You Can Choose To Be Rich

Robert T. Kiyosaki


Tiga Detik yang Mengubah Segalanya

Bayangkan Anda berdiri di persimpangan jalan. 

Kanan: jalan yang familiar, aman, sudah banyak orang lewati. Gaji tetap, pensiun di usia 65, hidup nyaman tapi tidak kaya. 

Kiri: jalan yang tidak jelas, penuh risiko, sedikit yang berhasil. Tapi yang berhasil—mereka bebas secara finansial. 

Anda punya tiga detik untuk memilih. 

Kebanyakan orang memilih kanan tanpa berpikir. Karena itulah yang diajarkan sekolah. Itulah yang orang tua sarankan. Itulah yang "aman." 

Tapi Robert Kiyosaki berdiri di persimpangan itu pada usia 9 tahun—dan dia memilih kiri. Dia punya dua ayah dengan dua filosofi berbeda tentang uang: 

Poor Dad (ayah kandungnya): Guru berpendidikan tinggi, PhD, gaji bagus. Selalu bilang: "Sekolah yang baik, nilai bagus, kerja di perusahaan besar, naik tangga karir." Dia meninggal dengan utang. 

Rich Dad (ayah temannya): Tidak lulus SMA, punya bisnis kecil. Selalu bilang: "Sekolah tidak mengajarkan tentang uang. Kalau mau kaya, belajar bisnis dan investasi." Dia meninggal sebagai salah satu orang terkaya di Hawaii. 

Pada usia 9 tahun, Kiyosaki membuat pilihan: dia akan belajar dari Rich Dad. 

Puluhan tahun kemudian, setelah membangun beberapa bisnis dan menjadi investor sukses, Kiyosaki menulis "You Can Choose To Be Rich"—bukan hanya untuk menceritakan perjalanannya, tapi untuk memberi Anda peta jalan yang konkret untuk membuat pilihan yang sama. 

Judulnya bukan "You Will Be Rich" atau "You Should Be Rich."

Judulnya adalah "You Can CHOOSE To Be Rich." 

Karena itulah intinya: Kekayaan adalah pilihan. Dan pilihan itu dimulai hari ini.

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Mengapa Sekolah Tidak Mengajarkan Tentang Uang 

Kiyosaki memulai dengan pertanyaan yang mengganggu: 

"Mengapa sekolah mengajarkan kita tentang dinosaurus, fotosintesis, dan trigonometri—tapi tidak mengajarkan kita tentang cara kerja uang?" 

Dia tidak menyalahkan guru. Poor Dad-nya adalah guru yang hebat. Tapi sistem pendidikan dirancang di era industri untuk menciptakan karyawan yang baik—bukan pengusaha atau investor. 

Apa yang Sekolah Ajarkan 

● Bekerja untuk uang 

● Hidup hemat 

● Investasi yang "aman" (deposito, obligasi pemerintah) 

● Takut pada risiko 

● Takut membuat kesalahan 

● Ikuti aturan 

Apa yang Rich Dad Ajarkan 

● Buat uang bekerja untuk Anda 

● Investasi untuk pertumbuhan aset 

● Ambil risiko yang terkalkulasi 

● Belajar dari kesalahan 

● Buat aturan Anda sendiri 

Kiyosaki menulis: "Sekolah mempersiapkan Anda untuk menjadi karyawan yang baik. Tapi tidak ada yang mengajarkan Anda menjadi bos yang baik." 

Pendidikan Finansial yang Hilang 

Rich Dad mengajarkan Kiyosaki lima konsep dasar yang tidak pernah dia pelajari di sekolah: 

1. Perbedaan antara aset dan liabilitas 

2. Pentingnya cashflow dibanding capital gain 

3. Bagaimana pajak bekerja (dan bagaimana orang kaya menggunakannya)

4. Perbedaan antara good debt dan bad debt 

5. Kekuatan leverage 

Konsep-konsep ini sederhana. Tapi tidak diajarkan di sekolah. Dan ketidaktahuan ini membuat kebanyakan orang bekerja keras sepanjang hidup tanpa pernah menjadi kaya.

 


Bagian 2: Quadran Cashflow—Di Mana Anda Berdiri?

Ini adalah salah satu kontribusi terbesar Kiyosaki untuk literasi finansial: Cashflow Quadrant.

Ada empat cara orang menghasilkan uang: 

E (Employee)                B (Business Owner) 

Karyawan                        Pemilik Bisnis 

S (Self-Employed)       I (Investor) 

Wiraswasta                    Investor 

E - Employee (Karyawan) 

● Bekerja untuk orang lain 

● Menukar waktu dengan uang 

● Gaji tetap, benefit, keamanan 

● Dibayar terakhir (setelah semua dipotong) 

● Pajak tertinggi 

Contoh: Dokter di rumah sakit, akuntan di kantor, manager di perusahaan.

Kalimat khas: "Saya mencari pekerjaan yang aman dengan benefit bagus."

S - Self-Employed (Wiraswasta) 

● Bekerja untuk diri sendiri 

● Tetap menukar waktu dengan uang 

● Kebebasan lebih, tapi beban kerja lebih besar 

● Kalau berhenti kerja, income berhenti 

Contoh: Dokter praktik sendiri, pengacara independen, konsultan freelance, pemilik warung kecil. 

Kalimat khas: "Kalau mau dikerjakan dengan baik, kerjakan sendiri." 

B - Business Owner (Pemilik Bisnis) 

● Memiliki sistem yang bekerja tanpa Anda 

● Orang lain bekerja untuk sistem Anda 

● Bisa pergi berlibur dan bisnis tetap jalan 

● Leverage waktu dan tenaga orang lain

Contoh: Franchisee McDonald's, pemilik jaringan toko dengan manager, founder startup dengan tim. 

Kalimat khas: "Saya mencari orang terbaik untuk menjalankan bisnis saya."

I - Investor 

● Uang bekerja untuk Anda 

● Tidak perlu kehadiran fisik 

● Passive income 

● Leverage uang orang lain 

Contoh: Investor properti, pemegang saham dividen, angel investor, venture capitalist.

Kalimat khas: "ROI saya berapa persen?" 

Perbedaan yang Mengubah Segalanya 

Kiyosaki menekankan: "Bukan tentang berapa banyak Anda hasilkan. Tapi dari kuadran mana Anda menghasilkannya." 

Seseorang di kuadran E atau S bisa menghasilkan jutaan—tapi tetap miskin dalam waktu. Kalau mereka berhenti bekerja, income berhenti. 

Seseorang di kuadran B atau I dengan income lebih kecil bisa lebih kaya—karena mereka punya aset yang menghasilkan uang 24/7, bahkan ketika mereka tidur. 

Tujuannya bukan meninggalkan E atau S. Tujuannya adalah bergerak ke B dan I sambil masih di E atau S.

 


Bagian 3: Aset vs Liabilitas—Definisi yang Mengubah Permainan 

Ini adalah pelajaran paling powerful dari Rich Dad: 

"Aset memasukkan uang ke kantong Anda. Liabilitas mengeluarkan uang dari kantong Anda. Sesederhana itu." 

Tidak peduli apa kata akuntan. Tidak peduli apa kata bank. Itu definisi yang penting.

Kebohongan Besar: "Rumah Anda Adalah Aset" 

Bank, real estate agent, orang tua Anda—semua bilang rumah adalah aset terbesar Anda.

Rich Dad bilang: Bohong

Apakah rumah Anda memasukkan uang ke kantong setiap bulan? Tidak. Malah mengeluarkan: 

● Cicilan mortgage 

● Pajak properti 

● Maintenance 

● Utilitas 

● Asuransi 

Jadi rumah yang Anda tinggali adalah liabilitas, bukan aset. 

Kiyosaki: "Ini tidak berarti jangan beli rumah. Tapi jangan bilang itu aset. Dan lebih penting lagi: beli aset dulu, baru liabilitas." 

Apa yang Benar-Benar Aset? 

Aset adalah sesuatu yang menghasilkan cashflow positif: 

● Properti sewaan yang cashflow-nya positif 

● Bisnis yang menghasilkan income tanpa kehadiran Anda 

● Saham dividen 

● Royalti dari buku, musik, patent 

● Bonds yang membayar bunga 

Liabilitas adalah sesuatu yang mengeluarkan uang: 

● Rumah pribadi 

● Mobil pribadi 

● Kartu kredit dengan bunga 

● Gadget dan elektronik

● Liburan mewah 

Formula Sederhana Orang Kaya 

Orang Miskin: Kerja → Dapat gaji → Beli liabilitas → Habis → Kerja lagi 

Orang Kaya: Kerja → Dapat gaji → Beli aset → Aset menghasilkan income → Beli lebih banyak aset → (Optional: Beli liabilitas dari income aset) 

Orang kaya membeli liabilitas dengan income dari aset mereka, bukan dari kerja mereka. 

Kiyosaki: "Kalau Anda ingin rumah 10 miliar, jangan kerja lebih keras untuk bayar cicilan. Bangun aset yang menghasilkan cukup untuk bayar cicilan itu."

 


Bagian 4: Mindset—Perbedaan Kalimat yang Mengubah Hidup 

Kiyosaki menghabiskan bab penuh membahas perbedaan cara berpikir Poor Dad vs Rich Dad. Bukan tentang pendidikan atau IQ—tapi tentang self-talk internal. 

Poor Dad Berkata: 

"Saya tidak mampu membelinya." 

Ini adalah kalimat yang menutup pikiran. Tidak ada pertanyaan. Tidak ada solusi. Akhir dari percakapan. 

Rich Dad Berkata: 

"Bagaimana saya bisa membelinya?" 

Ini adalah kalimat yang membuka pikiran. Ini memaksa otak untuk mencari solusi. Untuk kreatif. Untuk menemukan cara. 

Lebih Banyak Perbedaan: 

                            Poor Dad                                                                                                                                             Rich Dad 

"Uang adalah akar segala kejahatan"                                                             "Cinta uang yang berlebihan adalah masalahnya" 

"Bermain aman, jangan ambil risiko"                                                             "Belajar mengelola risiko"

"Rumah adalah investasi terbesar"                                                                 "Bisnis dan investasi adalah aset terbesar"

"Saya tidak kaya karena punya anak"                                                             "Saya harus kaya karena punya anak" 

"Sekolah lebih penting dari pendidikan finansial"                                   "Keduanya penting" 

"Bekerja keras untuk perusahaan"                                                                  "Bekerja keras untuk aset Anda sendiri" 

Mengubah Dialog Internal 

Kiyosaki menekankan: "Kata-kata yang Anda gunakan menjadi kenyataan Anda." 

Jika Anda terus berkata "Saya tidak mampu," otak Anda akan percaya dan berhenti mencari solusi.

Jika Anda berkata "Bagaimana saya bisa?" otak Anda akan terus bekerja mencari cara—bahkan ketika Anda tidur. 

Latihan praktis: 

Untuk seminggu ke depan, larang diri Anda berkata "Saya tidak mampu." Ganti dengan "Bagaimana saya bisa?" 

Perhatikan bagaimana ini mengubah cara Anda berpikir.

 


Bagian 5: Pendidikan Finansial—Tiga Jenis Intelligence

Kiyosaki mengajarkan bahwa untuk kaya, Anda perlu tiga jenis kecerdasan:

1. Financial Intelligence (Kecerdasan Finansial) 

Kemampuan untuk membaca dan memahami angka—laporan keuangan, cashflow statement, balance sheet. 

Kebanyakan orang alergi dengan angka. Mereka menyerahkan keuangan mereka ke akuntan atau financial planner tanpa benar-benar memahami. 

Rich Dad: "Jika Anda tidak bisa membaca angka, Anda tidak bisa membaca masa depan Anda." 

Anda tidak perlu jadi akuntan. Tapi Anda harus bisa: 

● Membedakan aset dan liabilitas 

● Membaca income statement 

● Memahami cashflow 

● Menghitung ROI (Return on Investment) 

2. Investment Intelligence (Kecerdasan Investasi) 

Kemampuan untuk mengubah uang menjadi lebih banyak uang. 

Ada banyak cara investasi: 

● Real estate 

● Saham 

● Bisnis 

● Komoditas 

● Cryptocurrency (di edisi lebih baru) 

Rich Dad tidak bilang satu lebih baik dari yang lain. Dia bilang: "Temukan yang cocok untuk Anda dan jadilah ahli di bidang itu." 

Jangan jadi jack of all trades, master of none. Pilih satu atau dua jenis investasi, pelajari mendalam, praktikkan sampai mahir. 

3. Market Intelligence (Kecerdasan Pasar) 

Kemampuan untuk melihat peluang yang orang lain tidak lihat.

Warren Buffett membeli ketika orang lain takut. George Soros menjual ketika orang lain serakah. 

Market intelligence adalah tentang: 

● Memahami supply and demand 

● Melihat trend sebelum jadi mainstream 

● Tahu kapan masuk dan keluar 

● Tidak mengikuti crowd 

Kiyosaki: "Orang kaya tidak menunggu pasar sempurna. Mereka menciptakan keuntungan di pasar apapun."

 


Bagian 6: Good Debt vs Bad Debt—Yang Tidak Diajarkan Sekolah 

Sekolah mengajarkan: Utang itu buruk. Hindari utang. 

Rich Dad mengajarkan: Ada good debt dan bad debt. Orang kaya menggunakan good debt untuk kaya. 

Bad Debt 

Utang untuk membeli liabilitas—sesuatu yang tidak menghasilkan income: 

● Kartu kredit untuk beli gadget 

● KTA untuk liburan 

● Kredit mobil untuk kendaraan pribadi 

● Mortgage untuk rumah yang Anda tinggali 

Bad debt mengeluarkan uang dari kantong Anda setiap bulan. Ini membuat Anda lebih miskin.

Good Debt 

Utang untuk membeli aset—sesuatu yang menghasilkan income: 

● Mortgage untuk properti sewaan (cashflow positif) 

● Business loan untuk ekspansi bisnis yang profitable 

● Utang untuk beli saham (jika ROI > bunga) 

Good debt memasukkan uang ke kantong Anda setiap bulan. Orang lain (tenant, pelanggan, pasar) membayar utang Anda. 

Kekuatan Leverage 

Ini adalah rahasia besar orang kaya: leverage other people's money (OPM).

Contoh sederhana: 

Tanpa Leverage: 

● Anda punya 100 juta 

● Beli properti cash 100 juta 

● Sewakan 10 juta/tahun 

● ROI: 10% 

Dengan Leverage:

● Anda punya 100 juta 

● Beli 5 properti @ 100 juta dengan DP 20% (20 juta/properti) 

● Total nilai properti: 500 juta 

● Cicilan mortgage dibayar tenant 

● Cashflow setelah cicilan: 5 juta/bulan × 5 = 25 juta/tahun 

● ROI: 25% (dari 100 juta Anda) 

Plus, 5 properti naik nilai—bukan hanya 1. 

Kiyosaki: "Orang miskin bekerja untuk uang. Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka. Orang sangat kaya membuat uang orang lain bekerja untuk mereka."

 


Bagian 7: Mengambil Risiko Cerdas—Bukan Gambling

Poor Dad: "Main aman. Jangan ambil risiko." 

Rich Dad: "Main aman adalah risiko terbesar. Belajar mengelola risiko adalah jalan menuju kekayaan." 

Perbedaan Risiko dan Gambling 

Gambling

● Spekulasi tanpa pengetahuan 

● Harapan berdasarkan keberuntungan 

● Tidak ada kontrol atas outcome 

Risiko Cerdas: 

● Keputusan berdasarkan pengetahuan 

● Calculated risk dengan contingency plan 

● Kontrol melalui pendidikan dan pengalaman 

Contoh: 

Gambling: Beli saham karena teman bilang "pasti naik." 

Risiko Cerdas: Beli saham setelah riset fundamental, analisa teknikal, diversifikasi portfolio, dan set stop-loss. 

Formula Mengelola Risiko 

Kiyosaki mengajarkan formula sederhana: 

Risiko ÷ Pengetahuan = Hasil 

Jika Anda punya pengetahuan tinggi, risiko berkurang. Jika pengetahuan rendah, bahkan keputusan "aman" menjadi berisiko tinggi. 

Contoh: 

Investasi di deposito bank (dianggap "aman"): 

● Bunga 3% 

● Inflasi 5% 

● Real return: -2% 

Anda kehilangan daya beli setiap tahun. Ini risiko—tapi kebanyakan orang tidak sadar.

Investasi di real estate (dianggap "berisiko"): 

● Dengan pengetahuan: Anda tahu cara evaluasi properti, lokasi, cashflow, appreciasi ● Risiko bisa dikelola dan diprediksi 

● Return bisa jauh lebih tinggi 

Kiyosaki: "Main aman itu berisiko jika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan. Dan apa yang berisiko bisa aman jika Anda tahu apa yang Anda lakukan."

 


Bagian 8: Action Plan—Dari Pilihan ke Eksekusi

Kiyosaki tidak hanya memberi teori. Dia memberi action plan konkret:

Langkah 1: Tentukan Kuadran Target Anda (1-3 bulan) 

Di mana Anda sekarang (E, S, B, atau I)? Di mana Anda ingin berada dalam 5 tahun?

Tuliskan tujuan spesifik: 

● "Dalam 5 tahun, saya akan punya 3 properti sewaan yang menghasilkan 20 juta/bulan passive income." 

● "Dalam 3 tahun, saya akan punya bisnis dengan sistem yang berjalan tanpa saya, menghasilkan 50 juta/bulan." 

Langkah 2: Tingkatkan Financial IQ (Ongoing) 

Bacaan wajib: 

● Laporan keuangan perusahaan publik 

● Buku tentang investasi di bidang pilihan Anda 

● Cashflow statements Anda sendiri (buat setiap bulan) 

Praktek: 

● Main game Cashflow (game edukasi Kiyosaki) 

● Ikut seminar real estate atau investasi 

● Find a mentor yang sudah di kuadran B atau I 

Langkah 3: Mulai Kecil—Tapi Mulai (Bulan ini) 

Jangan tunggu "waktu yang tepat." Waktu yang tepat adalah sekarang.

Jika modal terbatas: 

● Mulai side hustle (kuadran S ke B) 

● Investasi saham kecil-kecilan untuk belajar 

● Kumpulkan DP untuk properti pertama 

Jika punya modal: 

● Beli aset produktif pertama (properti sewaan, bisnis) 

● Diversifikasi ke beberapa jenis investasi 

● Reinvestasi semua return untuk compound growth

Langkah 4: Evaluasi dan Adjust (Setiap 3 bulan) 

Review: 

● Berapa cashflow dari aset Anda? 

● Apakah aset Anda naik nilai? 

● Apa kesalahan yang Anda buat? 

● Apa yang akan Anda lakukan berbeda? 

Kiyosaki: "Kegagalan adalah bagian dari belajar. Orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba." 

Langkah 5: Scale Up (Tahun 2-5) 

Setelah Anda menguasai satu jenis aset atau bisnis: 

● Beli lebih banyak 

● Diversifikasi ke jenis aset lain 

● Gunakan profit untuk akuisisi aset baru 

● Reinvest sampai cashflow melebihi pengeluaran Anda 

Titik kebebasan finansial: Ketika passive income > pengeluaran bulanan.

Pada titik ini, bekerja menjadi pilihan, bukan keharusan.

 


Penutup: Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan Besok

Kiyosaki menutup buku dengan pengingat yang powerful: 

"Setiap hari Anda membuat pilihan. Apakah Anda pilih jalur E/S atau jalur B/I? Apakah Anda pilih beli liabilitas atau aset? Apakah Anda pilih main aman atau belajar mengelola risiko?" 

Tidak ada pilihan yang salah. Tapi setiap pilihan punya konsekuensi. 

Tiga Skenario Masa Depan 

Skenario 1: Anda Tidak Memilih (Path of Least Resistance) 

Anda mengikuti arus. Sekolah, kerja, naik tangga karir, pensiun. Aman, tapi Anda tidak pernah keluar dari rat race. Anda bekerja sampai 65, lalu hidup dengan pensiun yang tidak cukup. 

Skenario 2: Anda Memilih Setengah Hati 

Anda baca buku, ikut seminar, excited sesaat. Lalu kembali ke kebiasaan lama. Tidak ada eksekusi. Tidak ada perubahan. 

Skenario 3: Anda Benar-Benar Memilih 

Anda commit. Anda belajar. Anda praktek. Anda gagal. Anda belajar dari kegagalan. Anda coba lagi. Dan perlahan, aset Anda tumbuh. Passive income Anda naik. Sampai suatu hari, Anda bangun dan sadar: Anda bebas. 

Pertanyaan Terakhir untuk Anda 

Robert Kiyosaki mengajukan pertanyaan ini: 

"20 tahun dari sekarang, apakah Anda ingin melihat ke belakang dan berkata: 'Saya wish saya mencoba,' atau 'Saya senang saya mencoba'?" 

Kebebasan finansial bukan tentang tidak bekerja. Ini tentang bekerja karena Anda mau, bukan karena harus. 

Ini tentang punya pilihan. 

Dan pilihan itu dimulai hari ini.

 


Tentang Buku Asli 

"You Can Choose To Be Rich" adalah program edukasi 3-volume yang diluncurkan sekitar 2001-2002, bersamaan dengan CD audio dan workbook interaktif. Ini adalah tindak lanjut dari kesuksesan fenomenal "Rich Dad Poor Dad" (1997). 

Robert T. Kiyosaki adalah entrepreneur, investor, dan educator yang mendirikan Rich Dad Company bersama Sharon Lechter. Filosofinya tentang literasi finansial telah mengubah jutaan kehidupan di seluruh dunia. 

Buku ini lebih praktis dan action-oriented dibanding "Rich Dad Poor Dad"—memberikan framework konkret dan langkah-langkah yang bisa dieksekusi untuk transisi dari employee/self-employed ke business owner/investor. 

Untuk pemahaman lengkap dan akses ke workbook serta latihan interaktif, sangat disarankan mendapatkan program lengkapnya. Ringkasan ini menangkap prinsip-prinsip inti, tapi pengalaman penuh dari program memberikan tools praktis yang tidak bisa sepenuhnya disampaikan dalam ringkasan. 

Sekarang pergilah dan buat pilihan Anda. 

Karena seperti judul buku ini: 

You CAN Choose To Be Rich. 

Pertanyaannya adalah: Apakah Anda akan?