Ketakutan yang Mengalahkan Kematian
Tahukah Anda apa yang paling ditakuti orang?
Bukan kematian. Bukan laba-laba atau ular. Bukan bahkan kehilangan pekerjaan atau bangkrut.
Menurut berbagai survei, ketakutan nomor satu manusia adalah berbicara di depan umum.
Jerry Seinfeld pernah bercanda: "Dalam pemakaman, kebanyakan orang lebih memilih berada di dalam peti daripada memberikan eulogi."
Lucu—tapi juga tragis. Karena kemampuan berbicara di depan umum adalah salah satu skill paling powerful yang bisa Anda miliki.
Pikirkan ini:
● Setiap pemimpin besar dalam sejarah adalah pembicara hebat
● Setiap CEO sukses bisa mempresentasikan visi mereka dengan jelas
● Setiap entrepreneur yang mendapat funding bisa pitch dengan persuasif
● Setiap profesional yang dipromosi bisa mengkomunikasikan ide mereka dengan percaya diri
Warren Buffett pernah berkata: "Jika Anda bisa belajar berkomunikasi dengan baik—secara tertulis dan verbal—Anda meningkatkan nilai Anda setidaknya 50%."
50%!
Bukan gelar tambahan. Bukan sertifikasi. Bukan bahkan pengalaman bertahun-tahun. Hanya dengan belajar berbicara dengan efektif, Anda bisa menggandakan nilai Anda.
Brian Tracy, yang telah memberikan lebih dari 5.000 presentasi di 58 negara dan melatih jutaan orang, menulis "Speak to Win" untuk satu alasan sederhana:
Public speaking bukan bakat bawaan. Ini adalah skill yang bisa dipelajari.
Anda tidak perlu dilahirkan sebagai pembicara alami. Anda tidak perlu ekstrovert. Anda bahkan tidak perlu suara yang indah.
Yang Anda perlukan adalah sistem yang terbukti—dan kesediaan untuk berlatih. Buku ini adalah sistem itu.
Mari kita mulai dari awal: mengatasi ketakutan itu sendiri.
Bagian 1: Mengalahkan Ketakutan—Dari Panik Menjadi Percaya Diri
Rahasia yang Tidak Ada Yang Memberitahu Anda
Inilah rahasia yang mengejutkan tentang pembicara hebat:
Mereka juga nervous.
Bahkan setelah ribuan presentasi, Tracy mengaku dia masih merasakan butterflies sebelum naik panggung. Steve Jobs, salah satu presenter terbaik di era modern, dilaporkan menghabiskan berminggu-minggu mempersiapkan setiap presentasi dan tetap nervous sebelumnya.
Perbedaannya? Mereka telah belajar mengubah nervous energy menjadi enthusiastic energy.
Mengapa Kita Takut?
Ketakutan berbicara di depan umum berakar pada:
1. Takut dihakimi "Mereka akan berpikir saya bodoh." "Mereka akan melihat saya gemetar." "Mereka akan tahu saya tidak tahu apa yang saya bicarakan."
2. Takut gagal "Bagaimana jika saya lupa kata-kata?" "Bagaimana jika slide saya tidak bekerja?" "Bagaimana jika mereka bosan?"
3. Takut ditolak "Bagaimana jika mereka tidak suka saya?" "Bagaimana jika tidak ada yang bertepuk tangan?"
Tracy menulis: "Ketakutan ini normal. Tapi juga irasional. Karena realitasnya, audiens ingin Anda sukses."
Pikirkan tentang itu. Ketika Anda duduk di audiens dan pembicara naik panggung, apakah Anda berharap mereka gagal? Tentu tidak. Anda berharap presentasi yang baik—karena Anda sudah menginvestasikan waktu untuk hadir.
Audiens adalah sekutu Anda, bukan musuh Anda.
Tiga Teknik Mengalahkan Nervous
Teknik 1: Persiapan Berlebihan
Nervousness sebagian besar datang dari ketidakpastian. Solusinya? Hilangkan ketidakpastian dengan persiapan ekstrem.
Tracy merekomendasikan: Untuk setiap satu menit presentasi, habiskan setidaknya satu jam persiapan.
Presentasi 30 menit = 30 jam persiapan.
Kedengarannya gila? Inilah yang dilakukan profesional. Steve Jobs berlatih presentasi iPhone pertama selama 6 bulan.
Ketika Anda tahu materi Anda luar dalam, nervous berkurang drastis.
Teknik 2: Visualisasi Positif
Sebelum presentasi, tutup mata Anda. Bayangkan diri Anda:
● Berdiri dengan percaya diri
● Berbicara dengan jelas
● Audiens mengangguk dan tersenyum
● Tepuk tangan di akhir
Atlet olimpiade menggunakan teknik ini. Otak Anda tidak bisa membedakan visualisasi vivid dan realitas—jadi dengan berlatih sukses dalam pikiran Anda, Anda memprogram diri untuk sukses.
Teknik 3: Deep Breathing
Sebelum naik panggung:
● Tarik napas dalam melalui hidung selama 4 hitungan
● Tahan selama 4 hitungan
● Keluarkan melalui mulut selama 8 hitungan
● Ulangi 5 kali
Ini mengaktifkan sistem saraf parasympathetic Anda—yang menenangkan respons fight-or-flight.
Bagian 2: Kenali Audiens Anda—Foundation Sukses
Kesalahan Fatal yang Dibuat Semua Pembicara Pemula
Pembicara pemula fokus pada diri mereka sendiri:
● "Apa yang harus saya katakan?"
● "Bagaimana saya terlihat?"
● "Apakah saya berbicara cukup baik?"
Pembicara hebat fokus pada audiens:
● "Apa yang audiens butuhkan?"
● "Apa masalah yang bisa saya selesaikan untuk mereka?"
● "Bagaimana saya bisa memberikan nilai maksimal?"
Aturan Emas Tracy: Presentasi Anda bukan tentang Anda. Ini tentang audiens Anda.
Lima Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Menyiapkan Presentasi
1. Siapa mereka?
● Usia, gender, pekerjaan, tingkat pendidikan
● Level expertise dalam topik Anda
● Posisi dalam organisasi (staff, manajer, eksekutif?)
2. Mengapa mereka di sini?
● Apakah mereka memilih untuk hadir atau dipaksa?
● Apa ekspektasi mereka?
● Apa yang mereka harap dapatkan?
3. Apa yang mereka tahu?
● Berapa banyak pengetahuan mereka tentang topik?
● Apakah Anda perlu menjelaskan dasar-dasar atau bisa langsung advanced?
4. Apa yang mereka butuhkan?
● Informasi? Inspirasi? Hiburan? Solusi praktis?
● Masalah apa yang mereka hadapi?
● Keputusan apa yang perlu mereka buat?
5. Apa yang Anda ingin mereka lakukan setelah presentasi?
● Ini adalah pertanyaan paling penting
● Setiap presentasi harus punya call to action yang jelas
● Jika Anda tidak tahu apa yang Anda ingin audiens lakukan, mengapa mereka harus mendengarkan?
Tracy menekankan: "Clarity is power. Semakin jelas Anda tentang outcome yang Anda inginkan, semakin powerful presentasi Anda."
Bagian 3: Struktur yang Memenangkan—Tiga Bagian Sakti
The Classic Formula
Sejak zaman Aristoteles, struktur presentasi yang efektif memiliki tiga bagian:
1. Tell them what you're going to tell them (Pembukaan) 2. Tell them (Isi) 3. Tell them what you told them (Penutup)
Sederhana—tapi luar biasa efektif.
Pembukaan—30 Detik yang Menentukan Segalanya
Audiens memutuskan apakah mereka akan mendengarkan Anda dalam 30 detik pertama.
Jangan buang waktu dengan:
● "Terima kasih sudah datang..." (mereka sudah tahu)
● "Saya sangat nervous..." (jangan pernah katakan ini)
● "Maaf jika presentasi saya tidak bagus..." (ini membunuh kredibilitas) Sebagai gantinya, mulai dengan salah satu dari ini:
Opsi 1: Pertanyaan Provocative "Berapa banyak dari Anda yang bangun pagi ini dengan excited untuk bekerja? (pause) Jika tidak semua tangan terangkat, presentasi hari ini untuk Anda."
Opsi 2: Statistik Mengejutkan "70% karyawan merasa disengaged di tempat kerja. Itu berarti 7 dari 10 orang di ruangan ini. Mari kita ubah itu."
Opsi 3: Story "Tiga tahun lalu, perusahaan kami hampir bangkrut. Hari ini, saya akan berbagi apa yang kami lakukan untuk berbalik 180 derajat."
Opsi 4: Bold Statement "Semua yang Anda ketahui tentang produktivitas adalah salah."
Tujuannya: Grab attention immediately.
Setelah pembukaan yang kuat, jelaskan dengan jelas:
● Apa yang akan Anda bahas
● Mengapa ini penting untuk mereka
● Apa yang akan mereka dapatkan di akhir
Isi—Struktur Tiga Poin
Otak manusia punya keterbatasan memori jangka pendek. Kita bisa mengingat sekitar 3-5 item dengan mudah.
Jadi jangan coba jejalkan 10 poin dalam satu presentasi. Pilih tiga poin utama dan develop dengan mendalam.
Contoh: Topik: Meningkatkan Penjualan
Poin 1: Kenali pelanggan Anda dengan dalam Poin 2: Bangun relasi sebelum menjual Poin 3: Follow up secara konsisten
Setiap poin didukung dengan:
● Data atau statistik
● Story atau contoh
● Aplikasi praktis
Formula Tracy: SCQA
● Situation: Jelaskan situasi saat ini
● Complication: Apa masalahnya?
● Question: Pertanyaan yang muncul
● Answer: Solusi Anda (poin utama Anda)
Penutup—The Last Impression
Jangan pernah, jangan pernah akhiri dengan "Itu saja dari saya" atau "Terima kasih."
Penutup Anda harus sePOWERFUL pembukaan Anda.
Tiga Elemen Penutup Efektif:
1. Ringkas kembali poin utama Anda "Hari ini kita sudah membahas tiga kunci sukses: X, Y, dan Z."
2. Call to action yang jelas "Jadi mulai besok pagi, saya tantang Anda untuk..."
3. Story penutup atau quote inspiratif Akhiri dengan cerita yang mengikat semuanya bersama atau quote yang memorable.
Tracy menulis: "Orang akan lupa apa yang Anda katakan di tengah. Tapi mereka akan ingat bagaimana Anda membuka dan menutup."
Bagian 4: Delivery yang Memikat—Bukan Hanya Apa, Tapi Bagaimana
Suara Anda—Instrumen Paling Powerful
1. Volume Berbicara cukup keras agar orang di belakang bisa mendengar—tapi jangan teriak.
Trik: Identifikasi seseorang di baris paling belakang. Bicara langsung kepada mereka. Volume Anda akan secara alami menyesuaikan.
2. Pace (Kecepatan) Jangan terburu-buru. Nervous membuat kita bicara terlalu cepat. Kecepatan ideal: 120-150 kata per menit.
Trik: Berlatih dengan metronome atau timer. Rekam diri Anda dan dengarkan—apakah Anda terlalu cepat?
3. Pause (Jeda)
Ini adalah senjata rahasia pembicara hebat.
Pause untuk:
● Setelah pertanyaan (biarkan audiens berpikir)
● Sebelum poin penting (build anticipation)
● Setelah poin penting (biarkan sink in)
● Ketika Anda lupa kata berikutnya (lebih baik pause daripada "umm")
Jangan takut diam. Silence adalah powerful.
4. Variasi Nada
Monoton adalah pembunuh perhatian. Variasikan nada Anda:
● Lebih tinggi untuk excitement
● Lebih rendah untuk seriousness
● Lebih pelan untuk intimacy
● Lebih keras untuk emphasis
Pikirkan suara Anda seperti musik—ada highs, lows, crescendos, dan diminuendos.
Bahasa Tubuh—93% Pesan Anda
1. Postur
● Berdiri tegak (tapi tidak kaku)
● Kaki selebar bahu (grounded dan stabil)
● Bahu ke belakang
● Ini bukan tentang arrogance—ini tentang confidence
2. Gerakan
Jangan:
● Berdiri seperti patung
● Mondar-mandir seperti harimau di kandang
● Bermain dengan pulpen, koin, atau pointer
Lakukan:
● Bergerak dengan tujuan (maju untuk menekankan poin, mundur untuk memberikan ruang berpikir)
● Gesture natural dengan tangan (terbuka, tidak tertutup)
● Gunakan panggung—jangan hanya di satu spot
3. Eye Contact
Ini adalah skill paling penting dalam public speaking.
Teknik "The Lighthouse":
● Jangan scan mata Anda cepat di seluruh ruangan
● Pilih satu orang, bicara langsung kepada mereka selama 3-5 detik (selesaikan satu kalimat/pikiran)
● Pindah ke orang lain, ulangi
● Ini menciptakan koneksi personal dengan setiap orang
Jangan:
● Menatap ke lantai
● Menatap ke langit-langit
● Menatap slide Anda (turn dan look, tapi jangan bicara ke slide)
● Menatap catatan Anda terus-menerus
4. Facial Expression
Wajah Anda harus match dengan message Anda.
Berbicara tentang masalah serius dengan senyum lebar? Disconnect. Berbicara tentang kesuksesan dengan wajah murung? Disconnect.
Be authentic. Biarkan emosi Anda muncul natural.
Bagian 5: The Power of Stories—Mengapa Cerita Mengalahkan Data
Otak Kita Dirancang untuk Cerita
Fakta memberitahu. Cerita menjual.
Penelitian menunjukkan:
● Data dilupakan dalam 24 jam
● Cerita diingat selama bertahun-tahun
Mengapa? Karena cerita mengaktifkan seluruh otak—emosi, sensory, motor cortex. Data hanya mengaktifkan language processing.
Struktur Cerita Universal
Setiap cerita hebat punya struktur yang sama:
1. Hero (Pahlawan) Karakter yang audiens bisa relate dengan
2. Problem (Masalah) Tantangan yang hero hadapi
3. Journey (Perjalanan) Upaya hero untuk mengatasi masalah
4. Solution (Solusi) Bagaimana masalah diselesaikan
5. Transformation (Transformasi) Bagaimana hero berubah
6. Lesson (Pelajaran) Apa yang audiens bisa pelajari
Tiga Jenis Cerita yang Harus Anda Punya
1. Personal Story Cerita dari hidup Anda yang menunjukkan struggle dan transformasi
2. Customer/Client Story Bagaimana produk/ide Anda membantu orang lain
3. Parable atau Historical Story Cerita terkenal yang mengilustrasikan poin Anda
Tracy merekomendasikan: Kumpulkan library dari 10-15 cerita yang bisa Anda adaptasikan untuk presentasi berbeda.
Bagian 6: Handling Pertanyaan—Momen Kebenaran
Q&A Bukan Akhir—Ini Adalah Kesempatan
Banyak pembicara takut sesi Q&A. Tracy melihatnya berbeda:
Q&A adalah kesempatan untuk:
● Mengklarifikasi poin yang tidak jelas
● Memberikan informasi tambahan
● Menunjukkan expertise Anda lebih dalam
● Membangun koneksi dengan audiens
Tujuh Aturan Handling Pertanyaan
Aturan 1: Dengarkan Dengan Penuh Perhatian Jangan interrupt. Jangan sudah menyiapkan jawaban sebelum mereka selesai. Benar-benar dengarkan.
Aturan 2: Ulangi atau Parafrase Pertanyaan "Jadi pertanyaan Anda adalah... [ulangi]. Itu pertanyaan yang bagus."
Ini memastikan semua orang mendengar pertanyaan dan memberikan Anda waktu berpikir.
Aturan 3: Puji Pertanyaan "Itu pertanyaan yang sangat baik." "Terima kasih sudah bertanya—ini penting."
Ini membuat orang lain lebih berani bertanya.
Aturan 4: Jika Tidak Tahu, Katakan Jangan pernah membuat jawaban.
"Itu pertanyaan bagus dan saya tidak punya data yang akurat. Boleh saya follow up dengan Anda setelah ini?"
Kejujuran membangun kredibilitas. BS menghancurkannya.
Aturan 5: Jangan Biarkan Satu Orang Mendominasi Jika seseorang bertanya 3 pertanyaan berturut-turut: "Itu pertanyaan bagus—karena waktu terbatas, izinkan saya dengar dari orang lain dulu, dan kita bisa diskusi lebih detail setelah sesi."
Aturan 6: Handle Pertanyaan Hostile dengan Grace Kadang ada orang yang bukan bertanya tapi menyerang.
Jangan:
● Defensif
● Menyerang balik
● Sarkastik
Lakukan:
● Tetap tenang
● Terima concern mereka
● Redirect ke fakta
"Saya mengerti Anda punya kekhawatiran tentang ini. Mari kita lihat data..."
Aturan 7: Ambil Kembali Kendali di Akhir Q&A
Jangan akhiri presentasi dengan Q&A! Mengapa? Karena Anda kehilangan kontrol terhadap ending Anda.
Struktur yang benar:
1. Presentasi
2. Q&A (10-15 menit)
3. Closing remarks Anda (2-3 menit)
Setelah Q&A selesai: "Terima kasih untuk semua pertanyaan yang bagus. Sebagai penutup, saya ingin menekankan sekali lagi... [ringkas poin utama dan call to action]."
Ini memastikan Anda yang menentukan last impression, bukan pertanyaan random terakhir.
Bagian 7: Teknologi dan Visual Aids—Alat, Bukan Bintang
Kesalahan PowerPoint yang Membunuh Presentasi
Death by PowerPoint adalah nyata. Kita semua pernah mengalaminya—slide penuh teks, pembicara yang hanya membaca slide, animasi yang berlebihan.
Tracy punya aturan sederhana:
Aturan 1: Slide Adalah Pendukung, Bukan Skrip Jika Anda hanya akan membaca slide, kirimkan email saja. Audiens tidak perlu Anda.
Aturan 2: One Idea Per Slide Jangan jejalkan 7 poin dalam satu slide. Satu poin = satu slide.
Aturan 3: Lebih Sedikit Kata, Lebih Banyak Visual Maximum 6 kata per line, 6 lines per slide. Lebih baik: Gambar + 3 kata kunci
Aturan 4: Font Besar Minimum 30 point. Jika orang di belakang tidak bisa membaca, tidak ada gunanya.
Aturan 5: High Contrast
● Dark text on light background
● Atau light text on dark background
● Hindari: red text on blue background, yellow text on white
Aturan 6: Siapkan Backup Plan Teknologi gagal. Proyektor mati. File corrupt.
Selalu bisa presentasi tanpa slide. Slide adalah bonus, bukan keharusan.
Props dan Demonstrasi
Ketika memungkinkan, show, don't just tell.
Steve Jobs tidak hanya berbicara tentang betapa tipisnya MacBook Air. Dia mengeluarkannya dari amplop manila. Visual yang tak terlupakan.
Jika Anda presentasi tentang produk, bawa produknya. Jika tentang proses, tunjukkan prosesnya.
Manusia belajar dengan melihat, tidak hanya mendengar.
Bagian 8: Practice—Satu-Satunya Jalan Menuju Mastery
There Are No Shortcuts
Tracy blak-blakan: "The only way to become a great speaker is to speak."
Tidak ada buku, video, atau course yang bisa menggantikan practice aktual.
The 10,000 Hour Rule Applied
Malcolm Gladwell populer dengan "10,000 hour rule" untuk mastery. Tapi Anda tidak perlu 10,000 jam untuk kompeten.
Tracy mengatakan: 100 presentasi akan mengubah hidup Anda.
Presentasi pertama? Nervous, kaku, tidak smooth. Presentasi ke-10? Sedikit lebih baik. Presentasi ke-50? Anda mulai merasa nyaman. Presentasi ke-100? Anda percaya diri dan natural.
Di Mana Berlatih?
1. Toastmasters International Organisasi global yang dedicated untuk meningkatkan public speaking. Safe environment untuk berlatih.
2. Di Kantor Volunteer untuk presentasi internal. Meeting tim. Update project.
3. Komunitas Lokal Gereja, sekolah, organisasi nonprofit sering butuh pembicara.
4. Rekam Diri Anda Setup kamera, rekam latihan Anda, tonton kembali.
Ini painful—tidak ada yang suka melihat diri sendiri. Tapi ini cara tercepat untuk improve.
Continuous Improvement
Setelah setiap presentasi, tanyakan:
1. Apa yang bekerja dengan baik? (Ulangi di presentasi berikutnya)
2. Apa yang bisa diperbaiki? (Focus area untuk latihan berikutnya)
3. Feedback dari audiens? (Jika memungkinkan, minta feedback tertulis atau verbal)
Tracy: "Setiap presentasi adalah rehearsal untuk presentasi berikutnya. Tidak pernah ada 'final' performance—selalu ada ruang untuk improvement."
Penutup: Your Voice Matters
Brian Tracy menutup buku dengan message yang powerful:
"Di suatu tempat, ada audiens yang membutuhkan message yang hanya Anda bisa berikan."
Ada ide di kepala Anda yang bisa mengubah bisnis seseorang. Ada pengalaman dalam hidup Anda yang bisa menginspirasi orang lain. Ada pengetahuan yang Anda punya yang bisa menyelesaikan masalah seseorang.
Tapi semua itu tidak berguna jika Anda tidak bisa mengkomunikasikannya dengan efektif.
The Speaking Success Formula
Tracy meringkas seluruh buku dalam satu formula:
Success = Preparation × Delivery × Practice
Preparation: Riset audiens, struktur presentasi, siapkan materi Delivery: Suara, bahasa tubuh, eye contact, energy Practice: Latihan berulang sampai natural
Ketiga elemen harus ada. Preparation tanpa delivery yang baik = membosankan. Delivery tanpa preparation = shallow. Keduanya tanpa practice = tidak akan improve.
Your 30-Day Speaking Challenge
Tracy memberikan challenge konkret:
Week 1: Preparation
● Pilih satu topik yang Anda passionate
● Riset dan siapkan presentasi 5-10 menit
● Buat outline dengan 3 poin utama
● Siapkan pembukaan dan penutup yang strong
Week 2: Practice
● Latihan di depan cermin (2x)
● Rekam diri Anda (2x)
● Present ke teman/keluarga (2x)
● Revisi berdasarkan feedback
Week 3: Small Audience
● Cari kesempatan presentasi (meeting kantor, komunitas, Toastmasters)
● Deliver presentasi Anda
● Minta feedback
● Reflect dan improve
Week 4: Repeat dengan Topik Baru
● Pilih topik berbeda
● Ulangi proses
● Notice bagaimana Anda sudah improve dari week 1
Setelah 30 hari, Anda akan:
● Lebih percaya diri
● Punya 2-3 presentasi siap pakai
● Sudah practice minimal 10-15 kali
● Tahu area improvement Anda
The Final Truth
Tracy menulis di halaman terakhir:
"Takut berbicara di depan umum adalah normal. Tapi membiarkan ketakutan itu menahan Anda adalah pilihan."
Setiap pembicara hebat pernah berada di mana Anda sekarang—nervous, tidak yakin, mungkin bahkan gemetar.
Perbedaan mereka dan orang yang tidak pernah berkembang adalah satu hal: Mereka melakukannya anyway.
Mereka naik panggung meskipun takut. Mereka berbicara meskipun suara gemetar. Mereka terus berlatih meskipun presentasi pertama buruk.
Dan seiring waktu—dengan preparation, delivery yang sengaja, dan practice konsisten—mereka menjadi pembicara yang membuat perbedaan.
Sekarang giliran Anda.
Kesempatan presentasi berikutnya yang datang—ambil.
Mungkin Anda akan nervous. Mungkin tidak sempurna. Mungkin Anda akan melakukan kesalahan.
Tapi Anda akan melakukannya. Dan itu yang membedakan Anda dari 95% orang yang membiarkan ketakutan menang.
Your voice matters. Your message matters. The world needs to hear it.
Jadi bersiaplah. Berlatihlah. Dan berbicaralah. Speak to win.
Tentang Buku Asli
"Speak to Win: How to Present with Power in Any Situation" ditulis oleh Brian Tracy, salah satu pembicara dan pelatih pengembangan diri paling produktif di dunia.
Brian Tracy telah memberikan lebih dari 5.000 presentasi di 58 negara kepada lebih dari 5 juta orang. Dia bukan hanya mengajarkan teori—dia mengajarkan apa yang dia praktikkan setiap hari selama lebih dari 40 tahun karirnya.
Buku ini adalah destilasi dari puluhan tahun pengalaman, kesalahan, pembelajaran, dan refinement. Setiap teknik yang dia ajarkan telah diuji di ribuan presentasi nyata—di boardroom perusahaan Fortune 500, konferensi internasional, workshop kecil, dan seminar besar.
Untuk pemahaman yang lebih mendalam dengan lebih banyak contoh, latihan, dan nuansa, sangat disarankan membaca buku aslinya. Tracy memberikan detail spesifik, scripts, dan checklist yang tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam ringkasan ini.
Buku ini adalah investasi terbaik yang bisa Anda buat untuk karir Anda. Karena seperti Warren Buffett katakan, kemampuan berkomunikasi bisa meningkatkan nilai Anda 50%.
Sekarang pergilah dan mulai berbicara.
Mulai dari meeting kecil. Volunteer untuk presentasi. Bergabung dengan Toastmasters. Rekam latihan Anda.
Karena setiap pembicara hebat dimulai dengan satu presentasi pertama yang nervous, imperfect, dan penuh kesalahan.
Yang penting bukan presentasi pertama Anda sempurna.
Yang penting adalah Anda memulai.
Speak to win. Your audience is waiting.

