan memperluas buku kecil profesornya itu. Dia menambahkan contoh-contoh, memperjelas aturan-aturan, dan menulis bab tentang pendekatan terhadap gaya menulis. 

Hasilnya adalah salah satu buku paling berpengaruh tentang menulis yang pernah ada.

Mengapa buku ini begitu powerful? 

Karena filosofi di jantungnya sangat sederhana namun radikal:

"Buang kata yang tidak perlu. Buang kalimat yang tidak perlu. Buang paragraf yang tidak perlu." 

Strunk mengajarkan bahwa menulis yang baik bukan tentang keindahan kata-kata atau kerumitan kalimat. Menulis yang baik adalah tentang kejelasan, keringkasan, dan kejujuran. 

Dan itu adalah pelajaran yang kita semua butuhkan—baik kita menulis email, laporan, esai, atau novel. 

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Prinsip Pertama—Buang yang Tidak Perlu

"Omit Needless Words" 

Jika ada satu aturan dari seluruh buku ini yang harus Anda ingat, ini dia: 

"Vigorous writing is concise. A sentence should contain no unnecessary words, a paragraph no unnecessary sentences, for the same reason that a drawing should have no unnecessary lines and a machine no unnecessary parts." 

Terjemahan bebasnya: "Tulisan yang kuat adalah tulisan yang ringkas. Sebuah kalimat tidak boleh mengandung kata yang tidak perlu, sebuah paragraf tidak boleh mengandung kalimat yang tidak perlu—dengan alasan yang sama bahwa gambar tidak boleh punya garis yang tidak perlu dan mesin tidak boleh punya bagian yang tidak perlu." 

Contoh sederhana: 

Buruk: "Pada saat ini, kami sedang dalam proses untuk mempertimbangkan kemungkinan implementasi dari perubahan yang diusulkan tersebut." 

Baik: "Kami sedang mempertimbangkan perubahan yang diusulkan."

Atau lebih ringkas lagi: "Kami sedang meninjau usulan perubahan." 

Lihat bedanya? Kalimat pertama menggunakan 17 kata untuk mengatakan apa yang bisa dikatakan dengan 6 kata. 

Mengapa Kita Menulis Bertele-tele? 

Ada beberapa alasan: 

Pertama, kita pikir kata yang lebih banyak terdengar lebih pintar. Kita menggunakan "utilize" bukan "use." "Prior to" bukan "before." "In order to" bukan "to." 

Tapi sebenarnya, kesederhanaan menunjukkan kepercayaan diri. Hanya orang yang tidak yakin dengan ide mereka yang perlu membungkusnya dengan kata-kata mewah. 

Kedua, kita takut terdengar terlalu langsung. Kita menambahkan penghalus: "agak," "mungkin," "sepertinya," "bisa jadi." 

Kadang ini perlu untuk diplomasi. Tapi sering kali, ini hanya membuat tulisan lemah. 

Ketiga, kita tidak memikirkan apa yang kita tulis. Kita menuangkan kata-kata tanpa bertanya: "Apakah kata ini menambah makna?" 

Solusinya?

Setelah menulis, baca ulang dan tanyakan: "Bisakah saya mengatakan ini dengan lebih sedikit kata?" 

Sering kali, jawabannya ya.

 


Bagian 2: Gunakan Kalimat Aktif, Bukan Pasif

Kekuatan Suara Aktif 

Strunk dan White sangat jelas tentang ini: 

"Gunakan suara aktif. Suara aktif biasanya lebih langsung dan kuat daripada pasif."

Bandingkan: 

Pasif: "Laporan telah diselesaikan oleh tim." 

Aktif: "Tim menyelesaikan laporan." 

Atau: 

Pasif: "Kesalahan dibuat." 

Aktif: "Saya membuat kesalahan." 

Suara aktif lebih jelas karena memberitahu siapa yang melakukan apa. Suara pasif sering digunakan untuk menghindari tanggung jawab atau menyembunyikan pelaku. 

Kapan Pasif Boleh Digunakan? 

Ada situasi di mana pasif lebih baik: 

1. Ketika pelaku tidak penting atau tidak diketahui: "Piramida dibangun ribuan tahun lalu." 

2. Ketika Anda ingin fokus pada objek, bukan subjek: "DNA ditemukan pada tahun 1953." 

3. Untuk variasi dalam tulisan panjang: Semua kalimat aktif bisa terasa monoton.

Tapi sebagai aturan umum: preferensi pada aktif, gunakan pasif hanya dengan alasan.

 


Bagian 3: Buat Paragraf Sebagai Unit Komposisi

Satu Paragraf, Satu Ide 

Strunk mengajarkan bahwa paragraf adalah unit dasar komposisi. 

Setiap paragraf harus fokus pada satu ide, dan ide itu harus dinyatakan dengan jelas—biasanya di kalimat pertama. 

Contoh struktur paragraf yang baik: 

1. Kalimat topik - Nyatakan ide utama 

2. Pengembangan - Jelaskan, berikan contoh, atau elaborasi 

3. Kesimpulan atau transisi - Tutup ide atau hubungkan ke paragraf berikutnya

Mengapa ini penting? 

Karena pembaca memproses informasi dalam potongan-potongan. Paragraf yang fokus membantu mereka mengikuti alur pikiran Anda. 

Paragraf yang melompat dari ide ke ide membingungkan pembaca. Mereka tidak tahu apa yang Anda coba katakan. 

Panjang Paragraf 

Tidak ada aturan keras tentang panjang paragraf. Tapi ada prinsip: 

● Paragraf satu kalimat: Gunakan untuk penekanan. Efektif jika jarang.

● Paragraf 3-5 kalimat: Ideal untuk sebagian besar penulisan. 

● Paragraf panjang (10+ kalimat): Boleh untuk argumen kompleks, tapi pecah jika terlalu padat. 

Variasi panjang paragraf membuat tulisan lebih menarik untuk dibaca.

 


Bagian 4: Pilih Kata yang Tepat 

Spesifik Lebih Baik dari Umum 

Strunk dan White menekankan: 

"Prefer the specific to the general, the definite to the vague, the concrete to the abstract."

Bandingkan: 

Umum: "Kami mengalami periode cuaca buruk." 

Spesifik: "Hujan deras selama tiga hari membanjiri jalan-jalan." 

Atau: 

Abstrak: "Dia merasa sangat bahagia." 

Konkret: "Dia tertawa sampai air mata keluar." 

Kata-kata spesifik menciptakan gambar di pikiran pembaca. Kata-kata umum hanya menciptakan kabut. 

Hindari Kata-Kata Mubazir 

Beberapa frasa yang sering digunakan sebenarnya tidak menambah makna:

❌ "Pada dasarnya" → Biasanya tidak perlu 

❌ "Agak" → Lemahkan klaim atau hapus 

❌ "Sangat" → Mark Twain bilang: "Ganti 'sangat' dengan 'damn.' Editor Anda akan menghapusnya dan tulisan Anda akan seperti seharusnya." 

❌ "Berbagai macam" → Cukup "berbagai" 

❌ "Dalam hal" → Biasanya bisa dihapus 

Latihan yang baik: Baca tulisan Anda dan lingkari setiap kata sifat dan kata keterangan. Tanyakan: "Apakah ini benar-benar diperlukan?" Hapus yang tidak.

 


Bagian 5: Tunjukkan, Jangan Beritahu 

"Show, Don't Tell" 

Ini adalah salah satu nasihat paling terkenal untuk penulis fiksi, tapi berlaku untuk semua penulisan. 

Tell (Beritahu): "Dia sangat marah." 

Show (Tunjukkan): "Wajahnya memerah. Tangannya mengepal. Dia menghantam meja sampai kopi tumpah." 

Atau dalam penulisan non-fiksi: 

Tell: "Kebijakan ini tidak efektif." 

Show: "Setelah kebijakan diterapkan, keluhan pelanggan naik 45% dalam tiga bulan."

Kenapa "show" lebih baik? 

Karena pembaca sampai pada kesimpulan sendiri—dan itu lebih powerful daripada Anda yang memberitahu mereka apa yang harus dipikirkan.

 


Bagian 6: Tulis dengan Jujur 

Temukan Suara Anda Sendiri 

E. B. White menulis di bab terakhir: 

"Tulis dengan cara yang datang natural kepada Anda, tapi bukan dengan cara yang datang terlalu mudah kepada Anda." 

Maksudnya? 

Jangan meniru gaya orang lain. Jangan menggunakan kata-kata mewah yang bukan Anda. Tapi juga jangan malas—kerja keras untuk menemukan cara terbaik mengekspresikan ide Anda. 

Suara yang jujur adalah suara yang terdengar seperti versi terbaik dari diri Anda sendiri.

Hindari Klise 

Klise adalah frasa yang dulunya segar tapi sekarang sudah usang karena terlalu sering digunakan: 

● "Di akhir hari..." 

● "Berpikir di luar kotak..." 

● "Game changer..." 

● "Win-win solution..." 

● "Pada titik ini dalam waktu..." 

Mengapa klise buruk? 

Karena ketika pembaca melihat klise, otak mereka mati rasa. Mereka melewati kata-kata tanpa benar-benar membaca. 

Klise adalah tanda penulis yang malas—yang mengambil frasa yang sudah jadi alih-alih menciptakan ekspresi mereka sendiri.

 


Bagian 7: Revisi Adalah Menulis 

Draft Pertama Selalu Buruk 

White menulis: 

"The best writing is rewriting." 

Strunk sendiri terkenal ketat dengan mahasiswanya. Dia akan mencoret-coret tulisan mereka dengan tinta merah, memaksa mereka menulis ulang berkali-kali. 

Mengapa? 

Karena tidak ada yang menulis dengan sempurna pada percobaan pertama. Draft pertama adalah tempat Anda menuangkan ide. Draft kedua, ketiga, keempat—di situlah Anda membuat tulisan menjadi baik. 

Cara Merevisi dengan Efektif 

1. Beri jarak waktu Setelah menulis, tunggu beberapa jam atau hari sebelum merevisi. Ini memberi Anda perspektif segar. 

2. Baca dengan keras Telinga Anda akan menangkap masalah yang mata Anda lewatkan. Kalimat yang janggal akan terdengar janggal. 

3. Potong tanpa ampun Jika sebuah kalimat tidak menambah nilai, hapus. Jika sebuah kata tidak diperlukan, buang. 

4. Perkuat verb, kurangi adjektiva Ganti "berjalan dengan sangat cepat" dengan "berlari." Ganti "sangat bahagia" dengan "gembira." 

5. Cek struktur Apakah setiap paragraf fokus pada satu ide? Apakah alur logis? Apakah transisi mulus?

 


Bagian 8: Aturan Khusus yang Praktis 

Aturan Strunk yang Paling Berguna 

1. Gunakan koma sebelum "dan" dalam seri "Kami membeli apel, jeruk, dan pisang." (Lebih jelas daripada tanpa koma terakhir) 

2. Bentuk possessive dengan apostrof "Buku James" atau "Buku James's" (kedua boleh, tapi konsisten) 

3. Pecah paragraf panjang Pembaca modern punya attention span pendek. Paragraf panjang terlihat menakutkan. 

4. Tempatkan kata penekanan di akhir kalimat ❌ "Dia mati kemarin." ✅ "Kemarin, dia mati." Posisi akhir kalimat adalah posisi penekanan natural. 

5. Gunakan angka untuk statistik "Penjualan naik 25%" lebih jelas daripada "Penjualan naik dua puluh lima persen." 

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari 

1. "Its" vs "It's" 

● Its = kepunyaan (The dog wagged its tail) 

● It's = it is (It's raining) 

2. Danggling modifiers ❌ "Berjalan di jalan, mobil menabrak dia." (Mobil tidak berjalan!) ✅ "Saat dia berjalan di jalan, mobil menabraknya." 

3. Subjek-verb agreement ❌ "Kelompok siswa itu sedang bermain." (Kelompok = singular) ✅ "Kelompok siswa itu sedang bermain." atau "Siswa-siswa itu sedang bermain." 

4. Penggunaan "yang" dan "dimana" yang salah ❌ "Rumah yang saya tinggal..." ✅ "Rumah tempat saya tinggal..." atau "Rumah di mana saya tinggal..."

 


Bagian 9: Gaya Adalah Karakter 

Menulis Mencerminkan Siapa Anda 

White menutup buku dengan refleksi tentang gaya: 

"Style is an increment in writing. When we speak of Fitzgerald's style, we don't mean his command of the relative pronoun, we mean the sound his words make on paper." 

Gaya bukan hanya tentang aturan tata bahasa. Gaya adalah suara unik Anda, cara Anda melihat dunia, kepribadian Anda yang terpancar melalui kata-kata. 

Tapi—dan ini penting—Anda harus menguasai aturan sebelum bisa memecahkannya dengan efektif. 

Picasso bisa melukis kubisme karena dia pertama-tama menguasai realisme. Jazz musicians bisa berimprovisasi karena mereka menguasai teori musik. 

Sama halnya dengan menulis: Pelajari aturan. Latih aturan. Lalu, ketika Anda cukup mahir, Anda bisa memilih kapan melanggarnya untuk efek tertentu. 

Jujurlah pada Diri Sendiri 

Nasihat terakhir White: 

"Do not write in a way that draws attention to you at the expense of your subject." 

Jangan menulis untuk pamer kepintaran. Jangan menggunakan kata-kata besar untuk terlihat pintar. Jangan membuat tulisan kompleks untuk menutupi ide yang sederhana. 

Menulis yang baik adalah menulis yang transparan—pembaca melihat ide Anda, bukan melihat Anda. 

Seperti jendela yang bersih: Anda melihat pemandangan di luar, bukan kacanya.

 


Bagian 10: Prinsip-Prinsip Abadi 

Apa yang Membuat Buku Ini Bertahan 100+ Tahun? 

"The Elements of Style" pertama kali ditulis tahun 1918. Lebih dari seabad kemudian, masih relevan. 

Mengapa? 

Karena prinsip-prinsip di dalamnya bukan tentang tren atau mode—mereka tentang komunikasi yang efektif. 

Dan komunikasi yang efektif tidak berubah: kejelasan, keringkasan, kejujuran.

Apakah Anda menulis dengan pena dan kertas atau dengan AI, prinsip-prinsip ini tetap berlaku.

Menulis di Era Digital 

Beberapa orang berargumen bahwa aturan Strunk & White sudah usang di era Twitter, email, dan chat. 

Tapi sebenarnya, aturan mereka lebih relevan sekarang. 

Mengapa? 

Karena perhatian pembaca lebih terbatas dari sebelumnya. Jika Anda tidak bisa mengatakan sesuatu dengan jelas dan ringkas, mereka akan scroll ke konten berikutnya. 

Email yang panjang dan bertele-tele tidak akan dibaca. Laporan yang penuh jargon akan diabaikan. Tweet yang membingungkan akan di-skip. 

Kejelasan adalah mata uang paling berharga di dunia yang penuh dengan informasi.

 


Penutup: Menulis Adalah Keahlian yang Bisa Dipelajari

Bakat vs Latihan 

Banyak orang berpikir menulis adalah bakat bawaan—Anda punya atau tidak punya.

Strunk dan White tidak setuju. 

Menulis adalah keahlian yang bisa dipelajari dan dipraktikkan. Seperti bermain piano atau memasak, semakin Anda latihan, semakin baik Anda. 

Tapi Anda harus latihan dengan benar. Dan itu artinya: 

1. Baca banyak - Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus 

2. Tulis setiap hari - Bahkan hanya 15 menit 

3. Revisi tanpa ampun - Draft pertama tidak pernah final 

4. Minta feedback - Mata orang lain melihat apa yang Anda lewatkan

5. Pelajari aturan - Lalu putuskan kapan melanggarnya 

Tiga Pertanyaan Sebelum Mempublikasikan 

Sebelum Anda mengirim email itu, mempublikasikan artikel itu, atau menyerahkan laporan itu, tanyakan: 

1. Apakah tulisan ini jelas? Bisakah pembaca memahami apa yang saya maksud tanpa membaca dua kali? 

2. Apakah setiap kata diperlukan? Bisakah saya mengatakan ini dengan lebih sedikit kata? 

3. Apakah ini jujur dan langsung? Apakah saya menutupi ide lemah dengan kata-kata mewah? Atau saya berani mengatakan apa yang saya maksud? 

Jika jawabannya ya untuk semua tiga pertanyaan, Anda siap. 

Jika tidak, revisi lagi.

 


Pelajaran Terakhir: Kesederhanaan Adalah Kekuatan 

William Strunk Jr. adalah guru yang terkenal ketat. Tapi mahasiswanya mencintainya karena dia peduli—peduli dengan kata-kata, peduli dengan kejelasan, peduli agar mereka belajar menulis dengan baik. 

E. B. White mengingat satu momen di kelas Strunk: 

Strunk sedang menjelaskan aturan tentang menghilangkan kata yang tidak perlu. Dia menulis di papan tulis: 

"Vigorous writing is concise." 

Lalu dia berhenti, menatap kalimat itu, dan dengan dramatis mencoret "vigorous" dan menulis:

"Concise writing is concise." 

Kelas tertawa. Tapi poinnya jelas: Praktikkan apa yang Anda khotbahkan.

Jika Anda mengajarkan keringkasan, tulislah dengan ringkas. 

Jika Anda mengajarkan kejelasan, tulislah dengan jelas. 

Jika Anda mengajarkan kejujuran, tulislah dengan jujur.

 


Pertanyaan untuk Anda 

Sebelum kita tutup, beberapa pertanyaan untuk refleksi: 

Tentang tulisan Anda: 

● Apakah tulisan terakhir Anda bisa dipangkas 20% tanpa kehilangan makna?

● Berapa banyak kalimat yang Anda tulis dalam passive voice? Bisakah diubah ke aktif?

● Apakah setiap paragraf fokus pada satu ide yang jelas? 

Tentang proses Anda: 

● Apakah Anda merevisi, atau hanya menulis sekali lalu kirim? 

● Apakah Anda membaca tulisan Anda dengan keras? 

● Apakah Anda meminta orang lain membacanya sebelum dipublikasikan?

Tentang suara Anda: 

● Apakah tulisan Anda terdengar seperti Anda, atau seperti orang lain?

● Apakah Anda menggunakan kata-kata yang benar-benar Anda pahami?

● Apakah Anda jujur, atau mencoba terdengar pintar? 

Jawaban jujur atas pertanyaan-pertanyaan ini akan memberi tahu Anda di mana Anda berdiri—dan apa yang perlu Anda perbaiki.

 


Tentang Buku Asli 

"The Elements of Style" pertama kali dicetak pribadi oleh William Strunk Jr. pada 1918. Edisi komersial pertama, direvisi oleh E. B. White, diterbitkan tahun 1959 oleh Macmillan. 

Sejak itu, buku ini telah melalui empat edisi, dengan edisi keempat (2000) menambahkan bab tentang penulisan dengan komputer. 

Buku ini hanya 105 halaman—Anda bisa membacanya dalam satu duduk. Tapi Anda akan kembali membacanya berkali-kali sepanjang hidup Anda. 

Setiap kali Anda membacanya, Anda akan menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang Anda lewatkan sebelumnya, sesuatu yang tiba-tiba relevan dengan tantangan menulis yang Anda hadapi sekarang. 

Untuk siapa pun yang menulis—untuk pekerjaan, untuk sekolah, atau untuk kesenangan—buku ini adalah investasi terbaik yang bisa Anda buat. 

Ringkasan ini memberikan esensi dari prinsip-prinsip Strunk & White. Tapi buku asli penuh dengan contoh-contoh spesifik, nuansa, dan wisdom yang hanya bisa datang dari 105 halaman yang ditulis dengan sempurna itu. 

Bacaan pelengkap yang direkomendasikan: 

● "On Writing Well" oleh William Zinsser (untuk non-fiksi) 

● "Bird by Bird" oleh Anne Lamott (untuk proses menulis) 

● "On Writing" oleh Stephen King (untuk fiksi dan memoir)

 


Penutup Akhir: Mulai Sekarang 

Profesor Strunk biasa mengatakan kepada mahasiswanya: 

"If you don't know how to pronounce a word, say it loud! If you don't know how to spell a word, spell it wrong! At least you'll be doing something." 

Versi untuk menulis: 

Jika Anda tidak yakin bagaimana memulai, mulai saja. Jika Anda tidak yakin apa yang harus ditulis, tulis apa pun. Setidaknya Anda melakukan sesuatu. 

Draft pertama tidak harus sempurna. Itu hanya harus ada. 

Lalu Anda revisi. Dan revisi lagi. Dan terus revisi sampai tulisan Anda jelas, ringkas, dan jujur.

Seperti yang Strunk katakan: 

"Omit needless words. Omit needless words. Omit needless words."

(Ya, dia sengaja mengulanginya tiga kali—untuk penekanan.) 

Sekarang pergilah dan tulis sesuatu yang jelas, sesuatu yang ringkas, sesuatu yang jujur.

Dan ingat: Menulis yang baik adalah menulis yang direvisi. 

Selamat menulis.