Get Good With Money

Tiffany Aliche


Ketika $35,000 Menghilang dalam Semalam

Bayangkan ini: Anda membuka rekening bank Anda dan melihat saldo nol.

Tidak ada kesalahan sistem. Tidak ada peretasan. Tidak ada pencurian identitas. 

Lebih buruk: Anda memberikan uang itu sendiri—kepada seseorang yang Anda percaya, untuk investasi yang ternyata penipuan. 

Tahun 2008, Tiffany Aliche—guru preschool dengan gaji pas-pasan yang telah menabung dengan susah payah selama bertahun-tahun—kehilangan $35,000 dalam satu malam. 

Bukan karena dia bodoh. Bukan karena dia tidak berhati-hati. Tapi karena kombinasi kepercayaan pada orang yang salah, tekanan dari kehilangan pekerjaan di tengah krisis finansial, dan keputusasaan untuk "menyelamatkan" dirinya. 

Kehancuran yang mengikuti bukan hanya finansial. Ini emosional. Spiritual. Dia merasa malu. Bodoh. Sendirian. 

Tapi dari titik terendah itu—dari sofa di rumah orang tuanya, dengan utang ratusan juta rupiah, tanpa pekerjaan, tanpa harapan—Tiffany membuat keputusan yang akan mengubah hidupnya: 

Dia akan belajar tentang uang. Bukan hanya untuk bertahan. Tapi untuk berkembang. 

Sepuluh tahun kemudian, dia menjadi "The Budgetnista"—salah satu educator keuangan paling berpengaruh di Amerika, telah membantu jutaan orang (terutama perempuan) mengambil kontrol atas keuangan mereka. 

Dan buku "Get Good With Money" adalah peta jalannya—10 langkah yang membawanya dari kehancuran finansial ke keutuhan finansial. 

Ini bukan tentang menjadi kaya. Ini tentang menjadi utuh—secara finansial, emosional, dan spiritual. 

Mari kita mulai perjalanan ini.

 


Bagian 1: Budget Building—Fondasi Segalanya

Mengapa Kebanyakan Orang Gagal dengan Budget 

Coba tanyakan pada diri sendiri: Berapa kali Anda membuat budget yang gagal dalam seminggu? 

Tiffany tahu ini terlalu baik. Sebagai guru, dia pernah hidup gaji-ke-gaji meskipun dia "merasa" dia punya budget. 

Masalahnya bukan malas. Masalahnya adalah kebanyakan orang tidak tahu berapa yang benar-benar mereka habiskan. 

Mereka pikir mereka habiskan 2 juta untuk makan, ternyata 4 juta. Mereka pikir transportasi hanya 1 juta, ternyata 2,5 juta. Angka-angka "perkiraan" tidak pernah cocok dengan kenyataan. 

Live Richer Challenge: Track Everything 

Tiffany memulai dengan satu latihan sederhana tapi transformatif: Track setiap rupiah selama satu bulan. 

Tidak ada penilaian. Tidak ada perubahan. Hanya observe dan catat. 

Beli kopi? Catat. Isi bensin? Catat. Netflix subscription? Catat. Snack di minimarket jam 11 malam? Catat. 

Hasilnya sering mengejutkan. Orang menemukan mereka habiskan 1,5 juta untuk kopi (yang mereka pikir "cuma 50 ribu sesekali"). Atau 800 ribu untuk Grab Food yang "jarang" mereka pesan. 

Kesadaran adalah langkah pertama menuju perubahan. 

The Budgetnista Budget System 

Setelah satu bulan tracking, Anda punya data real. Sekarang saatnya membuat budget yang benar-benar bekerja. 

Tiffany menggunakan sistem 50/30/20: 

● 50% untuk kebutuhan (bills, sewa, makanan, transportasi) 

● 30% untuk keinginan (entertainment, hobi, nongkrong) 

● 20% untuk masa depan (tabungan, investasi, bayar utang) 

Tapi dia menambahkan twist penting: Jika angka Anda berbeda, itu oke.

Mungkin Anda di 70/20/10 sekarang karena biaya hidup tinggi atau gaji rendah. Tujuannya bukan perfection—tujuannya adalah awareness dan improvement bertahap. 

Automation: Set It and Forget It 

Tiffany sangat percaya pada automation: 

Transfer otomatis ke tabungan setiap gaji masuk—sebelum Anda punya kesempatan untuk membelanjakannya. 

Bayar tagihan otomatis—tidak ada drama "lupa bayar" atau denda terlambat. 

Pisahkan rekening untuk kebutuhan dan keinginan—jadi Anda tahu persis berapa yang boleh dihabiskan guilt-free. 

Jangan bergantung pada willpower. Bergantung pada sistem.

 


Bagian 2: Saving—Dana Darurat yang Menyelamatkan Hidup 

Kenapa Anda Butuh Dana Darurat 

Tiffany belajar ini dengan cara yang sulit: ketika dia kehilangan pekerjaan tahun 2008, dia tidak punya cushion. 

Tidak ada dana darurat. Tidak ada jaring pengaman. Jadi ketika ada "peluang investasi" yang ternyata scam, dia terjebak—karena dia desperate. 

Dana darurat bukan untuk investasi. Ini untuk survival. 

Ini adalah uang yang berdiri di antara Anda dan kehancuran finansial ketika: 

● Anda kehilangan pekerjaan 

● Mobil rusak dan perlu perbaikan besar 

● Ada emergency kesehatan 

● AC mati di tengah musim panas 

● Apapun yang tidak bisa Anda prediksi 

Target: 3-6 Bulan Biaya Hidup 

Ini terdengar menakutkan, terutama jika Anda hidup gaji-ke-gaji. 

Tapi Tiffany memecahnya menjadi baby steps: 

Level 1: $100 (sekitar 1,5 juta rupiah) Target pertama. Cukup untuk handle emergency kecil—ban bocor, obat darurat, sesuatu yang tidak mengancam tapi mengganggu. 

Level 2: $500 (sekitar 7,5 juta rupiah) Emergency yang lebih serius—perbaikan mobil kecil, biaya medis yang tidak ditanggung asuransi. 

Level 3: 1 bulan biaya hidup Sekarang Anda punya nafas. Jika tiba-tiba kehilangan penghasilan, Anda punya waktu satu bulan untuk figure things out. 

Level 4: 3 bulan biaya hidup Standard minimum. Ini memberi Anda waktu cukup untuk mencari pekerjaan baru atau recover dari kehilangan penghasilan. 

Level 5: 6-12 bulan biaya hidup Gold standard. Ini memberikan peace of mind yang tidak ternilai. 

Jangan Sentuh Kecuali Darurat Sungguhan 

Tiffany sangat tegas: Dana darurat bukan untuk sale Black Friday.

Bukan untuk "investment opportunity yang terlalu bagus untuk dilewatkan."

Bukan untuk liburan yang "Anda layak dapatkan." 

Dana darurat hanya untuk satu hal: Emergency. 

Jika Anda tidak yakin apakah sesuatu adalah emergency, tanyakan: "Apakah ini mengancam tempat tinggal, kesehatan, atau kemampuan saya untuk bekerja?" Jika tidak, bukan emergency.

 


Bagian 3: Debt—Menghadapi Monster di Bawah Tempat Tidur 

Debt Shame: Mengapa Kita Menyembunyikan Utang 

Tiffany pernah punya utang ratusan juta rupiah dan tidak berani memberitahu siapa-siapa—bahkan orang terdekat. 

Kenapa? Shame. 

Kita diajarkan bahwa utang adalah kegagalan moral. Bahwa jika Anda punya utang, itu berarti Anda tidak bertanggung jawab, tidak disiplin, tidak pintar. 

Tapi kenyataannya: Sebagian besar orang punya utang. Pinjaman pendidikan, kartu kredit, KPR, pinjaman kendaraan—hampir semua orang berutang pada seseorang. 

Langkah pertama adalah menghilangkan shame. Utang adalah masalah yang bisa diselesaikan, bukan cacat karakter. 

List It All: Debt Inventory 

Tiffany meminta Anda melakukan sesuatu yang menakutkan: Tuliskan semua utang Anda.

Setiap kartu kredit. Setiap pinjaman. Setiap utang ke teman atau keluarga.

Tuliskan: 

● Nama kreditor 

● Total utang 

● Suku bunga 

● Minimum payment bulanan 

Kebanyakan orang menghindari ini karena "tidak ingin tahu" berapa totalnya. Tapi Anda tidak bisa mengalahkan musuh yang tidak Anda lihat. 

Debt Payoff Strategy: Avalanche vs Snowball 

Ada dua strategi utama: 

Avalanche Method: Bayar utang dengan bunga tertinggi dulu. Secara matematis paling efisien—Anda bayar bunga paling sedikit. 

Snowball Method: Bayar utang terkecil dulu. Secara psikologis lebih powerful—Anda dapat quick wins yang memotivasi.

Tiffany merekomendasikan Snowball untuk kebanyakan orang. 

Mengapa? Karena keuangan bukan hanya matematika—ini tentang emosi dan momentum. 

Ketika Anda melunasi utang pertama (bahkan jika kecil), Anda merasakan kemenangan. Itu memotivasi Anda untuk lanjut. Anda mulai percaya bahwa bebas utang bukan hanya mimpi—itu mungkin. 

Contoh Konkret 

Misalnya Anda punya: 

● Kartu Kredit A: 5 juta (bunga 20%) 

● Kartu Kredit B: 15 juta (bunga 18%) 

● Pinjaman Motor: 20 juta (bunga 12%) 

Avalanche: Fokus bayar Kartu Kredit A dulu (bunga tertinggi). Snowball: Fokus bayar Kartu Kredit A dulu (saldo terendah). 

Dalam kasus ini kebetulan sama. Tapi jika utang terkecil punya bunga lebih rendah, Snowball tetap bilang bayar yang terkecil dulu. 

Progress yang terlihat lebih penting daripada efisiensi matematis.

 


Bagian 4: Credit Score—Nomor Tiga Digit yang Mengontrol Hidup Anda 

Apa Itu Credit Score dan Kenapa Penting? 

Di Indonesia, kita kenal dengan BI Checking atau skor kredit dari SLIK OJK. 

Di Amerika (tempat Tiffany menulis), ini adalah FICO score—angka dari 300-850 yang menentukan: 

● Apakah Anda disetujui untuk pinjaman? 

● Berapa bunga yang Anda bayar? 

● Apakah Anda bisa sewa apartemen? 

● Bahkan kadang apakah Anda mendapat pekerjaan? 

Skor kredit yang buruk bisa bikin Anda bayar ratusan juta lebih banyak selama hidup Anda—hanya karena bunga lebih tinggi. 

5 Faktor yang Mempengaruhi Credit Score 

1. Payment History (35%) - Apakah Anda bayar tepat waktu? 

2. Credit Utilization (30%) - Berapa persen limit yang Anda pakai? 

3. Length of Credit History (15%) - Berapa lama Anda punya kredit?

4. Credit Mix (10%) - Jenis kredit yang berbeda (kartu kredit, pinjaman, dll)

5. New Credit (10%) - Berapa banyak kredit baru yang Anda apply? 

Tips Meningkatkan Credit Score 

Bayar tepat waktu, setiap waktu. Set reminder. Set auto-pay. Apapun yang perlu Anda lakukan. Satu pembayaran terlambat bisa menurunkan skor Anda puluhan poin. 

Jaga credit utilization di bawah 30%. Jika limit kartu kredit Anda 10 juta, jangan pakai lebih dari 3 juta. Idealnya, di bawah 10%. 

Jangan tutup kartu kredit lama. Bahkan jika tidak Anda pakai. Kartu lama meningkatkan length of credit history. Tutup kartu lama = skor turun. 

Jangan apply banyak kredit sekaligus. Setiap aplikasi kredit adalah "hard inquiry" yang menurunkan skor. Space them out.

 


Bagian 5: Learn to Earn—Meningkatkan Penghasilan

Ceiling Problem: Ketika Budget Tidak Cukup 

Tiffany jujur: Kadang masalahnya bukan pengeluaran Anda terlalu tinggi—penghasilan Anda terlalu rendah. 

Anda bisa potong budget sampai tulang. Tapi kalau gaji Anda 5 juta dan biaya hidup minimum 6 juta—matematikanya tidak jalan. 

Di situ Anda punya dua pilihan: 

1. Kurangi biaya hidup (pindah ke tempat lebih murah, dll) 

2. Tingkatkan penghasilan 

Kebanyakan orang hanya fokus pada #1. Tapi #2 sering lebih powerful.

3 Cara Meningkatkan Penghasilan 

1. Ask for a Raise (Minta Kenaikan Gaji) 

Kebanyakan orang tidak pernah minta—karena takut, tidak nyaman, atau tidak tahu caranya.

Tiffany memberikan formula: 

● Research berapa market rate untuk posisi Anda 

● Document pencapaian dan value yang Anda berikan 

● Practice pitch Anda 

● Schedule meeting formal dengan atasan 

● Ask dengan percaya diri 

Worst case: Mereka bilang tidak. Tapi sekarang Anda tahu di mana Anda berdiri.

2. Side Hustle (Usaha Sampingan) 

Ini bisa apa saja: 

● Freelance (writing, design, coding) 

● Jual produk (handmade, resell, dropship) 

● Jasa (mengajar, consulting, cleaning) 

● Gig economy (Grab, GoJek, dll) 

Mulai kecil. Test ide. Scale apa yang works. 

3. Switch Jobs (Ganti Pekerjaan)

Statistik menunjukkan: Orang yang ganti pekerjaan dapat kenaikan gaji lebih besar daripada yang tetap di satu perusahaan. 

Jika Anda stuck di posisi yang underpaid dan tidak ada ruang untuk growth—mungkin saatnya untuk pindah. 

Invest in Yourself 

Tiffany juga menekankan: Tingkatkan skill. 

Ambil course. Baca buku. Dapatkan sertifikasi. Pelajari skill baru yang marketable.

Investasi terbaik yang bisa Anda lakukan adalah investasi pada diri sendiri.

 


Bagian 6: Investing—Membangun Kekayaan Jangka Panjang 

Mengapa Menabung Saja Tidak Cukup 

Inflasi rata-rata 3-4% per tahun. Bunga tabungan? Mungkin 1-2%. 

Artinya: Uang Anda kehilangan nilai setiap tahun jika hanya ditabung. 

Untuk benar-benar membangun kekayaan, Anda harus invest—membuat uang bekerja untuk Anda. 

Start Small: Anda Tidak Perlu Jutaan 

Mitos terbesar tentang investasi: "Saya tidak punya cukup uang untuk mulai."

Tiffany membantah: Anda bisa mulai dengan 100 ribu. 

Platform modern (di Indonesia: Bibit, Ajaib, Bareksa, dll.) memungkinkan investasi dengan nominal kecil. 

Yang penting bukan berapa Anda mulai. Yang penting adalah Anda mulai.

Keep It Simple: Index Funds 

Tiffany merekomendasikan untuk pemula: Index funds atau ETFs. 

Ini adalah dana yang melacak pasar secara keseluruhan—seperti S&P 500 di Amerika, atau IHSG di Indonesia. 

Keuntungan: 

● Diversifikasi otomatis (ratusan saham sekaligus) 

● Biaya rendah 

● Tidak perlu jadi expert untuk pilih saham 

● Historically, pasar naik jangka panjang (meskipun ada volatilitas jangka pendek)

Power of Compound Interest 

Einstein menyebutnya "kekuatan terbesar di alam semesta." 

Contoh sederhana: 

Anda invest 1 juta per bulan, return 10% per tahun.

● Setelah 10 tahun: ~200 juta 

● Setelah 20 tahun: ~750 juta 

● Setelah 30 tahun: ~2,2 miliar 

Waktu adalah teman terbaik investor. Semakin awal Anda mulai, semakin besar hasilnya.

 


Bagian 7: Insurance—Melindungi Apa yang Anda Bangun

The Unsexy but Essential Topic 

Tiffany mengakui: Insurance adalah topik yang membosankan. 

Tidak ada yang excited tentang asuransi jiwa. Tidak ada yang senang bayar premi bulanan untuk sesuatu yang mungkin tidak pernah Anda pakai. 

Tapi asuransi adalah fondasi yang melindungi seluruh bangunan finansial Anda.

4 Jenis Asuransi yang Anda Butuhkan 

1. Health Insurance (Asuransi Kesehatan) 

Tanpa ini, satu sakit serius bisa menghancurkan keuangan Anda. Di Amerika, medical bankruptcy adalah penyebab utama kebangkrutan. Di Indonesia, dengan biaya kesehatan yang meningkat, ini sama pentingnya. 

2. Life Insurance (Asuransi Jiwa) 

Jika ada orang yang bergantung pada penghasilan Anda (pasangan, anak, orang tua), Anda butuh asuransi jiwa. 

Tiffany merekomendasikan term life insurance (asuransi jiwa berjangka)—coverage untuk periode tertentu, lebih murah daripada whole life. 

3. Disability Insurance (Asuransi Disabilitas) 

Apa yang terjadi jika Anda tidak bisa bekerja karena sakit atau cedera? Disability insurance memberikan penggantian penghasilan. 

4. Property Insurance (Asuransi Properti) 

Rumah, mobil—aset besar yang perlu dilindungi. Bayangkan kerja keras bertahun-tahun untuk beli rumah, lalu kebakaran dan tidak punya asuransi. 

Don't Overinsure or Underinsure 

Tiffany warn: Jangan beli asuransi yang Anda tidak butuh (seperti insurance untuk ponsel yang murah), tapi jangan juga skip asuransi yang critical. 

Protect what matters most.

 


Bagian 8: Net Worth—Mengukur Kemajuan Sejati

Net Worth vs Income 

Kebanyakan orang fokus pada: "Berapa gaji Anda?" 

Tapi pertanyaan yang lebih penting: "Berapa net worth Anda?"

Net Worth = Aset - Utang 

Anda bisa gaji 50 juta per bulan tapi net worth negatif (utang lebih besar dari aset).

Atau Anda bisa gaji 10 juta per bulan tapi net worth positif dan terus bertumbuh.

Net worth adalah scoreboard sejati dari kesehatan finansial.

Hitung Net Worth Anda 

Aset: 

● Uang di bank 

● Investasi (saham, reksa dana, obligasi) 

● Nilai rumah 

● Nilai kendaraan 

● Valuables lainnya 

Utang: 

● Kartu kredit 

● Pinjaman pribadi 

● KPR 

● Pinjaman kendaraan 

● Utang lainnya 

Net Worth = Total Aset - Total Utang 

Progress Over Perfection 

Jika net worth Anda negatif—jangan panic. 

Banyak orang mulai dari negatif (terutama dengan student loans atau utang lain).

Yang penting: Apakah net worth Anda naik setiap tahun? 

Track it. Celebrate progress. Terus bergerak ke arah yang benar.

 


Bagian 9: Estate Planning—Apa yang Terjadi Setelah Anda Pergi? 

Topic yang Tidak Nyaman 

Tidak ada yang suka bicara tentang kematian mereka sendiri. 

Tapi Tiffany menekankan: Estate planning bukan tentang kematian. Ini tentang cinta.

Ini tentang memastikan orang yang Anda cintai diurus jika sesuatu terjadi pada Anda.

4 Dokumen Penting 

1. Will (Surat Wasiat) 

Siapa yang dapat apa? Siapa yang jaga anak-anak Anda? Keputusan ini harus Anda buat, bukan pengadilan. 

2. Trust (jika applicable) 

Untuk aset yang lebih kompleks atau untuk menghindari probate. 

3. Power of Attorney 

Siapa yang bisa membuat keputusan finansial untuk Anda jika Anda tidak mampu?

4. Healthcare Directive 

Apa keinginan Anda tentang perawatan medis di akhir hidup? 

Don't Leave a Mess 

Tiffany berbagi cerita tentang teman yang meninggal tanpa will—meninggalkan keluarga dalam chaos, bertengkar tentang aset, tidak tahu password account, tidak tahu di mana dokumen penting. 

Loving your family means making this easy for them.

 


Bagian 10: Financial Empowerment—Mindset dan Kebiasaan 

Uang adalah Alat, Bukan Tujuan 

Di akhir buku, Tiffany kembali ke tema yang paling penting: 

Financial wholeness bukan tentang menjadi kaya. Ini tentang menjadi utuh.

Utuh berarti: 

● Anda tidak stress tentang tagihan 

● Anda punya pilihan dalam hidup 

● Anda bisa generous dengan orang lain 

● Anda bisa pursue passion tanpa takut bangkrut 

● Anda tidur nyenyak di malam hari 

Uang adalah alat untuk mencapai itu—bukan tujuan itu sendiri. 

Money Mindset Shifts 

Dari Scarcity ke Abundance 

Berhenti berpikir "tidak pernah cukup." Mulai berpikir "ada cukup untuk semua orang."

Dari Shame ke Empowerment 

Berhenti merasa malu tentang kesalahan finansial masa lalu. Mulai merasa empowered tentang pilihan yang Anda buat hari ini. 

Dari Perfection ke Progress 

Berhenti menunggu momen "sempurna" untuk mulai. Mulai dengan langkah kecil hari ini.

The 10 Component System Works 

Tiffany tidak berjanji bahwa ini mudah atau cepat. 

Tapi dia berjanji: Jika Anda bekerja pada 10 komponen ini secara konsisten, hidup finansial Anda akan berubah. 

Tidak harus sempurna di semua 10 sekaligus. Mulai dengan satu. Kuasai. Lanjut ke berikutnya.

Progress bertahap lebih baik daripada perfection yang tidak pernah dimulai.

 


Penutup: Dari Kehancuran ke Wholeness 

Tiffany Aliche mulai di sofa orang tuanya, bangkrut, dengan utang ratusan juta rupiah. 

Hari ini, dia secara finansial utuh—bebas utang, punya dana darurat yang solid, invest untuk masa depan, dan yang terpenting: dia punya peace of mind. 

Dan jika dia bisa, Anda juga bisa. 

Kesalahan finansial masa lalu tidak menentukan masa depan Anda. Yang menentukan adalah keputusan yang Anda buat mulai hari ini. 

10 Langkah Action Plan Anda 

1. Track pengeluaran 30 hari - Tanpa judgement, hanya observe 

2. Buat budget berdasarkan data real - Mulai dengan 50/30/20 atau sesuaikan

3. Mulai dana darurat dengan 1,5 juta - Baby step pertama 

4. List semua utang - Hadapi monster di bawah tempat tidur 

5. Cek credit score - Tahu di mana Anda berdiri 

6. Identifikasi 1 cara meningkatkan penghasilan - Side hustle atau ask for raise

7. Buka rekening investasi - Meski mulai dengan 100 ribu 

8. Review asuransi Anda - Apakah Anda terproteksi? 

9. Hitung net worth - Baseline untuk mengukur progress 

10. Buat janji untuk estate planning - Atau minimal tulis will sederhana

Anda tidak harus lakukan semua ini minggu ini.  Tapi pilih satu.  Mulai hari ini.

 


Pertanyaan untuk Anda 

Tiffany mengakhiri buku dengan pertanyaan powerful: 

"Apa yang akan berubah dalam hidup Anda jika uang bukan lagi sumber stress, tapi sumber kebebasan?" 

Bagaimana Anda akan menggunakan waktu Anda? Passion apa yang akan Anda kejar? Siapa yang akan Anda bantu? Bagaimana Anda akan hidup? 

Financial wholeness memberi Anda kebebasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini tanpa batasan. 

Perjalanan dimulai dengan satu langkah. 

Ambil langkah itu hari ini.

 


Tentang Buku Asli 

"Get Good With Money: Ten Simple Steps to Becoming Financially Whole" diterbitkan tahun 2021 oleh Tiffany "The Budgetnista" Aliche. 

Tiffany adalah financial educator, teacher, dan founder dari Live Richer Academy yang telah membantu jutaan orang (terutama perempuan dan komunitas kulit hitam) mencapai financial wellness. 

Buku ini adalah kulminasi dari lebih dari satu dekade pengalaman mengajar literasi finansial—dari kehancuran pribadi tahun 2008 hingga menjadi salah satu suara paling dipercaya dalam personal finance. 

Yang membuat buku ini berbeda: 

● Pendekatan yang nurturing, tidak judgemental 

● Fokus pada "wholeness" bukan hanya "wealth" 

● Praktis dengan worksheets dan action steps 

● Mengakui bahwa finance bukan hanya matematika—ini tentang psikologi, emosi, dan budaya 

Buku ini termasuk Live Richer Workbook dengan exercises, templates, dan tools untuk implementasi langsung. 

Untuk panduan lengkap dengan semua worksheets dan detail teknis, sangat disarankan membaca buku aslinya. Tersedia dalam hardcover, ebook, dan audiobook (dibacakan oleh Tiffany sendiri). 

Ringkasan ini memberikan framework dan esensi, tapi pengalaman penuh dari wisdom dan praktikalitas Tiffany hanya bisa didapat dari buku lengkapnya. 

Sekarang pergilah dan mulai perjalanan menuju financial wholeness.

Satu langkah pada satu waktu. Satu komponen pada satu waktu. Satu hari pada satu waktu.

You got this. ��