The Big Red Fez

Seth Godin


Monyet, Pisang, dan Topi Merah 

Bayangkan Anda pergi ke sirkus. 

Di tengah arena, ada monyet kecil mengenakan topi merah besar yang konyol—sebuah fez merah terang. Monyet itu melakukan trik: melompat melalui lingkaran api, bermain simbal, lalu... mengulurkan tangan meminta uang tip. 

Dan Anda memberikannya. 

Mengapa? Karena monyet itu tahu persis apa yang harus dilakukan untuk membuat Anda mengeluarkan uang dari dompet. Topi merah itu—sekonyol apapun—adalah bagian dari trik yang membuat Anda terhibur dan akhirnya membayar. 

Sekarang mari kita bicara tentang website Anda. 

Berapa banyak orang yang datang ke website Anda setiap hari? Ratusan? Ribuan? Dan berapa banyak dari mereka yang benar-benar melakukan apa yang Anda inginkan—membeli produk, mendaftar newsletter, mengisi formulir, menghubungi Anda? 

Jika jawabannya "tidak banyak," Anda punya masalah. Dan masalah itu bukan karena website Anda jelek. Bukan karena produk Anda buruk. Bukan karena pengunjung Anda bodoh. 

Masalahnya adalah: Anda tidak punya Big Red Fez. 

Seth Godin, ahli marketing yang menulis buku ini pada tahun 2002 (ketika dot-com bubble baru saja pecah dan ribuan website bangkrut), punya pesan sederhana tapi brutal: 

"Kebanyakan website gagal karena mereka tidak tahu apa yang mereka inginkan dari pengunjung mereka. Dan bahkan ketika mereka tahu, mereka membuat pengunjung bekerja terlalu keras untuk memberikannya." 

Buku ini bukan tentang teknologi. Bukan tentang desain grafis yang cantik. Bukan tentang Flash animation atau video fancy.

Buku ini tentang satu hal: Bagaimana membuat pengunjung Anda melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan—dengan cara termudah dan tercepat. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan paling penting yang kebanyakan pemilik website tidak pernah tanyakan.

 


Bagian 1: Di Mana Pisang Anda? 

Pertanyaan Paling Penting 

Godin memulai dengan pertanyaan sederhana yang membuat ribuan pemilik website terdiam:

"Apa yang Anda ingin pengunjung Anda lakukan ketika mereka tiba di website Anda?"

Diam. 

"Eh... kami ingin mereka... tahu tentang perusahaan kami?" 

Salah. 

"Kami ingin mereka... terkesan dengan portofolio kami?" 

Salah lagi. 

"Kami ingin mereka... menjelajahi semua halaman kami?" 

Masih salah. 

Inilah kebenaran yang brutal: Website Anda bukan tentang Anda. Website Anda tentang apa yang Anda ingin pengunjung LAKUKAN. 

Godin menyebutnya "the banana"—pisang. Dalam eksperimen dengan monyet, peneliti menaruh pisang di ujung labirin. Monyet tahu persis apa yang harus dilakukan: dapatkan pisang. Tidak ada ambiguitas. Tidak ada kebingungan. 

Website Anda butuh pisang yang jelas: 

● Membeli produk 

● Mendaftar newsletter 

● Mengisi formulir kontak 

● Download trial 

● Menelepon Anda 

● Mendaftar untuk demo 

Satu pisang. Satu tindakan utama. 

Kesalahan Fatal: Terlalu Banyak Pisang 

Kebanyakan website punya masalah yang sama: mereka menawarkan terlalu banyak pilihan.

Homepage mereka seperti supermarket yang berantakan:

● "Baca tentang kami!" 

● "Lihat produk kami!" 

● "Download whitepaper!" 

● "Ikuti kami di media sosial!" 

● "Tonton video kami!" 

● "Baca blog kami!" 

● "Hubungi kami!" 

Pengunjung bingung. Dan ketika orang bingung, mereka pergi. 

Godin menulis: "Setiap pilihan tambahan adalah peluru yang Anda tembakkan ke kaki sendiri." 

Contoh yang dia berikan: 

Website A: Homepage sederhana dengan satu headline besar: "Coba gratis selama 30 hari." Satu tombol besar: "Mulai Sekarang." Konversi: 12%. 

Website B: Homepage yang "lengkap" dengan 7 menu utama, 12 link di sidebar, slideshow berputar, popup newsletter, chat widget, video autoplay. Konversi: 2%. 

Mana yang lebih baik? Website yang "miskin fitur" dengan konversi 6 kali lipat.

Tentukan Pisang Anda Sekarang 

Sebelum Anda mengubah satu pixel di website Anda, jawab pertanyaan ini:

"Jika hanya SATU hal yang bisa pengunjung lakukan di website saya, apa itu?"

Itu pisang Anda. Segala yang lain adalah distraksi.

 


Bagian 2: Jalan Menuju Pisang—Buat Sejelas Mungkin

Pengunjung Anda Adalah Idiot (Dan Itu Bukan Salah Mereka)

Godin punya pernyataan kontroversial: "Desain website Anda untuk idiot."

Sebelum Anda marah, dengarkan penjelasannya: 

Pengunjung Anda bukan idiot dalam arti tidak cerdas. Mereka idiot dalam arti mereka: 

Terburu-buru - Mereka punya 30 detik, bukan 30 menit 

Tidak sabar - Mereka tidak akan membaca instruksi panjang 

Skeptis - Mereka sudah dikecewakan ratusan website sebelumnya 

Mudah terdistraksi - Email baru masuk, notifikasi bunyi, bos lewat 

Dan yang paling penting: Mereka tidak peduli dengan website Anda. 

Keras, tapi benar. Mereka peduli dengan masalah mereka. Website Anda hanya relevan sejauh ia bisa menyelesaikan masalah itu. 

The Three-Click Rule (Yang Sebenarnya One-Click Rule) 

Ada mitos di dunia web design: "Pengunjung harus bisa mencapai apa pun dalam tiga klik."

Godin bilang: Lupakan tiga klik. Buat jadi satu klik. 

Mengapa? Karena setiap klik adalah pertanyaan: "Apakah ini layak waktu saya?"

Dan setiap kali mereka bertanya itu, ada risiko mereka menjawab "tidak" dan pergi.

Contoh real: 

Website e-commerce yang gagal: 

1. Klik 1: Masuk homepage → "Hmm, menarik..." 

2. Klik 2: Masuk kategori produk → "OK, ada beberapa pilihan..." 

3. Klik 3: Klik produk → "Harganya lumayan..." 

4. Klik 4: Klik "Beli" → "Eh, harus bikin akun dulu?" 

5. Klik 5: Isi formulir registrasi 12 field → "Ah, lain kali saja." 

Hilang. 

Website e-commerce yang berhasil: 

1. Klik 1: Masuk homepage, produk best-seller langsung terlihat dengan harga jelas dan tombol "Beli Sekarang - Tidak Perlu Registrasi"

2. Klik 2: Checkout sederhana, isi alamat dan bayar 

3. Selesai

Lebih sedikit klik = lebih sedikit kesempatan mereka pergi. 

Tanda-Tanda Jelas: Lampu Terang di Jalan Gelap 

Bayangkan Anda berada di gedung yang gelap, mencari toilet. Apa yang Anda butuhkan?

Lampu terang dengan panah besar bertuliskan "TOILET" yang menunjuk ke satu arah. 

Website Anda sama. Pengunjung Anda sedang mencari sesuatu dalam "kegelapan" (mereka tidak tahu struktur website Anda, mereka tidak tahu di mana hal-hal berada). 

Apa yang mereka butuhkan? 

Tanda-tanda jelas: 

● Headline yang mengatakan PERSIS apa yang Anda tawarkan 

● Tombol besar yang mengatakan PERSIS apa yang terjadi ketika diklik

● Navigasi yang mengatakan PERSIS kemana link membawa mereka 

Godin memberikan tes sederhana: Tunjukkan homepage Anda kepada orang asing selama 3 detik. Lalu tanyakan: "Apa yang website ini lakukan dan apa yang saya seharusnya lakukan di sini?" 

Jika mereka tidak bisa menjawab dengan benar, Anda gagal.

 


Bagian 3: Friction—Musuh Terbesar Konversi

Apa Itu Friction? 

Friction adalah segala hal yang membuat pengunjung berhenti, berpikir, ragu, atau frustrasi.

Friction adalah: 

● Formulir dengan 15 field yang harus diisi 

● Font kecil yang sulit dibaca 

● Link yang tidak jelas kemana membawa 

● Loading yang lama 

● Pop-up yang mengganggu 

● Navigasi yang membingungkan 

● Jargon industri yang tidak dimengerti pengunjung 

● Harus membuat akun sebelum bisa melihat harga 

● Tombol "Submit" yang tidak terlihat 

Setiap friction membuat sebagian pengunjung pergi. 

Godin memberikan analogi yang brilian: 

"Bayangkan Anda punya toko fisik. Lalu Anda memutuskan untuk menaruh rintangan di depan pintu—sedikit saja, tidak terlalu tinggi, kebanyakan orang bisa melewatinya. Tapi setiap rintangan membuat 10% pengunjung memutuskan 'ah, tidak usah deh' dan pergi." 

Website Anda penuh dengan rintangan seperti itu. Dan Anda bahkan tidak sadar.

Audit Friction: Temukan Pembunuh Konversi Anda 

Godin menyarankan latihan sederhana tapi powerful: 

1. Minta teman yang tidak pernah ke website Anda untuk melakukan tugas spesifik

"Coba beli produk X." "Coba daftar untuk newsletter." "Coba download ebook gratis."

2. Jangan bantu mereka. Amati saja. 

Lihat di mana mereka: 

● Berhenti dan berpikir 

● Klik hal yang salah 

● Scroll naik-turun mencari sesuatu 

● Bertanya "maksudnya apa?" 

● Menyerah

Setiap moment seperti itu adalah friction yang harus Anda hilangkan.

The Conversion Killer Hall of Fame 

Godin mencatat friction paling mematikan yang dia lihat di ribuan website:

1. Formulir Registrasi yang Terlalu Panjang 

"Mengapa Anda perlu tahu nama tengah, nomor fax, dan nama gadis ibu saya sebelum saya bisa download ebook gratis?" 

Aturan emas: Tanya hanya informasi yang BENAR-BENAR Anda butuhkan SEKARANG. Sisanya bisa ditanyakan nanti. 

2. Navigasi yang Membingungkan 

Menu dengan label seperti "Solutions," "Offerings," "Ecosystem," "Synergy." 

Pengunjung berpikir: "Apa bedanya Solutions dan Offerings? Apa itu Ecosystem dalam konteks software accounting?" 

Aturan emas: Gunakan bahasa yang digunakan pelanggan Anda, bukan jargon internal Anda. 

3. Tidak Ada Call-to-Action yang Jelas 

Banyak website tidak punya tombol yang mengatakan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Atau tombolnya ada tapi kecil, abu-abu, di sudut bawah yang tidak terlihat. 

Aturan emas: Tombol terpenting Anda harus paling besar, paling terang, dan paling jelas di halaman. 

4. Loading yang Lama 

Godin menulis ini di tahun 2002, tapi masih relevan: "Setiap detik loading tambahan membunuh 7% konversi." 

Sekarang dengan mobile, angka itu bahkan lebih tinggi. 

Aturan emas: Cepat mengalahkan cantik. Setiap waktu.

 


Bagian 4: Pengunjung Pertama Kali vs Pengunjung Kembali 

Dua Jenis Pengunjung, Dua Strategi Berbeda 

Godin menunjukkan kesalahan fatal yang dibuat kebanyakan website: mereka mendesain untuk pengunjung yang sudah tahu mereka. 

Tapi kebanyakan traffic Anda adalah pengunjung pertama kali—orang yang tidak tahu siapa Anda, apa yang Anda lakukan, atau apakah mereka bisa percaya Anda. 

Pengunjung Pertama Kali butuh: 

● Jawaban cepat: "Apa ini? Apakah ini untuk saya?" 

● Kepercayaan: "Apakah ini legitimate? Apakah ini aman?" 

● Arah yang jelas: "Apa yang harus saya lakukan sekarang?" 

Pengunjung Kembali butuh: 

● Akses cepat: "Saya tahu apa yang saya cari, biarkan saya menemukannya cepat"

● Fungsi: "Saya sudah tahu tentang Anda, saya butuh login/dashboard/tools" 

The Homepage Dilemma 

Inilah dilema: homepage Anda harus melayani kedua kelompok ini. 

Solusi Godin: Prioritaskan pengunjung pertama kali di homepage. Berikan akses cepat untuk pengunjung kembali di sudut. 

Contoh praktis: 

Homepage yang baik: 

● Hero section besar: "Kami membantu startup menemukan investor. Sudah 500+ startup didanai melalui platform kami." 

● Tombol besar: "Mulai Gratis" 

● Di pojok kanan atas, kecil tapi jelas: "Login" untuk user yang sudah terdaftar

Homepage yang buruk: 

● Slideshow yang berputar dengan 5 pesan berbeda 

● Tidak jelas value proposition 

● Tombol "Login" besar di tengah (untuk siapa? pengunjung baru tidak punya akun!)

● Tombol "Pelajari Lebih Lanjut" yang tidak mengatakan apa yang akan dipelajari

The Trust Equation 

Untuk pengunjung pertama kali, kepercayaan adalah segalanya. 

Godin memberikan formula sederhana: 

Trust = (Clarity + Proof) - Doubt 

Clarity: Apakah mereka langsung mengerti apa yang Anda tawarkan? 

Proof: Apakah ada bukti bahwa Anda legitimate? (testimoni, logo klien, sertifikat, angka konkret) 

Doubt: Apakah ada hal yang membuat mereka ragu? (typo, design buruk, bahasa yang terlalu hype, popup spam) 

Tambah clarity dan proof. Kurangi doubt. Konversi naik.

 


Bagian 5: Testing—Satu-Satunya Cara Tahu yang Benar

Opini Anda Tidak Penting (Sorry) 

Godin punya pesan yang tidak enak didengar: 

"Apa yang Anda pikir akan bekerja tidak penting. Yang penting adalah apa yang benar-benar bekerja." 

Terlalu banyak keputusan website dibuat berdasarkan: 

● "Saya pikir tombol biru lebih bagus" 

● "Boss saya suka video di homepage" 

● "Kompetitor kita melakukan ini" 

● "Agency kami bilang ini trend terbaru" 

Semua itu tidak relevan jika tidak meningkatkan konversi. 

A/B Testing: Laboratorium Marketing Anda 

Godin menganjurkan satu metode sederhana: A/B testing. 

Buat dua versi halaman: 

● Versi A: Yang sekarang 

● Versi B: Dengan satu perubahan 

Split traffic 50/50. Lihat mana yang menghasilkan konversi lebih tinggi. 

Contoh test yang bisa Anda lakukan: 

Test 1: Headline 

● A: "Software Akuntansi untuk Bisnis Kecil" 

● B: "Kelola Keuangan Bisnis Anda dalam 10 Menit per Hari" 

Test 2: Call-to-action button 

● A: "Pelajari Lebih Lanjut" 

● B: "Mulai Gratis—Tidak Perlu Kartu Kredit" 

Test 3: Panjang form 

● A: Form 8 field (nama, email, perusahaan, telepon, industri, ukuran perusahaan, budget, komentar) 

● B: Form 2 field (nama, email)

Anda akan terkejut berapa banyak asumsi Anda yang salah. 

The Five-Percent Rule 

Godin memberikan aturan praktis: "Jika perubahan meningkatkan konversi 5% atau lebih, implementasikan. Jika tidak, test hal lain." 

5% terdengar kecil. Tapi: 

● 5% peningkatan konversi = 5% lebih banyak pelanggan 

● Dengan traffic 10,000/bulan, itu 500 pelanggan tambahan per bulan

● Dalam setahun: 6,000 pelanggan tambahan 

● Dengan lifetime value $100 per pelanggan: $600,000 tambahan 

Dari perubahan 5%.

 


Bagian 6: Kesalahan Fatal yang Membunuh Website

Godin mengidentifikasi kesalahan terbesar yang dia lihat berulang kali: 

Kesalahan #1: Berbicara tentang Diri Sendiri, Bukan tentang Pelanggan 

Website buruk: "Kami adalah perusahaan yang berdiri sejak 1987, dengan tim ahli yang berpengalaman, menyediakan solusi terdepan dengan teknologi cutting-edge..." 

Pengunjung: "OK, tapi apa yang bisa kalian lakukan untuk SAYA?" 

Website baik: "Hemat 10 jam per minggu dalam mengelola email Anda. Gratis selama 30 hari."

Pengunjung: "Oh, ini relevan untuk saya!" 

Aturan: Ganti setiap "Kami" dengan "Anda" atau manfaat untuk pelanggan.

Kesalahan #2: Menyembunyikan Harga 

"Hubungi kami untuk harga." 

Godin bertanya: "Mengapa Anda menyembunyikan informasi yang paling ingin mereka tahu?" 

Argumen umum: "Harga kami kompleks, tergantung banyak faktor." 

Jawaban Godin: "Maka buat harga Anda tidak kompleks. Atau setidaknya berikan range." 

Setiap orang yang harus "hubungi untuk harga" dan tidak melakukannya adalah konversi yang hilang. 

Kesalahan #3: Auto-Play Video atau Music 

Tahun 2002, Godin sudah memperingatkan ini. Tahun 2024, masih ada website yang melakukan ini. 

Tidak ada yang suka dikejutkan dengan suara ketika membuka website. Terutama jika mereka membuka di kantor atau tempat umum. 

Auto-play = insta-close untuk banyak pengunjung. 

Kesalahan #4: Memaksa Registrasi Sebelum Mereka Lihat Value

"Daftar untuk melihat konten."

Pertanyaan pengunjung: "Mengapa saya harus memberikan email saya jika saya tidak tahu apakah konten Anda berguna?" 

Aturan: Biarkan mereka lihat value terlebih dahulu. Lalu minta registrasi.

Kesalahan #5: Mengabaikan Mobile 

Di tahun 2002, Godin tidak bisa memprediksi mobile. Tapi prinsipnya sama: 

Jika sebagian besar traffic Anda dari mobile dan website Anda tidak mobile-friendly, Anda membuang uang.

 


Bagian 7: The Big Red Fez—Putting It All Together

Apa Sebenarnya Big Red Fez Itu? 

Kembali ke monyet dengan topi merah. 

Topi merah itu konyol. Tidak ada fungsi praktis. Tapi itu membuat monyet memorable. Itu membuat Anda tertawa. Itu membuat Anda memberikan tip. 

Big Red Fez di website Anda adalah: Satu hal yang unik, jelas, dan tak terlupakan yang membuat pengunjung bertindak. 

Bisa berupa: 

● Headline yang berbeda dari semua kompetitor 

● Penawaran yang tidak bisa ditolak 

● Video yang menjelaskan value dalam 30 detik 

● Chatbot yang membantu dengan cara yang genuine 

● Guarantee yang menghilangkan risiko 

Tapi apapun itu, ia harus: 

1. Jelas - Pengunjung langsung mengerti 

2. Relevan - Menjawab kebutuhan mereka 

3. Actionable - Membuat mereka tahu apa yang harus dilakukan 

Formula Sederhana Website yang Berhasil 

Godin merangkum seluruh buku dalam formula sederhana: 

Website yang Berhasil = Pisang yang Jelas + Jalan yang Mudah + Zero Friction + Trust

Mari kita breakdown: 

1. Pisang yang Jelas 

● Satu tindakan utama yang Anda ingin pengunjung lakukan 

● Dinyatakan dengan jelas dan menonjol 

2. Jalan yang Mudah 

● Seminimal mungkin klik dari landing ke konversi 

● Setiap langkah jelas dan tidak membingungkan 

3. Zero Friction

● Hilangkan segala yang membuat mereka berhenti atau ragu

● Form pendek, loading cepat, bahasa jelas 

4. Trust 

● Bukti bahwa Anda legitimate 

● Menghilangkan keraguan dengan guarantee, testimoni, social proof

Jika salah satu elemen ini lemah, konversi Anda akan rendah.

 


Penutup: Website Anda Adalah Karyawan 24/7 Anda

Seth Godin menutup dengan reminder powerful: 

"Website Anda bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Ia tidak tidur. Ia tidak cuti. Ia tidak sakit. Ia adalah karyawan paling produktif Anda—atau paling tidak produktif." 

Pertanyaannya: Apakah website Anda karyawan bintang yang menghasilkan leads dan sales setiap hari? Atau karyawan malas yang hanya duduk dan tidak menghasilkan apa-apa? 

Langkah Konkret Mulai Hari Ini 

1. Tentukan pisang Anda Tulis dalam satu kalimat: "Tujuan utama website saya adalah membuat pengunjung __________." 

2. Audit friction Minta 3 orang yang tidak kenal website Anda untuk mencoba mencapai pisang. Catat semua kesulitan mereka. 

3. Simplify Hilangkan 50% konten di homepage Anda. Ya, 50%. Kebanyakan itu tidak perlu. 

4. Test Buat satu perubahan berdasarkan prinsip buku ini. Ukur hasilnya. Ulangi. 

5. Focus on conversion, not perfection Website yang "jelek" tapi convert 10% lebih baik daripada website "cantik" yang convert 2%. 

The Final Question 

Godin meninggalkan Anda dengan pertanyaan terakhir: 

"Jika Anda harus membayar $100 untuk setiap pengunjung yang datang ke website Anda tapi tidak melakukan apa-apa, berapa banyak yang akan Anda habiskan bulan ini?" 

Jika jawaban Anda "terlalu banyak," maka Anda tahu apa yang harus dilakukan. 

Pasang topi merah Anda. Temukan pisang Anda. Buat jalan yang terang dan jelas. Hilangkan friction. 

Dan tonton konversi Anda meroket.

 


Tentang Buku Asli 

"The Big Red Fez: How to Make Any Web Site Better" diterbitkan tahun 2002 oleh Seth Godin, salah satu pemikir marketing paling berpengaruh di dunia. 

Meskipun buku ini ditulis lebih dari 20 tahun lalu (ketika MySpace masih populer dan Facebook baru lahir), prinsip-prinsipnya tetap sangat relevan hingga hari ini. 

Mengapa? Karena psikologi manusia tidak berubah. Orang masih: 

● Terburu-buru 

● Tidak sabar 

● Mudah bingung 

● Skeptis terhadap website baru 

Teknologi berubah. Tapi cara kita membuat keputusan? Tetap sama. 

Seth Godin telah menulis 20+ buku tentang marketing, termasuk bestseller seperti "Purple Cow," "Tribes," dan "This Is Marketing." Tapi "The Big Red Fez" tetap menjadi salah satu panduan paling praktis dan actionable untuk website conversion. 

Untuk pendalaman lebih lanjut dan contoh-contoh konkret, sangat disarankan membaca buku aslinya. Godin menulis dengan gaya yang lugas, penuh analogi menarik, dan diselingi humor—membuat buku tentang website optimization menjadi menghibur. 

Ringkasan ini menangkap esensi ide-idenya, tapi buku asli memberikan detail, nuansa, dan lebih banyak studi kasus yang akan langsung bisa Anda terapkan. 

Sekarang pergilah dan perbaiki website Anda. Satu perubahan pada satu waktu. Satu friction dihilangkan. Satu konversi ditingkatkan. 

Karena di dunia digital, konversi adalah satu-satunya metrik yang benar-benar penting. 

Dan ingat: Anda tidak perlu topi merah yang literal. Anda hanya perlu clarity, simplicity, dan focus pada apa yang benar-benar penting bagi pengunjung Anda. 

Pisang menunggu. Saatnya membuat jalan yang lebih jelas menuju sana.