Siapa yang Membangun Negara Ini?
Bayangkan ini: Tahun 1986. Seth Godin memulai bisnis dengan hampir tanpa uang. Tidak ada kantor mewah. Tidak ada kartu nama berlapis emas. Tidak ada tim marketing. Hanya satu orang dengan ide, keberanian, dan sedikit uang di saku.
Dua puluh tahun kemudian, bisnisnya mempekerjakan 40 orang dan menghasilkan $5 juta per tahun.
Tapi cerita Seth bukan yang paling mengesankan. Dell Computer dimulai di kamar asrama. Starbucks dimulai di satu toko kecil di Seattle. IBM, perusahaan raksasa teknologi, dimulai oleh seseorang yang bootstrap—membangun dari nol dengan uang sendiri.
"Bootstrapper membangun negara ini, dan mereka terus membuatnya hebat," tulis Seth. "Hampir setiap bisnis—dari IBM sampai dry cleaner lokal—di-bootstrap, biasanya oleh orang-orang dengan lebih sedikit kepintaran, lebih sedikit uang, lebih sedikit koneksi, dan lebih sedikit visi daripada yang Anda miliki sekarang."
Jadi siapa sebenarnya bootstrapper?
Ini bukan tentang demografi tertentu atau situasi keuangan. Ini tentang mindset—cara berpikir.
Bootstrapper bisa menjalankan perusahaan bernilai miliaran dolar, organisasi nirlaba, atau startup di garasi. Yang membuat seseorang bootstrapper adalah tekad untuk membangun bisnis yang membayar dirinya sendiri setiap hari.
Bootstrapper bukanlah birokrat pengumpul uang yang menggunakan uang orang lain untuk mengambil risiko besar. Bukan juga orang yang menunggu investor datang dengan cek kosong.
Bootstrapper adalah pembangun yang cerdas, fokus, dan gigih—yang tahu cara mengubah keterbatasan menjadi keunggulan.
Dan buku ini—manifesto untuk para pembangun—adalah panduan Anda.
Bagian 1: Manifesto Bootstrapper
Tempelkan di Cermin Kamar Mandi Anda
Seth Godin menulis manifesto yang harus dibaca setiap malam sebelum tidur:
"Saya adalah bootstrapper. Saya punya inisiatif, wawasan, dan keberanian—tapi tidak banyak uang.
Saya akan sukses karena usaha dan fokus saya akan mengalahkan kompetitor yang lebih besar dan lebih kaya. Saya tidak takut.
Saya menjaga fokus pada pertumbuhan bisnis—bukan pada politik, kemajuan karir, atau gangguan lain yang membuang-buang waktu."
Ini bukan sekadar kata-kata motivasi. Ini adalah komitmen.
Komitmen untuk menjadi laser beam—fokus tajam pada tujuan. Komitmen untuk jangka panjang—membangun bisnis yang bertahan, bukan sekadar mencari peluang cepat. Komitmen untuk menjadi ahli—tahu lebih banyak tentang bidang Anda daripada siapa pun.
Dan yang paling penting: komitmen untuk menjual.
"Saya adalah salesperson," kata manifesto itu. "Cepat atau lambat, pendapatan saya bergantung pada penjualan, dan penjualan itu hanya bisa dilakukan oleh saya—bukan oleh wakil, bukan oleh agen."
Bagian 2: Yang Perusahaan Besar Miliki (Dan Cara Mengalahkan Mereka)
Lima Senjata Perusahaan Besar
Perusahaan besar punya lima keunggulan utama:
1. Distribusi
Kellogg's menguasai pasar sereal bukan karena produk terbaik. Mereka menang karena ada di setiap rak supermarket. Mereka bayar "shelving allowance"—suap untuk mendapat tempat terbaik. Mereka punya ratusan sales rep yang berkeliling toko.
2. Akses Modal
Microsoft bisa menghabiskan tahun demi tahun kehilangan uang mengembangkan Windows sampai akhirnya berhasil. Mereka punya akses ke modal murah dari pasar saham.
3. Brand Equity
Mengapa Anda lebih percaya produk Nike daripada Joe's Sporting Goods? Karena Nike sudah investasi miliaran dolar membangun nama brand. Logo Marlboro sendiri bernilai lebih dari $2 miliar.
4. Hubungan Pelanggan
Time Warner mengontrol sepertiga dari semua uang iklan majalah di Amerika. Ketika mereka meluncurkan majalah baru, mereka punya akses langsung ke pengiklan.
5. Karyawan Hebat
Disney menarik talenta terbaik karena reputasi, stabilitas, dan gaji tinggi.
Tapi Anda Punya Tujuh Keunggulan Mereka Tidak Punya
Jangan coba bersaing head-to-head di lima area itu. Anda akan kalah.
Tapi Anda punya tujuh keunggulan yang mereka tidak miliki:
1. Tidak Ada yang Akan Hilang
Ini keunggulan terbesar Anda. Perusahaan besar terjebak dengan cara lama. Berapa banyak perusahaan kereta api yang masuk bisnis pesawat? Nol. Mereka terlalu sibuk melindungi wilayah lama untuk merebut wilayah baru.
Ketika pasar atau teknologi berubah, ada peluang besar untuk bisnis baru. Website #1 di Internet bukan dijalankan oleh Ziff Davis atau Microsoft—tapi oleh bootstrapper bernama Jerry Yang (Yahoo!).
2. Senang dengan Ikan Kecil
Di laut, hewan pertama yang mati adalah ikan besar. Karena mereka butuh makan banyak untuk bahagia. Yang kecil—plankton—bisa bertahan dengan remah-remah.
Disney tidak bisa senang dengan film yang cuma hasilkan $40 juta. Tapi entrepreneur di Vermont yang buat video anak-anak tahun 1990 sangat senang ketika hasilkan $100,000.
Beda 400 kali lipat! Bayangkan berapa banyak ruang untuk bisnis kecil yang beroperasi di bawah radar raksasa.
Temukan ceruk, bukan bangsa.
3. Input Presiden
Anda adalah presiden perusahaan Anda. Dan Anda punya banyak interaksi dengan pelanggan. Anda buat kebijakan. Anda tidak akan pernah kehilangan seseorang karena aturan bodoh.
Jack Welch di GE jauh dari aksi. Anda? Anda ada di garis depan setiap hari.
4. R&D Cepat
Tim kecil yang fokus selalu lebih cepat dari birokrasi besar. Amazon tidak diciptakan Barnes & Noble. Palm Pilot tidak diciptakan Microsoft. Cincinnati Microwave menciptakan radar detector modern, bukan Motorola.
5. Underdog
Orang suka mendukung underdog. Ketika Viacom atau Microsoft datang, orang tahu mereka punya uang—jadi mereka charge lebih mahal. Tapi Anda? Orang mau membantu. Mereka mau memberi diskon. Mereka mau bekerja dengan harga lebih rendah karena percaya pada Anda.
6. Overhead Rendah
Anda kerja dari rumah. Sistem telepon sederhana. Tidak ada mobil dinas. Tidak ada departemen urusan bisnis. Anda bisa buat produk jauh lebih murah dari perusahaan besar.
7. Waktu
Perusahaan besar tidak punya banyak kebebasan dalam cara mereka menangani waktu. Mereka harus bayar bank setiap bulan, menyenangkan pasar saham.
Anda? Anda stealth marketer. Tidak ada yang mengawasi. Kadang Anda bisa 10 kali lebih cepat. Kadang Anda bisa lebih lambat karena waktu itu penting.
Bagian 3: Ide Hebat Bisa Membunuh Anda
Model Bisnis Lebih Penting dari Ide Hebat
Hukum pertama bootstrapping: Ide hebat tidak diperlukan. Bahkan, ide hebat bisa membunuh Anda.
Apa itu ide hebat? Sesuatu yang belum pernah dilakukan. Sesuatu yang membuat Anda takjub. Sesuatu yang begitu berani, begitu tepat, sampai Anda yakin ini bernilai miliaran dolar.
Ide hebat akan membunuh Anda.
Mengapa? Karena menemukan ide brilian untuk bisnis tidak sepenting menemukan model bisnis yang bekerja.
Apa itu model bisnis? Cara Anda menyusun bisnis agar bisa mengeluarkan uang. Formula yang mengubah aset perusahaan menjadi kas.
Contoh model bisnis Nike:
1. Rekrut atlet terbaik dunia sebagai juru bicara
2. Beli iklan besar-besaran
3. Gunakan iklan untuk masuk ke setiap toko olahraga
4. Buat produk di luar negeri dengan murah
5. Jual dengan harga tinggi
Model bisnis adalah mesin—metode untuk mengekstrak uang dari sistem.
Lima Atribut Model Bisnis yang Baik
1. Harus Menguntungkan
Anda akan terkejut betapa sering orang memulai bisnis yang rugi di setiap produk lalu mencoba menutupinya dengan volume!
Pertanyaannya: Berapa lama sampai menguntungkan? Tulis target tanggal. Jika Anda melewatinya jauh, perbaiki masalahnya atau berhenti.
2. Harus Bisa Dilindungi
Bisnis yang menguntungkan akan menarik kompetitor. Apa yang akan Anda lakukan ketika mereka datang?
Barrier to entry bisa termasuk paten, brand name, kontrak distribusi eksklusif, trade secret, atau first mover advantage.
3. Harus Self-Priming
Jebakan besar bootstrapper adalah menciptakan model bisnis yang tidak prime dirinya sendiri.
Jual $100 es krim seharga $200, dan Anda punya cukup uang untuk beli dua kasus es krim. Itu self-priming.
Tapi kalau harus beli player $150 dulu sebelum bisa jual buku audio digital? Itu bukan bisnis untuk orang berani (kecuali Anda sangat berani).
4. Harus Bisa Disesuaikan
Anda butuh model bisnis seperti rudal yang bisa diarahkan setelah diluncurkan.
Subway punya 13,000 lokasi. Kalau mereka mau switch ke daging panggang, butuh banyak persuasi untuk setiap franchise beli peralatan baru. Mereka terjebak.
Bandingkan dengan restoran lokal dengan satu atau dua lokasi. Kalau semua orang tiba-tiba mau muffin oat bran segar, mereka bisa tambahin ke menu dalam sehari atau dua.
5. Ada Exit Strategy (Opsional)
Kalau Anda bisa bangun bisnis lalu jual, Anda bisa ekstrak ekuitas yang Anda bangun. Kalau tidak bisa jual, yang Anda dapat hanya profit tahunan.
Yahoo punya ekuitas worth sekitar satu miliar dolar delapan bulan setelah go public, tapi cuma hasilkan $2 profit tahun lalu. Rasio 500,000,000 to 1 itu besar—dan unusual—tapi kalau tujuan Anda vila pensiun di Cancun, exit strategy itu sangat bagus.
Bagian 4: Freelancer atau Entrepreneur?
Pertanyaan Krusial
Ini momen kebenaran. Jujur sekarang akan menghemat banyak sakit hati nanti.
Freelancer menjual talenta. Meskipun mungkin punya beberapa karyawan, pada dasarnya dia melakukan pekerjaan tanpa bos—bukan menjalankan bisnis. Layout artist, penulis, konsultan, editor film, arsitek—semua freelancer.
Tidak ada exit strategy. Tidak ada pot emas besar. Hanya kepuasan membuat jam sendiri dan menjadi bos sendiri.
Entrepreneur mencoba membangun sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Dia ambil risiko terkalkulasi dan fokus pada pertumbuhan. Entrepreneur mau terima gaji kecil, kerja lama, dan ambil risiko besar—demi kebebasan membuat sesuatu besar yang punya nilai pasar nyata.
Kedua situasi menawarkan peluang luar biasa untuk orang yang tepat. Tapi untuk Anda, hanya satu yang cocok.
Dan Anda harus tahu yang mana.
Bagian 5: Ikuti Uangnya—Value Chain
Siapa yang Dapat Untung?
Memahami value chain bisnis Anda adalah langkah pertama yang hebat untuk sampai ke inti bagaimana Anda akan sukses.
Value chain adalah proses yang dilalui produk sebelum sampai ke konsumen.
Contoh sepatu sneakers ($80 harga jual):
● Material: $1
● Tenaga kerja assembly: $3
● Shipping: $1
● Harga ke retailer: $40 (manufacturer simpan $35 untuk sales dan marketing)
● Harga ke konsumen: $80 (retailer simpan $40 untuk jual sepatu ke Anda)
Tidak diragukan lagi bahwa orang di Scarsdale yang jual sneakers punya keunggulan besar atas orang di China yang menjahitnya.
Yang menambah nilai paling besar di value chain—dialah yang dapat profit.
Jika Anda dan perusahaan Anda menangani langkah terakhir itu, Anda dapat hak atas profit yang datang dengannya.
Empat Pertanyaan Kunci
1. Siapa yang akan beli produk Anda? → Define audience
2. Berapa banyak mereka akan bayar? → Analisis nilai
3. Di mana mereka akan menemukannya? → Tentukan berapa banyak distribusi yang Anda kontrol
4. Berapa biaya untuk buat satu sale? → Bagi biaya sales dengan jumlah produk Jawab keempat pertanyaan ini, dan Anda tahu apakah bisnis Anda bisa menguntungkan.
Bagian 6: Jika Anda Punya Penjualan, Anda Punya (Hampir) Segalanya
Sales Adalah Raja
Bisnis dengan banyak sales hampir selalu bisa dapat funding. Perusahaan dengan banyak sales hampir selalu bisa perbaiki masalah lainnya.
Tapi perusahaan tanpa sales hampir mati.
Begitu Anda punya sales, Anda di kursi pengemudi. Anda bisa dikte dari siapa Anda beli, siapa yang Anda rekrut—hampir segalanya tentang bisnis Anda.
Dua Aturan Sales Penting
1. Jual Sesuatu yang Orang Mau Beli (Dan Tahu Cara Beli!)
Post-it notes adalah produk hebat. Tapi masalahnya: tidak ada yang punya Post-it notes, jadi mereka tidak pernah kehabisan. Tidak ada reorder.
Solusi? Chairman 3M suruh sekretarisnya kirim satu kasus Post-it ke sekretaris chairman Fortune 500 lainnya. Mereka mulai pakai. Tiba-tiba orang dari perusahaan lain bilang, "Hei, di mana saya bisa dapat ini?" Dan ketika habis, mereka harus reorder.
Jauh lebih mudah menjual sesuatu yang orang sudah beli.
Yang butuh orang switch: biasanya bukan uang. Biasanya Anda butuh buat produk yang significantly easier or more effective.
Lebih mudah dibeli. Lebih mudah dipakai. Lebih mudah diajarkan. Lebih efektif menyelesaikan masalah.
Tidak butuh waktu lama bagi ballpoint pen untuk gantikan fountain pen. Hanya perlu pakai sekali untuk lihat betapa lebih mudahnya.
2. Own the Sales Process
"Jika seseorang buat perangkap tikus lebih baik, dunia akan berbondong-bondong ke pintunya."
Tidak ada kata yang lebih kejam yang pernah diucapkan.
Jane Metcalfe dan Louis Rossetto menciptakan Wired—salah satu majalah baru paling berpengaruh dalam 20 tahun terakhir. Dan butuh mereka 2 tahun untuk keluarkan issue pertama. Dua tahun full-time mengumpulkan uang.
Jika yang dibutuhkan hanya perangkap tikus lebih baik, mereka akan selesai dalam seminggu.
Pilih industri mana pun. Yang Anda temukan: orang dengan kekuasaan adalah mereka yang melakukan pembelian atau buat banyak sales.
Ikuti uangnya! Uang mengarah ke kekuasaan—kekuasaan membuat keputusan, kekuasaan membangun bisnis yang Anda inginkan.
Sales bukan afterthought. Sales adalah alasan bisnis Anda ada.
Bagian 7: Rencanakan Uangnya
Jangan Kehabisan Uang
Jika Anda tidak kehabisan uang, Anda bisa terus bermain. Jika Anda akhiri dengan lebih banyak uang dari yang Anda mulai, Anda menang.
Kebanyakan entrepreneur tidak terlalu memikirkan uang ketika memutuskan memulai bisnis. Tapi tanpa uang, tidak ada bisnis.
Kehabisan uang dan kreditor Anda akan tutup bisnis Anda, karyawan akan pergi, dan pasangan akan khawatir.
Strategi Multiple Income Source
Jika Anda tidak punya cukup uang di bank untuk 9 bulan worst case, Anda butuh rencana alternatif.
Cara menghasilkan freelance income sambil membangun core business Anda.
Contoh: Anda mau jadi stand-up comic. Butuh banyak bulan kerja keras sebelum dapat pendapatan serius. Sementara itu, mengapa tidak hasilkan uang dengan jadi publicist untuk beberapa club? Ini generate uang, ajari Anda deal dengan media, dan kasih akses ke pemilik club.
Bahkan $100-200 ekstra per minggu bisa buat perbedaan besar.
Tapi jangan biarkan sideline mengambil alih (kecuali Anda mau). Lima tahun kemudian, karir komedi Anda mati karena Anda fokus semua energi ke sideline alih-alih mimpi.
Tentang Hutang
Aturan praktis: Hutang itu buruk. Kredit yang tersedia itu baik.
Jangan pinjam uang hanya untuk bayar biaya. Jangan pinjam untuk bayar bunga pinjaman lain.
Anda harus pinjam uang hanya jika uang pinjaman langsung masuk ke sesuatu yang akan hasilkan profit melebihi bunganya.
Misalnya: Anda punya 500 order untuk produk baru, tapi tidak mampu beli parts yang dibutuhkan untuk buat barangnya. Pinjam. Anda tahu Anda sudah punya sales dan bisa bayar hutang dalam 90 hari.
Tapi pinjam untuk spekulasi? Pinjam untuk bayar gaji dan biaya hidup sambil berharap bisnis akhirnya click? Itu risiko yang bisa membuat Anda bangkrut.
Bagian 8: Jangan Kompetisi Head-to-Head
Kisah Peringatan: Razor Sharpener
Bayangkan Anda lagi cukur. Anda perhatikan blade di razor Anda tidak setajam dulu. Teman baik Anda ahli metalurgi. Mungkin ada cara murah untuk tajamkan blade?
Anda punya business plan. Proyeksi, slogan iklan, mission statement, rollout schedule—semuanya.
"Lihat," kata Anda, "ada lebih dari 5 juta electric razor di luar sana. Jika kita bisa jual ke 10% dari mereka, itu 500,000 unit! Profit $4 per unit dan kita kaya!"
Dan Anda sudah dikutuk sejak hari pertama di kamar mandi.
Kenapa? Karena:
● Cost of sale sangat besar untuk produk retail
● Harus ada di ribuan drugstore untuk menguntungkan
● Butuh advertising besar agar orang tahu produk ada
● Harus berbagi banyak profit dengan retailer
● Setiap pelanggan hanya butuh satu seumur hidup—tidak ada repeat sales
Consumer products hampir mustahil di-bootstrap. Terutama yang perlu dijual di ribuan drugstore untuk menguntungkan.
Bisnis yang Friendly untuk Bootstrapper
Hindari bisnis yang juga hobi: restoran, desain mainan, makanan gourmet.
Yang bekerja hebat:
● Mail order
● Consulting
● Jadi sales rep atau middleman lain
● Fokus laser pada pasar sangat obscure yang tumbuh cepat
Mungkin tidak akan buat Anda seterkenal Spike Lee. Tapi akan buat Anda bahagia.
Bagian 9: Contoh Nyata—id Software
Cara Smart Bootstrap Business
id software membuat game komputer violent yang jalan di home computer. Biasanya dikembangkan 2-10 orang, lalu dipublikasikan perusahaan besar seperti Electronic Arts.
Mereka terkenal karena game Castle Wolfenstein. Sebagai encore, empat pendiri id memutuskan ikuti aturan mereka sendiri dengan game Doom.
Mereka berani pecahkan aturan pertama software marketing—mereka kasih Doom gratis ke siapa pun yang mau download. Jutaan orang download. Cepat jadi game komputer paling populer tahun itu.
Stage dua: id tawarkan versi deluxe Doom dengan lebih banyak level, lebih banyak monster. Bermitra dengan GT Interactive, masuk ke toko di seluruh negara. Dan jual langsung via mail order.
Dengan user base jutaan orang, id bisa kontrol situasi. Alih-alih mercy gatekeeper distribusi, mereka dipinang distributor dan retailer.
Dengan menciptakan model bisnis yang sepenuhnya berbeda—model di mana mereka tidak punya apa-apa untuk hilang—id mendefinisikan ulang bisnis dan menang.
Mereka gunakan tujuh alat bootstrapper:
1. Nothing to lose ✓
2. Happy with small fish ✓
3. Presidential input ✓
4. Rapid R&D ✓
5. The underdog ✓
6. Low overhead ✓
7. Time ✓
Dan mereka hindari lima hal yang bantu perusahaan besar.
Penutup: Berhenti Merencanakan, Mulai Melakukan
Ketakutan Akan Salah
Kebanyakan orang benci salah. Mereka benci membuat pernyataan lalu terbukti salah.
Memulai bisnis adalah cara paling publik, paling mahal, paling berisiko untuk salah.
Tapi tidak pernah ada entrepreneur dengan bola kristal.
Bill Gates pikir Internet adalah trend sesaat. Bill Gates luncurkan tiga database system yang semuanya gagal.
Tidak ada cara tahu pasti apakah bisnis Anda akan bekerja. Anda akan salah. Terima saja!
Menghadapi ketidakpastian ini, hal terburuk yang bisa Anda lakukan adalah gagal mencoba.
Seth pergi ke Stanford Business School. Dari 300 orang di kelasnya, setidaknya setengah secara publik proklamasi mereka akan mulai bisnis sendiri.
Dua puluh tahun kemudian, hanya sekitar 30 yang benar-benar melakukannya. Yang lain masih menunggu waktu yang tepat atau ide yang tepat atau backing yang tepat.
Mereka menunggu undangan terukir dan jaminan sukses.
Nasihat Terbaik Seth
Berhenti merencanakan dan mulai melakukan.
Anda tidak harus keluar dari pekerjaan. Tapi Anda harus keluar dan melakukannya.
Semakin banyak Anda lakukan, semakin banyak Anda lakukan. Pintu akan terbuka. Peluang akan muncul. Model Anda akan berubah. Reputasi akan meningkat. Anda akan jadi magnet untuk orang pintar, pelanggan baik, dan investor.
Tapi tidak ada yang terjadi jika Anda tetap di dalam dan terus merencanakan.
Bangun bisnis Anda. Satu hari pada satu waktu. Satu pelanggan pada satu waktu.
Turunkan downside. Fokus pada upside. Dan mulai membangun.
Tapi mulai.
Lima Pelajaran Utama
1. Model Bisnis > Ide Hebat
Ide brilian bisa bunuh Anda. Model bisnis yang bekerja akan buat Anda kaya. Fokus pada mesin yang mengekstrak uang dari sistem, bukan pada kesempurnaan produk.
2. Mainkan di Home Field Anda
Jangan kompetisi head-to-head dengan raksasa di kekuatan mereka. Mainkan di mana mereka tidak bisa—ukuran kecil Anda, fleksibilitas Anda, kecepatan Anda.
3. Sales Adalah Segalanya
Dengan sales, Anda punya hampir segalanya. Tanpa sales, Anda hampir mati. Own sales process. Jangan delegasikan ke orang lain.
4. Rencanakan untuk Uang
Jangan kehabisan uang. Buat proyeksi realistis (bahkan pesimis). Punya multiple income streams. Hindari hutang kecuali untuk hal yang langsung generate profit.
5. Mulai Sebelum Sempurna
Anda tidak akan pernah tahu semua jawaban. Anda akan salah berkali-kali. Itu bagus. Yang penting: berhenti merencanakan dan mulai melakukan.
Pertanyaan Terakhir untuk Anda
Anda lebih pintar dari kebanyakan orang yang memulai bisnis sendiri. Anda punya akses ke pengetahuan yang sama dengan yang dimiliki entrepreneur sukses.
Jadi pertanyaannya:
Apa yang menghentikan Anda?
Apakah ketakutan gagal? Ketakutan salah? Ketakutan apa yang orang lain pikirkan?
Seperti yang Seth katakan: Surviving is succeeding.
Setiap hari Anda bertahan, Anda lebih dekat ke tujuan. Setiap hari bisnis Anda masih berjalan adalah kemenangan.
Jangan menyerah. Set realistic expectations. Tetap fokus.
Dan yang paling penting: mulai.
Karena jika Anda tidak di dalam permainan, Anda tidak bisa menang.
Sekarang keluar dan bangun sesuatu yang luar biasa.
Bootstrapper membangun negara ini. Sekarang giliran Anda.
Tentang Buku Asli
"The Bootstrapper's Bible: How to Start and Build a Business With a Great Idea and (Almost) No Money" pertama kali diterbitkan tahun 1998 dan menjadi salah satu panduan paling praktis untuk entrepreneur.
Seth Godin menulis buku ini berdasarkan pengalaman pribadinya membangun bisnis dari nol pada tahun 1986 sampai menjadi perusahaan bernilai $5 juta dengan 40 karyawan.
Buku ini hanya 104 halaman tapi padat dengan wisdom praktis. Tidak ada fluff. Tidak ada cerita gratisan untuk mengisi ruang. Hanya nasihat langsung dan actionable.
Seth kemudian menjadi salah satu penulis bisnis paling berpengaruh dengan 21+ buku bestseller termasuk "Purple Cow," "Tribes," "Linchpin," dan "This Is Marketing."
Yang luar biasa: buku ini tersedia gratis di website Seth. Dia percaya bahwa pengetahuan tentang cara memulai bisnis harus accessible untuk semua orang.
Untuk pemahaman penuh dengan semua detail, contoh, dan nuansa, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap esensi utama, tetapi buku lengkap penuh dengan case study spesifik, angka-angka konkret, dan framework detail yang akan membantu Anda benar-benar membangun bisnis.
Sekarang berhenti membaca dan mulai membangun.
Dunia membutuhkan apa yang Anda buat.

