The Winning Attitude

John C. Maxwell


Dua Karyawan, Satu Kesempatan

Bayangkan dua karyawan di perusahaan yang sama. Sebut saja mereka David dan Robert. 

Keduanya punya latar belakang serupa—lulusan universitas yang sama, pengalaman kerja yang setara, gaji yang identik. Mereka bahkan masuk kerja di hari yang sama, lima tahun lalu. 

Suatu hari, CEO mengumumkan ada satu posisi manajer yang tersedia. Kompetisi terbuka untuk semua. 

David langsung berpikir: "Ini kesempatan saya! Saya sudah bekerja keras selama lima tahun. Saya layak mendapat promosi ini. Saya akan berusaha semaksimal mungkin." 

Robert berpikir berbeda: "Ah, promosi itu pasti sudah ada orangnya. Perusahaan cuma bikin kompetisi biar terlihat fair. Orang dalam pasti yang menang. Kenapa repot-repot coba? Toh hasilnya sama saja." 

Tiga bulan kemudian, David dipromosikan. Robert masih di posisi yang sama, semakin pahit dan sinis. 

Apa yang membedakan mereka? 

Bukan kemampuan. Bukan koneksi. Bukan keberuntungan. 

Yang membedakan adalah sikap

John C. Maxwell—salah satu ahli kepemimpinan paling berpengaruh di dunia, penulis lebih dari 100 buku yang terjual puluhan juta eksemplar—memulai "The Winning Attitude" dengan klaim yang sederhana namun revolusioner: 

"Sikap Anda, bukan bakat Anda, akan menentukan ketinggian Anda." 

Ini bukan motivasi kosong. Ini adalah prinsip yang telah dibuktikan oleh ribuan pemimpin sukses, atlet juara, dan entrepreneur yang membangun kerajaan bisnis dari nol.

Dan kabar baiknya? Sikap adalah satu-satunya hal yang 100% berada dalam kendali Anda. 

Anda tidak bisa mengontrol ekonomi. Anda tidak bisa mengontrol cuaca. Anda tidak bisa mengontrol orang lain. 

Tapi Anda selalu bisa mengontrol sikap Anda. 

Buku ini adalah panduan untuk memilih sikap pemenang—dan mempertahankannya bahkan ketika hidup melempar batu ke kepala Anda. 

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Sikap adalah Segalanya 

Perbedaan 85% vs 15% 

Penelitian demi penelitian menunjukkan pola yang sama: 85% kesuksesan seseorang ditentukan oleh sikap, hanya 15% oleh kemampuan teknis. 

Harvard University melakukan studi terhadap ribuan eksekutif yang dipecat. Hasilnya mengejutkan: 85% dipecat bukan karena kurang kompeten secara teknis—tapi karena sikap yang buruk. Mereka tidak bisa bekerja sama dengan tim. Mereka resisten terhadap perubahan. Mereka arogan atau terlalu negatif. 

Di sisi lain, orang-orang yang naik ke puncak organisasi jarang yang paling pintar atau paling berbakat. Tapi mereka selalu yang punya sikap terbaik. 

Maxwell menulis dengan tegas: "Sikap Anda lebih penting daripada masa lalu Anda, pendidikan Anda, uang Anda, keadaan Anda, kegagalan Anda, atau kesuksesan Anda." 

Hukum 10/90 

Inilah salah satu konsep paling powerful dari Maxwell: 

10% kehidupan Anda adalah apa yang terjadi pada Anda. 90% adalah bagaimana Anda meresponsnya. 

Anda tidak bisa mengontrol lampu merah di jalan. Anda tidak bisa mengontrol atasan yang moodyan. Anda tidak bisa mengontrol hujan yang merusak rencana piknik Anda. 

Tapi Anda bisa mengontrol apakah Anda akan marah-marah di mobil dan merusak mood seharian. Anda bisa mengontrol apakah Anda akan membiarkan sikap buruk atasan meracuni sikap Anda. Anda bisa mengontrol apakah Anda akan komplain tentang hujan atau menikmati waktu di rumah dengan keluarga. 

Maxwell menceritakan kisah pribadi: Suatu pagi, anaknya tidak sengaja menumpahkan susu di meja sarapan. Dia bisa marah, memarahi anak, dan mulai hari dengan negatif. Atau dia bisa tersenyum, membersihkan bersama anak, dan mengajarkan bahwa kesalahan itu manusiawi. 

Pilihan kecil itu menentukan apakah harinya akan baik atau buruk—dan tidak ada hubungannya dengan susu yang tumpah. 

Sikap adalah Pilihan 

Inilah kebenaran yang membebaskan: Sikap Anda adalah pilihan Anda.

Anda tidak dilahirkan dengan sikap tertentu. Anda memilihnya setiap hari, setiap jam, setiap momen. 

Orang yang bangun di pagi hari dan mengeluh, "Ugh, hari Senin lagi," membuat pilihan. Orang yang bangun dan berkata, "Kesempatan baru untuk mencapai sesuatu," juga membuat pilihan. 

Kedua orang menghadapi hari Senin yang sama. Tapi pengalaman mereka akan sangat berbeda. 

Maxwell mengutip Viktor Frankl, penyintas kamp konsentrasi Nazi yang kehilangan semua—keluarga, kebebasan, bahkan pakaian di tubuhnya: 

"Segala sesuatu dapat diambil dari manusia kecuali satu hal: kebebasan terakhir manusia untuk memilih sikapnya dalam keadaan apa pun." 

Jika orang yang menghadapi kematian setiap hari di kamp konsentrasi bisa memilih sikap positif, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukannya.

 


Bagian 2: Lima Komponen Sikap Pemenang

Maxwell mengidentifikasi lima elemen kunci yang membentuk sikap pemenang:

1. Perspektif yang Benar 

Perspektif adalah bagaimana Anda melihat kehidupan. 

Ada dua jenis orang: 

● Orang yang melihat masalah dalam setiap kesempatan 

● Orang yang melihat kesempatan dalam setiap masalah 

Maxwell menceritakan kisah dua sales yang dikirim ke Afrika untuk menjual sepatu. Setelah survei, satu sales mengirim telegram: "Situasi tanpa harapan. Tidak ada yang pakai sepatu di sini." 

Sales kedua mengirim: "Peluang luar biasa! Tidak ada yang punya sepatu di sini!"

Fakta yang sama. Perspektif yang berbeda. Hasil yang berlawanan. 

Latihan praktis: Setiap kali menghadapi situasi sulit, tanyakan tiga pertanyaan: 

1. Apa yang bisa saya pelajari dari ini? 

2. Apa peluang tersembunyi di balik ini? 

3. Bagaimana ini bisa membuat saya lebih kuat? 

2. Sikap Positif yang Konsisten 

Sikap positif bukan berarti naif atau mengabaikan realitas. Sikap positif berarti memilih untuk fokus pada solusi, bukan masalah. 

Maxwell membedakan optimis palsu dan optimis sejati: 

Optimis palsu: "Tidak ada masalah! Semuanya akan baik-baik saja!" (Denial) 

Optimis sejati: "Ada masalah serius. Tapi saya percaya kita bisa menemukan solusi jika bekerja sama." (Realistic hope) 

Orang dengan sikap positif konsisten tidak berpura-pura kesulitan tidak ada. Mereka mengakui kesulitan—lalu mencari cara untuk mengatasinya. 

3. Fokus pada Apa yang Bisa Dikontrol 

Pemenang tidak membuang energi untuk hal-hal di luar kontrol mereka.

Maxwell menggunakan analogi lingkaran: 

● Lingkaran Kekhawatiran: Semua hal yang Anda khawatirkan (ekonomi global, cuaca, masa lalu, pendapat orang lain) 

● Lingkaran Pengaruh: Hal-hal yang bisa Anda kontrol atau pengaruhi (sikap Anda, effort Anda, keputusan Anda) 

Pecundang menghabiskan 90% energi di lingkaran kekhawatiran—mengeluh tentang hal yang tidak bisa mereka ubah. 

Pemenang menghabiskan 90% energi di lingkaran pengaruh—bekerja pada hal yang bisa mereka kontrol. 

Pertanyaan kunci: "Apakah saya bisa mengubah ini? Jika tidak, mengapa saya membuang energi untuk itu?" 

4. Komitmen untuk Terus Berkembang 

Orang dengan sikap pemenang tidak pernah puas dengan status quo. Mereka selalu ingin belajar, tumbuh, meningkat. 

Maxwell menulis: "Perubahan itu tak terelakkan. Pertumbuhan itu pilihan."

Anda bisa menghabiskan 10 tahun di pekerjaan yang sama dan: 

● Punya pengalaman 10 tahun (terus belajar dan berkembang), ATAU 

● Punya pengalaman 1 tahun yang diulang 10 kali (tidak ada pertumbuhan)

Perbedaannya? Sikap terhadap pembelajaran. 

Tiga kebiasaan untuk pertumbuhan: 

1. Baca minimal 30 menit setiap hari 

2. Cari mentor yang lebih maju dari Anda 

3. Refleksi setiap malam: "Apa yang saya pelajari hari ini?" 

5. Kepercayaan Diri yang Sehat 

Bukan arogan. Bukan sombong. Tapi kepercayaan bahwa Anda mampu belajar dan mengatasi tantangan apa pun. 

Maxwell membedakan: 

Kepercayaan diri palsu: "Saya sudah tahu semuanya. Saya tidak butuh bantuan siapa pun." 

Kepercayaan diri sejati: "Saya mungkin belum tahu, tapi saya percaya saya bisa belajar. Saya mungkin belum bisa, tapi saya percaya saya bisa berkembang."

Kepercayaan diri sejati datang dari track record kecil—setiap kali Anda mengatasi kesulitan, Anda membangun bukti untuk diri sendiri bahwa Anda capable.

 


Bagian 3: Musuh Sikap Pemenang 

Maxwell mengidentifikasi lima "virus" yang merusak sikap: 

Virus 1: Pemikiran Negatif yang Kronis 

Ini adalah kebiasaan untuk selalu melihat sisi buruk dari segala sesuatu. 

"Kita tidak punya cukup waktu." "Itu tidak akan berhasil." "Kita sudah pernah coba sebelumnya." "Kita tidak punya budget." 

Orang dengan virus ini menjadi pembunuh ide—setiap kali ada gagasan baru, mereka langsung menembaknya dengan alasan mengapa itu tidak mungkin. 

Antidote: Aturan 24 jam. Setiap kali mendengar ide baru, jangan kritik selama 24 jam. Beri waktu untuk otak Anda menemukan kemungkinan, bukan hanya masalah. 

Virus 2: Sindrom Korban 

"Ini bukan salah saya." "Saya tidak punya pilihan." "Kalau saja saya punya kesempatan seperti dia..." 

Orang dengan sindrom korban percaya bahwa hidup terjadi pada mereka, bukan oleh mereka. Mereka selalu punya kambing hitam: bos, ekonomi, masa lalu, keluarga, sistem. 

Maxwell keras: "Selama Anda menyalahkan orang lain, Anda memberikan kekuatan Anda kepada mereka." 

Antidote: Ganti "Saya tidak bisa karena..." dengan "Saya bisa jika..." 

● Buruk: "Saya tidak bisa maju karena saya tidak punya koneksi." 

● Baik: "Saya bisa maju jika saya membangun relasi dan memberikan nilai terlebih dahulu." 

Virus 3: Membandingkan dengan Orang Lain 

Media sosial memperburuk ini. Kita membandingkan kehidupan nyata kita dengan highlight reel orang lain. 

Hasilnya? Kita selalu merasa kurang. Tidak cukup sukses. Tidak cukup cantik. Tidak cukup kaya. 

Maxwell mengingatkan: "Satu-satunya kompetisi yang sehat adalah dengan diri Anda kemarin."

Antidote: Fokus pada progress pribadi, bukan posisi relatif terhadap orang lain. Pertanyaan bukan "Apakah saya lebih baik dari dia?" tapi "Apakah saya lebih baik dari saya sebulan lalu?" 

Virus 4: Takut Gagal 

Ketakutan ini melumpuhkan lebih banyak impian daripada kegagalan itu sendiri. 

Orang tidak mencoba bisnis karena takut bangkrut. Tidak melamar pekerjaan impian karena takut ditolak. Tidak menyatakan cinta karena takut dicampakkan. 

Tapi Maxwell bertanya: "Apa yang lebih buruk—mencoba dan gagal, atau tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi?" 

Antidote: Redefinisi kegagalan. Kegagalan bukan lawan dari kesuksesan—kegagalan adalah bagian dari kesuksesan. Edison "gagal" 10.000 kali sebelum menemukan bola lampu. Tapi dia tidak melihatnya sebagai kegagalan—dia melihatnya sebagai 10.000 cara yang tidak berhasil. 

Virus 5: Menunda (Prokrastinasi) 

"Nanti saja." "Besok pasti saya mulai." "Minggu depan waktu yang lebih baik." 

Prokrastinasi adalah pembunuh potensi. Setiap hari yang Anda tunda adalah hari yang dicuri dari masa depan Anda. 

Maxwell blak-blakan: "Orang yang menunggu waktu yang tepat tidak akan pernah melakukan apa pun. Tidak ada waktu yang sempurna. Hanya ada sekarang." 

Antidote: Aturan 5 detik dari Mel Robbins. Ketika Anda tahu harus melakukan sesuatu, hitung mundur 5-4-3-2-1 dan GERAK. Jangan beri otak Anda waktu untuk membuat alasan.

 


Bagian 4: Mengubah Sikap—Proses Praktis

Maxwell tidak hanya memberi teori. Dia memberi blueprint praktis untuk mengubah sikap:

Langkah 1: Evaluasi Sikap Anda Saat Ini 

Anda tidak bisa mengubah apa yang tidak Anda sadari. 

Tes sederhana: Jawab jujur: 

● Apakah saya lebih sering mengeluh atau bersyukur? 

● Apakah saya mencari solusi atau mencari kambing hitam? 

● Apakah saya belajar dari kesalahan atau menyalahkan orang lain? 

● Apakah orang senang berada di sekitar saya atau menghindari saya?

Jika Anda tidak yakin, tanya orang terdekat yang Anda percaya untuk memberi feedback jujur.

Langkah 2: Identifikasi Sumber Sikap Negatif 

Darimana sikap negatif datang? 

Tiga sumber utama: 

1. Lingkungan: Anda dikelilingi orang-orang negatif yang terus mengeluh

2. Pengalaman masa lalu: Trauma atau kegagalan yang belum diproses

3. Kebiasaan pikiran: Pola pikir negatif yang sudah otomatis 

Setelah tahu sumbernya, Anda bisa mengatasinya dengan tepat. 

Langkah 3: Putuskan untuk Berubah 

Perubahan dimulai dengan keputusan definitif. 

Bukan "Saya akan coba lebih positif." Tapi "Mulai hari ini, saya memilih sikap positif. Titik."

Maxwell mengutip: "Keputusan menentukan nasib." 

Tuliskan komitmen Anda. Buat spesifik. "Saya berkomitmen untuk tidak mengeluh selama 30 hari." "Saya berkomitmen untuk mengucap syukur setiap pagi." 

Langkah 4: Ubah Input Anda 

Garbage in, garbage out. Jika Anda mengisi pikiran dengan konten negatif, Anda akan menghasilkan sikap negatif. 

Maxwell merekomendasikan diet mental:

Kurangi: Berita negatif, gosip, media sosial yang membuat iri, orang yang toxic

Tambahkan: Buku yang menginspirasi, podcast positif, konten edukatif, waktu dengan orang yang memberdayakan 

Anda adalah rata-rata dari 5 orang yang paling sering Anda habiskan waktu bersama—pilih dengan bijak. 

Langkah 5: Latih Otot Sikap Setiap Hari 

Sikap seperti otot. Semakin sering dilatih, semakin kuat. 

Tiga latihan harian: 

Pagi - Gratitude Journaling Tulis 3 hal yang Anda syukuri. Tidak perlu besar. "Kopi hangat pagi ini." "Matahari bersinar." "Anak saya tersenyum." 

Siang - Reframing Practice Setiap kali ada situasi negatif, latih untuk reframe. "Macet di jalan" → "Waktu untuk dengar audiobook." "Ditolak client" → "Satu langkah lebih dekat ke client yang tepat." 

Malam - Victory Log Tulis 3 kemenangan hari ini. Sekecil apa pun. "Menyelesaikan laporan tepat waktu." "Tidak marah saat dikritik." "Olahraga 20 menit." 

Langkah 6: Cari Accountability 

Perubahan lebih mudah dengan dukungan. 

Temukan accountability partner—teman, mentor, atau coach yang akan mengingatkan Anda saat sikap Anda slip. 

Atau bergabung dengan komunitas yang mendukung pertumbuhan Anda—mastermind group, book club, atau kelompok support.

 


Bagian 5: Mempertahankan Sikap dalam Badai 

Mudah untuk positif ketika semuanya berjalan lancar. Ujian sebenarnya adalah ketika hidup menghantam Anda. 

Prinsip 1: Persiapkan Sebelum Badai Datang 

"Waktu terbaik untuk menggali sumur adalah sebelum Anda haus." 

Maxwell menekankan pentingnya membangun fondasi sikap yang kuat di masa baik—sehingga ketika masa sulit datang, Anda punya reservoir untuk ditarik. 

Ini seperti sistem kekebalan tubuh. Anda tidak bisa tiba-tiba sehat ketika virus menyerang. Anda harus membangun kekebalan dengan gaya hidup sehat sebelum sakit. 

Prinsip 2: Fokus pada Apa yang Tetap, Bukan Apa yang Hilang

Ketika krisis datang, kita cenderung fokus pada apa yang hilang: uang, kesempatan, hubungan.

Pemenang fokus pada apa yang tetap: kesehatan, keluarga, skill, karakter, pengalaman. 

Maxwell menceritakan krisis keuangan yang hampir membuatnya bangkrut. Dia kehilangan banyak uang. Tapi dia tidak kehilangan keluarga yang mendukung, skill kepemimpinan yang dia kembangkan, atau pelajaran berharga tentang resiliensi. 

Pertanyaan kunci: "Apa yang masih saya miliki yang tidak bisa diambil krisis ini?"

Prinsip 3: Temukan Makna dalam Penderitaan 

Viktor Frankl berkata: "Mereka yang punya 'mengapa' untuk hidup bisa bertahan hampir apa pun 'bagaimana'." 

Setiap kesulitan bisa menjadi guru terbaik—jika Anda bersedia belajar. 

Maxwell bertanya: "Jika kesulitan ini adalah guru, apa yang dia coba ajarkan saya?" 

● Mungkin kesabaran 

● Mungkin kerendahan hati 

● Mungkin kekuatan yang tidak Anda tahu Anda miliki 

Prinsip 4: Bergerak Maju—Bahkan Sedikit 

Dalam krisis, aksi mengalahkan analisis. 

Bahkan langkah kecil lebih baik daripada diam. Bahkan progress sedikit lebih baik daripada paralysis.

Maxwell: "Anda tidak harus hebat untuk memulai, tapi Anda harus memulai untuk menjadi hebat." 

Lakukan satu hal hari ini yang membawa Anda lebih dekat ke solusi. Satu panggilan telepon. Satu aplikasi pekerjaan. Satu percakapan sulit. 

Momentum mengalahkan kesempurnaan.

 


Bagian 6: Sikap dan Kepemimpinan 

Maxwell adalah ahli kepemimpinan, jadi dia memberi perhatian khusus pada hubungan antara sikap dan kepemimpinan. 

Sikap Pemimpin Menular 

Hukum paling penting dalam kepemimpinan: Sikap pemimpin menentukan sikap tim. 

Jika pemimpin negatif, tim akan negatif. Jika pemimpin penuh keluhan, tim akan penuh keluhan. Jika pemimpin penuh semangat, tim akan energik. 

Maxwell berkata: "Orang melakukan apa yang mereka lihat." 

Anda tidak bisa menuntut sikap positif dari tim jika Anda sendiri sinis dan negatif.

Pemimpin Membawa Harapan 

Salah satu peran terpenting pemimpin adalah dealer of hope—pedagang harapan. 

Ketika tim putus asa, pemimpin membawa visi. Ketika tim takut, pemimpin membawa keyakinan. Ketika tim ragu, pemimpin membawa arah. 

Napoleon berkata: "Pemimpin adalah dealer of hope." Dan Maxwell menambahkan: "Dan harapan dimulai dengan sikap pemimpin." 

Pemimpin Bertanggung Jawab pada Sikap Mereka 

Karyawan mungkin bisa lolos dengan sikap buruk—untuk sementara. 

Tapi pemimpin? Tidak ada toleransi. Sikap buruk dari pemimpin adalah racun yang menyebar ke seluruh organisasi. 

Maxwell tegas: "Sebagai pemimpin, Anda tidak punya hak untuk bad mood. Terlalu banyak orang bergantung pada Anda." 

Ini tidak berarti pemimpin tidak boleh merasa sedih atau frustrasi. Tapi mereka tidak boleh membiarkan emosi itu mengontrol sikap mereka—apalagi menulari tim.

 


Penutup: Sikap Anda, Ketinggian Anda 

John Maxwell menutup buku dengan cerita powerful: 

Dua orang tukang batu ditanya, "Apa yang kamu lakukan?" 

Tukang pertama menjawab dengan malas: "Saya memotong batu sialan ini untuk mencari makan." 

Tukang kedua menjawab dengan mata bersinar: "Saya membangun katedral yang akan berdiri selama berabad-abad dan menginspirasi ribuan orang." 

Mereka melakukan pekerjaan yang sama. Tapi sikap mereka—dan pengalaman mereka—sangat berbeda. 

Pertanyaan untuk Anda: 

Apakah Anda hanya "memotong batu"? Atau Anda "membangun katedral"?

Perbedaannya bukan pada pekerjaan. Perbedaannya pada sikap

Tiga Keputusan yang Mengubah Segalanya 

Keputusan 1: Saya bertanggung jawab atas sikap saya. Bukan orang lain. Bukan keadaan. Saya. 

Keputusan 2: Sikap saya adalah pilihan saya setiap hari. Setiap pagi, saya memilih. Setiap moment sulit, saya memilih. 

Keputusan 3: Saya akan melindungi sikap saya seperti aset paling berharga. Karena itu memang aset paling berharga saya. 

Formula Terakhir dari Maxwell 

Sikap yang Tepat + Tindakan yang Konsisten = Hasil yang Luar Biasa 

Sikap tanpa tindakan adalah delusi. Tindakan tanpa sikap yang tepat adalah kerja keras yang sia-sia. 

Tapi ketika Anda punya sikap pemenang DAN Anda mengambil tindakan konsisten—tidak ada yang bisa menghentikan Anda. 

Maxwell menjamin: "Ubah sikap Anda, dan Anda mengubah hidup Anda." 

Ini bukan janji kosong. Ini adalah prinsip yang telah dibuktikan oleh jutaan orang yang naik dari kegagalan ke kesuksesan, dari keputusasaan ke kemenangan.

Jadi, apa yang akan Anda pilih hari ini? 

Sikap pecundang yang mengeluh tentang apa yang tidak Anda miliki? 

Atau sikap pemenang yang bersyukur untuk apa yang Anda miliki dan bekerja untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan? 

Pilihan ada di tangan Anda. Dan pilihan Anda akan menentukan nasib Anda.

Seperti yang Maxwell katakan di awal buku: 

"Sikap Anda, bukan bakat Anda, akan menentukan ketinggian Anda."

Sekarang terbang setinggi yang Anda bisa. 

Dengan sikap yang tepat, langit bukan lagi batas.

 


Tentang Buku Asli 

"The Winning Attitude: Your Pathway to Personal Success" pertama kali diterbitkan pada tahun 1993 dan telah menjadi salah satu karya klasik John C. Maxwell tentang pengembangan pribadi. 

John C. Maxwell adalah penulis, pembicara, dan pelatih kepemimpinan yang telah menulis lebih dari 100 buku dengan total penjualan lebih dari 30 juta eksemplar. Dia telah diakui sebagai ahli kepemimpinan nomor 1 di dunia oleh berbagai publikasi bisnis. 

Maxwell memulai karirnya sebagai pendeta, lalu beralih menjadi pembicara dan konsultan kepemimpinan. Pengalamannya memimpin berbagai organisasi—dari gereja hingga korporasi—memberikan perspektif praktis yang membumi tentang bagaimana sikap benar-benar bekerja di dunia nyata. 

Buku "The Winning Attitude" berbeda dari buku motivasi lainnya karena Maxwell tidak hanya menginspirasi—dia memberikan sistem praktis yang bisa diterapkan segera. Setiap chapter berisi prinsip yang telah diuji melalui puluhan tahun pengalaman kepemimpinan. 

Untuk transformasi sikap yang mendalam dan permanen, sangat disarankan membaca buku aslinya. Maxwell memberikan ratusan cerita, ilustrasi, dan aplikasi praktis yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan. 

Ringkasan ini memberikan peta jalan—buku lengkapnya memberikan kendaraan untuk mencapai destinasi. 

Sekarang Anda tahu rahasia sikap pemenang. 

Yang tersisa hanya satu pertanyaan: Apakah Anda akan memilihnya? 

Karena pada akhirnya, sikap adalah pilihan. 

Dan pilihan Anda hari ini menentukan hidup Anda besok. 

Pilih dengan bijak. Pilih sikap pemenang.