Kuburan Penuh dengan Mimpi yang Tidak Terwujud
Les Brown pernah berkata sesuatu yang mengerikan tapi jujur:
"Tempat terkaya di dunia bukanlah tambang emas di Afrika Selatan atau ladang minyak di Timur Tengah. Tempat terkaya di dunia adalah kuburan. Di sana terkubur bisnis yang tidak pernah dimulai, buku yang tidak pernah ditulis, lagu yang tidak pernah diciptakan, penemuan yang tidak pernah dibagikan."
Setiap orang punya mimpi. Tapi kebanyakan orang tidak pernah mewujudkannya.
Mengapa?
John C. Maxwell—yang telah melatih jutaan pemimpin di seluruh dunia—menghabiskan 40 tahun karirnya mengamati orang-orang yang sukses dan yang gagal. Dan dia menemukan pola yang jelas:
Orang yang mewujudkan mimpi mereka bukan yang paling berbakat. Bukan yang paling beruntung. Tapi mereka yang menguji mimpi mereka dengan pertanyaan yang tepat SEBELUM menginvestasikan waktu, uang, dan energi.
Kebanyakan orang gagal karena mereka mengejar mimpi yang salah—atau mengejar mimpi yang benar dengan cara yang salah.
"Put Your Dream to the Test" memberikan Anda 10 pertanyaan yang akan memisahkan mimpi yang layak dikejar dari fantasi yang akan menghabiskan hidup Anda.
Bayangkan ini sebagai filter. Mimpi Anda harus melewati 10 pertanyaan ini. Jika ya, kejar dengan sepenuh hati. Jika tidak, mungkin sudah waktunya menemukan mimpi yang lebih baik.
Mari kita mulai pengujian.
Pertanyaan 1: The Ownership Question
"Apakah Mimpi Ini Benar-Benar Mimpi Saya?"
Ini terdengar seperti pertanyaan bodoh. Tentu saja itu mimpi Anda—Anda yang memikirkannya, kan?
Tidak secepat itu.
Maxwell menemukan bahwa banyak orang mengejar mimpi orang lain tanpa menyadarinya:
● Anak dokter yang masuk kedokteran karena tekanan orang tua—padahal dia ingin jadi musisi
● Pengusaha yang membangun startup karena "itu yang trendy"—padahal dia lebih cocok di korporat
● Orang yang mengejar kekayaan karena masyarakat mengatakan itu sukses—padahal yang dia inginkan adalah waktu luang
Mimpi orang lain—tidak peduli seberapa mulia—tidak akan memberikan Anda energi untuk menyelesaikannya.
Bagaimana Tahu Ini Mimpi Anda?
Maxwell memberikan tiga tes:
1. Apakah mimpi ini datang dari dalam diri Anda? Atau datang dari tekanan eksternal? Jika Anda mengejar sesuatu untuk membuat orang lain bangga atau untuk membuktikan sesuatu kepada orang lain, itu bukan mimpi Anda—itu adalah reaksi Anda.
2. Apakah Anda masih bersemangat tentangnya ketika tidak ada yang menonton? Mimpi sejati membakar bahkan dalam kesendirian. Jika Anda hanya bersemangat ketika ada audiens, itu adalah ego, bukan mimpi.
3. Apakah Anda bersedia mengorbankan untuk mimpi ini? Mimpi sejati bernilai lebih dari kenyamanan. Jika Anda tidak bersedia bangun lebih pagi, belajar lebih keras, atau mengorbankan hiburan untuk mimpi Anda—mungkin itu bukan benar-benar mimpi Anda.
Kisah Dave Ramsey
Dave Ramsey—guru keuangan terkenal—pernah menjadi developer properti yang kaya di usia 20-an. Tapi dia bangkrut total dan kehilangan segalanya.
Saat itu, dia harus memutuskan: apa mimpinya sebenarnya? Membangun kekayaan lagi? Atau sesuatu yang lebih dalam?
Dia menyadari mimpi sejatinya bukan menjadi kaya—tapi membantu orang keluar dari utang dan mengalami kebebasan finansial.
Ketika dia mengubah fokusnya dari "mimpi orang kaya" ke "mimpi yang benar-benar dia miliki," semuanya berubah. Dia membangun bisnis multijuta dolar bukan karena mengejar uang, tapi karena mengejar misinya.
Pelajaran: Kepemilikan mimpi adalah fondasi. Tanpa itu, semua yang lain tidak bermakna.
Pertanyaan 2: The Clarity Question
"Apakah Saya Bisa Melihat Mimpi Saya dengan Jelas?"
Mimpi yang samar adalah mimpi yang tidak akan pernah terwujud.
"Saya ingin sukses." "Saya ingin bahagia." "Saya ingin memiliki bisnis."
Ini bukan mimpi—ini harapan kabur.
Maxwell: "Anda tidak bisa menembak target yang tidak bisa Anda lihat."
Dari Kabut ke Kristal
Maxwell meminta Anda menuliskan mimpi Anda dengan detail spesifik:
Bukan: "Saya ingin jadi penulis." Tapi: "Saya ingin menerbitkan buku nonfiksi tentang produktivitas untuk profesional muda, terjual 10.000 eksemplar dalam tahun pertama, pada Desember 2025."
Bukan: "Saya ingin bisnis sukses." Tapi: "Saya ingin membangun agensi digital marketing dengan 10 klien tetap, revenue 500 juta/bulan, dan tim 5 orang, dalam 2 tahun."
Lihat perbedaannya? Yang pertama adalah harapan. Yang kedua adalah target.
Tes Visualisasi Maxwell
Tutup mata Anda. Visualisasikan mimpi Anda sudah terwujud.
Apakah Anda bisa melihat:
● Di mana Anda berada?
● Apa yang Anda lakukan?
● Siapa yang ada bersama Anda?
● Bagaimana rasanya?
Jika gambarannya kabur—mimpi Anda belum cukup jelas.
Walt Disney bisa menggambarkan Disneyland dengan detail yang luar biasa sebelum satu batu bata pun diletakkan. Dia bisa menjelaskan bagaimana anak-anak akan tertawa di wahana tertentu, bagaimana orang tua akan berjalan sambil makan es krim, bagaimana musik akan terdengar di Main Street.
Kejelasan menciptakan keyakinan. Keyakinan menciptakan tindakan.
Pertanyaan 3: The Reality Question
"Apakah Saya Bergantung pada Faktor yang Bisa Saya Kontrol?"
Ini adalah pertanyaan yang membunuh banyak mimpi sebelum mereka dimulai.
Maxwell membedakan dua jenis mimpi:
Mimpi yang bergantung pada keberuntungan:
● "Saya ingin menang lotre."
● "Saya ingin ditemukan oleh produser musik dan jadi bintang."
● "Saya ingin menikah dengan orang kaya."
Mimpi yang bergantung pada tindakan Anda:
● "Saya akan membangun bisnis yang menghasilkan X rupiah per bulan."
● "Saya akan menguasai keterampilan Y dan menjadi ahli di bidang itu."
● "Saya akan menulis setiap hari sampai saya menyelesaikan buku."
Apa perbedaannya?
Yang pertama bergantung pada faktor di luar kontrol Anda. Yang kedua bergantung pada usaha Anda.
Lingkaran Kontrol vs Lingkaran Kekhawatiran
Stephen Covey mengajarkan konsep ini dalam "7 Habits": ada hal-hal yang bisa Anda kontrol dan hal-hal yang tidak bisa.
Orang sukses fokus pada lingkaran kontrol mereka. Orang gagal menghabiskan energi mengkhawatirkan hal-hal di luar kontrol mereka.
Contoh:
● Anda tidak bisa mengontrol apakah publisher akan menerima buku Anda. Tapi Anda bisa mengontrol apakah Anda menulis setiap hari.
● Anda tidak bisa mengontrol apakah investor akan mendanai startup Anda. Tapi Anda bisa mengontrol apakah Anda membangun produk yang luar biasa.
● Anda tidak bisa mengontrol apakah orang akan membeli produk Anda. Tapi Anda bisa mengontrol apakah Anda memasarkannya dengan konsisten.
Maxwell: "Jangan buat mimpi yang bergantung pada hal yang tidak bisa Anda kontrol. Itu bukan mimpi—itu permainan judi."
Pertanyaan 4: The Passion Question
"Apakah Mimpi Ini Membuat Saya Bergerak?"
Ini adalah tes api.
Mimpi sejati tidak membuat Anda duduk berpikir. Mimpi sejati membuat Anda bergerak—bahkan ketika kondisi tidak sempurna.
Maxwell bertanya: "Kapan terakhir kali mimpi Anda membuat Anda bangun pagi lebih awal? Membuat Anda rela melewatkan acara TV favorit? Membuat Anda menghabiskan uang untuk belajar sesuatu?"
Jika jawabannya "tidak pernah"—itu bukan mimpi. Itu fantasi.
Perbedaan Passion vs Ketertarikan
Ketertarikan: "Wah, menarik juga jadi pengusaha." Passion: "Saya akan baca 5 buku tentang bisnis bulan ini dan mulai menulis business plan."
Ketertarikan: "Enak juga kayaknya punya podcast." Passion: "Saya sudah beli mic, belajar editing, dan rekam episode pertama—meskipun belum sempurna."
Ketertarikan membuat Anda berbicara. Passion membuat Anda bergerak.
Kisah Howard Schultz
Howard Schultz—pendiri Starbucks—bukan orang kaya. Dia tumbuh di proyek perumahan miskin.
Ketika dia pertama kali melihat budaya kopi di Italia, dia jatuh cinta. Dia bermimpi membawa pengalaman itu ke Amerika.
Tapi dia tidak punya uang. Tidak punya koneksi. Tidak punya pengalaman bisnis kopi.
Passionnya? Dia mendatangi 242 investor. 242 orang menolak dia.
Kebanyakan orang akan berhenti setelah 10 penolakan. Atau 20. Atau 50.
Tapi passion Schultz tidak bisa dipadamkan. Investor ke-243 akhirnya berkata ya.
Passion adalah bahan bakar yang akan membawa Anda melewati rintangan yang akan menghentikan orang lain.
Pertanyaan 5: The Pathway Question
"Apakah Saya Punya Strategi untuk Mencapai Mimpi Saya?"
Mimpi tanpa strategi adalah harapan. Mimpi dengan strategi adalah rencana.
Maxwell menulis: "Anda tidak tiba di tujuan secara kebetulan. Anda memerlukan peta."
Tiga Komponen Pathway
1. Milestone yang Jelas
Pecah mimpi besar Anda menjadi langkah-langkah kecil yang bisa diukur.
Contoh: Mimpi: Menerbitkan buku
● Milestone 1: Selesaikan outline (1 bulan)
● Milestone 2: Tulis draft pertama (6 bulan)
● Milestone 3: Edit dan revisi (2 bulan)
● Milestone 4: Cari publisher atau self-publish (3 bulan)
Tiba-tiba mimpi yang tampak mustahil menjadi 4 langkah yang bisa dilakukan.
2. Skill yang Perlu Dikuasai
Maxwell bertanya: "Apa yang perlu Anda pelajari untuk mencapai mimpi Anda?"
Jika mimpi Anda membangun startup tech tapi Anda tidak mengerti coding atau product management—Anda perlu belajar atau menemukan partner yang bisa.
Jika mimpi Anda jadi public speaker tapi Anda takut panggung—Anda perlu mengatasi ketakutan itu.
Identifikasi gap antara di mana Anda sekarang dan di mana Anda perlu berada. Lalu tutup gap itu.
3. Mentor dan Model
Maxwell: "Jangan coba menciptakan roda baru. Temukan orang yang sudah mencapai apa yang Anda inginkan dan pelajari dari mereka."
Baca biografi mereka. Ikuti kursus mereka. Minta mentorship jika memungkinkan.
Setiap mimpi yang pernah dicapai seseorang bisa dipelajari dan direplikasi—jika Anda bersedia belajar.
Pertanyaan 6: The People Question
"Apakah Saya Melibatkan Orang yang Tepat?"
Maxwell tegas tentang ini: "Tunjukkan kepada saya teman-teman Anda, dan saya akan tunjukkan kepada Anda masa depan Anda."
Anda tidak bisa mencapai mimpi besar sendirian. Tidak mungkin.
Empat Jenis Orang
Maxwell mengidentifikasi empat jenis orang dalam hidup Anda:
1. Dream Killers (Pembunuh Mimpi)
Orang yang mengatakan: "Itu tidak mungkin." "Kamu terlalu tua/muda/miskin." "Sudah banyak yang gagal."
Orang-orang ini—meskipun mungkin punya niat baik—akan menghancurkan mimpi Anda jika Anda mendengarkan mereka.
2. Dream Stealers (Pencuri Mimpi)
Lebih halus tapi lebih berbahaya. Mereka tidak langsung mengatakan mimpi Anda buruk—mereka mengalihkan energi Anda.
"Ayolah, jangan terlalu serius. Hidup harus fun!" (sambil mengajak Anda nongkrong setiap malam)
Mereka mencuri waktu, energi, dan fokus Anda—tanpa Anda sadari.
3. Dream Makers (Pembuat Mimpi)
Orang yang mendukung, mendorong, dan membantu Anda. Mereka tidak selalu setuju dengan setiap keputusan Anda, tapi mereka percaya pada Anda.
Ini adalah cheerleader Anda—dan Anda membutuhkan mereka ketika jalan menjadi sulit.
4. Dream Team (Tim Mimpi)
Orang yang tidak hanya mendukung—mereka berpartisipasi aktif. Mereka punya skill yang melengkapi Anda. Mereka berbagi visi Anda.
Ini adalah co-founder, partner, kolaborator sejati.
Audit Lingkaran Anda
Maxwell memberikan exercise:
Tuliskan 10 orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama. Lalu kategorikan masing-masing:
● Apakah mereka Dream Killer?
● Dream Stealer?
● Dream Maker?
● Dream Team?
Jika mayoritas adalah dua kategori pertama—Anda perlu mengubah lingkaran Anda atau mimpi Anda akan mati.
"Kamu adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering kamu habiskan waktu bersama." — Jim Rohn
Pertanyaan 7: The Cost Question
"Apakah Saya Bersedia Membayar Harganya?"
Setiap mimpi punya harga. Pertanyaannya bukan apakah ada harga—pertanyaannya adalah apakah Anda bersedia membayarnya.
Maxwell blak-blakan: "Kebanyakan orang ingin reward tanpa pengorbanan. Mereka ingin medali emas tanpa latihan. Mereka ingin bisnis sukses tanpa kerja keras. Itu tidak akan terjadi."
Tiga Jenis Cost
1. Financial Cost (Biaya Finansial)
Memulai bisnis butuh modal. Mengambil kursus butuh uang. Resign dari pekerjaan untuk mengejar mimpi berarti kehilangan gaji.
Apakah Anda siap membayar itu?
2. Time Cost (Biaya Waktu)
Ini paling mahal karena waktu tidak bisa dibeli kembali.
Jika Anda serius tentang mimpi Anda, Anda harus mengorbankan:
● Waktu luang
● Waktu bersama teman (kadang)
● Waktu tidur (kadang)
● Hobi yang tidak produktif
3. Opportunity Cost (Biaya Kesempatan)
Setiap kali Anda mengatakan YA pada satu mimpi, Anda mengatakan TIDAK pada yang lain.
Jika Anda fokus membangun startup, Anda tidak bisa naik tangga korporat dengan kecepatan yang sama.
Jika Anda fokus karir, family time akan berkurang.
Maxwell tidak mengatakan ini untuk menakut-nakuti Anda—tapi untuk membuat Anda sadar: Ada trade-off. Pastikan trade-off itu sepadan.
Kisah J.K. Rowling
J.K. Rowling menulis Harry Potter sebagai single mother yang hidup dari welfare, di kafe karena apartemennya terlalu dingin.
Biaya finansialnya? Dia miskin. Biaya waktunya? Dia menulis setiap saat putrinya tidur—sering sampai larut malam. Biaya kesempatannya? Dia bisa saja mencari pekerjaan penuh waktu untuk uang lebih stabil.
Tapi dia memilih membayar harga itu karena dia percaya pada mimpinya.
12 publisher menolak naskahnya. Publisher ke-13 menerimanya.
Sekarang dia miliarder. Tapi dia tidak akan sampai di sana jika tidak bersedia membayar harga di awal.
Pertanyaan untuk Anda: Apakah mimpi Anda cukup berharga untuk membayar harganya?
Pertanyaan 8: The Tenacity Question
"Apakah Saya Terus Maju Meskipun Sulit?"
Maxwell: "Mimpi adalah maraton, bukan sprint. Dan yang membedakan pemenang dari yang berhenti adalah tenacity—kegigihan."
Setiap orang yang pernah mencapai mimpi besar mengalami titik di mana mereka ingin menyerah.
Thomas Edison gagal 10.000 kali sebelum menemukan bola lampu. Colonel Sanders ditolak 1.009 kali sebelum seseorang membeli resep ayam gorengnya. Walt Disney bangkrut dan ditolak 302 kali sebelum mendapat pendanaan untuk Disneyland.
Perbedaan mereka dengan orang lain? Mereka tidak berhenti.
Tiga Fase Kegigihan
Fase 1: Excitement (Kegembiraan)
Di awal, semuanya terasa menarik. Ide baru! Energi tinggi! Kemungkinan tak terbatas!
Fase ini mudah. Semua orang bisa bertahan di fase ini.
Fase 2: Reality Check (Kenyataan)
Ini ketika kesulitan muncul. Progress lebih lambat dari yang Anda harapkan. Uang lebih cepat habis. Orang mulai skeptis.
Banyak orang berhenti di sini.
Fase 3: The Grind (Rutinitas Berat)
Ini fase di mana tidak ada lagi excitement. Hanya kerja keras, hari demi hari, tanpa jaminan hasil.
Ini fase di mana pemenang dipisahkan dari quitter.
Maxwell: "Kesuksesan bukan tentang tidak pernah jatuh. Kesuksesan adalah tentang bangun setiap kali Anda jatuh—satu kali lebih banyak dari Anda jatuh."
Strategi untuk Tetap Gigih
1. Ingatkan diri Anda MENGAPA: Ketika "bagaimana" terasa sulit, kembali ke "mengapa"
2. Rayakan kemenangan kecil: Jangan tunggu sampai akhir untuk merayakan
3. Bergabung dengan komunitas: Orang lain yang mengejar mimpi serupa akan memberi Anda energi
4. Lihat kegagalan sebagai feedback: Bukan akhir, tapi informasi untuk diperbaiki
Pertanyaan 9: The Fulfillment Question
"Apakah Mimpi Ini Membawa Kepuasan Sejati?"
Ini pertanyaan yang Maxwell tambahkan setelah bertahun-tahun mengamati orang sukses.
Dia menemukan sesuatu yang mengejutkan: Banyak orang mencapai mimpi mereka dan merasa hampa.
Mereka mencapai puncak gunung dan bertanya, "Itu saja?"
Mimpi yang Memuaskan vs Mimpi yang Kosong
Mimpi kosong:
● Tentang EGO (terlihat hebat di mata orang)
● Tentang KOMPETISI (mengalahkan orang lain)
● Tentang AKUMULASI (mengumpulkan lebih banyak barang)
Mimpi yang memuaskan:
● Tentang KONTRIBUSI (membuat perbedaan)
● Tentang PERTUMBUHAN (menjadi versi terbaik diri Anda)
● Tentang KONEKSI (membangun hubungan bermakna)
Maxwell bertanya: "Ketika Anda mencapai mimpi ini, apakah Anda akan merasa bangga bukan hanya karena Anda mencapainya, tapi karena siapa Anda menjadi dalam prosesnya?"
Kisah Millionaire yang Hampa
Maxwell menceritakan seorang kliennya yang menjadi miliarder di usia 35 tahun—tapi merasa hampa.
"Selama 15 tahun, saya hanya fokus menghasilkan uang. Saya mencapai target saya. Tapi saya kehilangan istri saya dalam prosesnya. Anak-anak saya tidak mengenal saya. Dan saya menyadari: saya menang dalam permainan yang salah."
Dia mengubah mimpinya—dari mengumpulkan kekayaan menjadi menggunakan kekayaan untuk mengubah hidup.
Dan untuk pertama kalinya, dia merasa hidup benar-benar bermakna.
Pelajaran: Jangan tunggu sampai mencapai puncak untuk menyadari Anda mendaki gunung yang salah.
Pertanyaan 10: The Significance Question
"Apakah Mimpi Ini Lebih Besar dari Saya?"
Ini adalah pertanyaan terakhir dan terpenting.
Maxwell: "Mimpi terbesar yang bisa Anda miliki adalah mimpi yang akan hidup lebih lama dari Anda."
Mimpi yang hanya tentang Anda akan mati bersama Anda. Mimpi yang tentang sesuatu yang lebih besar akan terus membuat dampak bahkan setelah Anda pergi.
Dari Sukses ke Significance
Maxwell membedakan:
Sukses = Tentang Anda. Berapa banyak yang Anda capai, hasilkan, miliki. Significance = Tentang orang lain. Berapa banyak hidup yang Anda sentuh, ubah, angkat.
Orang bisa sukses dan tidak signifikan. Tapi orang yang signifikan selalu merasa sukses—karena mereka tahu mereka membuat perbedaan.
Tiga Tes Significance
1. Apakah mimpi ini melayani orang lain?
Jika mimpi Anda hanya membuat hidup Anda lebih baik—itu tidak cukup besar.
Jika mimpi Anda membuat hidup banyak orang lebih baik—itu signifikan.
2. Apakah mimpi ini akan bertahan setelah Anda pergi?
Bisnis yang Anda bangun—apakah akan terus memberdayakan orang? Buku yang Anda tulis—apakah akan terus menginspirasi generasi berikutnya? Gerakan yang Anda mulai—apakah akan terus tumbuh?
3. Apakah Anda melatih orang lain untuk meneruskan mimpi ini?
Pemimpin sejati tidak hanya mencapai mimpi—mereka menciptakan pemimpin baru yang akan melanjutkan.
Warisan Martin Luther King Jr.
MLK tidak hidup untuk melihat mimpinya sepenuhnya terwujud. Dia dibunuh di usia 39 tahun.
Tapi mimpinya tidak mati bersamanya. Jutaan orang melanjutkan perjuangannya. Hukum-hukum berubah. Budaya berubah.
Hari ini, puluhan tahun setelah kematiannya, mimpinya masih hidup dan masih mengubah dunia.
Itu adalah significance.
Maxwell: "Mimpi terbaik adalah mimpi yang akan terus hidup dan tumbuh bahkan setelah Anda tidak ada lagi."
Penutup: Saatnya Menguji Mimpi Anda
John C. Maxwell menutup buku dengan tantangan sederhana:
Ambil mimpi Anda. Tulis di atas kertas. Lalu tanyakan 10 pertanyaan ini:
1. ✓ Apakah ini benar-benar mimpi SAYA?
2. ✓ Apakah saya bisa melihatnya dengan JELAS?
3. ✓ Apakah bergantung pada faktor yang bisa saya KONTROL?
4. ✓ Apakah ini membuat saya BERGERAK?
5. ✓ Apakah saya punya STRATEGI?
6. ✓ Apakah saya punya ORANG yang tepat?
7. ✓ Apakah saya bersedia membayar HARGANYA?
8. ✓ Apakah saya akan tetap GIGIH?
9. ✓ Apakah ini akan MEMUASKAN?
10. ✓ Apakah ini lebih besar dari SAYA?
Jika jawaban Anda "ya" untuk semua atau sebagian besar—kejar mimpi itu dengan sepenuh hati.
Jika jawaban Anda "tidak" untuk banyak pertanyaan—mungkin sudah waktunya untuk menemukan mimpi yang lebih baik.
Mimpi yang Layak Dikejar
Maxwell menulis di halaman terakhir:
"Hidup ini terlalu pendek untuk mengejar mimpi yang salah. Terlalu berharga untuk dihabiskan dalam pekerjaan yang tidak bermakna. Terlalu singkat untuk tidak membuat perbedaan.
Jadi ujilah mimpi Anda. Pastikan itu layak untuk hidup Anda. Pastikan itu layak untuk pengorbanan yang akan Anda buat. Pastikan itu sesuatu yang akan membuat Anda bangga—bukan hanya ketika Anda mencapainya, tapi saat Anda melihat kembali di akhir hidup Anda."
Pertanyaan Terakhir untuk Anda
● Apa mimpi Anda?
● Sudahkah Anda mengujinya dengan 10 pertanyaan ini?
● Jika belum, kapan Anda akan melakukannya?
Ingat kata-kata Les Brown: Kuburan adalah tempat terkaya di dunia—penuh dengan mimpi yang tidak pernah dikejar.
Jangan biarkan mimpi Anda mati bersama Anda.
Uji mimpi Anda hari ini. Kejar mimpi Anda besok. Dan suatu hari nanti, tinggalkan warisan yang akan hidup selamanya.
Seperti yang Maxwell katakan:
"Mimpi yang telah lulus ujian adalah mimpi yang layak untuk hidup Anda—dan mungkin, mimpi yang akan mengubah dunia."
Tentang Buku Asli
"Put Your Dream to the Test: 10 Questions That Will Help You See It and Seize It" diterbitkan pada tahun 2009 oleh Thomas Nelson.
John C. Maxwell adalah salah satu pakar kepemimpinan paling berpengaruh di dunia. Dia telah menulis lebih dari 100 buku (termasuk "The 21 Irrefutable Laws of Leadership" dan "Developing the Leader Within You") yang telah terjual lebih dari 31 juta eksemplar.
Maxwell adalah pendiri EQUIP dan The John Maxwell Company, organisasi yang telah melatih lebih dari 6 juta pemimpin di 180+ negara.
Buku ini berbeda dari karya-karya inspirasionalnya yang lain karena sangat praktis dan actionable. Ini bukan hanya tentang "bermimpi besar"—tapi tentang menguji apakah mimpi besar Anda layak dikejar.
Untuk pemahaman lengkap dan latihan-latihan praktis dalam buku ini, sangat disarankan membaca buku aslinya. Setiap chapter berisi pertanyaan refleksi, exercise, dan worksheet yang akan membantu Anda menerapkan prinsip-prinsip ini pada mimpi Anda sendiri.
Sekarang ambil mimpi Anda. Uji dengan 10 pertanyaan ini. Dan jika lolos ujian—jangan menunda lagi.
Waktu Anda untuk bermimpi adalah sekarang. Waktu Anda untuk bergerak adalah hari ini.

