High Road Leadership

John C. Maxwell


Dua Jalan, Satu Pilihan 

Bayangkan Anda berdiri di persimpangan. 

Di depan Anda ada dua jalan. Keduanya menuju ke puncak yang sama—kesuksesan, pengaruh, pencapaian. 

Jalan pertama menurun. Mudah. Cepat. Diaspal mulus. Anda melihat banyak orang berlari di jalan ini—mereka mendorong, menyikut, menginjak yang jatuh. Beberapa sampai ke atas dengan cepat. Tapi jejak yang mereka tinggalkan penuh dengan orang yang terluka, hubungan yang rusak, dan kepercayaan yang hancur. 

Jalan kedua menanjak. Lebih sulit. Lebih lambat. Berbatu. Tapi orang-orang di jalan ini berjalan bersama. Mereka mengulurkan tangan untuk membantu yang tertinggal. Mereka membangun jembatan, bukan membakar. Dan ketika mereka sampai di puncak, mereka tidak sendirian—mereka dikelilingi oleh orang-orang yang percaya, menghormati, dan ingin mengikuti mereka. 

Ini adalah perbedaan antara Low Road Leadership dan High Road Leadership. 

John C. Maxwell—penulis lebih dari 100 buku tentang kepemimpinan, mentor jutaan pemimpin di seluruh dunia, dan salah satu ahli kepemimpinan paling berpengaruh di planet ini—menulis buku "High Road Leadership" sebagai respons terhadap krisis kepemimpinan global. 

Di dunia yang semakin terpolarisasi, di mana pemimpin lebih sering memecah belah daripada menyatukan, di mana politik identitas lebih penting daripada karakter, di mana menang lebih diprioritaskan daripada melakukan yang benar—Maxwell menawarkan jalan alternatif. 

Jalan yang lebih tinggi. Jalan yang lebih sulit. Tapi jalan yang menciptakan warisan yang bertahan. 

Pertanyaannya sekarang: Jalan mana yang akan Anda pilih?

 


Bagian 1: The Fork in the Road—Persimpangan yang Menentukan 

Mengapa Banyak Pemimpin Memilih Low Road? 

Maxwell memulai dengan pertanyaan jujur: Jika High Road begitu baik, mengapa banyak pemimpin memilih Low Road? 

Jawabannya sederhana: Karena Low Road lebih mudah dan lebih cepat memberikan hasil.

Low Road Leadership adalah kepemimpinan yang: 

Mengutamakan diri sendiri di atas orang lain 

Memecah belah untuk mendapatkan keuntungan politik 

Memanipulasi daripada menginspirasi 

Menyalahkan daripada bertanggung jawab 

Mengambil kredit tanpa memberikan penghargaan 

Di jangka pendek, strategi ini berhasil. Anda bisa naik cepat. Menang debat. Mengalahkan kompetitor. Mendapat promosi. 

Tapi ada harga yang harus dibayar. 

Maxwell menulis: "Low Road mungkin membawa Anda ke puncak lebih cepat, tapi Anda akan sampai di sana sendirian, tidak dipercaya, dan tanpa warisan yang berarti." 

Apa Itu High Road Leadership? 

High Road Leadership adalah keputusan sadar untuk memimpin dengan cara yang: 

Mengutamakan orang lain dan kepentingan yang lebih besar 

Menyatukan meskipun ada perbedaan 

Menginspirasi melalui contoh, bukan paksaan 

Bertanggung jawab atas kesalahan 

Memberikan kredit kepada tim 

Ini bukan tentang menjadi lemah. Ini bukan tentang menghindari konflik. Ini bukan tentang selalu menyenangkan semua orang. 

High Road Leadership adalah tentang kekuatan karakter untuk melakukan yang benar bahkan ketika yang salah lebih mudah. 

Momen Persimpangan 

Setiap pemimpin menghadapi momen persimpangan—momen di mana mereka harus memilih:

Apakah saya akan mengambil jalan pintas untuk menang sekarang, atau tetap pada prinsip saya meskipun itu lebih sulit? 

Maxwell berbagi kisah pribadinya: Puluhan tahun lalu, dia punya kesempatan untuk mengekspos kesalahan pesaing bisnis yang akan menghancurkan reputasi orang itu dan memberi Maxwell keuntungan besar. 

Low Road jelas: Ekspos. Menang. Maju. 

Tapi Maxwell memilih High Road: Diam. Fokus pada kekuatan sendiri, bukan kelemahan orang lain. Biarkan karya bicara. 

Apa hasilnya? Dalam jangka pendek, tidak ada. Pesaingnya tetap berkembang. Maxwell tidak mendapat keuntungan langsung. 

Tapi bertahun-tahun kemudian, orang itu menghubungi Maxwell dan berkata: "Saya tahu apa yang Anda bisa lakukan pada saya. Terima kasih karena tidak melakukannya. Itu mengubah cara saya memimpin." 

Inilah kekuatan High Road: Anda mungkin tidak menang hari ini, tapi Anda membangun pengaruh yang bertahan selamanya.

 


Bagian 2: Karakter—Fondasi High Road Leadership

Karakter vs Reputasi 

Maxwell membuat perbedaan krusial: 

Reputasi adalah apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Karakter adalah apa yang Anda sebenarnya ketika tidak ada yang melihat. 

Anda bisa membangun reputasi dengan marketing yang baik. Anda bisa mengelola citra. Anda bisa menyewa PR firm untuk membuat Anda terlihat baik. 

Tapi karakter? Itu dibangun dalam keputusankeputusan kecil setiap hari ketika tidak ada yang memberi applause. 

Maxwell menulis: "Karakter adalah pohon; reputasi adalah bayangannya. Apa yang kita pikirkan tentang bayangan adalah satu hal. Apa pohon itu sebenarnya adalah yang lain." 

Lima Pilar Karakter High Road Leader 

1. Integritas 

Integritas adalah konsistensi antara apa yang Anda katakan dan apa yang Anda lakukan. Antara nilai yang Anda klaim dan perilaku Anda ketika tidak ada yang melihat. 

Maxwell mengutip kisah seorang CEO yang kehilangan kontrak miliaran rupiah karena menolak menyuap pejabat pemerintah. Perusahaan rival yang bersedia menyuap mendapat kontrak. 

Lima tahun kemudian, perusahaan rival itu runtuh dalam skandal korupsi. CEO yang memilih integritas masih memimpin perusahaan yang sehat dan dihormati. 

Integritas mungkin membuat Anda kehilangan kesempatan jangka pendek, tapi melindungi Anda dari kehancuran jangka panjang. 

2. Kerendahan Hati 

Kerendahan hati bukan berarti rendah diri. Kerendahan hati adalah kekuatan untuk mengakui bahwa Anda tidak tahu segalanya, Anda membuat kesalahan, dan Anda membutuhkan orang lain. 

Maxwell berbagi prinsip pribadinya: "Ketika sesuatu berjalan baik, berikan kredit kepada tim. Ketika sesuatu berjalan buruk, ambil tanggung jawab sebagai pemimpin." 

Ini kebalikan dari Low Road leader yang mengambil kredit ketika berhasil dan menyalahkan orang lain ketika gagal.

3. Keberanian 

High Road membutuhkan keberanian—bukan keberanian untuk berperang, tapi keberanian untuk berdamai. Bukan keberanian untuk menyerang, tapi keberanian untuk mengampuni. Bukan keberanian untuk menang, tapi keberanian untuk melakukan yang benar. 

Rosa Parks punya keberanian untuk tetap duduk ketika diperintahkan berdiri. Martin Luther King Jr. punya keberanian untuk memilih cinta ketika dibenci. Mandela punya keberanian untuk memaafkan ketika dia punya setiap alasan untuk membalas dendam. 

High Road Leadership membutuhkan keberanian moral untuk melawan arus.

4. Kejujuran 

Kejujuran adalah mengatakan kebenaran meskipun itu menyakitkan, tidak populer, atau merugikan Anda. 

Maxwell menceritakan seorang manajer yang harus memberitahu tim bahwa proyek yang mereka kerjakan selama setahun akan dibatalkan. Dia bisa berbohong, menyalahkan departemen lain, atau menutup-nutupi. 

Tapi dia memilih High Road: Katakan kebenaran. Jelaskan alasannya. Akui kekecewaannya. Dan bantu tim menemukan makna dalam pekerjaan mereka meskipun proyek dibatalkan. 

Hasilnya? Tim menghargai kejujurannya dan tetap loyal. 

5. Konsistensi 

Karakter diuji bukan dalam momen besar, tapi dalam keputusan kecil setiap hari. 

Apakah Anda bersikap hormat kepada pelayan restoran seperti Anda hormat kepada CEO? Apakah Anda memperlakukan intern dengan martabat yang sama seperti Anda perlakukan eksekutif senior? Apakah nilai-nilai Anda sama di kantor dan di rumah? 

Orang tidak percaya pada apa yang Anda katakan. Mereka percaya pada apa yang Anda lakukan secara konsisten.

 


Bagian 3: Kepemimpinan yang Menyatukan, Bukan Memecah 

The Temptation to Divide 

Maxwell mengamati bahwa dunia kita semakin terpolarisasi. Politik. Agama. Ras. Ekonomi. Generasi. 

Dan banyak pemimpin memanfaatkan perpecahan ini untuk keuntungan mereka.

Mengapa? Karena perpecahan menciptakan loyalitas tribal yang kuat. 

Jika saya bisa membuat Anda percaya bahwa "mereka" adalah musuh—dan bahwa hanya saya yang bisa melindungi Anda dari "mereka"—saya mendapat pengikut yang fanatik. 

Ini adalah Low Road strategy yang telah digunakan oleh diktator, demagog, dan politisi sepanjang sejarah. 

Tapi Maxwell memperingatkan: "Kepemimpinan yang memecah belah mungkin membangun kingdom untuk Anda, tapi menghancurkan komunitas untuk semua orang." 

High Road: Building Bridges 

High Road Leader melihat perpecahan dan bertanya: "Bagaimana saya bisa membangun jembatan?" 

Bukan dengan mengabaikan perbedaan. Bukan dengan berpura-pura semua orang sama. Tapi dengan mencari kesamaan yang lebih dalam daripada perbedaan yang terlihat. 

Maxwell mengidentifikasi empat prinsip untuk menyatukan: 

1. Cari Common Ground 

Sebelum Anda membicarakan perbedaan, cari kesamaan. 

Maxwell berbagi contoh: Dia diminta memimpin retreat untuk perusahaan yang timnya terpecah antara dua faksi yang saling membenci—tim lama vs tim baru setelah merger. 

Alih-alih memaksa mereka berdebat tentang perbedaan, Maxwell meminta semua orang berbagi: "Mengapa Anda bekerja di sini? Apa yang Anda cintai tentang pekerjaan Anda?" 

Ternyata, semua orang—tim lama dan baru—punya passion yang sama untuk produk dan pelanggan. Kesamaan itu menjadi fondasi untuk membangun kembali kepercayaan. 

2. Dengarkan untuk Memahami, Bukan untuk Menjawab

Kebanyakan orang tidak mendengarkan. Mereka menunggu giliran bicara. 

High Road Leader mendengarkan dengan sungguh-sungguh—bukan untuk menemukan kelemahan dalam argumen lawan, tapi untuk benar-benar memahami perspektif mereka. 

Maxwell mengutip Stephen Covey: "Seek first to understand, then to be understood."

3. Validasi Tanpa Harus Setuju 

Anda bisa menghormati seseorang tanpa setuju dengan mereka. Anda bisa mengakui bahwa perspektif mereka valid untuk mereka tanpa mengadopsinya sebagai milik Anda. 

Kalimat sederhana tapi powerful: "Saya mengerti mengapa Anda merasa seperti itu. Ceritakan lebih banyak." 

Ini membuka dialog. Ini menurunkan pertahanan. Ini menciptakan ruang untuk jembatan.

4. Fokus pada Misi yang Lebih Besar 

Ketika tim terpecah oleh perbedaan kecil, High Road Leader mengangkat perspektif mereka ke misi yang lebih besar. 

"Kita semua di sini karena alasan yang sama. Mari kita fokus pada itu."

 


Bagian 4: Mengatasi Ego—Musuh Terbesar

High Road Ego vs Humilitas 

Maxwell blak-blakan: "Ego adalah musuh terbesar kepemimpinan yang baik." 

Ego membuat Anda berpikir Anda yang paling pintar di ruangan. Ego membuat Anda membutuhkan untuk selalu benar. Ego membuat Anda tidak bisa meminta maaf. Ego membuat Anda mengambil kredit dan menyalahkan orang lain. 

Ego adalah jalan langsung ke Low Road. 

Tanda-Tanda Ego Mengendalikan Anda 

Maxwell memberikan checklist jujur: 

● Anda merasa threatened ketika orang lain mendapat pujian 

● Anda kesulitan mengakui kesalahan 

● Anda harus menang setiap argumen 

● Anda lebih peduli tentang siapa yang mendapat kredit daripada apa yang dicapai

● Anda menghindari orang yang lebih pintar dari Anda 

● Anda tidak bisa merayakan kesuksesan orang lain 

Jika Anda menjawab "ya" untuk lebih dari dua, ego Anda mungkin mengendalikan kepemimpinan Anda. 

Mengalahkan Ego dengan Tujuan 

Cara terbaik mengalahkan ego adalah dengan memiliki tujuan yang lebih besar dari diri Anda sendiri. 

Ketika Anda benar-benar peduli pada misi—bukan pada reputasi Anda, bukan pada promosi Anda, bukan pada pengakuan Anda—ego secara alami berkurang. 

Maxwell berbagi kisah Mother Teresa yang ditanya: "Bagaimana Anda melakukan semua ini tanpa lelah?" 

Jawabannya sederhana: "Saya tidak melakukannya untuk saya. Saya melakukannya untuk mereka." 

Ketika "itu" lebih besar dari "saya," ego kehilangan kekuatannya.

 


Bagian 5: Kepemimpinan yang Melayani—Servant Leadership 

Membalik Piramida 

Model kepemimpinan tradisional adalah piramida: Pemimpin di atas, karyawan di bawah. Kekuasaan mengalir dari atas ke bawah. Pemimpin dilayani. 

High Road Leadership membalik piramida: Pemimpin berada di bawah, mendukung tim. 

Maxwell mengutip Jesus Christ—regardless of your religious beliefs—sebagai model ultimate servant leadership: "Whoever wants to be first must be last and servant of all." 

Tiga Pertanyaan Servant Leader 

Maxwell mengajarkan bahwa Servant Leader terus-menerus bertanya: 

1. "Apa yang orang-orang saya butuhkan dari saya?" 

Bukan "Apa yang saya butuhkan dari mereka?" Tapi "Bagaimana saya bisa melayani mereka agar mereka bisa sukses?" 

2. "Bagaimana saya bisa menolong mereka tumbuh?" 

Pemimpin yang baik menciptakan followers. Pemimpin yang hebat menciptakan pemimpin. 

Maxwell menulis: "Kesuksesan sejati kepemimpinan diukur bukan dengan apa yang Anda capai, tapi dengan apa yang orang lain capai karena Anda." 

3. "Apakah saya memberikan contoh yang ingin saya lihat?" 

Anda tidak bisa meminta tim Anda bekerja keras jika Anda datang terlambat dan pulang awal. Anda tidak bisa meminta mereka jujur jika Anda berbohong. Anda tidak bisa meminta mereka menghormati pelanggan jika Anda kasar pada pelayan. 

People do what people see. 

Harga Servant Leadership 

Maxwell jujur: Servant Leadership tidak mudah. 

Anda akan: 

● Bekerja lebih keras daripada orang lain 

● Mendapat kredit lebih sedikit

● Mengambil tanggung jawab untuk kesalahan yang bukan Anda buat

● Merayakan kesuksesan orang lain lebih dari kesuksesan Anda sendiri 

Tapi hadiahnya? 

Tim yang loyal, budaya yang sehat, dan warisan yang bertahan.

 


Bagian 6: Keputusan Sulit dengan Hati yang Baik

Tough Decisions ≠ Mean Decisions 

Maxwell mengatasi miskonsepsi: High Road Leadership bukan berarti selalu nice dan menghindari konflik. 

Kadang High Road memerlukan keputusan yang sangat sulit—memecat karyawan yang tidak berkinerja, mengatakan tidak pada klien besar, mengakhiri partnership yang toxic. 

Bedanya: Low Road leader membuat keputusan tough dengan hati yang keras. High Road leader membuat keputusan tough dengan hati yang baik. 

Framework untuk Keputusan Sulit 

Maxwell menawarkan framework: 

1. Apakah ini keputusan yang benar secara etis? Tidak peduli seberapa menguntungkan, jika tidak etis, jawabannya tidak. 

2. Apakah ini keputusan terbaik untuk organisasi jangka panjang? Bukan hanya untuk kuartal ini. Bukan hanya untuk bonus Anda tahun ini. Tapi untuk kesehatan organisasi 5-10 tahun ke depan. 

3. Bagaimana saya bisa membuat keputusan ini dengan cara yang menghormati martabat semua orang yang terdampak? Bahkan ketika Anda memecat seseorang, Anda bisa melakukannya dengan cara yang menghormati mereka. 

4. Apakah saya akan bangga dengan keputusan ini ketika saya menceritakannya kepada cucu saya? Maxwell menyebutnya "The Grandchild Test." Jika Anda malu menceritakan keputusan Anda pada cucu, jangan lakukan. 

Contoh: Memecat Teman 

Maxwell berbagi kisah pribadi yang menyakitkan: Dia harus memecat sahabat lama yang kinerjanya terus menurun dan merugikan organisasi. 

Low Road: Hindari konfrontasi. Atau pecat melalui email/orang ketiga. 

High Road yang Maxwell pilih: 

● Berbicara langsung, empat mata 

● Menjelaskan dengan jujur mengapa keputusan ini harus dibuat 

● Mengakui persahabatan mereka dan rasa sakit keputusan ini 

● Menawarkan bantuan untuk transisi dan referensi untuk pekerjaan berikutnya

● Tidak membakar jembatan meskipun harus mengakhiri partnership profesional

Apakah ini mudah? Tidak. Apakah ini menyakitkan? Sangat. Apakah ini High Road? Ya.

 


Bagian 7: Membangun Warisan High Road 

Success vs Significance 

Maxwell membuat perbedaan krusial: 

Success adalah tentang apa yang Anda capai. Significance adalah tentang apa yang Anda tinggalkan. 

Anda bisa sukses tanpa signifikan. Anda bisa kaya, terkenal, powerful—dan tidak meninggalkan apa-apa yang berarti ketika Anda pergi. 

High Road Leadership tentang significance, bukan hanya success. 

Tiga Pertanyaan Warisan 

Maxwell mengajak pembaca merenungkan: 

1. Ketika Anda tidak ada lagi, apa yang akan orang katakan tentang Anda? Bukan di eulogy formal. Tapi dalam percakapan jujur di meja makan. Apa yang benar-benar mereka rasakan? 

2. Siapa yang Anda bantu menjadi lebih baik karena Anda? Berapa banyak orang yang tumbuh, berkembang, dan menjadi versi terbaik mereka karena kepemimpinan Anda? 

3. Nilai apa yang Anda tanamkan yang akan bertahan setelah Anda pergi? Apakah organisasi Anda akan tetap melakukan yang benar ketika Anda tidak ada? Atau budaya etis hanya ada karena Anda polisi moral? 

Finishing Strong 

Maxwell menutup dengan pengingat: "Bukan bagaimana Anda mulai yang penting. Bagaimana Anda selesai." 

Banyak pemimpin mulai dengan idealism, integritas, dan passion—tapi seiring waktu, mereka tergoda oleh Low Road. Mereka kompromi sedikit di sini, shortcut sedikit di sana, sampai mereka tidak lagi mengenali diri mereka sendiri. 

High Road Leadership adalah komitmen untuk finish strong—untuk tetap pada prinsip dari awal sampai akhir.

 


Penutup: Jalan Anda, Pilihan Anda 

Di akhir buku, Maxwell kembali ke gambar di awal: dua jalan. 

Low Road masih ada. Masih mudah. Masih cepat. 

Anda bisa memanipulasi untuk menang. Anda bisa memecah belah untuk berkuasa. Anda bisa menginjak orang lain untuk naik. 

Dan mungkin Anda akan sampai ke puncak. 

Tapi Maxwell bertanya: "Puncak yang mana? Dan siapa yang akan ada di sana dengan Anda?" 

High Road lebih sulit. Lebih lambat. Lebih melelahkan. 

Anda harus melawan ego. Anda harus mendengarkan ketika Anda ingin berteriak. Anda harus memaafkan ketika Anda ingin membalas. Anda harus memberikan kredit ketika Anda ingin mengambilnya. 

Tapi Maxwell menjanjikan: "Di puncak High Road, Anda tidak akan sendirian. Anda akan dikelilingi oleh orang yang percaya pada Anda, menghormati Anda, dan ingin mengikuti Anda. Dan warisan Anda akan bertahan jauh setelah Anda pergi." 

Deklarasi High Road Leader 

Maxwell menutup dengan deklarasi yang dia ajak pembaca buat: 

"Saya memilih High Road. 

Saya akan memimpin dengan integritas meskipun itu merugikan saya.

Saya akan menyatukan meskipun perpecahan lebih mudah. 

Saya akan melayani meskipun saya bisa dilayani. 

Saya akan membangun jembatan meskipun saya bisa membakar. 

Saya akan mengangkat orang lain meskipun saya bisa menginjak mereka. 

Karena di akhir hari, saya ingin dikenang bukan karena seberapa tinggi saya mendaki, tapi karena berapa banyak orang yang saya bantu untuk naik bersama saya." 

Pertanyaan untuk Anda 

Maxwell meninggalkan Anda dengan pertanyaan sederhana tapi profound:

"Jalan mana yang Anda pilih hari ini? Dan siapa yang Anda ajak untuk berjalan bersama Anda?" 

Tidak ada jawaban yang mudah. Setiap hari Anda akan menghadapi momen persimpangan—Low Road atau High Road? 

Tapi Maxwell berjanji: Setiap kali Anda memilih High Road, Anda menjadi lebih kuat. Pengaruh Anda menjadi lebih dalam. Dan dunia menjadi sedikit lebih baik. 

Satu keputusan pada satu waktu. Satu tindakan pada satu waktu. Satu orang pada satu waktu.

Itulah bagaimana High Road Leaders mengubah dunia. 

Jadi hari ini—saat ini—di mana pun Anda berada: 

Pilih High Road. 

Dunia membutuhkan lebih banyak pemimpin seperti Anda.

 


Tentang Buku Asli 

"High Road Leadership: Bringing People Together In A World That Divides" diterbitkan pada tahun 2024 sebagai salah satu karya terbaru dan paling relevan dari John C. Maxwell. 

John C. Maxwell adalah penulis lebih dari 100 buku tentang kepemimpinan dengan penjualan lebih dari 31 juta eksemplar dalam 50 bahasa. Dia adalah pembicara kepemimpinan nomor 1 di dunia menurut American Management Association dan telah melatih lebih dari 6 juta pemimpin melalui organisasinya. 

Buku "High Road Leadership" lahir dari keprihatinan Maxwell terhadap krisis kepemimpinan global—di mana semakin banyak pemimpin memilih perpecahan, manipulasi, dan kepentingan pribadi di atas integritas dan pelayanan. 

Berbeda dengan buku-buku kepemimpinan Maxwell sebelumnya yang lebih fokus pada skill dan strategi, "High Road Leadership" adalah tentang karakter dan pilihan moral—apa yang membedakan pemimpin yang membangun warisan vs pemimpin yang hanya membangun karir. 

Untuk pemahaman lengkap tentang bagaimana menjadi pemimpin yang menyatukan di dunia yang memecah belah, sangat disarankan membaca buku aslinya. Maxwell memberikan puluhan cerita, studi kasus, dan framework praktis yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Ringkasan ini memberikan peta jalan—buku lengkapnya memberikan kompas moral untuk setiap langkah perjalanan kepemimpinan Anda. 

Sekarang pergilah dan pilih High Road. 

Karena dunia tidak kekurangan pemimpin—dunia kekurangan pemimpin yang baik.

Dan Anda bisa menjadi salah satunya.