If You Want To Be Rich & Happy, Don't Go To School

Robert T. Kiyosaki


Pertanyaan yang Membuat Marah Semua Orang 

Bayangkan Anda duduk di ruang tamu bersama keluarga. Anak Anda baru saja pulang dengan rapor penuh nilai A. Semua orang bangga. Kakek-nenek tersenyum lebar. "Anak pintar," kata mereka. "Nanti pasti sukses." 

Lalu Anda bertanya: "Apakah nilai bagus menjamin dia akan kaya?" 

Ruangan jadi hening. 

"Tentu saja!" jawab seseorang. "Nilai bagus → universitas bagus → pekerjaan bagus → gaji besar → kaya!" 

"Benarkah?" tanya Anda lagi. "Lalu mengapa begitu banyak orang berpendidikan tinggi hidup dari gaji ke gaji, terjebak utang, dan tidak pernah benar-benar kaya?" 

Lebih hening lagi. 

Inilah pertanyaan yang Robert Kiyosaki ajukan pada tahun 1992 dalam buku paling kontroversialnya: "If You Want To Be Rich & Happy, Don't Go To School." 

Judulnya saja sudah membuat marah: 

● Guru marah: "Anda meremehkan pendidikan!" 

● Orang tua marah: "Anda menyuruh anak-anak drop out?" 

● Akademisi marah: "Ini anti-intelektual!" 

Tapi tunggu. Sebelum Anda juga marah, dengarkan dulu apa yang sebenarnya Kiyosaki katakan.

Dia tidak bilang: "Jangan belajar." 

Dia bilang: "Sistem pendidikan tradisional tidak dirancang untuk membuat Anda kaya. Sistem itu dirancang untuk membuat Anda menjadi karyawan yang baik." 

Dan ada perbedaan besar antara keduanya. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan fundamental: Untuk apa sekolah sebenarnya ada?

 


Bagian 1: Sistem Pendidikan Diciptakan untuk Abad yang Salah 

Pabrik Produksi Pekerja 

Kiyosaki memulai dengan pelajaran sejarah yang jarang diajarkan di sekolah. 

Sistem pendidikan modern—yang kita kenal hari ini—diciptakan pada abad ke-19 selama Revolusi Industri. 

Tujuannya? Memproduksi pekerja pabrik yang patuh

Pikirkan tentang ini: 

● Semua orang belajar hal yang sama pada waktu yang sama 

● Semua orang harus duduk diam dan diam 

● Semua orang dinilai berdasarkan kemampuan mengikuti instruksi 

● Bel berbunyi, semua orang pindah (seperti shift pabrik) 

● Pertanyaan terlalu banyak = bermasalah 

Ini bukan kebetulan. Ini desain

Pabrik-pabrik pada masa itu membutuhkan pekerja yang: 

● Bisa membaca instruksi sederhana 

● Mengikuti perintah tanpa bertanya 

● Melakukan tugas repetitif tanpa bosan 

● Datang tepat waktu 

● Tidak terlalu kreatif (kreativitas mengganggu produksi massal) 

Dan sistem pendidikan sempurna untuk itu. 

Masalahnya: Kita Tidak Lagi Hidup di Abad Industri 

Tahun 1992 ketika buku ini diterbitkan, dunia sudah berubah. Tahun 2024 sekarang, dunia sudah berubah bahkan lebih drastis. 

Pabrik-pabrik banyak ditutup atau otomatis. Robot menggantikan pekerja repetitif. Pekerjaan "aman" menghilang satu per satu. 

Yang dicari sekarang: 

● Kreativitas 

● Kemampuan memecahkan masalah yang belum ada solusinya 

● Kemampuan beradaptasi dengan cepat

● Entrepreneurship 

● Literasi finansial 

Tapi sekolah masih mengajarkan: 

● Hafalan 

● Mengikuti instruksi 

● Satu jawaban benar untuk setiap pertanyaan 

● Takut pada kesalahan 

● Bekerja sendiri (berbagi jawaban = mencontek) 

Kiyosaki bertanya: "Bagaimana sistem yang dirancang untuk abad ke-19 bisa mempersiapkan anak-anak untuk abad ke-21?" 

Jawaban singkatnya: Tidak bisa.

 


Bagian 2: Apa yang Sekolah Tidak Ajarkan 

Pelajaran Paling Penting: Uang 

Kiyosaki mengajukan pertanyaan sederhana kepada ribuan orang dewasa: "Berapa tahun Anda sekolah?" 

Rata-rata jawaban: 12-16 tahun. 

"Berapa jam pelajaran tentang uang yang Anda terima?" 

Rata-rata jawaban: Nol

Pikirkan tentang absurditas ini: 

Anda menghabiskan 12-16 tahun dalam sistem pendidikan. Ribuan jam belajar matematika, sejarah, sains, bahasa. 

Tapi tidak satu jam pun belajar tentang: 

● Bagaimana uang bekerja 

● Bagaimana cara mengelola uang 

● Perbedaan antara aset dan liabilitas 

● Bagaimana investasi bekerja 

● Bagaimana memulai bisnis 

● Bagaimana membayar pajak lebih sedikit secara legal 

● Bagaimana keluar dari utang 

Lalu mereka melepas Anda ke dunia nyata dan berharap Anda "sukses secara finansial." 

Itu seperti melempar seseorang ke kolam dalam tanpa pelajaran berenang dan berharap mereka tidak tenggelam. 

Yang Diajarkan vs Yang Dibutuhkan 

Kiyosaki membuat tabel perbandingan yang mengejutkan: 

Yang Diajarkan Sekolah: 

● Bagaimana mendapat pekerjaan 

● Bagaimana menjadi karyawan yang baik 

● Bagaimana mengikuti instruksi 

● Bagaimana menghindari kesalahan 

● Bagaimana bekerja untuk uang

Yang Dibutuhkan untuk Kaya: 

● Bagaimana menciptakan pekerjaan (bisnis) 

● Bagaimana menjadi pemimpin 

● Bagaimana menciptakan sistem 

● Bagaimana belajar dari kesalahan 

● Bagaimana membuat uang bekerja untuk Anda 

Lihat perbedaannya? 

Satu set keterampilan membuat Anda menjadi karyawan yang baik. Set lainnya membuat Anda menjadi orang kaya

Dan sekolah hanya mengajarkan yang pertama.

 


Bagian 3: Mengapa Orang Pintar Sering Tidak Kaya

Paradoks yang Membingungkan 

Kiyosaki mengamati fenomena aneh: 

Banyak orang dengan nilai sempurna, gelar dari universitas top, IQ tinggi... hidup dari gaji ke gaji. 

Sementara itu, banyak drop-out sekolah, orang yang dianggap "tidak pintar," atau yang tidak pernah ke universitas... menjadi sangat kaya. 

Bill Gates? Drop out dari Harvard. Steve Jobs? Drop out dari Reed College. Richard Branson? Meninggalkan sekolah usia 16 tahun karena dyslexia. Mark Zuckerberg? Drop out dari Harvard. 

(Catatan: Kiyosaki menulis ini tahun 1992, sebelum Zuckerberg lahir, tapi pola tetap sama.) Mengapa? 

Sekolah Mengajarkan Anda Takut pada Kesalahan 

Inilah jawaban Kiyosaki: 

Sekolah menghukum kesalahan. Kekayaan datang dari belajar dari kesalahan.

Di sekolah: 

● Jawaban salah = nilai buruk 

● Nilai buruk = tidak naik kelas 

● Tidak naik kelas = malu, dicap bodoh, masa depan suram 

Sistem ini mengajarkan satu pelajaran: Hindari kesalahan dengan segala cara.

Tapi di dunia nyata: 

● Setiap entrepreneur sukses pernah gagal berkali-kali 

● Setiap investor pernah rugi 

● Setiap bisnis baru punya risiko 

● Inovasi datang dari eksperimen yang sering gagal 

Thomas Edison gagal 10,000 kali sebelum menemukan bola lampu yang bekerja. Ketika ditanya tentang kegagalannya, dia bilang: "Saya tidak gagal. Saya menemukan 10,000 cara yang tidak bekerja." 

Tapi kalau Edison ada di sekolah dan salah 10,000 kali, dia akan dikeluarkan.

Sekolah Mengajarkan Anda Bekerja untuk Uang, Bukan Membuat Uang Bekerja untuk Anda 

Seluruh sistem sekolah dibangun di atas asumsi: 

Belajar keras → Nilai bagus → Pekerjaan bagus → Gaji tinggi → Sukses

Tapi ada masalah besar dengan formula ini: 

Tidak peduli seberapa tinggi gaji Anda, jika Anda tidak tahu cara mengelola dan menginvestasikan uang, Anda tidak akan pernah kaya. 

Kiyosaki memberikan contoh: 

Dokter A: 

● Gelar dari universitas top 

● Gaji $500,000 per tahun 

● Tapi: Rumah mewah (cicilan $15,000/bulan), mobil sport (cicilan $3,000/bulan), gaya hidup mahal 

● Tabungan: Hampir nol 

● Investasi: Tidak ada 

● Kalau berhenti bekerja 6 bulan: Bangkrut 

Tukang Ledeng B: 

● Tidak pernah ke universitas 

● Pendapatan $50,000 per tahun 

● Tapi: Hidup sederhana, menabung 30% penghasilan, investasi di real estate kecil-kecilan 

● Setelah 20 tahun: Punya 5 properti sewaan, passive income $8,000/bulan

● Kalau berhenti bekerja: Tetap punya penghasilan 

Siapa yang lebih "sukses" secara finansial?

 


Bagian 4: Sistem Nilai Membunuh Kreativitas

Semua Orang Adalah Jenius—Sampai Mereka Masuk Sekolah

Kiyosaki mengutip pengamatan menarik: 

Anak usia 3-5 tahun adalah makhluk paling kreatif di dunia. Mereka: 

● Bertanya tanpa henti ("Mengapa? Mengapa? Mengapa?") 

● Mencoba hal baru tanpa takut gagal 

● Berimajinasi tanpa batas 

● Belajar dengan kecepatan luar biasa 

Lalu mereka masuk sekolah. 

Dan perlahan tapi pasti, kreativitas itu dibunuh

Bagaimana? 

"Duduk Diam. Diam. Jangan Tanya Terlalu Banyak." 

Bayangkan Anda anak kecil yang penuh rasa ingin tahu. 

Anda bertanya: "Mengapa langit biru?" 

Guru bilang: "Itu tidak ada di pelajaran hari ini. Duduk diam." 

Anda mencoba cara berbeda menyelesaikan soal matematika. 

Guru bilang: "Itu salah. Kamu harus ikuti cara yang saya ajarkan." 

Anda menggambar matahari warna ungu. 

Guru bilang: "Matahari itu kuning. Nilai C untuk kamu." 

Setelah ratusan pengalaman seperti ini, anak belajar pelajaran tersirat:

"Jangan kreatif. Jangan berbeda. Ikuti aturan. Berikan jawaban yang guru inginkan."

Dan lahirlah generasi yang pintar mengikuti instruksi, tapi tidak bisa berpikir out of the box.

The A Students Work for the C Students 

Kiyosaki punya pengamatan yang kontroversial tapi menarik:

"Siswa dengan nilai A biasanya bekerja untuk pemerintah atau perusahaan besar. Siswa dengan nilai B bekerja untuk siswa dengan nilai C. Dan siswa dengan nilai C memiliki perusahaan." 

Mengapa? 

Siswa A: Sangat baik mengikuti aturan, menghafal, melakukan apa yang diminta. Sempurna untuk karyawan. 

Siswa C: Sering bermasalah karena selalu bertanya "mengapa," tidak suka mengikuti aturan yang tidak masuk akal, mencoba cara berbeda. Sempurna untuk entrepreneur. 

(Catatan: Ini generalisasi, tentu ada banyak pengecualian. Tapi pola ini cukup konsisten untuk diperhatikan.)

 


Bagian 5: Utang Pendidikan—Investasi atau Jebakan?

The Student Loan Trap 

Kiyosaki menulis ini tahun 1992. Sejak itu, situasi menjadi jauh lebih buruk. Narasi yang diajarkan: 

"Kuliah adalah investasi terbaik. Tidak masalah berapa banyak utang yang kamu ambil. Kamu akan bayar nanti dengan gaji tinggi." 

Kenyataan untuk jutaan orang: 

● Lulus dengan utang $50,000-$200,000 

● Dapat pekerjaan dengan gaji $40,000-$60,000 

● Harus bayar cicilan utang $500-$2,000 per bulan 

● Tidak bisa beli rumah karena utang terlalu besar 

● Tidak bisa mulai bisnis karena harus bayar cicilan 

● Terjebak dalam pekerjaan yang tidak mereka sukai karena butuh gaji tetap

Mereka tidak dipersiapkan untuk sukses. Mereka dipenjara oleh utang.

Return on Investment yang Buruk 

Kiyosaki mengajak kita menghitung: 

Investasi

● 4 tahun waktu 

● $100,000-$300,000 biaya kuliah (di US) 

● Total: 4 tahun + $200,000 (rata-rata) 

Return

● Gaji pertama: $50,000/tahun 

● Minus pajak (25%): $37,500 

● Minus biaya hidup: $25,000 

● Sisa untuk cicilan utang: $12,500 

● Waktu untuk bayar utang: 16+ tahun 

Alternative: 

Bagaimana kalau Anda: 

● Tidak kuliah 

● Mulai bekerja langsung usia 18

● Investasi $10,000 untuk belajar skill marketable (coding, sales, marketing)

● 4 tahun bekerja dan belajar (gaji awal $30,000, naik jadi $50,000)

● Total penghasilan 4 tahun: ~$160,000 

● Tabung 30% = $48,000 

● Investasi di index fund atau property 

● Usia 22: Punya pengalaman 4 tahun + modal $48,000 + nol utang

Mana yang lebih baik? 

(Catatan: Ini perhitungan kasar untuk ilustrasi. Setiap kasus berbeda.)

 


Bagian 6: Pendidikan Alternatif—Belajar dari Kehidupan Nyata 

Street Smart vs Book Smart 

Kiyosaki membedakan dua jenis kecerdasan: 

Book Smart: Pintar dalam teori, ujian, akademik. Tahu banyak fakta. 

Street Smart: Pintar dalam praktik, kehidupan nyata, memecahkan masalah. Tahu bagaimana hal bekerja. 

Sekolah hanya mengajar book smart. Tapi yang membuat Anda kaya adalah street smart.

Financial Education—Yang Benar-Benar Penting 

Kiyosaki mengidentifikasi pelajaran yang seharusnya diajarkan tapi tidak:

1. Perbedaan Aset dan Liabilitas 

Definisi sederhana: 

Aset: Sesuatu yang menaruh uang di saku Anda 

Liabilitas: Sesuatu yang mengambil uang dari saku Anda 

Kebanyakan orang berpikir rumah mereka adalah aset. Salah. Jika Anda masih bayar cicilan dan rumah tidak menghasilkan income, itu liabilitas. 

Mobil baru? Liabilitas. Gadget mahal? Liabilitas. Pakaian designer? Liabilitas. 

Properti sewaan yang memberikan passive income? Aset. Saham yang membayar dividen? Aset. Bisnis yang menghasilkan profit? Aset. 

Orang kaya membeli aset. Orang miskin membeli liabilitas tapi mengira itu aset.

2. Cash Flow vs Capital Gains 

Dua cara membuat uang dari investasi: 

Cash Flow: Uang yang masuk secara teratur (sewa, dividen, royalti) 

Capital Gains: Keuntungan dari menjual sesuatu lebih mahal dari harga beli

Orang kaya fokus pada cash flow. Orang miskin fokus pada capital gains (yang tidak pasti).

3. Kekuatan Compound Interest

Einstein katanya bilang: "Compound interest adalah keajaiban kedelapan dunia."

Tapi tidak ada yang mengajarkan ini di sekolah. 

Contoh sederhana: 

● Investasi $10,000 dengan return 10% per tahun 

● Setelah 30 tahun: $174,494 

● Total yang Anda masukkan: $10,000 

● Keuntungan dari compound: $164,494 

Semakin muda Anda mulai, semakin powerful efeknya.

 


Bagian 7: Bagaimana Mendidik Anak untuk Sukses Finansial 

Jangan Berharap Sekolah Melakukannya 

Kiyosaki tegas: "Pendidikan finansial anak adalah tanggung jawab orang tua, bukan sekolah." 

Sekolah tidak akan mengajarkan ini. Guru sendiri sering tidak tahu tentang uang dan investasi (karena mereka juga tidak pernah diajarkan). 

Jadi sebagai orang tua, apa yang harus Anda lakukan? 

Ajarkan dengan Contoh 

1. Tunjukkan Perbedaan Aset dan Liabilitas 

Ketika anak minta mainan baru, jangan langsung beli. Tanyakan: 

"Apakah ini aset atau liabilitas? Apakah ini akan memberimu uang, atau mengambil uang dari kita?" 

Ajak mereka berpikir. 

2. Berikan Mereka Bisnis Kecil 

Jangan hanya beri uang jajan. Biarkan mereka mencari uang sendiri: 

● Jual lemonade 

● Cuci mobil tetangga 

● Jual kue buatan sendiri 

● Jasa memotong rumput 

Mereka akan belajar: 

● Nilai uang 

● Hubungan antara usaha dan hasil 

● Kepuasan menciptakan sesuatu 

● Customer service 

● Profit dan loss 

3. Ajarkan Menabung dan Investasi Sejak Dini 

Sistem tiga toples:

Toples 1: Tabungan (40%) Toples 2: Belanja (30%) Toples 3: Berbagi/Sedekah (30%) Setiap uang yang masuk, bagi ke tiga toples ini. 

Ketika tabungan sudah cukup, ajak mereka investasi sederhana—bahkan beli satu saham perusahaan yang produknya mereka suka. 

Dorong Kegagalan, Bukan Hindari 

Jangan: "Jangan coba itu, kamu bisa gagal." 

Lakukan: "Coba saja. Kalau gagal, kita belajar apa yang tidak bekerja." 

Kiyosaki menulis: "Orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba apa-apa." 

Anak-anak yang diizinkan gagal dalam lingkungan aman (dengan uang saku, bisnis kecil, dll.) akan lebih siap menghadapi risiko dan kegagalan di dunia nyata nanti.

 


Bagian 8: Jadi, Apakah Sekolah Tidak Berguna?

Klarifikasi Penting 

Kiyosaki mengakhiri dengan klarifikasi yang sering diabaikan orang yang hanya baca judulnya:

"Saya tidak bilang sekolah tidak berguna. Saya bilang sekolah tidak cukup."

Sekolah mengajarkan keterampilan penting: 

● Membaca 

● Menulis 

● Matematika dasar 

● Berpikir kritis (meskipun tidak sebanyak yang seharusnya) 

● Sosialisasi 

Tapi sekolah tidak mengajarkan

● Financial literacy 

● Entrepreneurship 

● Investasi 

● Sales dan marketing 

● Keterampilan praktis untuk sukses finansial 

The Real Message 

Pesan sebenarnya dari buku ini: 

"Jangan bergantung hanya pada sekolah untuk pendidikan Anda. Terutama pendidikan finansial." 

Anda harus: 

1. Belajar di luar sekolah 

○ Baca buku tentang uang dan investasi 

○ Ikuti seminar finansial 

○ Cari mentor yang sudah sukses secara finansial 

2. Belajar dengan melakukan 

○ Mulai bisnis kecil (bahkan sampingan) 

○ Investasi dengan jumlah kecil untuk belajar 

○ Praktek, gagal, belajar, coba lagi 

3. Ajari anak Anda apa yang sekolah tidak ajarkan

○ Financial literacy 

○ Entrepreneurial thinking 

○ Tidak takut gagal 

○ Berpikir kreatif dan berbeda 

Pertanyaan Terakhir Kiyosaki 

"Apakah Anda ingin anak Anda menjadi karyawan yang baik atau pemilik bisnis yang sukses?" 

"Apakah Anda ingin mereka bekerja untuk uang atau membuat uang bekerja untuk mereka?" 

Jawaban Anda akan menentukan jenis pendidikan yang mereka butuhkan.

Dan pendidikan itu tidak bisa hanya dari sekolah.

 


Penutup: Reformasi Dimulai dari Diri Sendiri 

Kiyosaki tidak mengharapkan sistem pendidikan akan berubah cepat. Sistem besar bergerak lambat. 

Tapi Anda tidak perlu menunggu sistem berubah. 

Anda bisa mulai hari ini: 

Untuk Diri Sendiri: 

1. Akui gap pengetahuan Anda Apa yang Anda tidak tahu tentang uang, investasi, bisnis? 

2. Mulai belajar Baca satu buku per bulan tentang finansial atau bisnis 

3. Praktek dengan uang riil Investasi kecil untuk belajar. $100 di saham. $1000 di bisnis sampingan. 

4. Kelilingi diri dengan orang yang lebih sukses secara finansial Anda adalah rata-rata dari 5 orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama 

Untuk Anak Anda: 

1. Jangan hanya fokus pada nilai Tanya mereka apa yang mereka pelajari, bukan berapa nilai mereka 

2. Dorong kreativitas dan pertanyaan "Itu pertanyaan bagus!" bukan "Itu tidak ada di pelajaran" 

3. Ajarkan tentang uang sejak dini Tidak ada yang namanya terlalu muda untuk belajar tentang tabungan dan pengelolaan uang 

4. Biarkan mereka mengalami kegagalan kecil Bisnis lemonade yang rugi? Bagus. Pelajaran berharga. 

The Final Truth 

Robert Kiyosaki menutup dengan kebenaran yang tidak nyaman: 

"Sistem pendidikan tidak rusak. Sistem pendidikan bekerja persis sesuai desainnya—menghasilkan karyawan yang patuh. Masalahnya adalah dunia tidak lagi membutuhkan karyawan yang patuh. Dunia membutuhkan pemikir, pencipta, entrepreneur." 

Dan jika Anda ingin anak Anda (atau diri Anda) menjadi itu, Anda harus mengambil pendidikan ke tangan Anda sendiri. 

Sekolah adalah awal, bukan akhir. Sekolah adalah fondasi, bukan seluruh bangunan.

Kekayaan dan kebahagiaan datang dari apa yang Anda pelajari setelah sekolah selesai.

Jadi pertanyaannya bukan: "Apakah saya harus ke sekolah?" 

Pertanyaannya adalah: "Apa lagi yang perlu saya pelajari selain yang sekolah ajarkan?"

Jawaban Anda akan menentukan masa depan finansial Anda.

 


Tentang Buku Asli 

"If You Want To Be Rich & Happy, Don't Go To School" diterbitkan tahun 1992, 5 tahun sebelum buku fenomenal Kiyosaki, "Rich Dad Poor Dad." 

Buku ini adalah yang paling kontroversial dari semua karya Kiyosaki. Judulnya sengaja provokatif untuk memaksa orang berpikir dan mempertanyakan asumsi mereka tentang pendidikan. 

Robert T. Kiyosaki sendiri adalah lulusan Merchant Marine Academy dan veteran Perang Vietnam. Jadi dia tidak anti-pendidikan. Dia anti-pendidikan yang tidak lengkap dan tidak mempersiapkan orang untuk sukses finansial. 

Setelah buku ini, Kiyosaki menulis 25+ buku tentang literasi finansial, termasuk "Rich Dad Poor Dad" yang terjual 40+ juta eksemplar di seluruh dunia dan diterjemahkan ke 51 bahasa. 

Catatan penting: Beberapa ide dalam buku ini ekstrem dan kontroversial. Anda tidak harus setuju dengan semuanya. Tapi nilainya adalah memaksa Anda untuk berpikir kritis tentang asumsi Anda tentang pendidikan dan kekayaan. 

Untuk pemahaman lengkap dan konteks lebih dalam, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap ide-ide utama, tapi buku lengkap memberikan lebih banyak cerita, contoh, dan nuansa yang bisa mengubah perspektif Anda tentang pendidikan dan uang. 

Sekarang pergilah dan mulai pendidikan RIIL Anda—pendidikan yang tidak ada di kurikulum sekolah. 

Karena seperti yang Kiyosaki katakan: "Pendidikan formal akan membuat Anda hidup. Pendidikan diri sendiri akan membuat Anda kaya."