How to Raise Your Own Salary

Napoleon Hill


Rahasia yang Bos Tidak Beritahu Anda 

Bayangkan dua orang bekerja di perusahaan yang sama. Jabatan sama. Tugas sama. Jam kerja sama. 

Lima tahun kemudian: 

Orang pertama masih di posisi yang sama, dengan gaji yang hanya naik sedikit mengikuti inflasi. Dia mengeluh: "Perusahaan ini tidak menghargai karyawan. Bos saya pelit. Saya tidak pernah dapat kesempatan." 

Orang kedua sudah promosi dua kali. Gajinya naik 150%. Dia dipercaya proyek penting. Bos memintanya untuk memberikan input dalam keputusan strategis. 

Apa bedanya? 

Bukan keberuntungan. Bukan koneksi. Bukan nepotisme. 

Perbedaannya adalah orang kedua tahu rahasia yang orang pertama tidak tahu: gaji Anda tidak ditentukan oleh seberapa lama Anda bekerja atau seberapa keras Anda bekerja—gaji Anda ditentukan oleh seberapa berharga Anda bagi perusahaan. 

Napoleon Hill menulis "How To Raise Your Own Salary" pada tahun 1953 dengan satu tujuan sederhana: mengajarkan pekerja biasa bagaimana membuat diri mereka luar biasa berharga—sehingga kenaikan gaji menjadi tak terelakkan. 

Ini bukan buku tentang bagaimana meminta kenaikan gaji. Ini buku tentang bagaimana menjadi orang yang harus diberi kenaikan gaji—atau kompetitor akan mencurinya. 

Hill tidak berbicara teori. Dia mewawancarai ratusan eksekutif top—termasuk Henry Ford, Thomas Edison, Andrew Carnegie—dan bertanya: "Apa yang membuat Anda mempromosikan seseorang? Apa yang membuat Anda menaikkan gaji mereka?"

Jawabannya mengejutkan sederhana. Dan aplikabel untuk siapa pun—dari fresh graduate hingga manajer senior. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan fundamental: 

Apakah Anda bekerja untuk perusahaan Anda, atau perusahaan Anda bekerja untuk Anda?

 


Bagian 1: Anda adalah Perusahaan—Bukan Karyawan

Ini adalah shift mental pertama dan paling penting yang Hill ajarkan: 

Berhenti berpikir seperti karyawan. Mulai berpikir seperti pemilik bisnis.

Mindset Karyawan vs Mindset Entrepreneur 

Mindset Karyawan: 

● "Saya dibayar untuk melakukan X, jadi saya hanya akan melakukan X."

● "Bukan tugas saya." 

● "Saya sudah bekerja 8 jam, itu cukup." 

● "Kenapa saya harus peduli? Ini bukan perusahaan saya." 

Mindset Entrepreneur: 

● "Bagaimana saya bisa menambah nilai lebih?" 

● "Tidak ada yang 'bukan tugas saya'—ada masalah yang perlu diselesaikan."

● "Saya tidak menghitung jam—saya menghitung hasil." 

● "Semakin sukses perusahaan ini, semakin berharga saya." 

Hill menulis: "Jika Anda menganggap diri Anda sebagai karyawan, Anda akan diperlakukan sebagai karyawan—pengeluaran yang harus diminimalkan. Jika Anda menganggap diri Anda sebagai partner, Anda akan diperlakukan sebagai aset yang harus dipertahankan." 

Anda, Inc.—Perusahaan Bernama Diri Anda 

Bayangkan Anda adalah CEO dari perusahaan yang bernama "Anda, Inc." Produk yang Anda jual? Keahlian, waktu, dan hasil Anda. 

Klien Anda saat ini? Perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. 

Tapi ingat: klien bisa berganti. Jika "Anda, Inc." tidak memberikan nilai yang cukup, klien akan mencari pemasok lain. Dan jika "Anda, Inc." terlalu berharga, klien lain akan mencoba mencurinya dengan tawaran lebih baik. 

Ini bukan tentang tidak loyal. Ini tentang memahami dinamika ekonomi yang sebenarnya: Anda dibayar berdasarkan nilai yang Anda ciptakan, bukan berdasarkan kebutuhan Anda. 

Hill menceritakan kisah seorang pemuda yang datang ke kantornya, meminta nasihat tentang kenaikan gaji. "Saya butuh lebih banyak uang," katanya. "Saya baru menikah, punya bayi, dan tagihan menumpuk." 

Hill bertanya: "Apakah Anda memberikan nilai lebih kepada perusahaan sejak Anda menikah?"

"Tidak," jawab pemuda itu. "Tapi kebutuhan saya meningkat." 

Hill menjawab dengan tegas: "Pasar tidak peduli dengan kebutuhan Anda. Pasar hanya peduli dengan kontribusi Anda. Tingkatkan kontribusi Anda, dan kompensasi akan mengikuti." 

Keras? Ya. Tapi benar.

 


Bagian 2: Formula QQS—Tiga Pilar Nilai 

Hill merumuskan formula sederhana untuk meningkatkan nilai Anda: 

QQS = Quality × Quantity × Spirit 

Mari kita bedah satu per satu. 

Q1: Quality (Kualitas)—Keunggulan dalam Eksekusi 

Kualitas adalah seberapa baik Anda melakukan pekerjaan Anda. 

Tapi Hill tidak berbicara tentang "cukup baik." Dia berbicara tentang keunggulan (excellence).

Perbedaannya? 

"Cukup baik" adalah standar minimum yang diterima. "Keunggulan" adalah standar yang membuat orang terkesan. 

Contoh konkret: 

Dua desainer grafis diminta membuat poster. 

Desainer A mengirimkan poster yang "oke"—memenuhi brief, tidak ada kesalahan teknis, selesai tepat waktu. 

Desainer B mengirimkan tiga versi poster, masing-masing dengan pendekatan visual berbeda. Dia menjelaskan pemikiran di balik setiap pilihan desain. Dia menyertakan mockup bagaimana poster akan terlihat di berbagai media. Dia bahkan menyarankan strategi distribusi. 

Siapa yang akan dipromosikan? 

Hill: "Orang yang hanya memenuhi standar minimum akan selalu dibayar minimum. Orang yang secara konsisten melampaui standar akan dibayar premium." 

Q2: Quantity (Kuantitas)—Produktivitas yang Mengejutkan 

Ini bukan tentang bekerja lebih lama. Ini tentang menghasilkan lebih banyak dalam waktu yang sama. 

Hill mengamati bahwa di setiap perusahaan, ada dua jenis pekerja: 

1. Yang menunggu diberi tugas 

2. Yang mencari tugas untuk diselesaikan 

Tipe pertama selalu punya alasan kenapa mereka "tidak bisa" melakukan lebih:

● "Saya sudah terlalu sibuk." 

● "Saya tidak punya resource." 

● "Itu bukan dalam deskripsi pekerjaan saya." 

Tipe kedua selalu menemukan cara untuk menghasilkan lebih: 

● Mereka mengotomatisasi tugas repetitif 

● Mereka menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah 

● Mereka fokus pada hasil, bukan aktivitas 

Hill menceritakan kisah Henry Ford mewawancarai kandidat untuk posisi manajer. Salah satu pertanyaannya: "Jika saya mempekerjakan Anda, berapa banyak yang bisa Anda hasilkan?" 

Kandidat A: "Saya akan bekerja keras, Pak. 8 jam sehari, 5 hari seminggu." 

Kandidat B: "Saya tidak menghitung jam, Pak. Saya menghitung hasil. Beri tahu saya apa yang Anda butuhkan, dan saya akan menemukan cara untuk menghasilkannya—bahkan jika itu berarti bekerja malam atau akhir pekan." 

Ford mempekerjakan kandidat B dengan gaji 50% lebih tinggi. 

Q3: Spirit (Semangat)—Sikap yang Menular 

Ini adalah elemen yang paling sering diabaikan, tapi paling powerful. 

Spirit adalah sikap mental Anda dalam melakukan pekerjaan. 

Hill mengidentifikasi dua jenis spirit: 

Spirit Negatif: 

● Mengeluh terus 

● Menyebarkan gossip dan drama 

● Menyalahkan orang lain 

● Fokus pada masalah, bukan solusi 

Spirit Positif: 

● Antusias terhadap tantangan 

● Mendukung rekan kerja 

● Mengambil tanggung jawab 

● Fokus pada peluang, bukan hambatan 

Mengapa spirit begitu penting?

Karena sikap Anda mempengaruhi seluruh tim. Satu orang dengan spirit negatif bisa meracuni seluruh departemen. Satu orang dengan spirit positif bisa mengangkat semua orang di sekitarnya. 

Hill: "Bos tidak bodoh. Mereka tahu siapa yang membuat tim lebih baik dan siapa yang membuat tim lebih buruk. Dan mereka akan membayar premium untuk orang yang mengangkat energi seluruh organisasi." 

Formula Lengkap: QQS 

Yang brilian dari formula ini adalah efek pengalinya

Jika Anda punya kualitas tinggi tapi kuantitas rendah—Anda adalah perfeksionis yang lambat. 

Jika Anda punya kuantitas tinggi tapi kualitas rendah—Anda adalah mesin yang menghasilkan sampah. 

Jika Anda punya kualitas dan kuantitas tapi spirit negatif—Anda adalah karyawan toxic yang tidak ada yang mau bekerja dengan Anda. 

Tapi jika Anda punya ketiganya? Anda menjadi tidak tergantikan.

 


Bagian 3: Going the Extra Mile—Rahasia Kompensasi 

Ini adalah prinsip yang Hill ulang-ulang di semua bukunya karena dia melihatnya sebagai perbedaan terbesar antara orang biasa dan orang luar biasa. 

Apa Itu Going the Extra Mile? 

Melakukan lebih dari yang Anda dibayar untuk melakukannya. 

Kebanyakan orang bekerja dengan kalkulator mental: "Saya dibayar X, jadi saya akan bekerja sebesar X—tidak lebih, tidak kurang." 

Orang yang naik cepat bekerja dengan filosofi berbeda: "Saya akan bekerja sebesar 2X, dan membiarkan kompensasi mengejar saya." 

Mengapa Ini Berlawanan Intuisi 

Otak kita berteriak: "Itu tidak adil! Kenapa saya harus bekerja lebih jika tidak dibayar lebih?" 

Hill menjawab: "Karena Anda tidak bisa dibayar untuk sesuatu yang belum Anda lakukan. Tapi Anda selalu akhirnya dibayar untuk sesuatu yang sudah Anda lakukan." 

Pikirkan seperti ini: 

Bos mempromosikan orang yang sudah membuktikan mereka bisa menangani tanggung jawab lebih besar—bukan orang yang berjanji mereka bisa jika diberi kesempatan. 

Jadi bagaimana Anda membuktikannya? Dengan melakukan pekerjaan level berikutnya sebelum Anda promosi. 

Kisah Andrew Carnegie dan Charles Schwab 

Hill menceritakan kisah klasik Andrew Carnegie mempromosikan Charles Schwab menjadi presiden U.S. Steel dengan gaji $75,000 per tahun—angka fantastis di awal 1900-an. 

Ketika wartawan bertanya mengapa, Carnegie menjawab: "Saya membayar Schwab $75,000 untuk apa yang dia lakukan. Tapi saya memberikan bonus $1 juta untuk apa yang dia inspirasinya orang lain untuk lakukan." 

Schwab tidak hanya melakukan pekerjaannya dengan baik. Dia membuat semua orang di sekitarnya bekerja lebih baik. Dia menciptakan budaya keunggulan. Dia mengalikan nilai dirinya melalui orang lain. 

Itulah going the extra mile level tertinggi: membuat nilai Anda eksponensial, bukan linear.

Hukum Kompensasi yang Tidak Tertulis 

Hill merumuskan hukum ini: 

"Jika Anda memberikan nilai lebih hari ini tanpa kompensasi langsung, alam semesta—melalui hukum kompensasi—akan memastikan Anda menerima return berlipat di masa depan." 

Ini membutuhkan iman (faith)—percaya bahwa usaha ekstra Anda tidak akan sia-sia, bahkan jika hasilnya tidak langsung terlihat. 

Tapi Hill menjamin: "Saya telah mempelajari ratusan orang sukses selama 50 tahun. Tidak ada satu pun yang berhasil tanpa konsisten going the extra mile. Dan tidak ada satu pun yang going the extra mile secara konsisten tanpa akhirnya dikompensasi dengan berlimpah."

 


Bagian 4: Personal Initiative—Mengambil Tindakan Tanpa Disuruh 

Ini adalah salah satu kualitas paling berharga yang dicari setiap bos—dan paling langka.

Dua Jenis Karyawan 

Tipe A: Menunggu Instruksi 

● "Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?" 

● "Apakah ini cara yang benar?" 

● "Saya tidak tahu, saya harus tanya bos dulu." 

Tipe B: Mengambil Inisiatif 

● "Saya melihat masalah, dan ini solusi yang saya usulkan." 

● "Saya mencoba tiga pendekatan—ini yang paling berhasil." 

● "Saya tidak ingin mengganggu Anda dengan ini, jadi saya sudah menanganinya." 

Hill: "Bos tidak mau asisten—mereka punya banyak. Bos mau partner yang bisa mereka percayai untuk menyelesaikan masalah tanpa pengawasan konstan." 

Kisah Pemuda yang Mendapat Promosi dalam 6 Bulan 

Hill menceritakan tentang pemuda yang baru masuk perusahaan sebagai office clerk dengan gaji minimum. 

Suatu hari, pemuda ini memperhatikan bahwa sistem filing perusahaan sangat tidak efisien. Karyawan membuang berjam-jam mencari dokumen. 

Kebanyakan orang akan berpikir: "Bukan masalah saya. Saya cuma clerk."

Tapi pemuda ini mengambil inisiatif. Di waktu luangnya (setelah jam kerja), dia: 

1. Menganalisis sistem filing yang ada 

2. Mendesain sistem baru yang lebih efisien 

3. Membuat proposal tertulis dengan perbandingan waktu yang dihemat

4. Mempresentasikannya ke atasannya 

Atasannya terkesan. Sistem baru diimplementasikan. Perusahaan menghemat 15 jam kerja per minggu. 

Enam bulan kemudian, pemuda itu dipromosikan ke posisi manajerial—melompati beberapa level.

Mengapa? Karena dia membuktikan dia berpikir seperti manajer sebelum dia menjadi manajer. 

Tiga Pertanyaan untuk Mengembangkan Personal Initiative

Hill menyarankan Anda bertanya pada diri sendiri setiap hari: 

1. "Masalah apa yang bisa saya selesaikan hari ini yang tidak ada yang minta saya selesaikan?" 

2. "Bagaimana saya bisa membuat pekerjaan bos saya lebih mudah?"

3. "Jika ini perusahaan saya, apa yang akan saya lakukan berbeda?" 

Jawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan tindakan, bukan hanya pemikiran—dan Anda akan menonjol.

 


Bagian 5: Definiteness of Purpose—Tahu Kemana Anda Pergi 

Kebanyakan orang bekerja tanpa tujuan yang jelas. Mereka hanya "bekerja" karena harus membayar tagihan. 

Hill berargumen: Ini adalah cara paling pasti untuk tetap biasa-biasa saja.

Perbedaan Antara Pekerjaan dan Karir 

Pekerjaan: Anda menukar waktu untuk uang. Anda melakukan apa yang disuruh. Anda tidak peduli kemana perusahaan pergi selama gaji masuk. 

Karir: Anda membangun sesuatu. Anda punya visi kemana Anda ingin pergi. Setiap tugas adalah batu loncatan menuju tujuan lebih besar. 

Hill: "Orang dengan pekerjaan bertanya: 'Berapa lama saya harus bekerja hari ini?' Orang dengan karir bertanya: 'Apa yang perlu saya pelajari hari ini untuk sampai ke tujuan saya?'" 

Membuat Rencana Karir 5 Tahun 

Hill mengajarkan latihan sederhana tapi powerful: 

Tulis dengan jelas: 

1. Dimana Anda ingin berada dalam 5 tahun (posisi, gaji, tanggung jawab)

2. Keterampilan apa yang perlu Anda kembangkan untuk sampai di sana

3. Orang siapa yang perlu Anda kenal 

4. Pengalaman apa yang perlu Anda dapatkan 

Lalu tanyakan: "Apakah apa yang saya lakukan hari ini membawa saya lebih dekat ke tujuan 5 tahun saya?" 

Jika jawabannya tidak—Anda membuang-buang hari Anda. 

Hill menceritakan tentang dua office worker: 

Orang A bekerja 9-5, pulang, nonton TV, tidur, repeat. Lima tahun kemudian: masih di posisi sama. 

Orang B bekerja 9-5, lalu 6-8 malam mengambil kursus online tentang data analysis (keterampilan yang dia tahu perusahaannya butuhkan). Akhir pekan, dia volunteering untuk proyek yang memberinya exposure ke departemen lain. Lima tahun kemudian: promosi tiga kali, gaji naik 200%.

Perbedaannya? Definiteness of purpose (tujuan yang pasti).

 


Bagian 6: Master Mind Alliance—Anda adalah Rata-Rata dari Lima Orang 

Hill percaya bahwa tidak ada yang sukses sendirian. Setiap pencapaian besar adalah hasil kolaborasi. 

Membangun Jaringan Strategis 

Kebanyakan orang salah paham tentang networking. Mereka pikir networking adalah: 

● Mengumpulkan kartu nama sebanyak mungkin 

● Menambah 500+ koneksi LinkedIn 

● Datang ke acara networking dan basa-basi 

Hill mengajarkan konsep berbeda: Master Mind Alliance. 

Ini bukan tentang kuantitas koneksi. Ini tentang kualitas hubungan. 

Master Mind Alliance adalah kelompok kecil (3-7 orang) yang: 

● Saling percaya sepenuhnya 

● Punya tujuan yang saling mendukung (tidak kompetitif) 

● Bertemu secara teratur untuk saling membantu memecahkan masalah

● Berkomitmen pada kesuksesan satu sama lain 

Tiga Jenis Orang yang Harus Ada dalam Jaringan Anda 

1. Mentor - Orang yang sudah di tempat Anda ingin berada. Mereka memberi perspektif dan nasihat. 

2. Peer - Orang di level yang sama dengan Anda. Mereka memberi support dan accountability. 

3. Mentee - Orang yang Anda mentori. Mengajar orang lain memperdalam pemahaman Anda sendiri. 

Hill: "Jika semua orang di jaringan Anda lebih rendah dari Anda, Anda tidak akan tumbuh. Jika semua orang lebih tinggi dan Anda tidak memberikan nilai, mereka tidak akan bertahan lama. Balans adalah kunci." 

Hukum Timbal Balik 

Kesalahan terbesar dalam networking: hanya mengambil, tidak memberi. 

Hill: "Jangan pernah meminta bantuan sebelum Anda membangun rekening bank relasi. Beri dulu—secara konsisten dan tanpa pamrih. Baru ketika dibutuhkan, Anda bisa 'menarik'."

Contoh: 

● Sharing artikel yang relevan dengan kontak Anda 

● Mengenalkan dua orang yang bisa saling menguntungkan 

● Merekomendasikan seseorang untuk peluang 

● Memberikan feedback konstruktif ketika diminta 

Ketika Anda konsisten memberi, dan suatu hari Anda membutuhkan bantuan—orang akan berlomba-lomba membantu Anda.

 


Bagian 7: Attractive Personality—Daya Tarik yang Mengangkat Nilai 

Hill mengamati sesuatu yang menarik: dua orang dengan keterampilan teknis yang sama bisa mendapat kompensasi sangat berbeda—karena kepribadian. 

Enam Elemen Kepribadian Menarik 

1. Sikap Mental Positif 

Tidak ada yang mau bekerja dengan orang yang selalu negatif, mengeluh, atau pesimis. 

Hill: "Orang dengan sikap positif membuat masalah terlihat seperti peluang. Orang dengan sikap negatif membuat peluang terlihat seperti masalah." 

2. Fleksibilitas 

Dunia berubah cepat. Orang yang kaku dan resisten terhadap perubahan menjadi obsolete. 

Orang dengan kepribadian menarik bisa beradaptasi. Mereka melihat perubahan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan ancaman. 

3. Ketulusan 

Orang bisa merasakan ketika Anda manipulatif atau tidak tulus. Dan mereka tidak akan mempercayai Anda. 

Kepribadian menarik sejati datang dari benar-benar peduli tentang kontribusi Anda dan tentang orang-orang di sekitar Anda. 

4. Sense of Humor 

Kemampuan untuk tertawa—terutama pada diri sendiri—membuat Anda mudah diajak bekerja. 

Hill: "Orang yang terlalu serius tentang diri mereka sendiri melelahkan. Orang yang bisa menemukan humor bahkan dalam situasi sulit membuat semua orang bernafas lega." 

5. Kemurahan Hati dengan Pujian 

Orang yang pelit dengan pengakuan menciptakan lingkungan toxic. Orang yang murah hati dengan pujian tulus menciptakan lingkungan dimana orang berkembang. 

6. Kontrol Diri 

Kemampuan untuk tetap tenang dalam tekanan. Tidak meledak ketika frustrasi. Tidak impulsif dalam keputusan.

Hill: "Bos mencari orang yang bisa mereka percayakan dengan tanggung jawab besar. Mereka tidak akan mempercayai orang yang tidak bisa mengendalikan diri mereka sendiri."

 


Penutup: Formula Sederhana untuk Gaji yang Tidak Terbatas 

Di akhir buku, Hill merangkum semuanya dalam satu formula sederhana:

Nilai Anda = QQS × Extra Mile × Initiative × Purpose × Network × Personality

Perhatikan ini bukan penjumlahan—ini perkalian. 

Artinya: jika salah satu elemen adalah nol, seluruh nilai Anda menjadi nol. 

Anda bisa punya keterampilan teknis terbaik di dunia, tapi jika kepribadian Anda buruk—tidak ada yang mau bekerja dengan Anda. 

Anda bisa punya kepribadian fantastis, tapi jika Anda tidak punya inisiatif—Anda tidak akan pernah dipromosikan. 

Tiga Pertanyaan untuk Evaluasi Diri 

Hill menyarankan Anda bertanya setiap bulan: 

1. "Apakah saya lebih berharga bulan ini dibanding bulan lalu?" Jika tidak—Anda stagnan. 

2. "Jika saya adalah bos saya, apakah saya akan menaikkan gaji saya?" Jika tidak—Anda tahu apa yang harus diperbaiki. 

3. "Jika saya kehilangan pekerjaan hari ini, apakah perusahaan lain akan berlomba-lomba mempekerjakan saya?" Jika tidak—Anda belum cukup berharga. 

Kebenaran Keras yang Perlu Anda Terima 

Hill menulis dengan tegas: 

"Tidak ada yang berhutang Anda kenaikan gaji. Tidak ada yang berhutang Anda promosi. Tidak ada yang berhutang Anda pekerjaan." 

"Tapi jika Anda membuat diri Anda sangat berharga—jika Anda memberikan nilai yang jauh melebihi kompensasi Anda—pasar akan memaksa bos Anda untuk membayar Anda lebih. Dan jika bos Anda tidak melakukannya, kompetitor akan." 

Ini adalah kebenaran keras, tapi membebaskan. 

Karena itu berarti gaji Anda sepenuhnya dalam kontrol Anda.

Tidak bergantung pada mood bos. Tidak bergantung pada budget perusahaan. Tidak bergantung pada politik kantor. 

Gaji Anda bergantung pada satu hal: nilai yang Anda ciptakan.

Dan itu adalah sesuatu yang bisa Anda tingkatkan setiap hari.

 


Pertanyaan untuk Tindakan Anda 

Sebelum Anda menutup ringkasan ini, Hill akan menantang Anda dengan pertanyaan-pertanyaan ini: 

1. Jika Anda adalah bos, berapa banyak Anda akan membayar diri Anda sendiri? Jawab dengan jujur. Jika angkanya lebih rendah dari gaji Anda sekarang, Anda overcompensated. Jika lebih tinggi, Anda punya bukti untuk kenaikan gaji. 

2. Kapan terakhir kali Anda going the extra mile tanpa disuruh? Jika tidak bisa ingat—mulai hari ini. 

3. Apa satu keterampilan yang jika Anda kuasai, akan membuat nilai Anda naik 50%? Identifikasi, lalu buat rencana untuk mempelajarinya dalam 6 bulan. 

4. Siapa lima orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama? Apakah mereka mengangkat Anda atau menarik Anda ke bawah? 

5. Jika perusahaan Anda bangkrut besok, apakah Anda akan mudah mendapat pekerjaan baru dengan gaji lebih tinggi? Jika tidak—Anda belum cukup marketable. 

Napoleon Hill menutup buku ini dengan kata-kata yang menginspirasi: 

"Jangan pernah meminta kenaikan gaji. Buat diri Anda begitu berharga sehingga bos Anda takut kehilangan Anda. Maka kenaikan gaji bukan lagi permintaan—itu menjadi penawaran." 

Sekarang pergilah. Berhenti mengeluh tentang gaji Anda. Mulai tingkatkan nilai Anda.

Karena seperti yang Hill katakan: 

"Satu-satunya cara untuk menaikkan gaji Anda adalah dengan menaikkan nilai Anda. Dan satu-satunya orang yang bisa melakukan itu adalah Anda."

 


Tentang Buku Asli 

"How To Raise Your Own Salary" diterbitkan pada tahun 1953 oleh The Combined Registry Company. Buku ini adalah salah satu karya Hill yang lebih pendek dan lebih fokus—ditujukan khusus untuk pekerja dan karyawan yang ingin meningkatkan nilai mereka. 

Napoleon Hill (1883-1970) menghabiskan 50 tahun mempelajari rahasia kesuksesan dari 500+ orang paling berhasil di Amerika. Buku-bukunya yang paling terkenal termasuk "Think and Grow Rich" (1937) dan "The Law of Success" (1928). 

Untuk pemahaman lengkap tentang prinsip-prinsip praktis Hill untuk meningkatkan karir, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap esensi, tapi buku lengkap memberikan lebih banyak contoh, cerita, dan aplikasi spesifik. 

Sekarang terapkan prinsip-prinsip ini. Bukan besok. Bukan Senin depan. Hari ini. 

Karena setiap hari Anda menunda meningkatkan nilai Anda adalah hari lagi gaji Anda tetap stagnan. 

Raise your value. Raise your salary.