25 Ways to Win with People

John C. Maxwell


Pertanyaan yang Mengubah Segalanya 

Coba ingat satu orang dalam hidup Anda yang membuat Anda merasa seperti orang paling penting di dunia. 

Mungkin guru yang percaya pada Anda ketika orang lain tidak. Mungkin bos yang merayakan kemenangan kecil Anda. Mungkin teman yang selalu ingat detail-detail kecil tentang hidup Anda. 

Sekarang ingat bagaimana rasanya berada di sekitar orang itu. Bagaimana Anda merasa lebih percaya diri. Lebih bersemangat. Lebih termotivasi untuk menjadi versi terbaik dari diri Anda. 

Itu bukan kebetulan. Dan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh "orang-orang istimewa." 

John C. Maxwell—penulis buku leadership terlaris dan pembicara yang telah melatih jutaan pemimpin di seluruh dunia—punya keyakinan sederhana tapi powerful: 

"Orang tidak peduli seberapa banyak yang Anda tahu sampai mereka tahu seberapa besar Anda peduli." 

Dalam buku "25 Ways to Win with People," Maxwell bersama Les Parrott memberikan sesuatu yang langka dalam buku-buku bisnis dan kepemimpinan: tindakan konkret dan praktis yang bisa Anda lakukan hari ini—bahkan dalam 5 menit ke depan—untuk membuat seseorang merasa luar biasa. 

Bukan teori rumit. Bukan konsep abstrak. Hanya 25 cara sederhana yang, ketika dilakukan dengan tulus, akan mengubah cara orang melihat Anda dan membuka pintu yang tidak pernah Anda bayangkan. 

Maxwell menulis: "Kesuksesan sejati dalam hidup bukan diukur dari apa yang Anda capai untuk diri sendiri, tetapi apa yang Anda bantu orang lain capai."

Jadi pertanyaan besarnya: Berapa banyak orang yang merasa hidupnya lebih baik karena mereka mengenal Anda? 

Mari kita mulai mengubah jawaban itu.

 


Bagian 1: Kekuatan Kata-kata yang Membangun

Cara 1: Puji Mereka di Depan Orang Lain 

Ada perbedaan besar antara memuji seseorang secara pribadi dan memuji mereka di depan orang lain. 

Ketika Anda memuji seseorang sendirian, mereka merasa dihargai. Ketika Anda memuji mereka di depan orang lain, mereka merasa dipercaya

Mengapa? Karena pujian publik mengirimkan tiga pesan sekaligus: 

1. Kepada orang yang dipuji: "Saya bangga dengan Anda dan tidak takut orang lain tahu" 2. Kepada orang lain: "Inilah standar yang saya hargai" 

3. Kepada diri sendiri: "Saya adalah orang yang mengangkat orang lain, bukan merendahkan" 

Maxwell menceritakan pengalaman seorang CEO yang mengubah budaya perusahaannya hanya dengan satu kebiasaan sederhana: Setiap kali meeting tim, dia menghabiskan 5 menit pertama memuji satu orang di depan semua orang. 

Bukan pujian generik seperti "kerja bagus." Tapi spesifik: "Sarah, presentasi Anda ke klien minggu lalu luar biasa. Cara Anda mengantisipasi pertanyaan mereka dan memberikan data yang tepat menunjukkan Anda benar-benar memahami kebutuhan mereka." 

Dalam 6 bulan, turnover karyawan turun 40%. Produktivitas naik. Dan yang paling mengejutkan: orang mulai memuji satu sama lain tanpa diminta. 

Tindakan praktis: Minggu ini, puji satu orang di depan minimal tiga orang lain. Perhatikan bagaimana mata mereka berbinar. 

Cara 2: Ingat Cerita Mereka—dan Sebutkan 

Tidak ada yang membuat seseorang merasa lebih penting daripada ketika Anda mengingat detail tentang hidup mereka. 

Bukan hanya nama—itu standar minimum. Tapi cerita mereka. Mimpi mereka. Pergumulan mereka. 

Maxwell memberi contoh sederhana tapi powerful: 

Seorang manager bertemu dengan karyawannya 3 bulan setelah percakapan terakhir mereka. Dalam percakapan itu, karyawan menyebutkan bahwa putrinya akan ujian masuk universitas. 

Manager itu membuka percakapan kali ini dengan: "Hai Sarah, bagaimana ujian putri Anda? Apakah dia diterima di universitas yang dia inginkan?"

Sarah hampir menangis. "Anda ingat?" 

Dalam satu momen, manager itu bukan hanya bos. Dia adalah seseorang yang benar-benar peduli. 

Tindakan praktis: Buat catatan sederhana setelah percakapan bermakna dengan seseorang. Nama anak mereka. Proyek yang mereka kerjakan. Liburan yang mereka rencanakan. Lalu sebutkan dalam percakapan berikutnya. 

Cara 3: Dorong Mimpi Mereka, Bukan Realitas Mereka 

Kebanyakan orang sudah cukup dibebani oleh realitas. Mereka tidak butuh orang lain mengingatkan mereka tentang keterbatasan mereka. 

Apa yang mereka butuhkan adalah seseorang yang melihat potensi mereka, bukan hanya kondisi mereka saat ini. 

Maxwell menceritakan kisah seorang guru yang mengubah hidupnya. Dia adalah siswa yang biasa-biasa saja, tidak menonjol di kelas. Suatu hari, guru itu memanggilnya setelah kelas: 

"John, saya lihat Anda punya kemampuan untuk menghubungkan ide-ide dan menyampaikannya dengan cara yang membuat orang mendengarkan. Pernahkah Anda berpikir untuk menjadi guru atau pembicara?" 

John Maxwell tidak pernah berpikir tentang itu sebelumnya. Tapi guru itu menanam benih. Dan benih itu tumbuh menjadi karir sebagai salah satu pembicara leadership paling berpengaruh di dunia. 

Pertanyaan kunci: Apakah ada seseorang dalam hidup Anda yang punya potensi yang mereka sendiri tidak lihat? Katakan kepada mereka hari ini.

 


Bagian 2: Tindakan yang Lebih Keras dari Kata-kata

Cara 4: Jadilah Orang Pertama yang Membantu 

Ada magic dalam menjadi orang pertama yang membantu. 

Bukan orang kedua atau ketiga setelah orang lain memulai. Tapi orang pertama—orang yang melihat kebutuhan dan bergerak tanpa diminta. 

Mengapa ini begitu powerful? Karena mengirimkan pesan: "Saya peduli dengan Anda tanpa perlu Anda meminta." 

Maxwell memberikan prinsip sederhana: "Jangan tunggu orang meminta bantuan. Tawarkan sebelum mereka butuh." 

Contoh praktis: 

● Rekan kerja Anda presentasi besok. Tawarkan untuk mereview slide mereka hari ini.

● Teman Anda pindahan akhir pekan ini. Hubungi mereka: "Aku bisa bantu angkat barang jam berapa?" 

● Seseorang baru di tim Anda. Ajak makan siang dan perkenalkan ke orang-orang kunci. 

Tindakan praktis: Hari ini, identifikasi satu orang yang mungkin membutuhkan bantuan—dan tawarkan sebelum mereka meminta. 

Cara 5: Bagikan Kredit dengan Murah Hati 

Ini adalah tes sejati karakter: Apa yang Anda lakukan ketika Anda mendapat pujian untuk sesuatu yang sebenarnya adalah kerja tim? 

Kebanyakan orang mengambil kredit dan mengatakan "terima kasih" sambil diam-diam merasa senang. 

Pemimpin sejati mengalihkan kredit. 

Maxwell menceritakan momen ketika bukunya menjadi bestseller. Dalam setiap interview, dia menyebutkan nama tim editorialnya, tim marketingnya, bahkan orang yang mendesain cover. 

"Kesuksesan buku ini bukan karena saya. Ini karena 50 orang yang bekerja di belakang layar." 

Apa yang terjadi? Tim itu bekerja lebih keras untuk buku berikutnya. Mereka merasa dimiliki. Mereka merasa dihargai. 

Dan Maxwell? Dia tidak kehilangan apa-apa. Malah, orang menghormatinya lebih karena kerendahan hatinya.

Prinsip emas: Ketika gagal, ambil tanggung jawab. Ketika berhasil, bagikan kredit.

Cara 6: Lakukan yang Benar, Bukan yang Nyaman 

Ada momen dalam setiap hubungan ketika Anda harus memilih: apakah Anda akan melakukan yang nyaman atau yang benar? 

Maxwell memberikan contoh yang menohok: 

Seorang karyawan membuat kesalahan besar yang merugikan perusahaan. Dia datang ke atasan mengakui kesalahan dan meminta maaf. 

Atasan punya dua pilihan: 

1. Yang nyaman: Memarahinya di depan tim untuk membuat contoh 

2. Yang benar: Bicara pribadi, dengarkan, bantu dia belajar dari kesalahan 

Dia memilih yang benar. Dia bicara empat mata. Dia bertanya, "Apa yang kamu pelajari dari ini? Bagaimana kita bisa memastikan ini tidak terjadi lagi?" 

15 tahun kemudian, karyawan itu menjadi VP di perusahaan yang sama. Dan dia tidak pernah lupa momen itu. 

Pertanyaan untuk diri sendiri: Apakah ada seseorang yang perlu Anda ajak bicara tentang sesuatu yang sulit—tapi Anda menunda karena tidak nyaman?

 


Bagian 3: Seni Mendengarkan dan Memahami

Cara 7: Dengarkan dengan Hati, Bukan Hanya Telinga 

Ada perbedaan besar antara mendengar dan mendengarkan

Mendengar adalah pasif—suara masuk ke telinga Anda. Mendengarkan adalah aktif—Anda mencoba memahami apa yang sebenarnya mereka katakan. 

Maxwell memberikan formula sederhana untuk mendengarkan dengan hati:

L.I.S.T.E.N. 

Look at them (Tatap mata mereka) 

Ignore distractions (Abaikan gangguan—taruh HP, tutup laptop) 

Suspend judgment (Jangan menghakimi sambil mereka bicara) 

Tune in to feelings (Dengarkan emosi, bukan hanya kata-kata) 

Empathize (Coba rasakan dari perspektif mereka) 

● Nod and affirm (Angguk, berikan sinyal bahwa Anda mendengarkan)

Cerita yang Maxwell bagikan: 

Seorang ayah pulang kerja dan anaknya bercerita panjang lebar tentang harinya di sekolah. Ayah itu sambil lihat TV, sambil pegang HP, sesekali bilang "hmm" dan "oke." 

Anak itu tiba-tiba berhenti dan bertanya: "Ayah, apakah aku mengganggu?" 

Ayah itu tersadar. Dia mematikan TV, meletakkan HP, menatap mata anaknya dan berkata: "Tidak sayang, kamu tidak mengganggu. Cerita kamu adalah hal yang paling penting bagi ayah sekarang. Lanjutkan." 

Anak itu tersenyum dan melanjutkan cerita dengan antusias. 

Tindakan praktis: Minggu ini, ketika seseorang bicara dengan Anda, berikan 100% perhatian Anda meskipun hanya 5 menit. Lihat perbedaannya. 

Cara 8: Temukan Kunci Hidup Mereka 

Setiap orang punya "kunci"—hal yang paling mereka pedulikan, yang membuat mata mereka berbinar ketika dibicarakan. 

Untuk beberapa orang, itu keluarga mereka. Untuk yang lain, hobi mereka. Pekerjaan mereka. Impian mereka. Olahraga favorit mereka. 

Ketika Anda menemukan kunci itu dan menunjukkan ketertarikan genuine, Anda membuka pintu ke hati mereka.

Maxwell memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk menemukan kunci seseorang: 

● "Apa yang paling membuat Anda bersemangat akhir-akhir ini?" 

● "Kalau Anda punya waktu luang seharian, Anda akan menghabiskannya untuk apa?"

● "Apa yang Anda harap orang tahu tentang Anda?" 

Dan yang paling penting: setelah mereka menjawab, ingat dan tanyakan lagi di percakapan berikutnya.

 


Bagian 4: Memberikan dengan Tulus 

Cara 9: Beri Tanpa Syarat 

Ini adalah salah satu cara paling powerful—dan paling sulit—karena melawan naluri transaksional kita. 

Kebanyakan dari kita memberi dengan perhitungan: 

● "Aku bantu dia karena mungkin suatu hari aku butuh bantuan dia" 

● "Aku beri hadiah karena dia pernah kasih aku hadiah" 

● "Aku treat makan siang karena dia pernah treat aku" 

Maxwell menantang kita: "Bagaimana jika Anda memberi tanpa mengharapkan apa pun kembali? Apa yang akan terjadi?" 

Yang terjadi adalah: Anda membebaskan diri dari scorekeeping. Dan orang lain merasakannya. Ada perbedaan energi antara: 

● Memberi karena Anda harus → terasa seperti kewajiban 

● Memberi karena Anda ingin sesuatu → terasa seperti manipulasi 

● Memberi karena Anda tulus peduli → terasa seperti hadiah 

Contoh sederhana: Seorang mentor menghabiskan 2 jam membantu seseorang yang baru dia kenal mengembangkan rencana karir. Orang itu bertanya: "Berapa yang harus saya bayar untuk waktu Anda?" 

Mentor itu menjawab: "Tidak ada. Tapi suatu hari ketika Anda sudah berhasil dan ada orang muda yang membutuhkan bantuan, luangkan 2 jam untuk mereka. Itulah bayaran saya." 

Tindakan praktis: Minggu ini, lakukan satu tindakan baik untuk seseorang yang tidak bisa membalas Anda. 

Cara 10: Berikan Buku yang Anda Sukai 

Ini tampak sederhana, tapi sangat personal. 

Ketika Anda memberikan buku yang benar-benar mengubah hidup Anda atau yang Anda pikir akan sangat bermakna bagi mereka, Anda memberikan lebih dari sekadar kertas dan tinta. 

Anda memberikan: 

● Waktu Anda (untuk membaca dan memahami buku itu) 

● Pemikiran Anda (tentang mengapa ini cocok untuk mereka)

● Harapan Anda (bahwa buku ini akan membantu mereka) 

Maxwell punya kebiasaan: setiap kali dia membaca buku yang luar biasa, dia membeli 10 eksemplar untuk diberikan kepada orang-orang yang dia pikir akan mendapat manfaat. 

Di dalam buku, dia menulis catatan pribadi: "Dear John, saya pikir buku ini akan membantu Anda dalam [situasi spesifik]. Chapter 5 sangat powerful. Semoga memberkati Anda." 

Tindakan praktis: Beli satu buku yang mengubah hidup Anda. Berikan ke seseorang yang Anda rasa membutuhkannya dengan catatan personal.

 


Bagian 5: Merayakan Orang Lain 

Cara 11: Bersihkan Meja (Clear the Table) 

Ini adalah metafora powerful untuk menghilangkan hambatan dalam hubungan. 

"Membersihkan meja" berarti: menghilangkan hal-hal kecil yang tidak terselesaikan yang menciptakan jarak antara Anda dan orang lain. 

Bisa berupa: 

● Permintaan maaf yang tertunda: "Aku minta maaf aku terlambat minggu lalu"

● Terima kasih yang belum disampaikan: "Aku belum pernah bilang terima kasih untuk bantuanmu bulan lalu" 

● Klarifikasi tentang kesalahpahaman: "Aku rasa ada yang salah komunikasi. Boleh kita bicara?" 

Maxwell bercerita tentang seorang CEO yang punya kebiasaan unik: setiap akhir tahun, dia membuat daftar orang-orang yang pernah dia sakiti atau kecewakan—bahkan hal-hal kecil—dan dia menghubungi mereka untuk minta maaf. 

Tidak karena dia harus. Tapi karena dia ingin "clear the table" untuk tahun baru. 

Pertanyaan refleksi: Apakah ada "meja" dalam hubungan Anda yang perlu dibersihkan hari ini? 

Cara 12: Telepon untuk Mengucapkan Selamat 

Di era digital ini, kebanyakan orang mengirim pesan: "Congrats!" atau "Selamat ya!"

Maxwell menantang: Angkat telepon. Gunakan suara Anda. 

Mengapa? Karena telepon mengirimkan pesan: "Kamu cukup penting bagi saya sampai aku mengambil waktu untuk benar-benar bicara denganmu." 

Teks adalah usaha minimal. Telepon adalah usaha genuine. 

Maxwell punya kebiasaan: setiap kali dia mendengar seseorang yang dia kenal mencapai milestone—promosi, buku terbit, anak lahir, ulang tahun pernikahan—dia menelepon dalam 24 jam. 

Bukan teks. Bukan email. Telepon. 

"Hey, aku dengar kamu baru promosi! Cerita dong, gimana rasanya?" 

Percakapan 3 menit itu menciptakan koneksi yang teks 100 kata tidak bisa ciptakan.

Tindakan praktis:Minggu depan, jika Anda mendengar kabar baik tentang seseorang, jangan kirim teks. Telepon mereka.

 


Bagian 6: Investasi Waktu dan Perhatian 

Cara 13: Jawab Email/Pesan dengan Cepat 

Ini terdengar sederhana, tapi sangat jarang dilakukan dengan konsisten. 

Ketika seseorang mengirim pesan kepada Anda dan Anda menjawab dengan cepat, Anda mengirim pesan tak terucap: "Kamu penting. Pesanmu penting. Aku menghargai waktumu." 

Maxwell punya aturan sederhana: Jika bisa dijawab dalam 2 menit, jawab sekarang. 

Tidak perlu jawaban panjang. Bahkan "Terima kasih, aku akan cek dan balas lebih detail besok" lebih baik daripada diam berhari-hari. 

Tindakan praktis: Hari ini, lihat inbox Anda. Jawab semua pesan yang tertunda dalam 2 menit atau kurang. 

Cara 14: Buat Kartu Ucapan Personal 

Di dunia yang serba digital, kartu tulisan tangan adalah harta karun. 

Maxwell punya tradisi: setiap minggu, dia menulis minimal 5 kartu ucapan tangan untuk orang-orang berbeda: 

● Terima kasih untuk bantuan mereka 

● Selamat untuk pencapaian mereka 

● Dukungan untuk pergumulan mereka 

● Atau hanya "saya berpikir tentang Anda" 

Kartu-kartu itu berakhir di meja kerja orang, di kulkas mereka, di dompet mereka—karena begitu jarang orang menerima sesuatu yang personal. 

Tindakan praktis: Beli 10 kartu kosong. Minggu ini, tulis 3 kartu untuk 3 orang berbeda. Kirim lewat pos atau berikan langsung.

 


Bagian 7: Menciptakan Pengalaman yang Tak Terlupakan

Cara 15: Undang Mereka ke Meja Anda 

Ini bukan tentang makan di restoran mewah. Ini tentang inclusion—membuat seseorang merasa termasuk dalam lingkaran Anda. 

"Meja" bisa literal (makan bersama) atau metaforis (meeting penting, keputusan besar, perayaan). 

Maxwell bertanya: "Siapa yang biasanya Anda tinggalkan dari meja Anda? Dan apa yang terjadi jika Anda mengundang mereka?" 

Contoh powerful: Seorang CEO mengadakan quarterly meeting dengan senior leadership. Dia mulai mengundang satu karyawan level bawah yang berprestasi setiap quarter—bukan untuk presentasi, tapi untuk duduk di meja dan mendengarkan diskusi strategis. 

Karyawan-karyawan itu merasa luar biasa dihargai. Dan mereka membawa insight dari "lapangan" yang tidak CEO dan senior leadership tidak pernah dengar. 

Win-win. 

Pertanyaan: Siapa yang bisa Anda undang ke "meja" Anda minggu ini? 

Cara 16: Berikan "Triple A Award" 

AAA = Attention, Affirmation, Appreciation (Perhatian, Afirmasi, Apresiasi)

Ini adalah kombinasi powerful yang membuat seseorang merasa benar-benar dilihat. 

Attention: "Aku perhatikan kamu [sesuatu yang spesifik]" Affirmation: "Itu menunjukkan bahwa kamu [kualitas karakter]" Appreciation: "Dan aku sangat menghargai itu karena [dampaknya]" 

Contoh konkret: ❌ Generic: "Kerja bagus dalam presentasi!" ✅ Triple A: "Aku perhatikan bagaimana kamu menangani pertanyaan sulit dari klien dengan tenang dan data yang jelas (Attention). Itu menunjukkan kamu sudah benar-benar menguasai materi dan punya kontrol diri yang luar biasa (Affirmation). Aku sangat menghargai itu karena kamu menyelamatkan deal yang hampir kandas (Appreciation)." 

Perbedaan dramatis, bukan? 

Tindakan praktis: Hari ini, berikan satu Triple A Award kepada satu orang.

 


Bagian 8: Meninggalkan Warisan Positif 

Cara 17: Bawa Solusi, Bukan Hanya Masalah 

Tidak ada yang menguras energi lebih cepat daripada orang yang selalu membawa masalah tanpa solusi. 

Maxwell memberikan aturan sederhana: "Jangan datang dengan masalah kecuali kamu sudah berpikir tentang minimal dua solusi potensial." 

Ini bukan berarti Anda harus punya semua jawaban. Tapi menunjukkan bahwa Anda sudah mencoba berpikir, bukan hanya melempar masalah ke orang lain. 

Format yang powerful: "Pak/Bu, ada masalah [X]. Saya sudah berpikir tentang dua kemungkinan solusi: [A] atau [B]. Menurut Bapak/Ibu mana yang lebih masuk akal? Atau ada solusi ketiga yang lebih baik?" 

Ini mengubah Anda dari "pembuat masalah" menjadi "pemecah masalah."

Cara 18: Tanyakan Pendapat Mereka—dan Dengarkan Sungguh-Sungguh 

Tidak ada yang membuat seseorang merasa lebih dihargai daripada ketika Anda bertanya pendapat mereka tentang sesuatu yang penting—dan benar-benar mendengarkan jawaban mereka. 

Kunci: mereka harus merasakan bahwa pendapat mereka benar-benar penting, bukan sekadar formalitas. 

Maxwell memberikan formula: 

1. Tanyakan pendapat tentang sesuatu yang genuinely penting bagi Anda

2. Dengarkan dengan penuh perhatian 

3. Ajukan follow-up questions untuk menggali lebih dalam 

4. Jika Anda menerapkan saran mereka, beritahu mereka dan ucapkan terima kasih

5. Jika tidak menerapkan, jelaskan mengapa dengan hormat 

Contoh yang menohok: Boss yang bertanya: "Menurutmu bagaimana kita bisa meningkatkan proses ini?" lalu benar-benar mendengarkan, mencatat, dan seminggu kemudian mengimplementasikan saran karyawan—dan memberikan kredit publik. 

Karyawan itu akan berjalan dengan dada membusung selama sebulan.

 


Penutup: Dari Prinsip ke Praktik 

John C. Maxwell menutup buku dengan reminder yang powerful: 

"Orang akan lupa apa yang Anda katakan. Orang akan lupa apa yang Anda lakukan. Tapi orang tidak akan pernah lupa bagaimana Anda membuat mereka merasa." 

Ini kutipan dari Maya Angelou, dan ini adalah inti dari seluruh buku. 

Jangan Tunggu Sempurna, Mulai Sekarang 

Anda tidak perlu menguasai semua 25 cara sekaligus. Maxwell menyarankan: 

Pilih 3 cara yang paling resonan dengan Anda. Praktikkan selama 30 hari sampai menjadi kebiasaan. Lalu tambahkan 3 lagi. 

Dalam setahun, Anda akan mengubah cara Anda berinteraksi dengan orang—dan cara orang berinteraksi dengan Anda. 

The Ripple Effect 

Yang indah dari membuat orang merasa berharga adalah efek riak

Ketika Anda membuat seseorang merasa seperti sejuta dolar, mereka tidak menyimpannya untuk diri sendiri. Mereka melewatkannya ke orang lain. 

Pujian yang Anda berikan di depan tim? Orang yang dipuji akan lebih cenderung memuji orang lain. 

Bantuan yang Anda tawarkan tanpa diminta? Orang yang dibantu akan lebih cenderung membantu orang lain. 

Anda tidak hanya mengubah satu orang. Anda memulai gerakan. 

Pertanyaan Terakhir untuk Anda 

Maxwell meninggalkan kita dengan refleksi: 

"Di akhir hidup Anda, orang tidak akan mengingat berapa uang yang Anda hasilkan atau promosi apa yang Anda dapat. Mereka akan mengingat bagaimana Anda membuat mereka merasa." 

Jadi hari ini, tanyakan pada diri sendiri: 

1. Siapa satu orang yang bisa Anda buat merasa istimewa hari ini?

2. Dari 25 cara di buku ini, mana 3 yang paling mudah untuk Anda mulai sekarang?

3. Apa yang menghalangi Anda untuk melakukannya sekarang juga?

Tindakan 24 Jam 

Jangan biarkan buku ini menjadi sekadar pengetahuan. Buat jadi tindakan.

Dalam 24 jam ke depan: 

● Puji satu orang di depan orang lain (spesifik, genuine) 

● Hubungi satu orang untuk mengucapkan selamat atas pencapaian mereka

● Tulis satu kartu ucapan tangan untuk seseorang 

● Tanyakan satu orang: "Apa yang paling membuatmu bersemangat akhir-akhir ini?"—dan dengarkan sungguh-sungguh 

Hanya empat tindakan. Mungkin total 30 menit dari hidup Anda. 

Tapi dampaknya? Bisa mengubah hari seseorang. Minggu seseorang. Bahkan hidup seseorang. 

Dan bukankah itu yang kita semua inginkan—hidup yang meninggalkan jejak positif? 

Seperti Maxwell tulis: "Kesuksesan sejati adalah ketika orang-orang yang mengenal Anda merasa hidup mereka lebih baik karena Anda." 

Jadi mulailah hari ini. Buat seseorang merasa seperti sejuta dolar. 

Dan tonton bagaimana dunia Anda berubah.

 


Tentang Buku Asli 

"25 Ways to Win with People: How to Make Others Feel Like a Million Bucks" ditulis oleh John C. Maxwell bersama Les Parrott, Ph.D., dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2005. 

John C. Maxwell adalah salah satu ahli kepemimpinan paling berpengaruh di dunia, penulis lebih dari 100 buku (banyak di antaranya bestseller New York Times), dan telah melatih jutaan pemimpin di lebih dari 150 negara melalui organisasinya. 

Buku ini lahir dari keyakinan Maxwell bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang kekuasaan atau posisi—tetapi tentang pengaruh positif. Dan cara terbaik mempengaruhi orang adalah dengan membuat mereka merasa dihargai dan penting. 

Yang membuat buku ini istimewa adalah kesederhanaannya. Tidak ada teori rumit. Tidak ada framework yang kompleks. Hanya 25 cara praktis yang bisa dilakukan siapa saja, di posisi apa pun, untuk membuat perbedaan dalam hidup orang lain. 

Untuk pemahaman lengkap dengan lebih banyak cerita, contoh konkret, dan nuansa dari setiap cara, sangat disarankan membaca buku aslinya. Maxwell menulis dengan gaya yang warm, penuh cerita personal, dan sangat actionable. 

Ringkasan ini menangkap esensi dari prinsip-prinsipnya, tetapi pengalaman penuh dari wisdom dan humor Maxwell hanya bisa didapat dari membaca buku lengkapnya. 

Sekarang pergilah dan buat seseorang merasa luar biasa hari ini. 

Karena pada akhirnya, itulah yang benar-benar penting. 

Bukan apa yang Anda capai untuk diri sendiri—tapi berapa banyak orang yang Anda angkat dalam perjalanan Anda.