Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
Juli 1972. Pantai di Papua New Guinea.
Jared Diamond, ahli biologi evolusi dari UCLA, sedang berjalan di sepanjang pantai bersama Yali—seorang politisi lokal yang brilian dan penuh rasa ingin tahu.
Mereka berbicara tentang berbagai hal. Lalu Yali menghentikan langkahnya, menatap Diamond, dan bertanya dengan pertanyaan yang sederhana namun menusuk:
"Mengapa kalian orang kulit putih mengembangkan begitu banyak cargo dan membawanya ke New Guinea, tapi kami orang Papua tidak punya cargo sendiri?"
"Cargo" dalam bahasa Yali adalah semua barang material—teknologi, peralatan, pakaian, makanan kaleng, obat-obatan. Yali tidak bertanya dengan iri. Dia bertanya dengan tulus: Mengapa?
Diamond terdiam. Dia tidak punya jawaban yang memuaskan.
Dia bisa memberikan jawaban superfisial: "Karena orang Eropa mengembangkan teknologi lebih dulu." Tapi itu hanya mendorong pertanyaan lebih dalam: Mengapa Eropa? Mengapa bukan Papua New Guinea? Atau Afrika? Atau Amerika asli?
Pertanyaan Yali menghantui Diamond selama 25 tahun berikutnya.
Dan dalam perjalanan mencari jawaban, dia mengungkap kebenaran mengejutkan yang mengubah cara kita memahami sejarah manusia:
Perbedaan antara peradaban bukan karena perbedaan ras atau kecerdasan. Tapi karena perbedaan geografi dan lingkungan.
Buku "Guns, Germs, and Steel" adalah jawaban Diamond untuk Yali. Ini adalah penjelasan tentang mengapa sejarah dunia berkembang dengan sangat tidak merata. Mengapa Eropa menaklukkan Amerika, bukan sebaliknya. Mengapa beberapa masyarakat berkembang menjadi kekaisaran yang kuat sementara yang lain tetap sebagai kelompok pemburu-pengumpul.
Dan jawabannya bukan apa yang Anda kira.
Mari kita mulai dengan pertanyaan paling controversial.
Bagian 1: Apakah Ini Tentang Ras?
Teori Rasis yang Harus Dibantah
Selama ratusan tahun, orang Eropa punya penjelasan sederhana untuk dominasi mereka: "Kami lebih superior. Kami lebih cerdas. Kami ras yang lebih maju."
Ini adalah pembenaran untuk perbudakan, kolonialisme, dan genosida. Dan sayangnya, keyakinan ini tidak sepenuhnya mati bahkan di abad 21.
Diamond menghabiskan seluruh karirnya membuktikan bahwa ini salah total.
Dia mengamati bahwa orang Papua New Guinea—yang hidup dalam kondisi yang dianggap "primitif"—sebenarnya luar biasa cerdas. Mereka harus.
Untuk survive di hutan tropis tanpa toko, tanpa GPS, tanpa Google, mereka harus:
● Mengenal ratusan spesies tanaman dan tahu mana yang bisa dimakan
● Membaca jejak binatang
● Navigasi tanpa peta
● Berkomunikasi dalam puluhan bahasa berbeda
● Menyelesaikan konflik sosial yang kompleks
Seorang petani Papua yang dipindahkan ke New York akan kesulitan. Tapi seorang eksekutif New York yang dipindahkan ke hutan Papua akan mati dalam seminggu.
Siapa yang lebih "cerdas"?
Diamond berpendapat: Manusia di semua benua memiliki kemampuan kognitif yang sama. Perbedaannya adalah kesempatan yang diberikan oleh lingkungan mereka.
Jadi jika bukan ras, apa?
Jawabannya terletak pada tiga faktor yang saling terkait: Guns (senjata), Germs (kuman), dan Steel (baja).
Bagian 2: Revolusi Pertanian—Permulaan Segalanya
13.000 Tahun yang Lalu: Momen Paling Penting
Sekitar 13.000 tahun yang lalu, sesuatu yang luar biasa terjadi di beberapa tempat di dunia: manusia mulai bercocok tanam.
Ini adalah salah satu turning point terbesar dalam sejarah manusia. Dan di mana ini terjadi menentukan siapa yang akan mendominasi dunia ribuan tahun kemudian.
Tapi inilah pertanyaannya: Mengapa pertanian berkembang di beberapa tempat dan tidak di tempat lain?
Tidak Semua Tanaman Bisa Dijinakkan
Diamond menunjukkan fakta mengejutkan: Dari 200.000+ spesies tanaman liar di dunia, hanya sekitar 100 yang bisa dijinakkan menjadi tanaman pangan yang produktif.
Dan tanaman-tanaman ini tidak tersebar merata di dunia.
Wilayah yang Beruntung: Fertile Crescent (Timur Tengah)
Sekitar 10.000 SM, wilayah yang sekarang adalah Iraq, Syria, dan Turkey punya kombinasi sempurna:
● Gandum liar dan barley—tanaman yang mudah dijinakkan dan sangat produktif
● Iklim Mediterania yang ideal
● Variasi ketinggian yang memungkinkan panen sepanjang tahun
Dalam beberapa ribu tahun, orang-orang di Fertile Crescent berhasil menjinakkan:
● 8 dari 56 tanaman paling berharga di dunia
● Termasuk gandum, barley, kacang polong, lentil
Wilayah yang Kurang Beruntung: Amerika
Amerika punya jagung—tanaman yang bagus. Tapi:
● Jagung liar (teosinte) sangat sulit dijinakkan—butuh 5.000 tahun evolusi selektif
● Amerika tidak punya gandum atau tanaman serupa
● Kentang ada, tapi hanya cocok di dataran tinggi Andes
Wilayah yang Paling Tidak Beruntung: Australia
Australia hampir tidak punya tanaman liar yang bisa dijinakkan. Tidak ada gandum. Tidak ada jagung. Tidak ada tanaman padi-padian besar.
Hasil? Orang Aborigin Australia tidak pernah mengembangkan pertanian—bukan karena mereka bodoh, tapi karena tidak ada tanaman yang layak dijinakkan.
Hewan Ternak: Perbedaan yang Lebih Besar Lagi
Dari 148 spesies mamalia besar di dunia, hanya 14 yang berhasil dijinakkan.
Dan lagi-lagi, distribusinya sangat tidak merata:
Eurasia: 13 dari 14 hewan ternak
● Sapi, kambing, domba, babi, kuda
● Unta, keledai, rusa kutub
● Yak, banteng air
Amerika: 1 (llama dan alpaca—dan itu pun terbatas di Andes)
Sub-Sahara Afrika: 0
Australia: 0
Mengapa zebra tidak bisa dijinakkan seperti kuda? Diamond menjelaskan:
Zebra sangat agresif. Mereka menggigit dan tidak mau melepaskan. Lebih banyak keeper kebun binatang yang terluka oleh zebra daripada harimau. Setelah ribuan tahun mencoba, tidak ada yang berhasil menjinakkan zebra.
Gajah Afrika? Terlalu berbahaya dan membutuhkan terlalu banyak makanan.
Kesimpulannya: Orang Eurasia tidak lebih pintar—mereka hanya lebih beruntung dengan paket starter yang diberikan alam.
Bagian 3: Dari Makanan ke Kekuasaan
Keuntungan Berlipat dari Pertanian
Begitu sebuah masyarakat punya pertanian yang produktif, mereka mendapat keuntungan berlipat:
1. Surplus Makanan
Petani bisa menghasilkan lebih banyak makanan daripada yang mereka butuhkan. Ini membebaskan sebagian populasi untuk melakukan hal lain.
2. Populasi yang Lebih Besar
Lebih banyak makanan = lebih banyak orang. Masyarakat pertanian punya populasi 10-100 kali lebih besar dari pemburu-pengumpul di area yang sama.
3. Spesialisasi
Ketika tidak semua orang harus mencari makan, Anda bisa punya:
● Pandai besi (mengembangkan senjata dan alat)
● Pengrajin (mengembangkan teknologi)
● Tentara (melindungi dan menyerang)
● Pendeta dan birokrat (mengorganisir masyarakat)
● Penemu (menciptakan inovasi)
4. Teknologi
Masyarakat dengan lebih banyak orang dan lebih banyak spesialis mengembangkan teknologi lebih cepat.
Senjata baja. Kapal. Tulisan. Matematika. Arsitektur.
5. Organisasi Politik Kompleks
Dari suku kecil → kepala suku → kerajaan → kekaisaran.
Keuntungan yang Terakumulasi
Inilah kuncinya: Keuntungan ini saling memperkuat.
Lebih banyak makanan → lebih banyak orang → lebih banyak inovasi → teknologi lebih baik → lebih banyak makanan → dan siklus terus berlanjut.
Masyarakat yang mulai pertanian 2.000 tahun lebih awal punya keuntungan eksplosif dibanding yang mulai lebih lambat.
Dan masyarakat yang tidak pernah punya tanaman atau hewan yang bisa dijinakkan? Mereka tidak pernah punya kesempatan.
Bagian 4: Germs—Senjata Paling Mematikan
1532: Pertemuan di Cajamarca
Ini adalah salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah.
November 1532, Cajamarca, Peru.
Francisco Pizarro, dengan 168 tentara Spanyol, berhadapan dengan Atahualpa, kaisar Inca, yang dikelilingi oleh 80.000 tentara.
Secara numerik, ini adalah pertarungan yang tidak seimbang. Spanyol seharusnya dihancurkan dalam hitungan menit.
Yang terjadi? Spanyol menang. Dalam beberapa jam, mereka membunuh 7.000 tentara Inca dan menangkap Atahualpa—tanpa kehilangan satu pun prajurit Spanyol.
Bagaimana ini mungkin?
Jawaban standar: Senjata, kuda, dan baja.
Spanyol punya senapan, pedang baja, dan kuda—yang tidak pernah dilihat orang Inca sebelumnya.
Tapi Diamond menunjukkan ada senjata yang jauh lebih mematikan: Kuman.
Kuman yang Membunuh 95% Populasi
Sebelum Pizarro tiba, penyakit Eropa sudah tiba lebih dulu.
Dari 1520-an hingga 1530-an, cacar dan flu menyebar melalui Amerika seperti api. Penyakit-penyakit ini dibawa oleh ekspedisi sebelumnya dan menyebar dari suku ke suku.
Hasilnya: 95% populasi asli Amerika mati karena penyakit Eropa dalam satu abad.
Bukan 9.5%. Bukan 50%. 95 persen.
Ini adalah kehancuran yang tidak pernah terlihat dalam sejarah manusia. Mengapa penyakit Eropa sangat mematikan bagi orang Amerika?
Asal Usul Penyakit Epidemi
Diamond menjelaskan: Hampir semua penyakit epidemi manusia berasal dari hewan ternak.
● Campak → dari sapi
● Flu → dari babi dan unggas
● Cacar → dari sapi atau domba
● Tifus → dari sapi
● Kolera → dari unggas
Orang Eurasia hidup bersama hewan ternak selama 10.000 tahun. Selama waktu itu:
1. Penyakit melompat dari hewan ke manusia
2. Epidemi membunuh jutaan orang
3. Yang selamat punya kekebalan genetik
4. Generasi berikutnya punya resistensi lebih baik
Setelah ribuan tahun, populasi Eurasia punya sistem imun yang bisa menangani penyakit ini—bukan karena mereka tidak terinfeksi, tapi karena mereka bisa survive.
Orang Amerika tidak punya hewan ternak (kecuali llama di Andes). Mereka tidak pernah terpapar penyakit ini. Sistem imun mereka tidak punya pertahanan.
Ketika penyakit Eropa tiba, itu seperti tsunami biologis. Seluruh desa musnah. Kerajaan runtuh. Orang tua yang biasanya mewariskan pengetahuan mati sebelum bisa mengajari generasi berikutnya.
Ironisnya: Penjajahan Eropa berhasil bukan karena mereka lebih pintar atau lebih berani. Tapi karena mereka hidup dalam kondisi yang lebih tidak higienis—dekat dengan hewan ternak—yang membuat mereka kebal terhadap penyakit yang mematikan.
Bagian 5: Sumbu Geografis—Keuntungan Tersembunyi
Mengapa Teknologi Menyebar dengan Kecepatan Berbeda
Inilah observasi brilian Diamond:
Eurasia membentang Timur-Barat. Amerika dan Afrika membentang Utara-Selatan.
Ini menentukan seberapa cepat pertanian, teknologi, dan ide menyebar.
Timur-Barat (Eurasia):
Ketika Anda bergerak ke timur atau barat, Anda tetap di lintang yang sama—yang berarti:
● Iklim yang sama
● Panjang hari yang sama
● Tanaman yang sama bisa tumbuh
● Penyakit yang sama bisa bertahan
Gandum yang dijinakkan di Fertile Crescent bisa ditanam di Eropa, India, dan China tanpa modifikasi besar. Kuda yang dijinakkan di stepa Kazakhstan bisa digunakan di Spanyol atau Mongolia.
Hasilnya: Inovasi menyebar dengan cepat melintasi Eurasia.
Utara-Selatan (Amerika dan Afrika):
Ketika Anda bergerak ke utara atau selatan, Anda melintasi berbagai zona iklim:
● Tropis → subtropis → sedang → dingin
Jagung yang tumbuh di Meksiko tidak bisa langsung ditanam di Kanada. Butuh ribuan tahun evolusi selektif untuk menciptakan varietas yang tahan dingin.
Llama yang dijinakkan di Peru tidak bisa survive di hutan hujan Amazon atau padang rumput Amerika Utara.
Hasilnya: Inovasi menyebar jauh lebih lambat.
Contoh Konkret: Roda
Roda ditemukan di Mesopotamia sekitar 3500 SM.
Dalam 1000 tahun, roda menyebar ke seluruh Eurasia—dari Inggris hingga India hingga China.
Di Amerika, peradaban Maya dan Aztec sangat maju—mereka punya kota besar, kalender kompleks, matematika. Tapi mereka tidak punya roda untuk transportasi.
Bukan karena mereka tidak cukup pintar untuk memikirkannya. Mainan anak-anak ditemukan dengan roda—jadi mereka tahu konsepnya.
Tapi tanpa hewan ternak untuk menarik kereta, roda tidak berguna. Mengapa membuat kereta jika Anda tidak punya kuda atau sapi untuk menariknya?
Bagian 6: Tulisan dan Teknologi
Mengapa Beberapa Masyarakat Mengembangkan Tulisan
Tulisan adalah salah satu inovasi paling powerful dalam sejarah manusia. Tapi hanya beberapa masyarakat yang mengembangkannya secara independen:
1. Mesopotamia (3200 SM): tulisan cuneiform
2. Mesir (3000 SM): hieroglif
3. China (1300 SM): karakter tulisan China
4. Mesoamerika (900 SM): tulisan Maya
Mengapa hanya beberapa tempat?
Diamond menjelaskan: Tulisan berkembang di masyarakat dengan struktur politik kompleks yang butuh sistem untuk mencatat informasi.
Anda tidak butuh tulisan ketika Anda hidup dalam kelompok 20 orang. Semua orang mengenal semua orang. Tradisi diwariskan secara lisan.
Tapi ketika Anda punya kerajaan dengan ribuan orang, Anda butuh:
● Mencatat pajak
● Mencatat hukum
● Mencatat transaksi
● Mengirim pesan jarak jauh
Dan masyarakat yang punya tulisan punya keuntungan besar:
● Pengetahuan bisa disimpan dan diwariskan
● Komunikasi jarak jauh menjadi mungkin
● Administrasi kompleks bisa berjalan
● Sains dan teknologi bisa berkembang lebih cepat
Teknologi Melahirkan Teknologi
Salah satu insight penting Diamond:
Teknologi tidak berkembang karena kebutuhan. Teknologi berkembang karena sudah ada teknologi sebelumnya.
Contoh: Mesin cetak Gutenberg (1450).
Gutenberg tidak menciptakan mesin cetak karena ada "kebutuhan" untuk buku massal. Dia menciptakannya karena teknologi prasyarat sudah ada:
● Kertas (dari China)
● Tinta yang tepat
● Logam untuk membuat huruf
● Press (diadaptasi dari press anggur)
Semakin banyak teknologi yang Anda miliki, semakin cepat Anda mengembangkan teknologi baru.
Masyarakat dengan populasi besar, pertanian produktif, dan kontak dengan masyarakat lain mengembangkan teknologi jauh lebih cepat.
Bagian 7: China vs Eropa—Plot Twist yang Mengejutkan
Mengapa Bukan China yang Menaklukkan Dunia?
Ini adalah pertanyaan yang sering diabaikan: Mengapa Eropa yang menaklukkan dunia, bukan China?
Pada tahun 1400-an, China jauh lebih maju daripada Eropa:
● Populasi lebih besar
● Teknologi lebih canggih
● Armada laut yang lebih kuat
Dari 1405-1433, Admiral Zheng He memimpin ekspedisi laut China dengan armada raksasa:
● 300 kapal (Columbus hanya punya 3)
● 28.000 orang (Columbus hanya 90)
● Kapal terbesar 10x lebih besar dari kapal Columbus
Zheng He berlayar ke India, Timur Tengah, bahkan Afrika Timur. China bisa dengan mudah mengelilingi Afrika dan "menemukan" Eropa.
Tapi kemudian... China berhenti.
Kaisar baru memutuskan ekspedisi laut terlalu mahal dan tidak berguna. Dia melarang pembuatan kapal laut. China menutup diri dari dunia.
Satu keputusan dari satu kaisar menghentikan semua eksplorasi China.
Keuntungan Fragmentasi Eropa
Eropa sangat berbeda. Eropa terfragmentasi menjadi puluhan kerajaan dan negara kecil yang saling bersaing.
Ketika Columbus mencari pendanaan untuk ekspedisi, dia ditolak oleh:
● Portugal
● Genoa
● Venesia
● Inggris
● Perancis
Akhirnya, Spanyol memberikan dana.
Bayangkan jika Eropa adalah satu kekaisaran terpadu seperti China, dan satu raja memutuskan "tidak ada ekspedisi laut." Sejarah akan sangat berbeda.
Fragmentasi politik Eropa—yang tampak seperti kelemahan—justru menjadi kekuatan.
Kompetisi memaksa inovasi. Jika satu negara tidak mau mengadopsi teknologi baru (mesiu, cetak, eksplorasi laut), negara tetangga akan—dan mengalahkan mereka.
China yang terpadu tidak punya tekanan kompetitif yang sama.
Bagian 8: Menjawab Yali
Kembali ke Pertanyaan Awal
Setelah 600+ halaman analisis, Diamond kembali ke pertanyaan Yali:
"Mengapa kalian orang kulit putih punya lebih banyak cargo?"
Jawabannya bukan tentang ras atau kecerdasan. Jawabannya adalah rantai sebab-akibat yang dimulai dengan geografi:
1. Geografi menentukan tanaman dan hewan yang tersedia
Eurasia beruntung punya gandum, barley, dan 13 dari 14 hewan ternak yang bisa dijinakkan.
2. Pertanian memungkinkan populasi besar dan spesialisasi
Surplus makanan → lebih banyak orang → tidak semua orang harus bertani → spesialisasi berkembang.
3. Hewan ternak melahirkan kuman mematikan
10.000 tahun hidup dengan hewan → penyakit melompat ke manusia → populasi Eurasia mengembangkan kekebalan.
4. Sumbu Timur-Barat mempercepat penyebaran
Teknologi dan ide menyebar lebih cepat di Eurasia dibanding Amerika atau Afrika.
5. Populasi besar dan kompetisi mempercepat inovasi
Senjata api, baja, tulisan, kapal—semua berkembang lebih cepat di Eurasia.
6. Ketika kontak terjadi, perbedaan ini jadi fatal
Ketika Eropa bertemu Amerika, mereka punya:
● Senjata yang lebih baik (guns dan steel)
● Penyakit yang mematikan (germs)
● Organisasi militer yang lebih kompleks
● Tulisan untuk koordinasi
Hasilnya sudah ditentukan sebelum pertempuran pertama dimulai.
Bukan Tentang Siapa, Tapi Di Mana
Kesimpulan paling penting dari buku ini:
Jika sejarah bisa dimulai ulang dengan orang-orang yang berbeda di tempat yang berbeda, hasilnya akan tetap sama—karena ditentukan oleh geografi, bukan genetik.
Jika orang Papua New Guinea lahir di Fertile Crescent dan orang Eropa lahir di Papua New Guinea, orang Papua yang akan menjajah Eropa.
Ini bukan tentang superioritas ras. Ini tentang keberuntungan geografis.
Penutup: Pelajaran untuk Dunia Modern
Implikasi yang Mengubah Perspektif
Karya Diamond memiliki implikasi mendalam tentang bagaimana kita memahami dunia:
1. Tidak Ada Justifikasi untuk Rasisme
Dominasi Eropa bukan karena mereka "ras superior." Mereka beruntung lahir di tempat dengan sumber daya yang tepat.
2. Ketidaksetaraan Modern Punya Akar Sejarah
Negara-negara kaya hari ini (Eropa, Amerika Utara) adalah yang punya keuntungan geografis ribuan tahun lalu. Ketidaksetaraan global bukan karena orang di negara miskin "malas" atau "bodoh."
3. Geografi Masih Penting
Bahkan di era modern, di mana Anda lahir masih sangat mempengaruhi peluang Anda dalam hidup.
4. Sejarah Tidak "Adil"
Tidak ada keadilan kosmik yang membuat "yang terbaik" menang. Sejarah ditentukan oleh kombinasi geografi, keberuntungan, dan timing.
Pertanyaan untuk Refleksi
Diamond tidak memberikan solusi mudah. Tapi dia memaksa kita untuk berpikir:
1. Jika kita memahami bahwa ketidaksetaraan berasal dari keberuntungan geografis, apa tanggung jawab negara-negara kaya terhadap negara-negara miskin?
2. Bagaimana kita bisa membangun sistem global yang lebih adil—memahami bahwa perbedaan bukan karena "merit" tapi karena kecelakaan sejarah?
3. Dalam kehidupan pribadi, seberapa banyak kesuksesan kita karena usaha kita sendiri, dan seberapa banyak karena "keberuntungan geografis" modern—lahir di keluarga yang tepat, negara yang tepat, waktu yang tepat?
Pesan Terakhir Diamond
Di akhir buku, Diamond menulis sesuatu yang powerful:
"Memahami sejarah bukan berarti memaafkan ketidakadilan. Tapi memahami sejarah adalah langkah pertama untuk menciptakan masa depan yang lebih adil."
Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi kita bisa memilih bagaimana kita merespons warisan masa lalu.
Yali bertanya mengapa orang Papua tidak punya "cargo" seperti orang kulit putih.
Diamond menjawab: Bukan karena kalian kurang—tapi karena kalian mulai dari tempat yang berbeda.
Dan dengan memahami itu, kita bisa mulai membangun dunia di mana tempat lahir seseorang tidak lagi menentukan nasib mereka.
Tentang Buku Asli
"Guns, Germs, and Steel: The Fates of Human Societies" pertama kali diterbitkan pada 1997 dan memenangkan Pulitzer Prize pada 1998.
Jared Diamond adalah profesor geografi di UCLA dengan latar belakang yang tidak biasa—dia memulai sebagai ahli fisiologi, lalu beralih ke ornitologi (mempelajari burung), lalu akhirnya ke biogeografi dan sejarah manusia.
Buku ini adalah hasil dari 25 tahun penelitian dan perjalanan ke hampir setiap benua. Diamond mengkombinasikan pengetahuan dari:
● Biologi evolusi
● Antropologi
● Linguistik
● Genetika populasi
● Sejarah teknologi
● Geografi
Buku ini controversial. Beberapa kritikus berpendapat Diamond terlalu deterministik—terlalu fokus pada geografi dan mengabaikan agency manusia. Yang lain berpendapat beberapa kesimpulannya terlalu simplistik.
Tapi tidak ada yang bisa membantah: buku ini mengubah percakapan tentang sejarah dunia dan ketidaksetaraan global.
Untuk pemahaman lengkap tentang bagaimana geografi membentuk nasib peradaban, sangat disarankan membaca buku aslinya. Diamond memberikan ratusan contoh, detail tentang domestikasi tanaman dan hewan, analisis mendalam tentang penyebaran teknologi, dan diskusi nuanced tentang berbagai teori.
Ringkasan ini menangkap argumen utama, tetapi buku asli—dengan 500+ halaman research dan storytelling yang compelling—adalah pengalaman intellectual yang akan mengubah cara Anda melihat dunia.
Sekarang, setiap kali Anda melihat peta dunia, Anda akan melihatnya dengan mata berbeda.
Anda akan melihat bukan hanya negara dan perbatasan—tapi sumbu geografis, zona iklim, distribusi tanaman dan hewan, dan rantai sebab-akibat yang membentang ribuan tahun.
Dan mungkin, Anda akan bertanya seperti Yali: "Mengapa?"
Dan sekarang, Anda punya jawaban.
Bukan karena siapa kita. Tapi karena di mana kita.

