A Dog Called Money

Bodo Schäfer


Anjing yang Mengubah Segalanya 

Bayangkan ini: Anda berusia 12 tahun. Orang tua Anda baru saja kehilangan pekerjaan. Tagihan menumpuk di meja makan. Anda mendengar mereka bertengkar tentang uang hampir setiap malam. 

Suasana di rumah berat. Penuh kekhawatiran. Anda bahkan tidak berani minta uang jajan. 

Lalu suatu hari, seekor anjing Labrador putih muncul di depan rumah Anda. Terluka. Kesepian. Membutuhkan pertolongan. 

Anda merawatnya. Memberinya makan. Memberikan tempat tidur hangat.

Dan anjing itu... berbicara

Bukan, ini bukan dongeng ajaib. Ini adalah awal dari petualangan yang akan mengajarkan Anda lebih banyak tentang uang, kekayaan, dan kebebasan finansial daripada yang pernah diajarkan sekolah. 

Nama anjing itu? Money

Dan dia akan mengubah hidup Anda—dan keluarga Anda—selamanya. 

"Kira dan Rahasia Uang" (A Dog Called Money) karya Bodo Schäfer adalah salah satu buku literasi keuangan paling powerful yang pernah ditulis. Meskipun dikemas sebagai cerita anak-anak, prinsip-prinsip di dalamnya telah mengubah jutaan orang dewasa di seluruh dunia—termasuk yang tidak pernah belajar tentang uang di sekolah atau dari orang tua mereka. 

Siap belajar dari seekor anjing yang lebih pintar tentang uang daripada kebanyakan orang dewasa? 

Mari kita mulai.

 


Bagian 1: Pertemuan dengan Money—Awal Mula Semuanya 

Kira dan Krisis Keluarga 

Kira adalah gadis 12 tahun yang hidup dengan orang tuanya di pinggiran kota. Hidupnya normal sampai ayahnya kehilangan pekerjaan. 

Tiba-tiba, segalanya berubah. 

Tidak ada lagi liburan. Tidak ada lagi makan di restoran. Bahkan untuk membeli sepatu baru pun orang tuanya berdebat. Kira melihat ibunya menangis diam-diam. Mendengar ayahnya marah-marah karena tagihan yang tidak bisa dibayar. 

Dan dia merasa tidak berdaya. Apa yang bisa dilakukan seorang anak 12 tahun?

Menemukan Money 

Suatu sore setelah pulang sekolah, Kira menemukan seekor anjing Labrador putih terluka di depan rumahnya. Kakinya patah. Tubuhnya kotor dan kurus. 

Meskipun tahu orang tuanya akan marah (mereka tidak punya uang bahkan untuk diri sendiri, apalagi untuk anjing), Kira tidak bisa meninggalkan anjing itu. Dia merawat luka-lukanya. Memberinya makanan. Membuat tempat tidur dari kardus dan selimut lama. 

Dan malam itu, sesuatu yang luar biasa terjadi. 

Anjing itu berbicara. 

Bukan dengan suara manusia—tetapi Kira bisa mengerti setiap kata yang dia "katakan" dengan jelas di pikirannya. 

"Terima kasih telah menyelamatkan saya. Namaku Money." 

"Money?" tanya Kira. "Seperti... uang?" 

"Tepat sekali. Dan karena kamu menyelamatkan nyawaku, aku akan memberikan hadiah terbaik yang bisa kuberikan: Aku akan mengajarimu rahasia tentang uang." 

Pelajaran Pertama: Uang Bukanlah Musuh 

"Orang tuamu bertengkar tentang uang setiap hari, kan?" tanya Money. 

Kira mengangguk sedih.

"Mereka salah besar. Uang bukan masalahnya. Kurangnya pengetahuan tentang uang itulah masalahnya." 

Money menjelaskan: Mayoritas orang tidak pernah belajar tentang uang. Sekolah tidak mengajarkan. Orang tua mereka tidak tahu, jadi tidak bisa mengajarkan. Hasilnya? Orang dewasa yang cerdas, berpendidikan, berbakat—tapi buta finansial. 

"Uang itu seperti air," kata Money. "Bisa membawa kehidupan atau kehancuran, tergantung bagaimana kamu menggunakannya. Jika kamu tahu cara kerja air—cara mengalirkannya, menyimpannya, menggunakannya dengan bijak—air memberikan kehidupan. Sama dengan uang." 

Kira termenung. Untuk pertama kalinya, dia tidak melihat uang sebagai sesuatu yang menakutkan. Uang hanyalah alat. Dan alat bisa dipelajari cara menggunakannya. 

"Siap belajar?" tanya Money. 

"Sangat siap," jawab Kira.

 


Bagian 2: Success Journal—Tuliskan Impianmu

Latihan Pertama Money 

Pagi berikutnya, Money memberikan tugas pertama: 

"Ambil buku tulis. Setiap hari, tulis tiga hal baik yang terjadi hari ini atau tiga hal yang membuatmu bangga tentang dirimu. Tidak perlu hal besar. Hal kecil juga berharga." 

Kira bingung. "Apa hubungannya dengan uang?" 

Money menjelaskan: "Kebanyakan orang fokus pada apa yang salah dalam hidup mereka. Mereka mengeluh. Mereka khawatir. Mereka melihat semua masalah. Dan energi mereka habis untuk hal negatif." 

"Tetapi orang yang sukses—termasuk sukses secara finansial—melatih pikiran mereka untuk melihat kesempatan, bukan masalah. Success Journal membantu kamu melakukan itu." 

Kira skeptis, tapi dia mencoba. 

Malam itu, dia menulis: 

1. Aku menemukan Money dan menyelamatkannya 

2. Teman sekolahku, Monica, berbagi bekalnya denganku 

3. Aku mendapat nilai bagus di ulangan Matematika 

Tiga hal sederhana. Tapi ketika dia membacanya kembali, Kira merasa... lebih baik. Lebih ringan. Lebih penuh harapan. 

Mengapa Success Journal Bekerja 

Money menjelaskan prinsip psikologis di baliknya: Apa yang kamu fokuskan, itu yang berkembang. 

Jika kamu fokus pada masalah, kamu akan melihat lebih banyak masalah. Jika kamu fokus pada kesuksesan—bahkan kesuksesan kecil—kamu akan melihat lebih banyak kesempatan untuk sukses. 

Ini bukan positive thinking kosong. Ini adalah melatih otak untuk melihat realitas dengan lebih seimbang—tidak hanya yang buruk, tetapi juga yang baik. 

"Dan ketika kamu mulai melihat hal-hal baik dalam hidupmu," kata Money, "kamu mendapat kepercayaan diri. Dengan kepercayaan diri, kamu berani mengambil tindakan. Dengan tindakan, kamu mencapai hasil. Hasilnya menciptakan lebih banyak kepercayaan diri. Ini adalah siklus yang menguatkan."

 


Bagian 3: Dream Album—Visualisasi Impian

Tugas Kedua: Buat Album Impian 

"Sekarang," kata Money, "kita akan membuat Dream Album—album impian." 

"Caranya sederhana: Ambil buku scrap atau poster besar. Kumpulkan gambar-gambar dari majalah, internet, atau dimana saja yang mewakili impianmu. Tempelkan." 

"Impian seperti apa?" tanya Kira. 

"Apa saja yang kamu inginkan. Bisa barang. Bisa pengalaman. Bisa pencapaian. Satu aturan: Impian itu harus membuatmu excited setiap kali melihatnya." 

Kira mulai berpikir. Apa yang dia benar-benar inginkan? 

Setelah berpikir panjang, dia menemukan tiga impian besar: 

1. Laptop sendiri - untuk belajar dan menulis 

2. Liburan ke Amerika - dia ingin melihat San Francisco 

3. Membantu orang tua melunasi hutang - agar mereka tidak stres lagi 

Dia mencari gambar laptop yang dia suka. Foto Golden Gate Bridge. Gambar keluarga bahagia tanpa beban. 

Setiap malam sebelum tidur, Kira melihat Dream Album-nya selama 5 menit. Membayangkan bagaimana rasanya sudah mencapai impian-impian itu. 

Kekuatan Visualisasi 

Money menjelaskan: "Otak manusia sangat powerful, tapi juga sangat sederhana dalam satu hal—dia tidak bisa membedakan antara imajinasi vivid dan realitas." 

"Ketika kamu membayangkan impianmu dengan jelas dan penuh emosi, otakmu mulai mencari cara untuk mewujudkannya. Kamu mulai memperhatikan kesempatan yang sebelumnya tidak kamu lihat. Kamu lebih termotivasi untuk bertindak." 

Ini bukan sihir. Ini adalah cara kerja Reticular Activating System (RAS) di otak—bagian yang memfilter informasi dan menentukan apa yang penting untuk kamu perhatikan. 

Contoh sederhana: Ketika kamu ingin beli mobil merah, tiba-tiba kamu melihat mobil merah di mana-mana. Mobilnya selalu ada—tapi sebelumnya otakmu tidak menganggap itu penting, jadi kamu tidak memperhatikan. 

Dream Album membuat otakmu menganggap impianmu penting. Dan otak mulai bekerja untuk mewujudkannya.

 


Bagian 4: Sepuluh Aturan Emas tentang Uang 

Money kemudian mengajarkan Kira sepuluh prinsip fundamental tentang uang yang akan mengubah hidupnya: 

1. Jika Kamu Tidak Merawat Uang Kecil, Kamu Tidak Akan Punya Uang Besar 

Banyak orang berpikir, "Kalau sudah kaya nanti baru saya kelola uang dengan baik."

Salah besar. 

Jika kamu tidak bisa mengelola 100 ribu, kamu tidak akan bisa mengelola 100 juta. Kebiasaan keuangan buruk akan tetap buruk, tidak peduli berapa banyak uang yang masuk. 

Mulai dari sekarang. Kelola apa yang ada—tidak peduli sekecil apa pun.

2. Bayar Dirimu Sendiri Terlebih Dahulu 

"Ini aturan paling penting," kata Money. 

Kebanyakan orang melakukan ini: dapat uang → bayar tagihan → beli kebutuhan → sisanya (jika ada) ditabung. 

Hasilnya? Tidak pernah ada sisa. 

Cara yang benar: dapat uang → bayar dirimu sendiri dulu (minimal 10%) → baru bayar yang lain. 

"Tapi bagaimana kalau uangnya tidak cukup?" tanya Kira. 

"Maka kamu akan dipaksa kreatif mencari cara menghasilkan lebih banyak atau memotong pengeluaran yang tidak perlu. Dan itulah yang bagus—kamu tumbuh." 

3. Hutang Adalah Musuh Kekayaan 

Money sangat tegas tentang ini: "Hutang konsumtif—hutang untuk membeli barang yang nilainya turun—adalah racun finansial." 

Mobil yang dibeli kredit? Nilainya turun begitu keluar dealer. Gadget dengan cicilan? Usang dalam setahun. Liburan pakai kartu kredit? Kenangan yang dibayar dengan bunga 20% setahun. 

"Satu-satunya hutang yang acceptable adalah hutang untuk aset yang nilainya naik—seperti rumah atau bisnis. Dan bahkan itu harus dengan perhitungan matang."

4. Tabungan Harus Bekerja untuk Anda 

"Uang yang hanya tidur di tabungan bank adalah uang yang malas," kata Money. 

Inflasi rata-rata 5% per tahun. Bunga tabungan 1%. Artinya? Uang Anda kehilangan nilai 4% setiap tahun. 

100 juta hari ini tidak akan bisa membeli barang yang sama dengan 100 juta 10 tahun lalu.

Solusi? Investasi. 

5. Investasi Adalah Kunci Kebebasan Finansial 

Money menjelaskan konsep yang mengubah pemahaman Kira selamanya: Passive Income—uang yang bekerja untuk Anda bahkan ketika Anda tidur. 

"Orang miskin bekerja untuk uang. Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka."

Bagaimana caranya? Melalui investasi: 

● Saham yang memberikan dividen 

● Properti yang disewakan 

● Bisnis yang dijalankan orang lain 

● Royalti dari karya kreatif 

"Tujuan akhirnya," kata Money, "adalah ketika passive income kamu lebih besar dari pengeluaran bulananmu. Saat itu, kamu bebas secara finansial—kamu tidak perlu bekerja untuk bertahan hidup. Kamu bekerja karena kamu mau, bukan karena kamu harus." 

6. Bunga Majemuk Adalah Keajaiban Kedelapan Dunia 

Money memberikan contoh yang membuat mata Kira terbuka lebar: 

"Bayangkan kamu menabung 100 ribu per bulan mulai usia 20 tahun. Kamu investasikan di tempat yang memberikan return 12% per tahun (rata-rata return pasar saham jangka panjang). Berapa yang kamu punya di usia 60 tahun?" 

Kira mencoba menghitung... "Mungkin 50 juta?" 

Money tersenyum. "Coba tebak lagi." 

"100 juta?" 

"Lebih dari 1 MILIAR." 

Kira tidak percaya.

Money menjelaskan: "Ini kekuatan bunga majemuk—bunga yang kamu dapat juga menghasilkan bunga. Waktu adalah teman terbaik investor. Semakin awal mulai, semakin besar hasilnya." 

Bahkan jika kamu mulai 10 tahun lebih lambat (usia 30), dengan jumlah yang sama, kamu hanya akan punya sekitar 350 juta—kurang dari sepertiga! 

Pelajaran: Mulai sekarang, bukan nanti. 

7. Belajar Terus tentang Uang 

"Tidak ada yang namanya tahu cukup tentang uang," kata Money. "Dunia keuangan terus berubah. Kalau kamu berhenti belajar, kamu tertinggal." 

Baca buku. Ikuti kursus. Dengarkan podcast. Belajar dari orang yang lebih sukses.

8. Tidak Apa-apa Melakukan Kesalahan 

"Kamu akan membuat kesalahan," kata Money dengan jujur. "Investasi yang rugi. Keputusan yang buruk. Itu normal." 

"Yang penting: belajar dari kesalahan dan jangan ulangi." 

Takut salah lebih berbahaya daripada salah itu sendiri. Karena takut salah membuat kamu tidak bertindak sama sekali—dan tidak bertindak dijamin gagal. 

9. Jangan Ikuti Orang yang Tidak Sukses 

Kira menceritakan bahwa banyak teman-teman sekolahnya dan bahkan beberapa guru mengatakan, "Orang kaya itu serakah" atau "Uang tidak penting." 

Money tertawa pahit. "Perhatikan baik-baik: orang yang bilang uang tidak penting biasanya adalah orang yang tidak punya uang." 

"Jangan minta nasihat finansial dari orang yang hidupnya kacau secara finansial. Itu seperti minta nasihat kesehatan dari orang yang tidak pernah olahraga dan makan junk food setiap hari." 

"Belajarlah dari orang yang sudah mencapai apa yang kamu inginkan." 

10. Berikan Sebagian dari Apa yang Kamu Punya 

"Aturan terakhir mungkin paling penting," kata Money. "Berikan." 

"Ketika kamu memberi—untuk amal, untuk membantu orang lain, untuk cause yang kamu percaya—kamu mengirim pesan ke pikiranmu: 'Aku punya lebih dari cukup.'"

"Dan pesan itu menciptakan mental abundance, bukan scarcity. Dengan mental abundance, kamu lebih percaya diri, lebih kreatif, lebih berani mengambil risiko untuk tumbuh." 

Money menyarankan: "Dari setiap uang yang kamu dapat, sisihkan minimal 10% untuk ditabung dan diinvestasikan. Dan sisihkan juga 5-10% untuk memberi."

 


Bagian 5: Sistem Tiga Toples—Metode Praktis

Money mengajarkan Kira sistem sederhana untuk mengelola uang: 

Toples 1: Dream Jar (50%) 

Ini untuk impian-impian besar di Dream Album. Laptop. Liburan. Apa pun yang membuat kamu excited. 

Uang di toples ini tidak boleh dipakai untuk yang lain. Ini sacred—khusus untuk mimpi.

Toples 2: Investment Jar (40%) 

Ini untuk investasi jangka panjang. Uang yang akan bekerja untukmu. Saham, reksadana, atau bisnis. 

Uang ini juga tidak boleh disentuh kecuali untuk investasi. 

Toples 3: Giving Jar (10%) 

Untuk memberi. Amal. Membantu orang lain. Atau cause yang kamu percaya. 

"Ketiga toples ini mengajarkan kamu prioritas," kata Money. "Mimpi. Masa depan. Dan memberi. Jika kamu konsisten dengan sistem ini, hidupmu akan berubah dalam hitungan tahun."

 


Bagian 6: Petualangan Pertama—Menghasilkan Uang

Dari Teori ke Praktek 

"Sekarang waktunya kamu menghasilkan uang sendiri," kata Money suatu hari.

"Tapi aku baru 12 tahun," protes Kira. "Siapa yang mau bayar aku?" 

"Siapa saja yang punya masalah yang bisa kamu selesaikan." 

Money mengajarkan prinsip fundamental bisnis: Uang adalah hasil dari memberikan nilai kepada orang lain. 

"Tanyakan pada diri sendiri: Apa yang bisa aku lakukan yang orang lain mau bayar untuknya?"

Kira berpikir keras. Dia suka anjing. Dia bagus merawat Money. Mungkin...

"Jasa perawatan anjing!" serunya. 

"Sempurna," kata Money. "Sekarang, bagaimana orang tahu tentang jasamu?" 

Kira membuat flyer sederhana: "Jasa Perawatan Anjing - Berpengalaman, Penuh Kasih, Terpercaya." 

Dia taruh di papan pengumuman toko hewan peliharaan, tanyakan ke tetangga yang punya anjing, posting di grup komunitas. 

Dalam seminggu, dia dapat klien pertama: Nyonya Hansen yang butuh seseorang merawat anjingnya ketika dia pergi liburan. 

Kira dibayar 50 ribu untuk seminggu. Uangnya sendiri. Hasil kerjanya sendiri.

Dan rasanya... luar biasa. 

Pelajaran dari Bisnis Pertama 

Money mengajarkan beberapa pelajaran penting dari pengalaman ini: 

1. Mulai dengan apa yang kamu punya Kira tidak butuh modal besar. Dia pakai skill dan pengalaman yang sudah dia miliki. 

2. Fokus pada memberikan nilai Kira tidak hanya "menjaga" anjing. Dia merawat dengan penuh kasih, membuat laporan harian untuk pemilik, bahkan melatih trick sederhana. Nyonya Hansen sangat puas dan merekomendasikan ke teman-temannya.

3. Reinvestasi Dari 50 ribu pertamanya, Kira taruh 25 ribu di Dream Jar, 20 ribu di Investment Jar, dan 5 ribu di Giving Jar—tepat seperti sistem tiga toples. 

4. Ekspansi Dengan rekomendasi dari klien puas, bisnis Kira tumbuh. Dalam sebulan, dia punya lima klien tetap.

 


Bagian 7: Money Club—Belajar Bersama 

Menemukan Teman Seperjalanan 

Money menyarankan: "Belajar sendirian itu lambat. Belajar bersama itu cepat dan menyenangkan." 

Kira mengundang dua teman sekolahnya, Monica dan Marcel, untuk bergabung dalam "Money Club"—kelompok belajar tentang uang. 

Setiap minggu, mereka bertemu. Berbagi apa yang mereka pelajari. Mendiskusikan buku keuangan (level anak-anak tentunya). Melaporkan progress bisnis kecil-kecilan mereka. 

Monica mulai bisnis membuat kue dan menjualnya di sekolah. Marcel menawarkan jasa les Matematika untuk anak-anak SD. 

Mereka saling mendukung. Berbagi ide. Merayakan kemenangan kecil bersama.

Kekuatan Komunitas 

Money menjelaskan: "Kamu adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering kamu habiskan waktu bersama." 

"Jika lima orang terdekatmu mengeluh tentang uang, kamu akan mengeluh tentang uang. Jika mereka bicara tentang kesempatan dan solusi, kamu akan berpikir seperti itu juga." 

"Money Club menciptakan lingkungan di mana bicara tentang uang, belajar tentang uang, dan tumbuh secara finansial adalah normal—bahkan keren."

 


Bagian 8: Ketakutan dan Keraguan—Menghadapi Monster 

Krisis Kepercayaan 

Beberapa bulan setelah memulai bisnis perawatan anjing, sesuatu yang buruk terjadi. 

Salah satu anjing yang Kira jaga kabur. Kira panik. Mencari berjam-jam. Akhirnya menemukan anjing itu—tapi pemiliknya sangat marah dan menuntut uang kembali. 

Kira hancur. Dia menangis sepanjang malam. 

"Aku tidak bisa melakukan ini," katanya pada Money. "Aku gagal. Aku menyakiti orang. Aku berhenti saja." 

Pelajaran tentang Kegagalan 

Money duduk di sebelah Kira dan berkata lembut: "Kamu tahu apa yang membedakan orang sukses dari orang gagal?" 

Kira menggeleng, masih terisak. 

"Orang gagal menyerah setelah pertama kali jatuh. Orang sukses bangkit, belajar, dan coba lagi." 

"Setiap entrepreneur sukses punya cerita kegagalan. Steve Jobs dipecat dari perusahaannya sendiri. Walt Disney bangkrut beberapa kali. J.K. Rowling ditolak 12 penerbit sebelum Harry Potter diterbitkan." 

"Kegagalan bukan akhir. Kegagalan adalah data—informasi tentang apa yang tidak bekerja, sehingga kamu bisa coba pendekatan yang berbeda." 

Money membantu Kira menganalisis apa yang salah: 

● Dia tidak pakai tali pengaman yang cukup kuat 

● Dia membawa anjing ke tempat yang tidak familiar tanpa persiapan cukup 

Dari pengalaman buruk itu, Kira membuat prosedur keamanan yang lebih ketat. Dia investasi dalam tali dan harness yang lebih baik. Dia survei area sebelum membawa anjing baru. 

Dan dia tidak kehilangan anjing lagi setelah itu. 

Menghadapi Ketakutan

Money mengajarkan teknik powerful: "Ketika kamu takut, tanyakan: Apa yang terburuk bisa terjadi?" 

Untuk bisnis Kira: 

● Terburuk: Kehilangan anjing → Sudah terjadi, dia selamat 

● Terburuk: Tidak ada klien lagi → Dia bisa mulai dari awal 

● Terburuk: Kehilangan uang → Dia masih punya keluarga, rumah, kesehatan 

"Ketika kamu hadapi ketakutanmu secara langsung dan rasional," kata Money, "biasanya itu tidak seburuk yang kamu bayangkan. Dan kamu menyadari: kamu bisa survive bahkan yang terburuk." 

"Itu memberikan keberanian untuk terus maju."

 


Bagian 9: Perubahan dalam Keluarga 

Mengajarkan Orang Tua 

Yang luar biasa dari perjalanan Kira: dia tidak hanya mengubah hidupnya sendiri—dia mengubah keluarganya. 

Orang tua Kira melihat perubahan pada putri mereka. Dia lebih percaya diri. Lebih fokus. Lebih optimis. Dan dia punya uang sendiri—dari bisnis kecilnya. 

Suatu malam, ayah Kira bertanya: "Nak, dari mana kamu belajar semua ini?"

Kira tersenyum. "Dari Money." 

Dia mulai berbagi apa yang dia pelajari. Success Journal. Dream Album. Sistem tiga toples. Investasi. 

Ibunya skeptis di awal. "Kamu masih anak-anak. Apa kamu mengerti benar tentang uang?" 

Tapi ketika Kira menunjukkan hasil—tabungan yang tumbuh, bisnis yang berjalan, bahkan sumbangan yang dia berikan ke panti asuhan—mereka mulai memperhatikan. 

Perlahan, orang tua Kira mulai menerapkan prinsip yang sama. Ayahnya mulai Success Journal. Ibunya membuat Dream Album untuk impian keluarga. Mereka mulai menyisihkan 10% pendapatan untuk investasi—meskipun sedikit. 

Dan yang paling penting: pertengkaran tentang uang berkurang. Karena sekarang mereka punya rencana—bukan hanya kekhawatiran.

 


Penutup: Pelajaran Abadi dari Seekor Anjing Pintar

Setahun setelah menemukan Money, hidup Kira benar-benar berubah. 

Dia punya bisnis kecil yang menghasilkan income konsisten. Tabungan untuk laptop hampir cukup. Dia membantu orang tuanya dengan sebagian biaya rumah tangga. Dan dia memberikan sebagian penghasilannya untuk anak-anak yang kurang beruntung. 

Tapi lebih dari uang, yang berubah adalah mindset-nya. 

Dia tidak lagi melihat dunia sebagai tempat yang menakutkan dan sulit. Dia melihat kesempatan. Dia percaya pada kemampuannya. Dia tahu bahwa masa depannya ada di tangannya sendiri. 

Lima Pelajaran Terbesar dari Money 

Di akhir perjalanan, Money merangkum lima pelajaran terpenting: 

1. Kamu Lebih Mampu Dari Yang Kamu Kira 

"Kebanyakan orang meremehkan diri mereka sendiri," kata Money. "Mereka pikir mereka tidak bisa. Mereka terlalu muda, terlalu tua, tidak punya pengalaman, tidak punya modal." 

"Tapi kamu sudah membuktikan: kamu bisa. Usia 12 tahun. Tanpa modal besar. Tanpa pengalaman bisnis. Tapi kamu berhasil—karena kamu berani mencoba." 

2. Mulai dari Mana Kamu Berada dengan Apa yang Kamu Punya 

"Jangan tunggu kondisi sempurna. Tidak akan pernah sempurna. Mulai hari ini. Dengan apa yang ada." 

"Kamu mulai dengan skill merawat anjing dan satu klien. Sekarang kamu punya bisnis. Semua dimulai dari langkah kecil pertama." 

3. Uang Adalah Alat, Bukan Tujuan 

"Jangan cintai uang. Cintai apa yang bisa kamu lakukan dengan uang." 

"Kebebasan. Keamanan untuk keluarga. Kemampuan membantu orang lain. Pengalaman dan petualangan. Itu tujuan sebenarnya. Uang hanya jembatan untuk sampai di sana." 

4. Investasi Terbaik Adalah Investasi pada Diri Sendiri 

"Kamu belajar tentang uang, bisnis, mengatasi ketakutan, menghadapi kegagalan. Semua itu adalah skill yang akan berguna seumur hidup—tidak peduli karir apa yang kamu pilih."

"Orang bisa mengambil uangmu. Krisis ekonomi bisa menghancurkan investasimu. Tapi pengetahuan dan skill yang kamu pelajari tidak bisa diambil siapa pun." 

5. Berbagi Membuat Kamu Lebih Kaya 

"Kamu memberi ke panti asuhan. Kamu membantu orang tuamu. Kamu mengajarkan teman-temanmu." 

"Dan setiap kali kamu memberi, kamu tidak menjadi lebih miskin—kamu menjadi lebih kaya. Kaya dalam koneksi. Kaya dalam rasa syukur. Kaya dalam makna." 

Pertanyaan untuk Anda 

Bodo Schäfer menulis buku ini bukan hanya untuk anak-anak. Dia menulis untuk siapa saja yang belum belajar tentang uang—tidak peduli usiamu. 

Sekarang pertanyaannya untuk Anda: 

● Apa tiga impian finansial terbesar Anda? 

● Apakah Anda sudah punya Success Journal dan Dream Album? 

● Berapa persen dari income Anda yang Anda bayar untuk diri sendiri terlebih dahulu?

● Apakah uang Anda bekerja untuk Anda, atau hanya tidur di rekening?

● Apa satu tindakan kecil yang bisa Anda ambil hari ini untuk mengubah situasi finansial Anda? 

Kira memulai dengan merawat satu anjing. 

Apa yang akan Anda mulai hari ini?

 


Tentang Buku Asli 

"Ein Hund namens Money" (A Dog Called Money / Kira dan Rahasia Uang) pertama kali diterbitkan di Jerman pada tahun 2000 dan telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa. 

Bodo Schäfer adalah salah satu money coach paling terkenal di Eropa. Setelah mengalami kebangkrutan di usia 26 tahun dengan hutang ratusan ribu dolar, dia belajar tentang keuangan pribadi dan menjadi jutawan dalam empat tahun. Sejak itu, dia mendedikasikan hidupnya untuk mengajarkan literasi finansial. 

Buku ini unik karena mengajarkan konsep keuangan kompleks—bunga majemuk, investasi saham, passive income—dengan cara yang bisa dipahami anak 10 tahun. Tapi prinsip-prinsipnya universal dan berlaku untuk orang dewasa. 

Lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia telah membaca buku ini dan mengubah hubungan mereka dengan uang. 

Untuk pemahaman lengkap dan latihan-latihan praktis yang bisa langsung diterapkan, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini menangkap esensi cerita dan pelajaran, tetapi pengalaman membaca kisah Kira secara lengkap akan memberikan motivasi dan insight yang lebih dalam. 

Sekarang tutup ringkasan ini dan lakukan satu hal: 

Ambil buku tulis. Tulis tiga hal baik yang terjadi hari ini atau tiga hal yang membuatmu bangga. 

Itu langkah pertama Success Journal Anda. 

Dan seperti yang Money ajarkan: perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah.

Mulai hari ini. Mulai sekarang. 

Masa depan finansial Anda menunggu.