Enlightenment Now

Steven Pinker


Ketika Data Mengalahkan Persepsi 

Bayangkan jika saya bertanya kepada Anda: "Apakah dunia hari ini lebih baik atau lebih buruk dibandingkan 50 tahun yang lalu?" 

Kemungkinan besar, Anda akan menjawab: "Lebih buruk." 

Perang di mana-mana. Terorisme. Perubahan iklim. Ketimpangan ekonomi. Pandemi. Kemerosotan moral. Masa depan yang suram untuk anak-anak kita. 

Jika Anda berpikir demikian, Anda tidak sendirian. Survei demi survei menunjukkan bahwa mayoritas orang di seluruh dunia percaya bahwa dunia sedang menuju ke arah yang salah. 

Tapi bagaimana jika saya katakan bahwa Anda salah besar

Steven Pinker, psikolog kognitif terkemuka dari Harvard University, dalam bukunya "Enlightenment Now" mengajukan argumen yang mengejutkan: Dunia hari ini adalah tempat terbaik yang pernah ada untuk menjadi manusia. 

Tidak percaya? Mari kita lihat datanya. 

Pada tahun 1820, 94% populasi dunia hidup dalam kemiskinan ekstrem. Hari ini? Kurang dari 10%. 

Pada tahun 1900, harapan hidup global adalah 31 tahun. Hari ini? 73 tahun.

Pada tahun 1800, hanya 12% orang dewasa di dunia yang bisa membaca. Hari ini? 85%. 

Tingkat kematian akibat perang telah menurun drastis. Tingkat pembunuhan turun. Demokrasi menyebar. Hak-hak perempuan, minoritas, dan LGBTQ+ berkembang pesat. 

Dengan 75 grafik yang mencengangkan, Pinker menunjukkan bahwa hampir di setiap aspek kehidupan manusia—kesehatan, kemakmuran, keamanan, perdamaian, pengetahuan, dan bahkan kebahagiaan—kita mengalami kemajuan yang luar biasa.

Lalu mengapa kita merasa dunia semakin buruk? 

Jawabannya ada pada cara kerja otak manusia dan nilai-nilai yang memungkinkan kemajuan ini terjadi. Mari kita mulai perjalanan ini dengan memahami apa yang disebut Pencerahan atau Enlightenment.

 


Bagian 1: Empat Pilar Pencerahan—Foundation of Progress 

"Beranilah untuk Memahami!" 

Pada abad ke-18, filsuf Jerman Immanuel Kant menulis kata-kata yang mengubah dunia: "Sapere aude!"—Beranilah untuk memahami! 

Ini adalah semboyan Era Pencerahan—periode ketika para pemikir Eropa mulai mempertanyakan dogma, takhayul, dan otoritas tradisional. Mereka berani menggunakan akal untuk memahami dunia. 

Sebelum Pencerahan, dunia dikuasai oleh: 

Takhayul menggantikan pengetahuan 

Dogma religius menggantikan pemikiran bebas 

Otoritas menggantikan bukti 

Tradisi menggantikan inovasi 

Hasilnya? Dunia yang dipenuhi kekerasan, kemiskinan, penyakit, dan ketidakadilan.

Empat Pilar yang Mengubah Segalanya 

Pinker mengidentifikasi empat nilai fundamental Pencerahan yang mengubah peradaban manusia: 

1. REASON (Akal) Penggunaan logika, bukti, dan analisis untuk memahami dunia—bukan mengandalkan intuisi, otoritas, atau wahyu. 

2. SCIENCE (Sains) Metode sistematis untuk memahami alam semesta melalui observasi, eksperimen, dan verifikasi. 

3. HUMANISM (Humanisme) Keyakinan bahwa kehidupan manusia berharga dan tujuan moral adalah meningkatkan kesejahteraan semua orang. 

4. PROGRESS (Kemajuan) Keyakinan bahwa dengan menggunakan akal dan sains untuk memecahkan masalah, kondisi manusia dapat terus diperbaiki. 

Empat pilar ini bukan sekadar ide filosofis abstrak. Mereka adalah resep praktis yang telah terbukti mengubah dunia. 

Tiga Kekuatan Universal 

Sebelum kita melihat bukti kemajuan, Pinker menjelaskan tiga kekuatan fundamental yang membentuk alam semesta dan kehidupan:

ENTROPY (Entropi) Kecenderungan alami segala sesuatu menuju kekacauan dan kehancuran. Dalam dunia yang dikuasai entropi, kemiskinan, penyakit, dan kekerasan adalah kondisi default. 

EVOLUTION (Evolusi) Proses dimana organisme beradaptasi dan berkembang—tetapi evolusi tidak memiliki tujuan moral atau arah kemajuan. 

INFORMATION (Informasi) Kemampuan untuk memproses, menyimpan, dan mentransmisikan pengetahuan—kunci bagi manusia untuk melawan entropi. 

Kemajuan manusia terjadi ketika kita menggunakan informasi (pengetahuan) untuk melawan entropi (kehancuran) dengan cara yang lebih efektif daripada yang diprogramkan evolusi.

 


Bagian 2: Kemajuan Kehidupan—Why We Live Longer and Better 

Revolusi Harapan Hidup 

Fakta paling menakjubkan dalam sejarah manusia: Kita hidup dua setengah kali lebih lama daripada nenek moyang kita. 

1800: Harapan hidup global = 28,5 tahun 

1900: Harapan hidup global = 31 tahun 

2015: Harapan hidup global = 71,4 tahun 

Ini bukan hanya terjadi di negara kaya. Negara-negara termiskin hari ini memiliki harapan hidup yang lebih tinggi daripada negara-negara terkaya pada tahun 1950. 

Penaklukan Penyakit 

Berkat sains dan kedokteran modern: 

Cacar: Penyakit yang membunuh 300 juta orang pada abad ke-20—sepenuhnya diberantas pada tahun 1977. 

Polio: Kasus menurun 99,9% sejak tahun 1988. Dari 350,000 kasus menjadi kurang dari 100 kasus per tahun. 

Kematian ibu saat melahirkan: Turun 44% sejak tahun 1990. 

Kematian anak: Pada tahun 1800, 43% anak meninggal sebelum usia 5 tahun. Hari ini? Kurang dari 5%. 

Penaklukan Kelaparan 

Selama ribuan tahun, kelaparan adalah momok yang menghantui manusia. Thomas Malthus pada tahun 1798 memprediksi bahwa populasi akan selalu melebihi produksi pangan. 

Dia salah. 

Green Revolution pada abad ke-20 menggunakan sains untuk: 

● Mengembangkan varietas tanaman yang lebih produktif 

● Menemukan pupuk sintetis 

● Menciptakan pestisida yang efektif 

● Mengoptimalkan sistem irigasi 

Hasilnya: Produksi pangan tumbuh lebih cepat daripada populasi.

Pada tahun 1970, 28% populasi dunia kekurangan gizi. Hari ini? Kurang dari 11%—meskipun populasi bertambah 3 miliar orang. 

Mengapa Ini Terjadi? 

Kemajuan dalam kesehatan dan nutrisi bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari: 

1. Revolusi Saintifik: Pemahaman tentang mikroba, vitamin, genetika

2. Institusi publik: Sistem kesehatan, sanitasi, pendidikan 

3. Perdagangan global: Distribusi makanan dan obat-obatan 

4. Pemerintahan yang bertanggung jawab: Investasi dalam kesehatan masyarakat 

Humanisme memberikan motivasi moral. Akal mengidentifikasi solusi. Sains menciptakan teknologi. Kemajuan membuat semuanya terus membaik.

 


Bagian 3: Kemakmuran—The Great Escape and Great Convergence 

Dari Stagnasi Malthusian ke Pertumbuhan Eksponensial 

Selama 99% sejarah manusia, ekonomi dunia stagnan. Tahun demi tahun, generasi demi generasi, standar hidup hampir tidak berubah. 

Kemudian, dimulai dari Eropa Barat pada abad ke-18, terjadi sesuatu yang belum pernah terjadi: The Great Escape—pelarian besar dari kemiskinan. 

Gross World Product (total produksi ekonomi dunia): 

● 1000 M: $50 miliar (dalam dollar 2011) 

1500 M: $62 miliar 

1700 M: $75 miliar 

● 1820 M: $120 miliar 

2015 M: $108 triliun 

Pertumbuhan hampir 200 kali lipat sejak awal Pencerahan! 

The Great Convergence 

Yang lebih menakjubkan, kemakmuran tidak hanya terjadi di Barat. Sejak abad ke-20, terjadi The Great Convergence—negara-negara miskin mengejar ketertinggalan dengan sangat cepat. 

Contoh dramatis: 

Korea Selatan 1960: GDP per kapita = $1,200 (setara Bangladesh hari ini)

● Korea Selatan 2015: GDP per kapita = $34,500 (setara Jerman) 

China: Dalam 40 tahun (1978-2018), 800 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem—pencapaian terbesar dalam pengentasan kemiskinan dalam sejarah manusia. 

Apa yang Menyebabkan Kemakmuran? 

Pinker mengidentifikasi tiga faktor kunci: 

1. SAINS DAN TEKNOLOGI 

● Revolusi Industri: mesin uap, listrik, komputer 

● Revolusi hijau dalam pertanian 

● Internet dan digitalisasi

2. INSTITUSI YANG MENDUKUNG PASAR BEBAS 

● Rule of law (penegakan hukum) 

● Property rights (hak kepemilikan) 

● Enforceable contracts (kontrak yang dapat ditegakkan) 

● Free trade (perdagangan bebas) 

3. PERUBAHAN NILAI BUDAYA 

● Menghargai pedagang dan inventor, bukan hanya pejuang dan pendeta

● Etos kerja dan inovasi 

● Toleransi terhadap perubahan 

Fakta Mengejutkan tentang Kemiskinan Global 

1990: 37% populasi dunia hidup dengan kurang dari $1,90 per hari 2015: 10% populasi dunia hidup dengan kurang dari $1,90 per hari 

Artinya: Setiap hari, rata-rata 130,000 orang keluar dari kemiskinan ekstrem selama 25 tahun terakhir. 

Ini adalah pencapaian terbesar dalam sejarah manusia—namun hampir tidak pernah diberitakan media.

 


Bagian 4: Keamanan dan Perdamaian—The Decline of Violence 

Dunia yang Lebih Aman 

Meskipun berita dipenuhi kekerasan dan konflik, data menunjukkan realitas yang sangat berbeda: Kita hidup di era paling damai dalam sejarah manusia. 

Tingkat pembunuhan per 100,000 penduduk: 

Abad Pertengahan: 50-100 kematian 

1900: 10 kematian 

2000: 7 kematian 

2015: 5 kematian 

Kematian akibat perang per 100,000 penduduk: 

1950s: 22 kematian per tahun 

1980s: 5 kematian per tahun 

2010s: 1 kematian per tahun 

Mengapa Kekerasan Menurun? 

1. THE CIVILIZING PROCESS Pembentukan negara modern mengurangi kekerasan interpersonal melalui monopoli kekuatan yang sah. 

2. HUMANITARIAN REVOLUTION Era Pencerahan membawa penghapusan: 

● Penyiksaan sebagai bagian sistem peradilan 

● Perbudakan 

● Hukuman mati untuk kejahatan kecil 

● Duel sebagai cara menyelesaikan perselisihan 

3. THE LONG PEACE Tidak ada perang besar antar kekuatan dunia sejak Perang Dunia II—periode perdamaian terpanjang dalam sejarah modern. 

4. RIGHTS REVOLUTION Perlindungan hak-hak minoritas: 

● Gerakan hak-hak sipil 

● Feminisme 

● Hak-hak LGBTQ+ 

● Hak-hak anak 

● Hak-hak penyandang disabilitas 

Terorisme dalam Perspektif

Media membuat kita merasa terorisme adalah ancaman eksistensial. Tapi lihat datanya:

Kemungkinan seorang Amerika meninggal karena: 

Serangan teroris: 1 dalam 3,5 juta 

Disambar petir: 1 dalam 700,000 

Diserang anjing: 1 dalam 112,400 

Kecelakaan mobil: 1 dalam 8,000 

Terorisme memang nyata dan tragis. Tapi responnya harus proporsional, tidak berdasarkan ketakutan yang dibesarkan media.

 


Bagian 5: Lingkungan—Progress Amidst Challenges

Kabar Baik yang Jarang Didengar 

Meskipun perubahan iklim adalah tantangan serius, kemajuan lingkungan dalam banyak aspek lain sangat mengesankan: 

POLUSI UDARA: 

● London 1950s: Great Smog membunuh 4,000 orang dalam 4 hari 

● London hari ini: Udara 10 kali lebih bersih 

DEFORESTASI: 

● Area hutan di negara kaya bertambah sejak 1990 

● 36 negara mencapai "forest transition"—hutan bertambah, bukan berkurang

SPESIES TERANCAM: 

● Paus bungkuk: dari 5,000 (1968) menjadi 80,000 (2015) 

● Condor California: dari 27 (1987) menjadi 463 (2017) 

● Macan tutul salju: populasi stabil dan meningkat 

Perubahan Iklim: Tantangan Serius, Bukan Apocalypse 

Pinker tidak menyangkal perubahan iklim. Tapi dia menolak climate alarmism yang berlebihan:

FAKTA: 

● Suhu global naik 0,8°C sejak 1880 

● Ini terutama disebabkan aktivitas manusia 

● Ini akan terus berlanjut tanpa tindakan 

BUKAN APOCALYPSE karena: 

● Adaptasi teknologi terus berkembang 

● Energi terbarukan semakin murah 

● Ekonomi dunia semakin efisien energi 

● Manusia sangat adaptif terhadap perubahan iklim 

Kurva Environmental Kuznets 

Pola umum: Ketika negara menjadi lebih kaya, polusi awalnya meningkat, kemudian menurun drastis. 

Alasannya:

1. Negara kaya punya sumber daya untuk teknologi bersih 

2. Masyarakat makmur menghargai lingkungan bersih 

3. Ekonomi berbasis jasa menggantikan industri berat 

4. Teknologi canggih lebih efisien dan bersih 

Kesimpulan: Kemiskinan adalah musuh lingkungan. Kemakmuran adalah solusi.

 


Bagian 6: Pengetahuan dan Kebahagiaan—The Cognitive Revolution 

Revolusi Pendidikan 

Literasi global: 

1820: 12% orang dewasa bisa membaca 

1950: 44% orang dewasa bisa membaca 

2015: 85% orang dewasa bisa membaca 

Pendidikan tinggi: 

1970: 10% populasi dunia menyelesaikan pendidikan tinggi 

2015: 35% populasi dunia menyelesaikan pendidikan tinggi 

IQ dan Kecerdasan 

Fenomena yang menakjubkan: Flynn Effect—IQ rata-rata meningkat 3 poin setiap dekade sejak 1930-an. 

Penyebabnya: 

● Nutrisi yang lebih baik 

● Pendidikan yang lebih luas 

● Lingkungan yang lebih kompleks dan stimulatif 

● Reduksi penyakit yang mempengaruhi perkembangan otak 

Kebahagiaan dan Kesejahteraan 

Mitos: "Uang tidak bisa membeli kebahagiaan." 

Realitas: Di tingkat individu dan negara, ada korelasi kuat antara wealth dan well-being.

World Happiness Report menunjukkan: 

● Negara-negara terkaya umumnya paling bahagia 

● Dalam satu negara, orang kaya umumnya lebih bahagia dari orang miskin

● Tapi ada diminishing returns—perbedaan antara $50,000 dan $100,000 lebih kecil dari perbedaan antara $5,000 dan $10,000 

Yang mengejutkan: Generasi milenial lebih bahagia dan lebih sehat mental daripada yang sering digambarkan media.

 


Bagian 7: Mengapa Kita Merasa Dunia Memburuk?

Bias Psikologis yang Menyesatkan 

1. NEGATIVITY BIAS Otak manusia lebih memperhatikan berita buruk daripada berita baik. Ini adaptif di masa prasejarah—lebih baik waspada berlebihan daripada mati dimakan predator. 

2. AVAILABILITY BIAS Kita menganggap sesuatu lebih umum terjadi jika mudah kita ingat. Media terus menampilkan kekerasan dan bencana, membuat kita merasa itu lebih sering terjadi. 

3. ROSY RETROSPECTION Kecenderungan mengingat masa lalu lebih baik daripada kenyataan. "Dulu lebih baik" adalah ilusi nostalgia. 

Media dan "If It Bleeds, It Leads" 

Jurnalisme modern memiliki bias struktural terhadap berita buruk: 

Kejadian dramatis lebih menarik daripada tren gradual 

Konflik lebih menjual daripada kerjasama 

Krisis mendapat rating tinggi, kemajuan tidak 

Contoh: 

● Gempa bumi yang membunuh 100 orang = berita utama selama seminggu

● 137,000 orang keluar dari kemiskinan ekstrem hari ini = tidak diberitakan 

Declinism: Intellectual Fashion 

Sepanjang sejarah, intellectuals cenderung pesimis: 

1960s: "Population Bomb" memprediksi kelaparan massal 

1970s: "Limits to Growth" memprediksi keruntuhan ekonomi 

1980s: "Nuclear Winter" dan ketakutan perang nuklir 

1990s: "End of History" dan kebosanan 

2000s: "Clash of Civilizations" dan terorisme 

2010s: "End of Democracy" dan populisme 

Pola yang sama: Prediksi bencana yang jarang terjadi, mengabaikan kemajuan yang terus berlangsung. 

Mengapa Pesimisme Menarik? 

1. MORAL AUTHORITY Kritik terhadap sistem memberi kesan intelektual dan bermoral tinggi.

2. CALL TO ACTION "Dunia dalam bahaya" memotivasi action lebih kuat daripada "dunia membaik." 

3. EXISTENTIAL SATISFACTION Merasa hidup di "zaman yang penting" lebih memuaskan daripada mengakui kita hidup di era biasa-biasa saja.

 


Bagian 8: Membela Akal—Against Irrationality

Ancaman terhadap Reason 

Meskipun akal telah membawa kemajuan luar biasa, nilainya saat ini diserang dari berbagai arah: 

1. POLITISASI Politik modern memperlakukan fakta sebagai senjata, bukan alat untuk mencari kebenaran. 

2. POSTMODERNISME Relativisme yang mengklaim tidak ada kebenaran objektif.

3. POPULISME Mengandalkan emosi dan gut feeling, menolak expertise dan analysis.

Keterbatasan Reason 

Pinker jujur mengakui bahwa manusia tidak selalu rasional: 

COGNITIVE BIASES: Confirmation bias, motivated reasoning, tribal thinking

EMOTIONAL INFLUENCE: Ketakutan dan kemarahan sering mengalahkan logika 

MOTIVATED REASONING: Menggunakan kecerdasan untuk membenarkan keyakinan yang sudah ada 

Solusi: Institutions of Reason 

Kita tidak bisa mengandalkan individu untuk selalu rasional. Tapi kita bisa membangun institusi yang mendorong rational thinking: 

1. SCIENCE: Peer review, replication, falsifiability 

2. JOURNALISM: Fact-checking, multiple sources, data verification 

3. MARKETS: Competition memaksa efficiency dan innovation 

4. DEMOCRACY: Checks and balances, transparent debate 

5. LEGAL SYSTEM: Evidence-based justice, due process

 


Bagian 9: Membela Sains—Against Anti-Science

Sains sebagai Crown Jewel of Human Achievement 

Sains bukan hanya satu cara untuk memahami dunia—ini adalah cara terbaik yang pernah kita temukan. 

Pencapaian sains: 

● Memberantas penyakit yang membunuh miliaran orang 

● Memberi kita teknologi yang meningkatkan kehidupan 

● Memungkinkan kita memahami alam semesta 

● Menciptakan kekayaan yang mengangkat miliaran dari kemiskinan 

Ancaman terhadap Sains 

1. RELATIVISME BUDAYA Anggapan bahwa sains hanya "satu cara pandang" yang tidak lebih valid dari mitos atau tradisi. 

2. ANTI-INTELLECTUALISM Ketidakpercayaan terhadap experts dan scientific consensus. 

3. POLITISASI PENELITIAN Menggunakan sains untuk agenda politik, mengabaikan bukti yang tidak nyaman. 

Menjawab Kritik terhadap Sains 

"Sains telah menciptakan senjata nuklir dan polusi!" 

● Sains adalah alat. Yang menentukan adalah bagaimana kita menggunakannya.

● Masalah yang diciptakan teknologi umumnya dipecahkan dengan lebih banyak teknologi, bukan lebih sedikit. 

"Sains tidak bisa menjawab pertanyaan tentang makna dan moral!" 

● Benar, tapi sains bisa menginformasikan diskusi moral dengan facts tentang human nature dan consequences of actions. 

"Scientists sering salah dan bias!" 

● Benar, tapi self-correction adalah kekuatan sains, bukan kelemahan.

 


Bagian 10: Membela Humanisme—The Value of Human Life 

Humanisme Sekular 

Humanisme adalah keyakinan bahwa: 

1. Kehidupan manusia memiliki nilai 

2. Kesejahteraan manusia adalah tujuan moral utama 

3. Akal dan empati, bukan wahyu atau tradisi, harus memandu moral 

Ini bukan berarti manusia adalah satu-satunya yang penting. Tapi ini berarti memulai dengan manusia sebagai foundation of moral thinking. 

Ancaman terhadap Humanisme 

1. THEOCENTRISM Agama yang menempatkan Tuhan, bukan manusia, sebagai pusat moral. 

2. GREEN FUNDAMENTALISM Environmentalism ekstrem yang menganggap manusia sebagai virus di planet ini. 

3. ROMANTIC HEROISM Ideologi yang mengagungkan sacrifice for abstract ideals (bangsa, ras, kelas) di atas human welfare. 

Expanding Circle of Moral Concern 

Salah satu pencapaian terbesar humanisme adalah perluasan empati: 

Tribal: Hanya peduli pada suku sendiri 

National: Peduli pada sesama warga negara 

Racial: Peduli pada sesama ras 

Human: Peduli pada semua manusia 

Sentient: Peduli pada semua makhluk yang bisa merasakan 

Peter Singer menyebut ini "expanding circle"—lingkaran moral yang terus meluas.

Humanisme dan Rights Revolution 

Humanisme adalah fondasi filosofis dari: 

● Hak asasi manusia universal 

● Kesetaraan gender 

● Hak-hak sipil 

● Hak LGBTQ+

●Animalrights

 


Penutup: The Case for Progress 

Kemajuan Bukan Takdir, Tapi Pilihan 

Pinker menekankan: Kemajuan tidak otomatis. Ini bukan hasil dari "cosmic force" atau "historical inevitability." 

Kemajuan adalah hasil dari usaha manusia yang disengaja—menggunakan reason, science, dan humanism untuk memecahkan masalah. 

Ancaman terhadap Kemajuan 

1. COMPLACENCY Mengambil kemajuan for granted, tidak mempertahankan institutions yang membuatnya mungkin. 

2. PESSIMISM Declinism yang berlebihan dapat menjadi self-fulfilling prophecy—jika kita percaya tidak ada harapan, kita berhenti berusaha. 

3. AUTHORITARIANISM Sistem otoriter mengancam freedom of thought dan innovation yang diperlukan untuk kemajuan. 

Pelajaran untuk Hari Ini 

1. Percaya pada Data, Bukan Anekdot Tren jangka panjang lebih penting daripada berita harian. 

2. Pertahankan Institusi yang Berfungsi Democracy, free speech, rule of law, dan science institutions. 

3. Resist Declinism Pesimisme berlebihan menghalangi problem-solving. 

4. Embrace Reason Gunakan evidence-based thinking, bahkan ketika conclusion tidak nyaman. 

5. Expand Moral Circle Terus perluas empati dan concern untuk lebih banyak orang.

Pesan Akhir: Dare to Understand 

Kembali ke motto Kant: "Sapere aude!" 

Di era post-truth dan alternative facts, lebih penting dari sebelumnya untuk: 

● Mencari kebenaran meskipun tidak nyaman 

Menggunakan akal meskipun emosi berteriak 

● Mempercayai sains meskipun intuisi berbeda

● Peduli pada semua manusia meskipun tribal instinct menentang 

Pencerahan bukan event historis yang selesai—ini adalah project berkelanjutan. 

Setiap generasi harus memilih: akan menggunakan reason, science, dan humanism untuk membuat dunia lebih baik, atau membiarkan irrationality, superstition, dan tribalism mengambil alih? 

Data menunjukkan: Ketika kita memilih Pencerahan, hasilnya spektakuler.

Challenge untuk kita: Akan melanjutkan kemajuan ini atau membiarkannya terhenti? 

Seperti yang dikatakan Pinker: "The Enlightenment is working. But it needs a vigorous defense." 

Pertahanan itu dimulai dengan memahami—dan mempercayai—kekuatan reason, science, humanism, dan progress. 

Karena seperti yang ditunjukkan 300 tahun terakhir: Ketika kita berani memahami, kita bisa mengubah dunia.

 


Tentang Buku Asli 

"Enlightenment Now: The Case for Reason, Science, Humanism, and Progress" diterbitkan pada tahun 2018 dan langsung menjadi New York Times Bestseller. Bill Gates menyebutnya sebagai "buku favorit baru saya." 

Steven Pinker adalah Harvard College Professor of Psychology di Harvard University. Dia adalah salah satu psikolog paling berpengaruh di dunia dan penulis bestseller seperti "The Better Angels of Our Nature," "The Blank Slate," dan "How the Mind Works." 

Buku ini menggunakan 75 grafik dan grafik untuk menunjukkan kemajuan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, didukung oleh data dari organisasi-organisasi terpercaya seperti World Bank, WHO, UNICEF, dan berbagai universitas terkemuka. 

Untuk pemahaman lengkap tentang data, grafik, dan argumen detail yang mendukung optimisme rasional Pinker, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap argumen utama—tapi buku lengkapnya menawarkan arsenal data yang mengubah cara Anda melihat dunia. 

Sekarang pergilah dan beranilah untuk memahami—karena pemahaman yang akurat adalah langkah pertama menuju dunia yang lebih baik. 

Seperti yang dibuktikan 300 tahun terakhir: Progress is possible. And it's spectacular.