Kesalahan Termahal dalam Karir Saya
Tahun 1981. John C. Maxwell berdiri di depan gerejanya—gereja yang telah dia pimpin selama empat tahun dengan pertumbuhan yang luar biasa. Jemaat bertambah. Pelayanan berkembang. Nama Maxwell mulai dikenal.
Lalu dia mendapat tawaran: sebuah gereja yang lebih besar, lebih prestisius, dengan gaji lebih tinggi di kota yang lebih besar.
Dia menerima tawaran itu tanpa berpikir panjang. Mengumumkannya dengan bangga. Bersiap untuk "naik level."
Tapi dia melupakan satu hal: orang-orang yang telah memberikan empat tahun kehidupan mereka untuk visinya.
Ketika dia mengumumkan kepergiannya, bukan hanya kehilangan pemimpin yang mereka rasakan. Mereka merasa dikhianati. Digunakan. Seperti tangga yang diinjak untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi.
Seorang anggota jemaat senior—orang yang telah mendukungnya sejak hari pertama—mendekati Maxwell dengan mata berkaca-kaca:
"John, saya pikir kami lebih dari sekadar batu loncatan untuk Anda."
Kata-kata itu menusuk.
Maxwell pergi ke gereja baru itu. Tapi luka yang dia tinggalkan di gereja lama tidak pernah sepenuhnya sembuh. Dan pelajaran itu menghantui dia selama bertahun-tahun.
Bertahun-tahun kemudian, di usia 60-an, setelah memimpin organisasi, melatih ribuan pemimpin, dan menulis puluhan buku, Maxwell duduk dan menulis "Leadership Gold"—sebuah buku yang lahir dari pertanyaan sederhana:
"Apa yang saya harap saya tahu ketika saya mulai memimpin?"
Ini bukan buku teori. Ini adalah buku bekas luka dan kebijaksanaan. Setiap pelajaran dibayar dengan kesalahan yang mahal. Setiap prinsip ditempa melalui kegagalan yang menyakitkan.
Dan Maxwell membagikannya dengan harapan Anda tidak perlu membuat kesalahan yang sama.
Mari kita mulai dengan emas kepemimpinan yang dia kumpulkan dari seumur hidup memimpin.
Bagian 1: Orang Dulu, Baru Visi
Kesalahan yang Saya Buat: Visi Dulu, Orang Kemudian
Ketika Maxwell muda, dia percaya bahwa visi adalah segalanya. Jika visi Anda cukup besar dan menarik, orang akan mengikuti.
Jadi dia menghabiskan berjam-jam menyempurnakan visi. Membuat presentasi yang memukau. Mengomunikasikan impian dengan penuh semangat.
Dan beberapa orang memang mengikuti. Tapi banyak yang tidak. Dan yang lebih menyakitkan—banyak yang mengikuti sebentar lalu pergi.
Dia tidak mengerti mengapa.
Apa yang Saya Tahu Sekarang: Orang Tidak Peduli Seberapa Besar Visi Anda Sampai Mereka Tahu Seberapa Besar Anda Peduli pada Mereka
Setelah puluhan tahun, Maxwell menemukan kebenaran sederhana:
Orang tidak mengikuti visi yang menarik. Orang mengikuti pemimpin yang mereka percayai dan yang mereka rasa peduli pada mereka.
Bayangkan dua skenario:
Skenario 1: Pemimpin datang dengan visi besar. "Kita akan menjadi perusahaan nomor satu di industri ini! Kita akan mengalahkan kompetitor! Kita akan tumbuh 300%!"
Visi besar. Tapi pertanyaan di benak tim: "Apa untungnya buat saya? Apakah dia peduli pada saya sebagai manusia atau saya hanya alat untuk mencapai visinya?"
Skenario 2: Pemimpin datang dan bertanya, "Bagaimana saya bisa membantu Anda bertumbuh? Apa tujuan Anda? Bagaimana peran ini bisa membantu Anda mencapai apa yang Anda inginkan dalam hidup?"
Pemimpin ini menginvestasikan waktu untuk mengenal orang. Mendengarkan mimpi mereka. Membantu mereka berkembang—bahkan jika itu berarti suatu hari mereka akan pergi ke tempat lain.
Dan kemudian—setelah kepercayaan terbangun—pemimpin ini berbagi visi. "Inilah ke mana kita pergi. Dan inilah bagaimana perjalanan ini akan membantu Anda juga."
Orang-orang ini tidak hanya mengikuti. Mereka berkomitmen.
Prinsip yang Maxwell Pelajari:
"Orang datang pertama kali untuk visi. Tapi mereka tinggal karena hubungan."
Jika Anda membangun hubungan dulu, visi akan lebih mudah dijual. Jika Anda menjual visi tanpa hubungan, orang akan pergi begitu jalan menjadi sulit.
Maxwell sekarang menghabiskan 70% waktunya untuk orang dan 30% untuk visi—kebalikan dari ketika dia muda.
Bagian 2: Hanya Orang yang Aman yang Bisa Memberikan Keamanan
Kesalahan yang Saya Buat: Merasa Terancam oleh Orang Berbakat
Di awal karir, Maxwell merekrut seorang pemuda berbakat bernama Dan Reiland sebagai asistennya. Dan cerdas. Karismatik. Orang menyukainya.
Dan Maxwell mulai merasa... tidak nyaman.
"Bagaimana kalau dia lebih baik dari saya?" "Bagaimana kalau orang lebih suka dia?" "Bagaimana kalau dia mengambil alih?"
Jadi Maxwell—tanpa sadar—mulai membatasi Dan. Tidak memberikan peluang besar. Tidak mengenalkannya ke koneksi penting. Menjaga jarak.
Sampai suatu hari, mentor Maxwell—Elmer Towns—mengatakannya dengan terus terang:
"John, kamu takut. Dan pemimpin yang takut tidak pernah membangun pemimpin hebat."
Kata-kata itu menyakitkan karena benar.
Apa yang Saya Tahu Sekarang: Pemimpin Hebat Tidak Takut Digantikan—Mereka Berharap Digantikan
Maxwell menyadari kebenarannya: Hanya orang yang aman dalam identitas mereka yang bisa memberikan keamanan kepada orang lain.
Jika Anda takut seseorang mengambil alih posisi Anda, Anda akan—sadar atau tidak—menahan mereka. Dan Anda akan kehilangan orang-orang terbaik Anda.
Setelah percakapan itu, Maxwell berubah. Dia mulai:
● Memberikan Dan peluang yang lebih besar dari yang dia sendiri punya di usia yang sama
● Mengenalkan Dan ke semua koneksinya
● Memberikan kredit kepada Dan di depan umum
● Mendorong Dan untuk bersinar
Hasilnya? Dan Reiland menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam organisasi Maxwell selama 20+ tahun. Dan daripada bersaing, mereka saling melengkapi.
Pertanyaan untuk Mengukur Keamanan Anda:
1. Apakah Anda memberikan peluang terbaik kepada orang terbaik Anda? Atau Anda menyimpannya untuk diri sendiri?
2. Apakah Anda memberikan kredit kepada tim Anda? Atau Anda mengambil pujian untuk diri sendiri?
3. Apakah Anda merayakan kesuksesan orang lain? Atau Anda merasa terancam ketika mereka bersinar?
4. Apakah Anda mempersiapkan pengganti Anda? Atau Anda berharap tidak ada yang bisa menggantikan Anda?
Maxwell: "Ukuran sejati dari pemimpin bukan berapa banyak pengikut yang dia miliki, tetapi berapa banyak pemimpin yang dia ciptakan."
Bagian 3: Karakter Membuat Pemimpin—Reputasi Hanya Membuat Selebriti
Kesalahan yang Saya Buat: Terlalu Peduli pada Opini Orang
Maxwell mengakui: di awal karir, dia terlalu peduli pada apa yang orang pikirkan tentang dia.
Dia ingin disukai. Dia ingin diakui. Dia ingin reputasi sempurna.
Jadi ketika ada konflik, dia menghindarinya—karena tidak ingin dilihat sebagai "pemimpin yang kasar." Ketika harus membuat keputusan sulit, dia menunda—karena takut dikritik. Ketika ada kesempatan untuk menyenangkan semua orang, dia mengambilnya—bahkan jika itu kompromi terhadap nilai.
Dan lambat laun, dia kehilangan dirinya sendiri.
Apa yang Saya Tahu Sekarang: Reputasi Adalah Apa yang Orang Pikir Anda. Karakter Adalah Siapa Anda.
Maxwell merumuskan perbedaan ini:
Reputasi = Foto Anda. Bisa dimanipulasi. Bisa berubah tergantung cahaya dan sudut.
Karakter = X-ray Anda. Ini adalah tulang dan organ—struktur internal yang tidak bisa disembunyikan dalam jangka panjang.
Orang bisa membangun reputasi dengan PR yang baik. Tapi karakter dibangun dalam kegelapan—dalam keputusan yang tidak ada yang lihat, dalam integritas ketika tidak ada yang memperhatikan.
Tiga Pertanyaan Karakter Maxwell:
Setiap kali menghadapi keputusan sulit, Maxwell sekarang bertanya:
1. "Apakah ini benar?" Bukan "Apakah ini populer?" Bukan "Apakah ini menguntungkan?" Tapi "Apakah ini benar?"
2. "Bagaimana saya ingin diingat?" Dalam 50 tahun, ketika orang mengingat saya, apa yang saya ingin mereka katakan? Dan apakah keputusan ini konsisten dengan itu?
3. "Apakah saya bisa hidup dengan keputusan ini?" Bukan "Apakah orang akan memaafkan saya?" tapi "Apakah saya bisa memaafkan diri saya sendiri?"
Momen Kebenaran
Maxwell berbagi cerita: Suatu kali, dia punya kesempatan untuk merekrut seseorang yang sangat berbakat—tapi karakter orang itu dipertanyakan.
Board of directors mendesaknya: "Kita butuh talenta ini. Kita bisa manage karakternya nanti." Maxwell menolak. Dan board marah. Reputasinya sebagai "pemimpin yang fleksibel" terancam.
Tapi dia memilih karakter di atas reputasi. Dan bertahun-tahun kemudian, orang yang dia tolak itu terlibat dalam skandal besar yang menghancurkan organisasi yang merekrutnya.
Maxwell: "Reputasi dibuat dalam momen. Karakter dibuat dalam rentetan keputusan kecil yang konsisten."
Bagian 4: Momentum adalah Sahabat Terbaik Pemimpin
Kesalahan yang Saya Buat: Mengabaikan Pentingnya Momentum
Di salah satu posisi kepemimpinannya, Maxwell mewarisi organisasi yang stagnan. Tidak bertumbuh. Tidak menyusut. Hanya... datar.
Maxwell datang dengan ide-ide besar. Strategi jenius. Rencana transformasi. Tapi tidak ada yang terjadi.
Ide bagus tidak menghasilkan hasil. Strategi brilian tidak menggerakkan orang. Visi inspiratif jatuh datar.
Dia frustrasi. "Mengapa tidak ada yang bergerak?"
Apa yang Saya Tahu Sekarang: Tanpa Momentum, Bahkan Hal Mudah Terasa Sulit. Dengan Momentum, Hal Sulit Terasa Mudah.
Maxwell menyebutnya "Law of the Big Mo" (Momentum).
Pikirkan mendorong mobil yang mogok:
● 10 meter pertama: butuh lima orang mendorong dengan sekuat tenaga
● Setelah mobil bergerak: satu orang bisa menjaganya tetap bergerak
● Ketika mobil bergerak kencang: bahkan naik tanjakan terasa mudah
Kepemimpinan sama.
Ketika organisasi tidak punya momentum:
● Orang skeptis terhadap ide baru
● Setiap perubahan terasa seperti bencana
● Kegagalan kecil terasa seperti akhir dunia
Ketika organisasi punya momentum:
● Orang antusias mencoba hal baru
● Perubahan terasa seperti petualangan
● Kegagalan kecil dilihat sebagai pembelajaran
Cara Membangun Momentum:
1. Mulai dengan kemenangan kecil
Jangan mulai dengan proyek terbesar dan tersulit. Mulai dengan sesuatu yang bisa Anda menangkan dengan cepat.
Maxwell: Ketika dia datang ke organisasi yang stagnan, dia tidak langsung melakukan transformasi besar. Dia menemukan satu area kecil yang bisa diperbaiki dengan cepat—dan dia fokus di sana sampai menang.
Kemenangan kecil menciptakan kepercayaan. Kepercayaan menciptakan antusiasme. Antusiasme menciptakan momentum.
2. Rayakan setiap kemajuan
Orang perlu merasa bahwa mereka bergerak maju. Jika Anda tidak merayakan, mereka tidak merasakan progress.
Maxwell mulai merayakan kemenangan kecil dengan antusias. Mengakui kontribusi orang. Membuat progress terlihat.
3. Hilangkan hambatan
Apakah ada proses yang memperlambat? Apakah ada orang negatif yang menguras energi? Apakah ada sistem yang rusak?
Singkirkan hambatan. Buat jalur menjadi mulus.
4. Komunikasikan terus-menerus
Orang perlu diingatkan bahwa mereka bergerak. Bahwa ada progress. Bahwa yang mereka lakukan penting.
Maxwell: "Momentum tidak tercipta dalam satu hari. Tapi bisa hilang dalam satu hari jika Anda berhenti mengomunikasikan."
Bagian 5: Pengalaman Bukan Guru Terbaik—Pengalaman yang Dievaluasi Adalah Guru Terbaik
Kesalahan yang Saya Buat: Mengasumsikan Saya Belajar dari Pengalaman
Maxwell pernah berpikir: "Saya sudah melakukan ini selama 10 tahun. Tentu saja saya ahli."
Tapi suatu hari, seseorang bertanya, "Apa yang telah Anda pelajari dari 10 tahun pengalaman itu?"
Maxwell terdiam. Dia sadar: Dia tidak punya 10 tahun pengalaman. Dia punya 1 tahun pengalaman yang diulang 10 kali.
Dia tidak tumbuh. Dia hanya menua.
Apa yang Saya Tahu Sekarang: Pengalaman Bukan Guru—Pengalaman yang Dievaluasi Adalah Guru
Ada perbedaan besar antara:
● Mengalami - hanya melalui sesuatu
● Belajar dari pengalaman - merefleksikan dan mengekstrak pelajaran
Kebanyakan orang mengalami banyak hal tapi belajar sangat sedikit karena mereka tidak pernah berhenti untuk bertanya: "Apa yang bisa saya pelajari dari ini?"
Sistem Refleksi Maxwell:
Maxwell mengembangkan ritual harian dan mingguan:
Setiap Hari:
● 15 menit di akhir hari untuk bertanya: "Apa satu hal yang saya pelajari hari ini?"
● Menulis jawaban di jurnal
Setiap Minggu:
● 1 jam untuk meninjau minggu lalu
● Pertanyaan: "Apa yang berhasil? Apa yang tidak? Apa yang akan saya lakukan berbeda?"
Setiap Bulan:
● Setengah hari untuk merefleksikan bulan lalu dan merencanakan bulan depan
● Membaca ulang jurnal harian dan mencari pola
Setiap Tahun:
● Beberapa hari retreat untuk refleksi tahun lalu
● Menulis pelajaran terbesar tahun itu
Pertanyaan Refleksi Powerful:
1. Apa yang saya lakukan dengan baik hari ini/minggu ini? Rayakan. Ulangi.
2. Apa yang tidak berjalan baik? Jujur. Tanpa menyalahkan orang lain.
3. Apa yang bisa saya pelajari dari ini? Ekstrak prinsip, bukan hanya kejadian.
4. Apa yang akan saya lakukan berbeda lain kali? Buat komitmen konkret.
5. Siapa yang perlu saya minta maaf atau berterima kasih? Relasi penting.
Maxwell: "Orang yang tidak merefleksikan pengalamannya dikendalikan oleh masa lalunya. Orang yang merefleksikan pengalamannya diberdayakan oleh masa lalunya."
Bagian 6: Pemimpin Harus Melepaskan untuk Naik Level
Kesalahan yang Saya Buat: Mencoba Melakukan Semuanya
Maxwell adalah workaholic klasik. Dia bangun jam 5 pagi. Bekerja sampai malam. Akhir pekan tidak ada bedanya.
Dia percaya: "Jika saya ingin sesuatu dilakukan dengan benar, saya harus melakukannya sendiri."
Hasilnya? Dia burnout. Keluarganya menderita. Dan organisasinya terbatas oleh kapasitas pribadinya.
Apa yang Saya Tahu Sekarang: Anda Tidak Bisa Naik Level Tanpa Melepaskan
Maxwell menemukan prinsip sederhana: Untuk naik ke level berikutnya, Anda harus melepaskan level sekarang.
Bayangkan tangga. Anda tidak bisa naik ke anak tangga berikutnya tanpa melepaskan anak tangga sekarang. Jika Anda mencoba memegang semua anak tangga sekaligus, Anda tidak akan naik—Anda hanya lelah.
Tiga Level Melepaskan:
Level 1: Melepaskan Tugas
Delegasikan tugas yang orang lain bisa lakukan 80% sebaik Anda. Jangan tunggu sampai mereka bisa melakukan 100%—itu tidak akan pernah terjadi.
Prinsip 80/20 dalam delegasi: Jika seseorang bisa melakukan tugas 80% sebaik Anda, delegasikan. Gunakan 20% waktu yang Anda hemat untuk hal yang hanya Anda bisa lakukan.
Level 2: Melepaskan Kontrol
Ini lebih sulit. Bukan hanya memberikan tugas, tapi memberikan otoritas. Biarkan orang membuat keputusan. Biarkan mereka gagal. Biarkan mereka belajar.
Maxwell: "Saya harus belajar bahwa kesalahan mereka adalah investasi dalam pertumbuhan mereka. Dan pertumbuhan mereka adalah investasi dalam masa depan organisasi."
Level 3: Melepaskan Kredit
Ini yang tersulit. Ketika proyek berhasil, berikan kredit kepada tim. Ketika proyek gagal, ambil tanggung jawab.
Maxwell belajar: "Pemimpin hebat mengambil lebih sedikit kredit daripada yang mereka layak dapatkan dan lebih banyak kesalahan daripada yang mereka buat."
Formula Melepaskan Maxwell:
Tanyakan:
1. "Tugas mana yang hanya saya yang bisa lakukan?"
2. "Tugas mana yang orang lain bisa lakukan sama baiknya atau lebih baik?" 3. "Tugas mana yang menguras energi saya tapi memberi energi kepada orang lain?"
Kemudian:
● Pertahankan #1
● Delegasikan #2
● Transfer #3
Bagian 7: Warisan Lebih Penting dari Panjang Umur
Kesalahan yang Saya Buat: Berpikir Kepemimpinan Tentang Pencapaian Saya
Ketika Maxwell muda, dia mengukur kesuksesan dengan pencapaian pribadi:
● Berapa banyak orang di organisasi saya?
● Berapa banyak buku yang saya jual?
● Seberapa terkenal nama saya?
Tapi di usia 50-an, dia mulai bertanya pertanyaan berbeda: "Apa yang akan terjadi pada organisasi ini setelah saya pergi?"
Jawabannya menakutkan: Tidak banyak. Karena segalanya dibangun di sekitar dia.
Apa yang Saya Tahu Sekarang: Kesuksesan Adalah Apa yang Anda Capai. Signifikansi Adalah Apa yang Anda Tinggalkan.
Maxwell menyadari: Kepemimpinan sejati bukan tentang membangun kerajaan untuk diri sendiri. Ini tentang membangun pemimpin yang akan melanjutkan setelah Anda pergi.
Dia mulai bertanya:
● Siapa yang saya persiapkan untuk menggantikan saya?
● Apa yang akan bertahan setelah saya tidak ada lagi?
● Apakah saya membangun organisasi yang tergantung pada saya atau yang diberdayakan oleh saya?
Tiga Pertanyaan Warisan:
1. Apakah saya mengembangkan pemimpin atau hanya pengikut?
Pengikut membutuhkan Anda. Pemimpin melanjutkan tanpa Anda.
Maxwell: "Jika organisasi hancur ketika Anda pergi, Anda tidak membangun organisasi—Anda membangun kultus kepribadian."
2. Apakah saya mengajarkan prinsip atau hanya metode?
Metode memecahkan masalah hari ini. Prinsip melengkapi orang untuk memecahkan masalah masa depan.
Pemimpin yang mengajarkan metode menciptakan ketergantungan. Pemimpin yang mengajarkan prinsip menciptakan kemerdekaan.
3. Siapa yang akan membawa tongkat estafet?
Maxwell mulai dengan sengaja mengidentifikasi dan mengembangkan pemimpin generasi berikutnya. Tidak menunggu sampai dia pensiun, tapi mulai bertahun-tahun sebelumnya.
Dia memberikan mereka peluang. Platform. Koneksi. Dia bahkan mulai menolak undangan berbicara dan merekomendasikan pemimpin yang lebih muda.
Penutup: Emas Kepemimpinan Anda
Di akhir "Leadership Gold," Maxwell menulis refleksi yang indah:
"Saya harap saya bisa kembali dan memberitahu John yang berusia 25 tahun semua yang saya tulis di buku ini. Tapi saya tidak bisa. Yang bisa saya lakukan adalah berbagi dengan Anda—dan berharap Anda tidak perlu belajar cara yang sulit seperti saya."
Lima Pertanyaan Terakhir untuk Anda:
1. Apakah Anda lebih peduli pada orang atau pada pencapaian Anda?
Jujurlah. Ketika Anda merayakan kesuksesan, apakah Anda merayakan angka atau orang di balik angka?
2. Apakah Anda cukup aman untuk memberdayakan orang lain?
Atau Anda masih merasa terancam ketika seseorang bersinar?
3. Apakah Anda membangun karakter atau hanya reputasi?
Siapa Anda ketika tidak ada yang melihat?
4. Apakah Anda belajar dari pengalaman Anda?
Atau Anda hanya mengulangi kesalahan yang sama dengan percaya diri yang lebih tinggi?
5. Apa warisan yang Anda tinggalkan?
Ketika Anda tidak ada lagi, apa yang akan bertahan?
Pelajaran Emas Terakhir Maxwell:
"Kepemimpinan bukan tentang Anda. Tidak pernah. Ini selalu tentang orang yang Anda pimpin dan warisan yang Anda tinggalkan."
"Emas sejati tidak ditemukan di permukaan. Anda harus menggali. Anda harus melewati lapisan tanah, batuan, dan lumpur. Kadang Anda harus turun sangat dalam—ke tempat yang gelap dan tidak nyaman."
"Emas kepemimpinan sama. Pelajaran terbaik datang dari tempat tergelap—dari kesalahan, kegagalan, dan luka. Tapi jika Anda bersedia menggali, jika Anda bersedia menghadapi kebenaran yang menyakitkan tentang diri Anda sendiri, Anda akan menemukan emas."
"Dan ketika Anda menemukannya, jangan simpan untuk diri sendiri. Bagikan. Karena itulah yang dilakukan pemimpin sejati—mereka mengubah luka menjadi kebijaksanaan dan kebijaksanaan menjadi warisan."
Aplikasi Praktis: 30 Hari Pertama Anda
Maxwell menyarankan jika Anda ingin mulai menerapkan prinsip-prinsip ini:
Minggu 1: ORANG
● Jadwalkan percakapan 1-on-1 dengan setiap orang di tim Anda
● Dengarkan 80%, bicara 20%
● Tanyakan: "Bagaimana saya bisa membantu Anda bertumbuh?"
Minggu 2: KARAKTER
● Identifikasi satu area di mana Anda kompromi integritas
● Buat keputusan sulit yang benar—meskipun tidak populer
● Minta accountability dari seseorang yang Anda percayai
Minggu 3: MOMENTUM
● Pilih satu proyek kecil yang bisa menang dalam 30 hari
● Rayakan setiap progress
● Komunikasikan kemenangan kepada tim
Minggu 4: REFLEKSI & WARISAN
● Luangkan satu jam untuk refleksi: "Apa yang saya pelajari bulan ini?"
● Identifikasi satu orang yang akan Anda mentor
● Mulai percakapan tentang masa depan mereka
Maxwell menutup dengan kata-kata ini:
"Kepemimpinan adalah perjalanan, bukan destinasi. Setiap hari adalah kesempatan untuk menggali lebih dalam, menemukan emas baru, dan menjadi pemimpin yang lebih baik."
"Jangan tunggu sampai Anda 'siap.' Jangan tunggu sampai Anda 'cukup berpengalaman.' Mulai hari ini. Karena pemimpin terbaik adalah mereka yang berani memulai sebelum mereka merasa siap—dan terus belajar seumur hidup."
Sekarang pergilah. Gali emas kepemimpinan Anda. Dan tinggalkan warisan yang berharga.
Tentang Buku Asli
"Leadership Gold: Lessons I've Learned From A Lifetime Of Leading" diterbitkan oleh Thomas Nelson pada tahun 2008.
John C. Maxwell adalah penulis, pembicara, dan pelatih kepemimpinan yang telah menulis lebih dari 100 buku, termasuk bestseller seperti "The 21 Irrefutable Laws of Leadership" dan "Developing the Leader Within You."
Yang membuat "Leadership Gold" unik adalah format dan kejujutannya. Setiap chapter dimulai dengan "What I Wish I Knew When..." dan diikuti dengan "What I Know Now." Maxwell sangat transparan tentang kesalahan-kesalahannya—memberikan buku ini rasa keaslian yang jarang ditemukan dalam literatur kepemimpinan.
Buku ini lahir dari lebih dari 40 tahun pengalaman memimpin—dari gereja kecil hingga organisasi global. Maxwell menulis buku ini bukan sebagai ahli yang sempurna, tetapi sebagai sesama pelajar yang ingin berbagi pelajaran yang dia bayar dengan mahal.
Untuk pemahaman lengkap tentang pelajaran kepemimpinan Maxwell, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap esensi, tapi buku lengkap memberikan cerita detail, aplikasi praktis, dan nuansa yang tidak bisa sepenuhnya disampaikan dalam format ringkas.
Sekarang ambil pelajaran ini dan terapkan. Bukan besok. Hari ini.
Karena emas kepemimpinan tidak bernilai apa-apa jika tersimpan di rak. Nilainya hanya terwujud ketika Anda menggunakannya untuk memimpin dengan lebih baik, melayani dengan lebih dalam, dan meninggalkan warisan yang berharga.
Leadership gold dimulai hari ini. Dengan keputusan berikutnya yang Anda buat.

