Talent Is Never Enough

John C. Maxwell


Pemakaman Talenta yang Terbuang

Bayangkan Anda menghadiri pemakaman. 

Tapi ini bukan pemakaman biasa. Ini adalah pemakaman massal untuk mimpi-mimpi yang tidak pernah terwujud, buku-buku yang tidak pernah ditulis, bisnis yang tidak pernah dimulai, lagu-lagu yang tidak pernah diciptakan. 

Di peti mati itu terbaring orang-orang yang pernah disebut "berbakat." 

Pianis yang jari-jarinya ajaib tapi tidak pernah berlatih—sekarang bekerja di pekerjaan yang ia benci. 

Atlet yang diberkati fisik sempurna tapi tidak punya disiplin—sekarang obesitas dan penuh penyesalan. 

Pengusaha dengan ide brilian tapi tidak punya keberanian untuk memulai—sekarang mengeluh tentang bos yang "tidak sebaik dirinya." 

Penulis dengan imajinasi luar biasa tapi tidak pernah menyelesaikan satu bab pun—sekarang mengatakan "suatu hari nanti" untuk kesekian ribu kali. 

John C. Maxwell, salah satu expert kepemimpinan paling berpengaruh di dunia, telah menghabiskan lebih dari 40 tahun mengamati ribuan orang—dari CEO Fortune 500 hingga atlet profesional, dari musisi berbakat hingga pemimpin organisasi. 

Dan dia menemukan pola yang mengejutkan: 

"Orang yang paling berbakat jarang yang paling sukses." 

Tunggu, apa? 

Bukankah kita selalu diberitahu bahwa talenta adalah kunci kesuksesan? Bukankah kita mencari orang "berbakat" untuk dipekerjakan? Bukankah kita iri pada orang yang "diberkati bakat alami"?

Maxwell tidak menyangkal pentingnya talenta. Tapi dia punya pesan yang lebih penting: 

"Talenta tidak pernah cukup. Talenta adalah titik awal, bukan garis finish. Apa yang Anda LAKUKAN dengan talenta Anda—pilihan-pilihan yang Anda buat setiap hari—itulah yang menentukan seberapa jauh Anda akan pergi." 

Buku ini tentang 13 pilihan yang membuat perbedaan antara talenta yang terbuang dan talenta yang mengubah dunia. 

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Keyakinan—Talenta Tanpa Keyakinan Adalah Benih yang Tidak Pernah Ditanam 

The Belief Gap 

Maxwell membuka dengan pertanyaan sederhana: "Berapa banyak orang berbakat yang Anda kenal yang tidak mencapai apa-apa?" 

Mungkin teman sekolah yang jenius matematika tapi sekarang stuck di pekerjaan biasa-biasa saja. 

Mungkin rekan kerja dengan kreativitas luar biasa tapi tidak pernah menawarkan ide karena takut ditolak. 

Mungkin bahkan Anda sendiri—yang tahu Anda punya kemampuan lebih, tapi entah mengapa tidak pernah mengambil langkah besar. 

Apa yang kurang? 

Keyakinan. 

Maxwell menulis: "Talenta tanpa keyakinan seperti mobil sport tanpa bensin. Terlihat bagus. Punya potensi besar. Tapi tidak kemana-mana." 

Kisah yang Mengubah Segalanya 

Maxwell menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang terlahir dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut yang cacat. Dokter bilang dia tidak akan pernah bisa bicara dengan jelas. 

Tapi ibunya tidak pernah memperlakukannya seperti anak cacat. Dia bilang, "Nak, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan." 

Setiap malam, ibunya membacakan buku untuknya. Setiap hari, ibunya mendorongnya untuk bicara, meskipun sulit dan tidak jelas. 

Anak itu percaya pada kata-kata ibunya. Dia berlatih berbicara berjam-jam. Dia membaca dengan keras. Dia tidak membiarkan cacat fisiknya mendefinisikan masa depannya. 

Nama anak itu? Les Brown. 

Hari ini, Les Brown adalah salah satu motivational speaker paling terkenal di dunia. Dia berbicara di depan jutaan orang. Dia membuktikan bahwa keyakinan bisa mengalahkan keterbatasan. 

Pilihan Pertama Anda

Maxwell memberikan formula sederhana: 

Talenta + Keyakinan = Talenta yang Terangkat 

Keyakinan tidak menambah talenta. Tapi keyakinan membuka kunci talenta yang sudah ada. 

Pertanyaan untuk Anda: Apakah Anda percaya bahwa talenta Anda cukup berharga untuk dikembangkan? 

Karena jika Anda tidak percaya, tidak ada yang lain yang akan percaya. Dan talenta Anda akan tetap terkubur.

 


Bagian 2: Hasrat—Bahan Bakar yang Membuat Talenta Bergerak 

The Passion Principle 

"Orang yang paling sukses bukan yang paling berbakat. Mereka adalah yang paling passionate." 

Maxwell membedakan dua jenis orang: 

Tipe 1: Berbakat tapi tidak punya hasrat 

● Bekerja karena harus, bukan karena ingin 

● Melakukan yang minimum untuk bertahan 

● Selalu mengeluh tentang pekerjaan 

● Menunggu pensiun 

Tipe 2: Mungkin kurang berbakat, tapi punya hasrat yang menyala 

● Bangun pagi dengan semangat 

● Bekerja lebih lama karena tidak terasa seperti kerja 

● Terus belajar dan berkembang 

● Menginspirasi orang di sekitar mereka 

Tebak siapa yang akan lebih sukses dalam 10 tahun? 

Warren Buffett dan Bill Gates 

Maxwell menceritakan pertemuan antara Warren Buffett dan Bill Gates. Ayah Bill bertanya kepada keduanya, "Apa satu faktor terpenting yang membuat Anda sukses?" 

Keduanya—tanpa koordinasi—menjawab hal yang sama: "FOCUS." 

Tapi Maxwell menambahkan: "Mereka bisa fokus karena mereka passionate. Tidak ada yang bisa fokus pada sesuatu yang mereka tidak sukai untuk waktu yang lama." 

Buffett masih membaca laporan keuangan perusahaan di usia 90-an karena dia cinta melakukannya. Gates menulis kode komputer 18 jam sehari di masa muda bukan karena dipaksa, tapi karena dia obsessed dengan itu. 

Hasrat memberikan energi yang tidak terbatas. 

Menemukan Hasrat Anda 

"Tapi bagaimana jika saya tidak tahu apa hasrat saya?"

Maxwell memberikan tiga pertanyaan untuk membantu: 

1. "Apa yang akan Anda lakukan bahkan jika tidak dibayar?" 

Jika Anda punya uang cukup untuk tidak bekerja, apa yang akan Anda lakukan dengan waktu Anda? Itu petunjuk hasrat Anda. 

2. "Apa yang membuat waktu terasa cepat berlalu?" 

Ketika Anda melakukan sesuatu dan tiba-tiba 3 jam berlalu terasa seperti 30 menit—itu adalah zona hasrat Anda. 

3. "Apa yang akan Anda sesali jika tidak pernah Anda lakukan?" 

Di ranjang kematian, apa yang akan membuat Anda berkata, "Seandainya saja saya mencoba..."? 

Talenta + Hasrat = Talenta yang Berenergi 

Dan dengan energi itu, Anda bisa pergi lebih jauh daripada orang yang lebih berbakat tapi tidak punya hasrat.

 


Bagian 3: Inisiatif—Talenta yang Tidak Digunakan Adalah Talenta yang Terbuang 

The Starting Problem 

Maxwell pernah bertanya kepada sekelompok orang berbakat: "Mengapa Anda tidak memulai bisnis/proyek/buku yang sudah Anda rencanakan bertahun-tahun?" 

Jawabannya hampir selalu sama: 

"Saya menunggu waktu yang tepat." "Saya menunggu sampai saya lebih siap." "Saya menunggu sampai kondisi sempurna." 

Dan Maxwell merespons dengan keras: "Anda tidak menunggu waktu yang tepat. Anda sedang menunda-nunda. Dan sementara Anda menunggu, talenta Anda berkarat." 

The Myth of Perfect Timing 

Tidak ada waktu yang "sempurna" untuk memulai. 

Colonel Sanders memulai Kentucky Fried Chicken di usia 65 tahun—ketika kebanyakan orang sudah pensiun. 

J.K. Rowling menulis Harry Potter sebagai ibu tunggal yang bangkrut—bukan di kondisi "ideal." Steve Jobs memulai Apple di garasi—bukan di laboratorium high-tech. 

Mereka tidak menunggu kondisi sempurna. Mereka membuat kondisi menjadi sempurna dengan memulai. 

The 70% Rule 

Maxwell memberikan prinsip praktis: "Jika Anda 70% yakin, mulailah. Jangan tunggu 100%." 

Mengapa? 

Karena Anda tidak akan pernah 100% yakin. Selalu ada ketidakpastian. Selalu ada risiko. 

Tapi dengan memulai di 70%, Anda akan belajar. Anda akan menyesuaikan. Anda akan tumbuh. 

Seseorang yang memulai di 70% dan belajar sambil jalan akan mengalahkan orang yang menunggu 100% dan tidak pernah mulai.

Talenta + Inisiatif = Talenta yang Aktif 

Talenta yang tidak digunakan adalah 0. Talenta yang digunakan—meskipun tidak sempurna—adalah 1. Dan 1 selalu lebih besar dari 0.

 


Bagian 4: Fokus—Talenta yang Menyebar Tipis Tidak Mencapai Apa-apa 

The Distraction Epidemic 

Kita hidup di era distraksi terbesar dalam sejarah manusia. 

Notifikasi. Email. Media sosial. Streaming. Game. Berita 24/7. 

Maxwell bertanya: "Berapa banyak orang berbakat yang gagal bukan karena kurangnya kemampuan, tapi karena kurangnya fokus?" 

Mereka mencoba terlalu banyak hal sekaligus: 

● Memulai 5 bisnis tapi tidak ada yang selesai 

● Belajar 10 skill tapi tidak ada yang dikuasai 

● Punya 20 proyek tapi tidak ada yang berdampak 

Hasilnya? Mediocre di semua hal, master di tidak ada. 

The Power of One Thing 

Maxwell menceritakan tentang Bruce Lee. 

Bruce Lee tidak hanya berbakat dalam martial arts. Dia juga penulis berbakat, aktor, filosof, dancer. 

Tapi dia tidak mencoba menguasai semuanya sekaligus. Dia fokus pada satu hal pada satu waktu. 

Ketika dia fokus pada martial arts, dia berlatih satu tendangan ribuan kali—bukan ribuan tendangan satu kali. 

"Saya tidak takut pada orang yang berlatih 10,000 tendangan sekali. Saya takut pada orang yang berlatih satu tendangan 10,000 kali." 

Kedalaman mengalahkan keluasan. 

The Focus Formula 

Maxwell memberikan formula sederhana untuk menemukan fokus Anda:

Fokus = (Talenta + Hasrat) × Waktu yang Konsisten 

1. Identifikasi talenta terbesar Anda

2. Pilih satu yang Anda paling passionate 

3. Dedikasikan waktu konsisten setiap hari untuk mengembangkannya

4. Katakan "tidak" pada segala yang lain—setidaknya untuk sekarang 

Bill Gates tidak membangun Microsoft sambil juga memulai restoran, menulis novel, dan belajar melukis. Dia fokus pada software. Period. 

Talenta + Fokus = Talenta yang Terarah 

Dan talenta yang terarah akan membawa Anda jauh lebih cepat daripada talenta yang menyebar ke segala arah.

 


Bagian 5: Persiapan—Talenta Tanpa Persiapan Adalah Keberuntungan, Bukan Kesuksesan 

"Luck" Is Preparation Meeting Opportunity 

Maxwell sering mendengar orang berkata tentang orang sukses: "Dia beruntung."

Dan Maxwell merespons: "Semakin keras saya bekerja, semakin beruntung saya." 

Orang yang Anda pikir "beruntung" biasanya sudah mempersiapkan diri bertahun-tahun sebelum kesempatan datang. 

Tiger Woods: The Overnight Success 

Tiger Woods menjadi bintang golf pada usia 21 tahun. Media menyebutnya "prodigy" dan "berbakat alami." 

Tapi apa yang media tidak ceritakan? 

Tiger mulai bermain golf di usia 2 tahun. Ayahnya melatihnya setiap hari. Di usia 8 tahun, Tiger sudah bermain lebih dari 6 tahun—lebih lama dari kebanyakan orang dewasa. 

Ketika Tiger memenangkan turnamen pertamanya, dia sudah melatih swing-nya lebih dari 100,000 kali. 

Itu bukan keberuntungan. Itu persiapan yang bertemu dengan kesempatan.

The 10,000 Hour Rule 

Maxwell merujuk pada penelitian yang dipopulerkan Malcolm Gladwell: untuk menjadi world-class di bidang apapun, Anda butuh sekitar 10,000 jam latihan deliberate. 

Itu sekitar: 

● 3 jam sehari selama 10 tahun 

● Atau 5 jam sehari selama 5-6 tahun 

Apakah Anda siap melakukan itu? 

Kebanyakan orang berbakat tidak. Dan itulah mengapa mereka tidak pernah menjadi hebat.

Talenta + Persiapan = Talenta yang Siap 

Ketika kesempatan datang, orang yang sudah bersiap akan melihatnya dan mengambilnya. Orang yang tidak bersiap akan melewatkannya.

 


Bagian 6: Latihan—Talenta yang Tidak Diasah Akan Berkarat 

The Practice Paradox 

Inilah paradoks: Orang yang paling berbakat sering yang paling malas berlatih. 

Mengapa? Karena talenta alami membuat mereka "cukup baik" tanpa usaha keras. Jadi mereka tidak merasa perlu berlatih. 

Sementara itu, orang yang kurang berbakat tahu mereka harus bekerja lebih keras untuk bersaing. Jadi mereka berlatih lebih banyak. 

Dan setelah beberapa tahun, yang tadinya kurang berbakat menjadi lebih baik daripada yang berbakat alami. 

Michael Jordan: Cut From High School Team 

Michael Jordan—arguably greatest basketball player of all time—di-reject dari tim basket SMA-nya. 

Pelatih bilang dia tidak cukup baik. 

Apakah Jordan menyerah? Tidak. Dia berlatih lebih keras. Dia masuk gym jam 5 pagi. Dia melatih shooting, dribbling, defense—ribuan repetisi. 

Tahun berikutnya, dia masuk tim. Tahun-tahun berikutnya, dia menjadi legenda. 

Jordan bilang: "Saya gagal berulang kali dalam hidup saya. Dan itulah mengapa saya sukses." 

Deliberate Practice vs Mindless Repetition 

Maxwell membedakan dua jenis latihan: 

Mindless Repetition: 

● Melakukan hal yang sama tanpa berpikir 

● Nyaman dan tidak menantang 

● Tidak ada improvement 

Deliberate Practice: 

● Fokus pada kelemahan Anda 

● Keluar dari zona nyaman

● Mendapat feedback dan menyesuaikan 

● Improvement terukur 

Kebanyakan orang melakukan repetisi tanpa pikir. Elit melakukan latihan deliberate.

Talenta + Latihan = Talenta yang Tajam 

Dan talenta yang tajam akan memotong lebih dalam daripada talenta yang tumpul.

 


Bagian 7: Ketekunan—Talenta Menyerah Terlalu Cepat

The Quitting Point 

Maxwell menulis: "Kebanyakan orang berhenti tepat sebelum terobosan." 

Mereka sudah berusaha 80%. Tinggal 20% lagi untuk breakthrough. Tapi mereka lelah. Frustrasi. Kecewa. 

Jadi mereka berhenti. 

Dan orang yang sedikit kurang berbakat tapi bertahan 20% terakhir—merekalah yang menang.

Thomas Edison: 10,000 Failures 

Edison mencoba lebih dari 10,000 material berbeda sebelum menemukan filamen yang tepat untuk bola lampu. 

Ketika reporter bertanya, "Bagaimana rasanya gagal 10,000 kali?" 

Edison menjawab: "Saya tidak gagal 10,000 kali. Saya berhasil menemukan 10,000 cara yang tidak bekerja." 

Itu definisi ketekunan. 

The Dip 

Maxwell merujuk pada konsep Seth Godin: "The Dip"—titik paling sulit dalam setiap usaha, di mana kemajuan melambat dan frustrasi meningkat. 

Kebanyakan orang berhenti di dip. Pemenang melewatinya. 

Talenta + Ketekunan = Talenta yang Bertahan 

Dan dalam jangka panjang, yang bertahan selalu mengalahkan yang lebih berbakat tapi menyerah.

 


Bagian 8: Karakter—Talenta Tanpa Karakter Akan Menghancurkan Diri Sendiri 

Talent Will Get You to the Top, Character Will Keep You There 

Maxwell punya peringatan serius: "Saya telah melihat banyak orang berbakat naik cepat dan jatuh lebih cepat lagi—karena kurangnya karakter." 

Talenta membuka pintu. Tapi karakter yang menentukan apakah Anda tetap di ruangan atau diusir keluar. 

The Fall of the Talented 

Maxwell tidak menyebutkan nama, tapi kita semua tahu ceritanya: 

Atlet berbakat yang kehilangan segalanya karena doping, perjudian, atau skandal.

Pengusaha brilian yang masuk penjara karena fraud. 

Politisi karismatik yang dihancurkan oleh korupsi. 

CEO visioner yang dipecat karena tidak bisa dipercaya. 

Mereka semua punya talenta luar biasa. Tapi karakter mereka—atau 

kurangnya—menghancurkan mereka. 

The Character Checklist 

Maxwell memberikan checklist sederhana untuk audit karakter Anda: 

● Integritas: Apakah Anda melakukan hal yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat? 

● Kejujuran: Apakah kata-kata Anda bisa dipercaya? 

● Kesetiaan: Apakah Anda setia kepada orang-orang yang telah membantu Anda?

● Disiplin diri: Apakah Anda bisa mengontrol impuls Anda? 

● Kerendahan hati: Apakah Anda bisa mengakui kesalahan? 

Jika ada jawaban "tidak," Anda punya masalah yang lebih besar dari kurangnya talenta.

Talenta + Karakter = Talenta yang Terlindungi 

Karakter adalah fondasi. Tanpa fondasi yang kuat, gedung setinggi apapun akan runtuh.

 


Bagian 9: Relasi—Talenta yang Terisolasi Tidak Akan Berkembang 

No One Succeeds Alone 

Maxwell menulis dengan tegas: "Tidak ada yang namanya self-made man. Itu mitos."

Setiap orang sukses punya mentor, partner, tim, atau network yang membantu mereka. 

Steve Jobs punya Steve Wozniak. Bill Gates punya Paul Allen. Warren Buffett punya Charlie Munger. 

Bahkan "lone genius" seperti Einstein punya komunitas ilmuwan yang dia diskusikan ide-idenya.

The Power of Association 

"Anda adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama."

Jika lima orang terdekat Anda: 

● Tidak punya ambisi → Anda akan kehilangan ambisi 

● Selalu mengeluh → Anda akan menjadi pengeluh 

● Takut mengambil risiko → Anda akan bermain aman 

Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang yang: 

● Ambisius → Anda akan terdorong untuk tumbuh 

● Positif → Anda akan melihat peluang, bukan masalah 

● Berani → Anda akan mengambil langkah yang Anda takuti 

Pilih lingkaran Anda dengan hati-hati. Relasi Anda akan menentukan arah Anda.

Talenta + Relasi = Talenta yang Diperkuat 

Relasi yang tepat akan mempercepat pertumbuhan Anda. Relasi yang salah akan menghambatnya.

 


Bagian 10: Kerja Tim—Talenta Individu Punya Batas, Talenta Tim Tidak 

The Multiplication Effect 

Maxwell menutup dengan pilihan terakhir yang paling powerful: kerja tim.

"Talenta memenangkan permainan, tapi kerja tim memenangkan kejuaraan." —Michael Jordan 

Satu orang berbakat bisa mencapai hal luar biasa. Tapi tim orang berbakat yang bekerja sama bisa mengubah dunia. 

Apple: The Symphony of Talents 

Steve Jobs brilian dalam desain dan visi. Tapi dia tidak bisa menulis kode seperti Steve Wozniak. Dia tidak bisa mengelola operasi seperti Tim Cook. Dia tidak bisa mendesain chip seperti tim engineer Apple. 

Apple bukan produk dari satu talenta. Apple adalah symphony dari ratusan talenta yang bekerja harmonis. 

Talenta + Kerja Tim = Talenta yang Berlipat Ganda 

Dan ketika talenta berlipat ganda, tidak ada yang tidak mungkin.

 


Penutup: Talenta Adalah Titik Awal, Bukan Garis Finish

John C. Maxwell menutup bukunya dengan reminder yang powerful: 

"Talenta adalah hadiah yang Anda terima. Apa yang Anda lakukan dengannya adalah hadiah Anda kembali kepada dunia." 

Anda diberkati dengan talenta—entah itu besar atau kecil. Pertanyaannya bukan "Seberapa berbakat saya?" Pertanyaannya adalah: 

"Apa yang akan saya lakukan dengan talenta yang saya punya?"

13 Pilihan, Satu Keputusan 

Anda sekarang tahu 13 pilihan yang membedakan talenta yang terbuang dan talenta yang mengubah dunia: 

1. Keyakinan - Percaya pada talenta Anda 

2. Hasrat - Temukan apa yang membuat Anda hidup 

3. Inisiatif - Mulai sebelum Anda merasa "siap" 

4. Fokus - Pilih satu, kuasai satu 

5. Persiapan - Bersiaplah sebelum kesempatan datang 

6. Latihan - Asah talenta Anda setiap hari 

7. Ketekunan - Jangan berhenti di dip 

8. Keberanian - Ambil risiko yang layak 

9. Sikap Mau Belajar - Tetap humble, tetap tumbuh 

10. Karakter - Bangun fondasi yang kuat 

11. Relasi - Kelilingi diri dengan orang yang tepat 

12. Tanggung Jawab - Ownership atas hidup Anda 

13. Kerja Tim - Capai lebih dengan bersama-sama 

Anda tidak perlu sempurna di semua 13 pilihan ini. Tapi Anda perlu sadar dan sengaja membuat pilihan-pilihan ini setiap hari. 

Pertanyaan untuk Anda 

Jika Anda mati besok, berapa persen dari talenta Anda yang benar-benar Anda gunakan?

10%? 30%? 50%? 

Kebanyakan orang mati dengan 70-80% talenta mereka masih terkubur.

Jangan jadi statistik itu. 

Mulai hari ini. Buat satu pilihan. Lalu besok, buat pilihan lagi.

Talenta + Pilihan yang Tepat = Hidup yang Luar Biasa.

Anda punya talenta. Sekarang buat pilihan.

 


Tentang Buku Asli 

"Talent Is Never Enough: Discover The Choices That Will Take You Beyond Your Talent" diterbitkan tahun 2007 oleh John C. Maxwell, salah satu expert kepemimpinan dan pengembangan diri paling berpengaruh di dunia. 

Maxwell telah menulis lebih dari 100 buku, banyak di antaranya menjadi New York Times bestseller, termasuk "The 21 Irrefutable Laws of Leadership," "Developing the Leader Within You," dan "How Successful People Think." 

Buku ini lahir dari pengamatan Maxwell selama puluhan tahun melatih pemimpin di berbagai industri. Dia melihat pola yang sama berulang kali: orang yang paling berbakat tidak selalu yang paling sukses. Yang sukses adalah mereka yang membuat pilihan-pilihan tepat setiap hari. 

Yang membuat buku ini unik: 

● Bukan sekadar teori—dipenuhi dengan cerita real dari orang-orang sukses dan yang gagal 

● Actionable—setiap chapter diakhiri dengan pertanyaan refleksi dan langkah praktis

● Universal—prinsipnya berlaku di semua bidang: bisnis, olahraga, seni, kepemimpinan 

Untuk pemahaman lengkap dan lebih banyak cerita inspiratif, sangat disarankan membaca buku aslinya. Maxwell menulis dengan gaya yang engaging, penuh wisdom, dan diselingi humor yang membuat topik serius menjadi enjoyable. 

Ringkasan ini menangkap esensi ide-ide Maxwell, tapi buku asli memberikan kedalaman, nuansa, dan lebih banyak contoh yang akan mengubah cara Anda melihat talenta dan kesuksesan. 

Sekarang pergilah dan buat pilihan yang akan membawa talenta Anda ke level yang belum pernah Anda bayangkan. 

Karena seperti kata Maxwell: 

"Talenta adalah hadiah dari Tuhan. Apa yang Anda lakukan dengannya adalah hadiah Anda kembali kepada Tuhan." 

Jangan sia-siakan hadiah itu.