Enshittification

Cory Doctorow


Ketika Platform yang Anda Cintai Mengkhianati Anda 

Ingat ketika Facebook masih menyenangkan? 

Tahun 2008. Anda login dan melihat update dari semua teman Anda—secara kronologis. Tidak ada iklan yang mengganggu. Tidak ada konten viral dari orang asing. Tidak ada algoritma yang menyembunyikan postingan teman dekat Anda sementara menampilkan iklan sepatu yang Anda googling semalam. 

Hanya... teman-teman Anda. Berbagi foto. Berbagi cerita. Berkomunikasi. Sekarang? Facebook adalah kekacauan. Timeline Anda penuh dengan: 

● Iklan setiap dua postingan 

● Video viral dari akun yang tidak Anda follow 

● "Suggested posts" dari orang yang tidak Anda kenal 

● Postingan teman Anda dari 3 hari lalu (kenapa baru muncul sekarang?)

● Notifikasi yang tidak relevan 

● Permintaan untuk upgrade ke Facebook Blue 

Dan Anda berpikir: "Apa yang terjadi? Kapan ini menjadi begitu buruk?" 

Atau Amazon. Dulu, Anda mencari produk dan mendapat hasil yang relevan—produk terbaik dengan harga terbaik di atas. Sekarang? Halaman pertama penuh dengan "Sponsored" products yang membayar untuk berada di sana. Produk palsu dengan review palsu. Hasil pencarian yang tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda cari. 

Atau Google. Dulu, pencarian memberikan hasil yang paling relevan. Sekarang? Iklan di mana-mana. SEO spam. Website yang dioptimasi untuk Google, bukan untuk manusia. 

Atau Uber. Dulu, murah dan nyaman. Sekarang? Surge pricing setiap waktu. Biaya misterius yang terus bertambah. Driver dibayar lebih sedikit sementara penumpang membayar lebih banyak.

Apa yang terjadi pada semua platform ini? 

Cory Doctorow—aktivis digital, penulis, dan jurnalis teknologi—punya jawaban yang brilian dan menggelisahkan: 

Mereka tidak rusak. Mereka dirancang untuk menjadi begini. 

Ini adalah proses yang dia sebut "enshittification"—degradasi sistematis dari platform digital dalam tiga tahap yang dapat diprediksi. 

Dan begitu Anda memahami pola ini, Anda akan melihatnya di mana-mana.

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Tiga Tahap Enshittification 

Tahap 1: Baik pada Pengguna 

Platform baru lahir. Mereka punya ambisi besar tapi tidak punya pengguna. Jadi mereka melakukan segalanya untuk menarik Anda. 

Facebook di awal: 

● Gratis selamanya! 

● Tidak ada iklan 

● Timeline kronologis—Anda melihat semua postingan teman 

● Privasi yang (relatif) dihormati 

● Alat yang berguna untuk tetap terhubung 

Amazon di awal: 

● Harga lebih murah dari toko fisik 

● Ulasan jujur dari pembeli nyata 

● Hasil pencarian yang relevan 

● Gratis ongkir dengan Prime 

● Seleksi produk yang luar biasa 

Uber di awal: 

● Lebih murah dari taksi 

● Mobil bersih dan sopir ramah 

● Tidak perlu cash, tidak perlu negosiasi 

● Tracking real-time 

● Rating untuk kualitas 

Pada tahap ini, platform adalah dream come true. Mereka memecahkan masalah nyata. Mereka membuat hidup lebih mudah. Anda jatuh cinta. 

Dan Anda mulai mengintegrasikan mereka ke dalam hidup Anda. Semua teman Anda di Facebook. Semua belanja Anda di Amazon. Semua transportasi Anda dengan Uber. 

Tanpa Anda sadari, Anda terjebak. 

Tahap 2: Mengeksploitasi Pengguna untuk Menarik Partner Bisnis 

Setelah platform punya basis pengguna yang besar—terjebak dalam ekosistem mereka—mereka mulai tahap dua: menarik partner bisnis dengan mengeksploitasi pengguna. 

Facebook:

● Algoritma mulai menyembunyikan postingan organik 

● "Hanya 2% dari follower Anda akan melihat postingan Anda—kecuali Anda bayar untuk boost" 

● Bisnis dan creator terpaksa membayar untuk reach yang dulu gratis 

● Data pengguna dijual ke advertiser tanpa persetujuan jelas 

Amazon: 

● Penjual dipaksa bayar untuk "sponsored" placement 

● Amazon melihat produk mana yang laris, lalu membuat versi sendiri (Amazon Basics) dan menempatkannya di atas hasil pencarian 

● Algoritma pencarian sekarang memprioritaskan produk yang bayar paling banyak, bukan yang terbaik 

Uber: 

● Driver mendapat bayaran lebih sedikit (dari 80% menjadi 60% dari fare)

● Penumpang membayar lebih banyak (surge pricing hampir setiap waktu)

● Uber mengambil margin yang lebih besar sambil mengatakan "supply and demand" 

Pada tahap ini, pengguna adalah produk, bukan pelanggan. 

Anda adalah eyeballs yang dijual ke advertiser. Anda adalah data yang dijual ke broker. Anda adalah demand yang bisa dimonetisasi. 

Tapi Anda masih belum pergi. Mengapa? 

Karena switching cost terlalu tinggi. 

Semua teman Anda di Facebook. Semua purchase history Anda di Amazon. Semua komute Anda sudah terbiasa dengan Uber. Untuk pindah membutuhkan usaha yang luar biasa—dan ke mana Anda akan pindah? Tidak ada alternatif yang sebanding. 

Anda terjebak. Dan platform tahu itu. 

Tahap 3: Mengeksploitasi Partner Bisnis 

Setelah platform punya pengguna yang terjebak DAN partner bisnis yang tergantung—mereka masuk tahap tiga: memeras partner bisnis sambil semakin memperburuk pengalaman pengguna. 

Facebook: 

● Reach organik hampir nol—bahkan jika Anda bayar, Anda harus bayar lebih

● Video yang di-upload langsung ke Facebook diprioritaskan daripada link ke YouTube (mematikan creator yang punya channel di platform lain)

● Meta mengubah aturan monetisasi sewenang-wenang 

● Platform penuh dengan spam, scam, dan misinformasi—tapi Facebook tidak peduli karena engagement tetap tinggi 

Amazon

● Penjual dibebani fees yang terus naik: referral fee, fulfillment fee, storage fee, advertising fee 

● Amazon menggunakan data penjual untuk membuat produk kompetitor

● Review palsu merajalela, produk palsu tidak dikontrol 

● Penjual tidak bisa pergi karena Amazon adalah 50%+ dari penjualan online mereka

Uber: 

● Driver diperlakukan seperti kontraktor (tidak ada benefit, tidak ada jaminan jam kerja) tapi dikontrol seperti karyawan 

● Algoritma menentukan siapa yang dapat ride, kapan, dan berapa bayarannya—tanpa transparansi 

● Rating system yang kejam: satu rating buruk bisa suspend driver 

● Penumpang membayar lebih, driver dapat lebih sedikit, Uber ambil margin besar

Pada tahap ini, semua orang menderita kecuali pemegang saham platform. 

Pengguna mendapat pengalaman yang buruk. Partner bisnis diperas sampai kering. Tapi tidak ada yang bisa pergi karena monopoli

Ini adalah enshittification dalam bentuk lengkapnya.

 


Bagian 2: Mengapa Ini Terjadi—Anatomi Monopoli Digital

Tidak Ada Kompetisi = Tidak Ada Konsekuensi 

Doctorow berpendapat bahwa enshittification dimungkinkan oleh satu hal: monopoli.

Jika Facebook buruk, mengapa Anda tidak pindah ke platform lain? 

Karena tidak ada platform lain dengan semua teman Anda. Network effect membuat Facebook tidak tergantikan. 

Jika Amazon buruk, mengapa Anda tidak belanja di tempat lain? 

Karena tidak ada tempat lain dengan seleksi produk selengkap itu, harga semurah itu, dan pengiriman secepat itu—berkat skala ekonomi yang tidak bisa ditandingi kompetitor kecil. 

Jika Google buruk, mengapa Anda tidak pakai search engine lain? 

Karena Google punya 92% market share. Semua website dioptimasi untuk Google. Browser default Anda adalah Google. Phone Anda adalah Android (Google). Alternatif tidak pernah punya kesempatan. 

Monopoli menghilangkan konsekuensi dari memperlakukan pelanggan dengan buruk.

Dalam pasar kompetitif, jika Anda perlakukan pelanggan buruk, mereka pergi. Anda bangkrut. 

Dalam monopoli, pelanggan tidak punya pilihan. Mereka terpaksa bertahan, tidak peduli seberapa buruk Anda memperlakukan mereka. 

Switching Cost yang Sengaja Dibuat Tinggi 

Platform sengaja membuat Anda sulit pergi dengan menciptakan "walled gardens"—ekosistem tertutup di mana segalanya bekerja di dalam, tapi tidak kompatibel dengan luar. 

Contoh

iMessage: Bekerja sempurna antar iPhone, tapi SMS dengan Android tampak buruk (bubble hijau, kualitas rendah). Ini bukan keterbatasan teknis—ini strategi untuk membuat Anda tidak mau pindah dari iPhone. 

WhatsApp: Semua chat Anda terkunci di WhatsApp. Anda tidak bisa ekspor dan import ke Signal atau Telegram. Jadi meskipun Anda benci kebijakan privasi WhatsApp (milik Meta/Facebook), Anda tidak bisa pergi karena semua kontak Anda di sana. 

Kindle: Semua ebook Anda terkunci dalam ekosistem Amazon dengan DRM (Digital Rights Management). Anda tidak bisa transfer ke Kobo atau iPad. Jadi Anda terus beli di

Amazon meskipun Anda tidak suka. 

Ini bukan bug. Ini fitur. Platform sengaja mengunci Anda. 

Dark Patterns—Manipulasi Psikologis 

Platform menggunakan "dark patterns"—trik desain yang memanipulasi Anda untuk melakukan apa yang mereka inginkan, bukan apa yang Anda inginkan. 

Contoh: 

● Unsubscribe yang Sulit: Subscribe hanya perlu satu klik. Unsubscribe perlu 5 klik, masuk akun, jawab survey, tunggu konfirmasi email. 

● Privacy Settings yang Tersembunyi: Default setting selalu paling invasif. Untuk privacy, Anda harus masuk ke menu dalam menu dalam menu. 

● Notifikasi yang Tidak Jujur: "128 orang menunggu tanggapan Anda di LinkedIn!" (Spoiler: Mereka tidak menunggu apa-apa. Ini hanya algoritma yang ingin Anda kembali.) 

● Infinite Scroll: Tidak ada "akhir" dari feed. Anda terus scroll... dan scroll... dan scroll. Dopamine hit kecil dari setiap konten baru membuat Anda kecanduan. 

Tujuannya: Membuat Anda menghabiskan lebih banyak waktu, memberikan lebih banyak data, dan melihat lebih banyak iklan—meskipun itu tidak baik untuk Anda.

 


Bagian 3: Studi Kasus—Enshittification dalam Aksi

Facebook: Dari Koneksi Sosial ke Mesin Iklan 

2004-2010: Era keemasan. Facebook adalah alat untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga. Organik. Kronologis. Personal. 

2012-2016: Algoritma diperkenalkan. "Kami akan menunjukkan konten yang paling relevan untuk Anda." (Terjemahan: Konten yang paling profitable untuk kami). Business pages mulai membayar untuk reach. 

2016-sekarang: Timeline adalah kekacauan. Algoritma menunjukkan konten yang paling kontroversial karena itu meningkatkan engagement. Misinformasi merebak. Polarisasi politik meningkat. Kesehatan mental pengguna (terutama remaja) memburuk. 

Hasil: Facebook tetap menghasilkan miliaran dollar. Pengguna semakin tidak bahagia tapi tidak bisa pergi karena semua orang ada di sana. 

Amazon: Dari Toko Buku Online ke Monopoli E-commerce 

1990s-2000s: Amazon adalah impian pembeli buku. Seleksi tak terbatas. Ulasan jujur. Harga bagus. Customer service luar biasa. "Customer obsession" adalah mantra mereka. 

2010s: Amazon menjadi "everything store." Mereka gunakan data penjual untuk membuat produk kompetitor (Amazon Basics). Mereka prioritaskan produk sponsored. Review palsu mulai merebak. 

Sekarang: Cari produk sederhana seperti "kabel USB-C" dan Anda harus menyaring puluhan produk palsu dengan review palsu. Hasil teratas adalah produk yang bayar, bukan yang terbaik. Penjual diperas dengan fees yang terus naik. 

Hasil: Amazon mendominasi 50% dari e-commerce AS. Penjual terpaksa bertahan meskipun margin mereka menyusut. Konsumen tidak punya alternatif yang sebanding. 

TikTok: Dari Platform Creator ke Mesin Algoritma 

2018-2020: TikTok adalah tempat creator bisa viral tanpa follower. Algoritma meritokratis—konten bagus akan viral, tidak peduli siapa yang membuatnya. Creator merasa diberdayakan. 

2021-sekarang: Monetisasi berubah-ubah. Reach organik turun. TikTok mulai prioritaskan konten dari creator yang bayar untuk promosi. Aturan berubah sewenang-wenang—video yang kemarin OK, hari ini di-ban.

Hasil: Creatormerasatidakamantapi tidakbisapergi karenaaudiencemerekaadadi TikTok. Platform punya kontrol penuh.

 


Bagian 4: Mengapa Ini Berbahaya—Lebih dari Sekadar Ketidaknyamanan 

Doctorow berpendapat bahwa enshittification bukan hanya membuat internet menjengkelkan—ini berbahaya bagi demokrasi, ekonomi, dan kesejahteraan kita. 

1. Erosi Demokrasi 

Ketika platform menjadi gatekeeper informasi: 

● Algoritma menentukan apa yang kita lihat, apa yang kita percayai 

● Misinformasi menyebar lebih cepat dari kebenaran (karena kontroversial = engagement)

● Polarisasi politik meningkat karena kita hanya melihat konten yang mengkonfirmasi bias kita 

● Foreign actors bisa manipulasi opini publik dengan murah 

2. Kerusakan Ekonomi 

Monopoli platform menghancurkan bisnis kecil: 

● Penjual kecil dipaksa masuk platform atau mati 

● Setelah masuk, mereka diperas dengan fees yang terus naik 

● Platform menggunakan data mereka untuk berkompetisi dengan mereka

● Tidak ada bargaining power 

3. Krisis Kesehatan Mental 

Algoritma yang mengoptimalkan untuk engagement (bukan kesejahteraan): 

● Remaja kecanduan social media 

● Body image issues dari feed yang penuh dengan gambar yang diedit

● FOMO (fear of missing out) dari melihat kehidupan orang lain yang "sempurna"

● Anxiety dari notifikasi tanpa henti 

4. Hilangnya Kreativitas dan Inovasi 

Creator tidak punya kontrol atas platform: 

● Aturan berubah sewenang-wenang 

● Monetisasi tidak konsisten 

● Konten bisa dihapus tanpa penjelasan 

● Tidak ada due process 

Hasilnya: Creator membuat konten yang aman dan formula, bukan yang kreatif dan berisiko.

 


Bagian 5: Solusi—Apa yang Bisa Dilakukan?

Doctorow bukan hanya mengkritik—dia menawarkan solusi konkret. 

1. Interoperability (Interoperabilitas) 

Masalah: Platform membuat walled gardens yang mengunci pengguna.

Solusi: Wajibkan platform untuk interoperable—bisa berkomunikasi dengan platform lain.

Contoh

● Email bekerja seperti ini. Anda bisa punya Gmail, teman Anda Outlook, dan Anda tetap bisa berkirim email. Tidak ada lock-in. 

● Bayangkan jika WhatsApp user bisa chat dengan Signal user. Atau Instagram post bisa muncul di Mastodon. Atau playlist Spotify bisa di-transfer ke Apple Music dengan satu klik. 

Jika platform tidak bisa lock in pengguna, mereka terpaksa kompetisi berdasarkan kualitas, bukan berdasarkan vendor lock-in. 

2. Right to Repair dan Right to Reverse Engineer 

Masalah: Platform menggunakan hukum (DMCA, hak cipta, patent) untuk mencegah orang memperbaiki atau memodifikasi produk mereka. 

Solusi

● Right to repair: Anda punya hak untuk memperbaiki produk yang Anda beli

● Right to reverse engineer: Researcher dan developer punya hak untuk mempelajari bagaimana software bekerja 

● Right to modify: Anda punya hak untuk membuat tool yang membuat platform lebih baik untuk Anda 

Contoh: Plugin browser yang memblokir iklan YouTube, atau tool yang membuat Instagram chronological lagi, atau app yang membiarkan Anda export data dari Facebook ke Mastodon. 

Sekarang platform menggunakan hukum untuk ban tool-tool ini. Itu harus berubah.

3. Regulasi Anti-Monopoli yang Serius 

Masalah: Regulator membiarkan merger dan akuisisi yang membunuh kompetisi.

Solusi

● Blokir merger yang anticompetitive (Facebook tidak seharusnya diizinkan membeli Instagram dan WhatsApp) 

● Break up monopoli yang sudah ada 

● Larang praktik anticompetitive (seperti Amazon yang berkompetisi dengan penjual menggunakan data internal) 

4. Portabilitas Data 

Masalah: Data Anda terkunci dalam platform. 

Solusi: Wajibkan platform untuk memberikan data Anda dalam format yang portable dan standar. 

Anda harus bisa: 

● Download semua foto, post, message dari Facebook dalam format yang bisa di-upload ke platform lain 

● Transfer playlist dari Spotify ke Apple Music 

● Export contact dari WhatsApp ke Signal 

● Bawa purchase history dari Amazon ke eBay 

5. Transparansi Algoritma 

Masalah: Algoritma adalah black box. Kita tidak tahu mengapa kita melihat apa yang kita lihat.

Solusi

● Wajibkan platform untuk explain kenapa konten tertentu muncul di feed Anda

● Berikan kontrol kepada pengguna: "Show me chronological feed" atau "Prioritize posts from close friends" 

● Audit independen untuk memastikan algoritma tidak diskriminatif

 


Bagian 6: Apa yang Bisa Anda Lakukan Sekarang?

Sementara menunggu perubahan regulasi, ada langkah yang bisa Anda ambil hari ini:

1. Diversifikasi Platform Anda 

Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang: 

● Gunakan multiple social media 

● Backup data Anda secara regular 

● Punya website atau blog sendiri (yang Anda kontrol) 

2. Gunakan Tool untuk Ambil Kontrol Kembali 

● Ad blocker: uBlock Origin untuk blokir iklan dan tracker 

● Privacy tool: Privacy Badger, DuckDuckGo 

● Alternative frontend: Nitter untuk Twitter, Invidious untuk YouTube (tanpa iklan dan tracking) 

● RSS reader: Ikuti website langsung tanpa algoritma (Feedly, Inoreader)

3. Support Platform Alternatif 

Ada platform yang lebih baik, lebih etis: 

Mastodon (alternatif Twitter) - decentralized, no ads, chronological

Signal (alternatif WhatsApp) - privacy-focused, open source 

Bandcamp (alternatif Spotify untuk musik indie) - 80% ke artist 

Nebula (alternatif YouTube) - subscription-based, creator-owned 

4. Vote dengan Wallet dan Attention Anda 

● Berhenti membayar untuk layanan yang memperlakukan Anda buruk

● Kurangi waktu di platform yang toxic 

● Support creator secara langsung (Patreon, Ko-fi) alih-alih lewat platform

5. Advocacy 

● Contact politisi Anda untuk dukung regulasi antimonopoli 

● Share artikel tentang enshittification 

● Edukasi teman dan keluarga

 


Penutup: Pertarungan untuk Internet yang Lebih Baik

Cory Doctorow menutup dengan pesan yang sekaligus gelap dan penuh harapan: 

Sisi gelap: Enshittification adalah proses yang sistematis dan tidak akan berhenti dengan sendirinya. Platform akan terus memperburuk pengalaman sampai mereka bisa. Tanpa intervensi, ini akan menjadi lebih buruk. 

Sisi harapan: Ini bukan hukum alam. Ini adalah hasil dari pilihan kebijakan. Dan pilihan yang dibuat manusia bisa diubah oleh manusia. 

Internet di tahun 1990s dan 2000s awal adalah tempat yang luar biasa—terbuka, kreatif, demokratis. Bukan karena teknologinya berbeda, tapi karena struktur kekuasaannya berbeda. Tidak ada monopoli. Switching cost rendah. Kompetisi nyata. 

Kita bisa kembali ke sana. Tapi itu membutuhkan: 

● Kesadaran tentang masalahnya 

● Tindakan kolektif 

● Regulasi yang serius 

● Komitmen untuk melawan monopoli 

Pertanyaan untuk Anda 

Pikirkan platform yang Anda gunakan setiap hari: 

● Apakah mereka lebih baik atau lebih buruk dari 5 tahun lalu? 

● Apakah Anda merasa lebih atau kurang kontrol atas pengalaman Anda?

● Jika Anda tidak suka, apakah Anda punya pilihan untuk pergi? 

Jika jawaban Anda adalah "lebih buruk," "kurang kontrol," dan "tidak ada pilihan"—Anda sedang mengalami enshittification. 

Pertanyaannya sekarang: Apakah Anda akan menerima ini sebagai status quo, atau Anda akan melawan? 

Seperti yang Doctorow tulis: 

"Enshittification bukanlah kecelakaan. Ini adalah perampokan. Dan seperti semua perampokan, itu bisa dicegah—jika kita punya keberanian untuk melawan." 

Jadi sekarang Anda tahu. Anda melihat polanya. Anda memahami sistemnya.

Langkah selanjutnya terserah Anda.

Apakah Anda akan terus menjadi produk yang dijual? Atau Anda akan menuntut untuk diperlakukan sebagai manusia dengan hak dan martabat? 

Internet yang lebih baik mungkin. Tapi itu tidak akan datang dari kebaikan hati tech billionaires. 

Itu akan datang dari kita—pengguna, voter, manusia—yang mengatakan: Cukup. Kami layak mendapat yang lebih baik. 

Dan kemudian memperjuangkannya.

 


Tentang Buku Asli 

"Enshittification: Why Everything Suddenly Got Worse and What to Do About It" adalah kumpulan esai dan tulisan oleh Cory Doctorow yang dipublikasikan dalam berbagai format sejak 2022-2023. 

Cory Doctorow adalah aktivis digital, jurnalis teknologi, dan penulis sci-fi yang telah menulis tentang teknologi, privasi, dan hak digital selama lebih dari 20 tahun. Dia adalah special advisor untuk Electronic Frontier Foundation (EFF), organisasi yang memperjuangkan hak digital. 

Istilah "enshittification" pertama kali diperkenalkan Doctorow dalam esai di blog pribadinya (Pluralistic) dan langsung viral karena menangkap pengalaman universal degradasi platform digital. 

Esai dan tulisan-tulisannya tentang topik ini tersebar di berbagai publikasi termasuk Wired, The Guardian, dan blog pribadinya yang sangat berpengaruh. 

Untuk pemahaman lengkap tentang enshittification dan bagaimana melawannya, sangat disarankan membaca tulisan-tulisan asli Doctorow. Dia menulis dengan gaya yang tajam, lucu, dan sangat accessible—membuat topik kompleks tentang teknologi dan kebijakan menjadi mudah dipahami. 

Ringkasan ini menangkap ide-ide inti, tetapi analisis mendalam dan contoh-contoh detail dari Doctorow memberikan gambaran yang jauh lebih kaya. 

Sekarang pergilah dan mulai pertarungan—pertarungan untuk internet yang lebih baik, lebih adil, dan lebih manusiawi. 

Karena seperti yang Doctorow selalu ingatkan: "Teknologi tidak netral. Teknologi mencerminkan nilai-nilai orang yang membuatnya. Dan kita bisa menuntut nilai yang berbeda." 

Saatnya menuntut.