Entangled Life

Merlin Sheldrake


Makhluk yang Mengubah Dunia 

Coba lihat ke bawah. Ke tanah di bawah kaki Anda. 

Apa yang Anda lihat? Tanah cokelat. Mungkin rumput. Bebatuan. Daun kering. 

Sekarang bayangkan ini: Di bawah setiap langkah Anda—di bawah setiap sentimeter tanah—terbentang jaringan hidup yang lebih kompleks dari internet global. Jaringan yang lebih tua dari dinosaurus. Jaringan yang, jika diekstrak dari satu sendok teh tanah hutan, bisa membentang sejauh beberapa kilometer. 

Jaringan ini tidak terlihat. Tidak bersuara. Tidak bergerak dengan cara yang kita kenali. 

Tapi tanpa jaringan ini, tidak akan ada pohon. Tidak akan ada tanaman. Tidak akan ada Anda. 

Ini adalah miselium—tubuh jamur. Dan Merlin Sheldrake, seorang biolog yang menghabiskan bertahun-tahun mempelajari organisme luar biasa ini, menulis buku yang akan mengubah cara Anda melihat dunia: 

"Entangled Life: How Fungi Make Our Worlds, Change Our Minds & Shape Our Futures." 

Ini bukan buku biologi membosankan. Ini adalah petualangan ke dunia yang lebih aneh dari fiksi ilmiah—dunia di mana organisme berbagi tubuh, berkomunikasi tanpa saraf, dan mengubah pikiran kita dengan senyawa kimia yang kita belum sepenuhnya pahami. 

Dunia di mana batas antara "aku" dan "kamu," antara satu organisme dan lainnya, menjadi kabur. 

Selamat datang di dunia jamur. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan sederhana: Apa sebenarnya jamur itu?

 


Bagian 1: Bukan Tumbuhan, Bukan Hewan—Kerajaan Ketiga 

Kesalahpahaman Terbesar 

Selama ribuan tahun, manusia menganggap jamur sebagai tumbuhan aneh. Mereka tumbuh dari tanah, kan? Mereka tidak bergerak. Pasti tumbuhan. 

Salah total. 

Jamur lebih dekat dengan hewan daripada tumbuhan. Mereka bernapas oksigen seperti kita. Mereka tidak bisa berfotosintesis seperti tumbuhan. Mereka harus "makan"—menyerap nutrisi dari lingkungan. 

Tapi mereka juga sangat berbeda dari hewan. Mereka tidak punya mulut, perut, atau otak. Mereka tumbuh dengan cara yang sama sekali asing bagi kita. 

Sheldrake menulis: "Jamur adalah organisme yang paling dekat dengan alien yang akan kita temui di Bumi." 

Apa yang Kita Lihat Bukan Jamur Sebenarnya 

Ketika Anda melihat jamur tumbuh di tanah—payung putih dengan batang, atau jamur tiram di pohon mati—itu bukan jamur. Itu hanya organ reproduksi jamur, seperti apel di pohon apel. 

Jamur yang sebenarnya tersembunyi di bawah tanah: miselium

Miselium adalah jaringan benang mikroskopis yang disebut hifa. Benang-benang ini tumbuh, bercabang, menyebar—menciptakan jaringan yang sangat luas. 

Berapa luas? 

Di Oregon, AS, ditemukan miselium Armillaria ostoyae yang menutupi area 965 hektar—lebih dari 1.600 lapangan sepak bola. Usianya diperkirakan 2.400 tahun. Beratnya sekitar 35.000 ton. 

Ini adalah organisme terbesar dan salah satu tertua di Bumi. Dan kita baru menyadarinya beberapa dekade lalu.

 


Bagian 2: Wood Wide Web—Internet Hutan 

Penemuan yang Mengubah Ekologi 

Pada 1990-an, ilmuwan bernama Suzanne Simard membuat penemuan yang mengejutkan dunia ekologi. 

Dia menanam pohon cemara dan birch dalam kondisi terkontrol, lalu melacak bagaimana karbon bergerak antara mereka. Hasilnya menakjubkan: pohon-pohon berbagi nutrisi satu sama lain—melalui jaringan jamur di bawah tanah. 

Pohon cemara yang besar mengirim karbon ke pohon birch yang lebih kecil di tempat teduh. Ketika musim berubah dan birch tumbuh lebih subur, birch mengirim kembali ke cemara. 

Ini bukan kompetisi. Ini kolaborasi

Dan perantaranya? Jamur mikoriza—jamur yang membentuk simbiosis dengan akar pohon.

Bagaimana Sistem Ini Bekerja? 

Hampir 90% spesies tanaman darat bergantung pada jamur mikoriza. 

Begini cara kerjanya: 

Pohon melakukan fotosintesis—mengubah cahaya matahari menjadi gula. Pohon mengirim sebagian gula itu (hingga 30%!) ke akar, di mana jamur menunggu. 

Jamur menerima gula dan sebagai gantinya, jamur menjelajahi tanah dengan jaringan hifa yang sangat luas—lebih efisien daripada akar pohon sendiri. Jamur menyerap air, fosfor, nitrogen, dan mineral lain yang pohon butuhkan. 

Ini bukan parasit. Ini kemitraan. 

Dan yang lebih mengejutkan: jaringan jamur yang sama bisa terhubung ke ratusan pohon sekaligus. Pohon oak bisa berbagi jaringan yang sama dengan pohon pinus. Pohon tua dengan pohon muda. 

Mereka semua terhubung. Mereka semua berbicara—melalui jamur. 

Pesan Melalui Jaringan 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pohon tidak hanya berbagi nutrisi. Mereka juga berbagi informasi.

Ketika satu pohon diserang hama, pohon itu mengirim sinyal kimia melalui jaringan jamur. Pohon-pohon lain yang terhubung menerima sinyal itu dan mulai memproduksi senyawa defensif—sebelum hama tiba. 

Ini seperti sistem alarm komunitas. 

Sheldrake menulis: "Hutan bukanlah kumpulan pohon yang berkompetisi untuk sumber daya. Hutan adalah superorganisme—jaringan kolaboratif yang saling mendukung."

 


Bagian 3: Simbiosis—Ketika Dua Menjadi Satu

Lichens: Organisme Hybrid 

Pernahkah Anda melihat lapisan kehijauan atau keabuan di batu atau batang pohon? Itu adalah lichen (lumut kerak). 

Tapi lichen bukan tumbuhan. Bukan jamur. Lichen adalah keduanya. 

Lichen adalah simbiosis antara jamur dan alga (atau cyanobacteria). Dua organisme berbeda yang menyatu sedemikian rupa sehingga mereka berfungsi sebagai satu organisme. 

Jamur memberikan struktur dan perlindungan. Alga melakukan fotosintesis dan menghasilkan makanan. Bersama-sama, mereka bisa hidup di tempat yang tidak bisa dihuni masing-masing sendirian—dari gurun panas hingga Antartika yang beku. 

Sheldrake bertanya: "Dimana satu organisme berakhir dan yang lain dimulai? Siapa individu di sini?" 

Pertanyaan ini lebih dalam dari yang terlihat. Karena ternyata, hampir semua kehidupan di Bumi adalah hasil simbiosis. 

Kita Semua Adalah Simbiosis 

Manusia tidak terkecuali. 

Di usus Anda, ada triliunan bakteri. Mereka mencerna makanan yang tubuh Anda tidak bisa cerna. Mereka memproduksi vitamin. Mereka melindungi Anda dari patogen. 

Tanpa mereka, Anda akan mati. 

Jadi siapa "Anda"? Apakah Anda hanya sel-sel manusia Anda? Atau apakah Anda adalah ekosistem—manusia plus triliunan mikroba yang hidup di dan pada Anda? 

Mitokondria dalam setiap sel Anda dulunya adalah bakteri independen. Miliaran tahun lalu, nenek moyang kita "menelan" mereka, dan sekarang mereka bagian integral dari kita. 

Kita semua adalah kolaborasi. 

Dan jamur mengajarkan kita bahwa batas antara "diri" dan "lainnya" tidak sejelas yang kita kira.

 


Bagian 4: Dekomposisi—Mengubah Kematian Menjadi Kehidupan 

Tanpa Jamur, Bumi Akan Mati 

Bayangkan ini: Setiap pohon yang mati, setiap daun yang jatuh, setiap hewan yang mati—semuanya tetap utuh. Tidak membusuk. Tidak terurai. 

Dalam beberapa juta tahun, Bumi akan tenggelam dalam tumpukan bangkai dan daun kering setinggi gunung. 

Mengapa ini tidak terjadi? Jamur

Jamur adalah pengurai terkuat di planet ini. Mereka bisa memecah lignin—senyawa kompleks yang membuat kayu keras. Tanaman tidak bisa melakukannya. Hewan tidak bisa. Hanya jamur. 

Mereka melepaskan enzim yang memecah bahan organik mati menjadi nutrisi sederhana yang kembali ke tanah—di mana tanaman baru bisa menyerapnya. 

Kematian menjadi kehidupan. Akhir menjadi awal. 

Jamur Pemakan Radiasi 

Setelah bencana Chernobyl tahun 1986, reaktor nuklir yang meledak menyebarkan radiasi yang mematikan. Zona eksklusi dibuat—tempat yang terlalu berbahaya untuk manusia. 

Tapi pada tahun 1991, robot yang dikirim ke dalam reaktor menemukan sesuatu yang mengejutkan: jamur hitam tumbuh di dinding reaktor, di tempat dengan radiasi tertinggi. 

Jamur ini tidak hanya bertahan—mereka tumbuh subur. 

Ternyata jamur ini menggunakan melanin (pigmen yang sama yang memberi warna pada kulit kita) untuk mengubah radiasi gamma menjadi energi kimia—seperti tanaman menggunakan klorofil untuk fotosintesis. 

Ini adalah "radiosintesis"—sesuatu yang tidak kita ketahui mungkin terjadi.

Jamur yang Makan Plastik 

Pada 2011, mahasiswa Yale menemukan jamur di hutan hujan Amazon yang bisa makan plastik—polyurethane, salah satu plastik paling sulit terurai. 

Jamur Pestalotiopsis microspora bisa menggunakan plastik sebagai satu-satunya sumber makanan—bahkan tanpa oksigen.

Di dunia yang tenggelam dalam sampah plastik, jamur ini bisa menjadi solusi. 

Sheldrake menulis: "Jamur telah berkembang selama lebih dari satu miliar tahun. Mereka telah belajar mengurai hampir semua yang alam ciptakan. Sekarang mereka belajar mengurai apa yang kita ciptakan."

 


Bagian 5: Psychedelic—Jamur yang Mengubah Pikiran

Psilocybin dan Sejarah Manusia 

Selama ribuan tahun, manusia di berbagai budaya telah menggunakan jamur psilocybin—jamur yang mengandung senyawa yang mengubah kesadaran. 

Suku Maya menyebutnya "teonanácatl"—jamur para dewa. Lukisan gua di Spanyol dan Aljazair yang berusia 9.000 tahun menunjukkan gambar jamur yang kemungkinan psilocybin. 

Tapi apa sebenarnya yang jamur ini lakukan pada otak kita? 

Apa yang Terjadi dalam Otak? 

Ketika Anda mengonsumsi psilocybin, senyawa itu berubah menjadi psilocin—yang strukturnya sangat mirip dengan serotonin, neurotransmitter di otak kita. 

Psilocin mengikat reseptor serotonin dan menyebabkan bagian-bagian otak yang biasanya tidak berkomunikasi mulai "berbicara" satu sama lain. 

Jaringan yang biasanya terpisah—pemrosesan visual, memori, emosi, kesadaran diri—tiba-tiba terhubung dalam pola baru. 

Hasilnya? Pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata: 

● Rasa kesatuan dengan alam semesta 

● Disolusi ego—perasaan bahwa "saya" terpisah dari "dunia" menghilang

● Wawasan mendalam tentang kehidupan 

● Perasaan cinta dan keterhubungan yang luar biasa 

Sheldrake menggambarkan pengalamannya sendiri: "Batas antara diri saya dan hutan menghilang. Saya adalah hutan. Hutan adalah saya." 

Potensi Terapi 

Dalam dua dekade terakhir, penelitian ilmiah tentang psilocybin telah bangkit kembali—setelah puluhan tahun dilarang. 

Studi dari Johns Hopkins, Imperial College London, dan institusi lain menunjukkan bahwa psilocybin—dalam setting terkontrol dengan terapis terlatih—bisa sangat efektif untuk: 

● Depresi yang resisten terhadap obat 

● Kecemasan pada pasien kanker terminal 

● Kecanduan (alkohol, rokok) 

● PTSD

Satu dosis—dikombinasikan dengan terapi—bisa menghasilkan perubahan yang bertahan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. 

Mengapa? Karena psilocybin sepertinya "mereset" pola pikiran yang kaku. Seperti me-restart komputer yang freeze. 

Sheldrake menulis: "Jamur ini tidak hanya mengubah pikiran kita untuk beberapa jam. Mereka membuka kemungkinan untuk mengubah siapa kita."

 


Bagian 6: Kecerdasan Tanpa Otak 

Jamur Lendir yang Memecahkan Labirin 

Pada tahun 2000, peneliti Jepang melakukan eksperimen yang mengejutkan. 

Mereka mengambil organisme seperti jamur yang disebut Physarum polycephalum—jamur lendir kuning yang biasanya tumbuh di lantai hutan. Mereka menempatkannya di labirin dan meletakkan makanan di dua ujung. 

Apa yang terjadi? Jamur lendir menemukan rute terpendek antara dua sumber makanan—memecahkan labirin. 

Tapi ini organisme tanpa otak. Tanpa saraf. Hanya satu sel raksasa dengan banyak inti.

Bagaimana bisa? 

Redefinisi Kecerdasan 

Jamur membuat "keputusan" tanpa otak. Mereka "belajar" tanpa neuron. Mereka "mengingat" tanpa memori seperti yang kita kenal. 

Dalam eksperimen lain, peneliti membuat peta Tokyo dengan makanan di lokasi stasiun kereta. Jamur lendir tumbuh dan membentuk jaringan yang hampir identik dengan sistem kereta Tokyo—yang dirancang oleh insinyur terbaik Jepang selama puluhan tahun. 

Jamur melakukannya dalam waktu kurang dari sehari. 

Sheldrake bertanya: "Jika jamur bisa memecahkan masalah, belajar, dan mengingat—tanpa otak—apa sebenarnya yang kita maksud dengan 'kecerdasan'?" 

Mungkin kecerdasan bukan tentang memiliki otak pusat. Mungkin kecerdasan adalah properti yang muncul dari jaringan yang terdistribusi—seperti miselium, seperti internet, seperti koloni semut. 

Jamur Zombie—Kendali Pikiran Nyata 

Salah satu contoh paling menakjubkan (dan menakutkan) kecerdasan jamur adalah Ophiocordyceps unilateralis—jamur yang menginfeksi semut. 

Begini yang terjadi: 

1. Spora jamur mendarat di semut dan menembus kulitnya 

2. Jamur tumbuh di dalam tubuh semut—tapi tidak membunuh semut. Belum.

3. Jamur melepaskan senyawa kimia yang mengambil alih otak semut

4. Semut yang terinfeksi meninggalkan koloninya, memanjat tanaman ke ketinggian yang tepat (sekitar 25 cm), menggigit daun dengan rahang terkunci, dan mati

5. Jamur tumbuh dari kepala semut yang mati dan melepaskan spora ke semut lain di bawah 

Ini bukan kebetulan. Ini kontrol yang presisi. Jamur "tahu" ketinggian optimal untuk penyebaran spora. "Tahu" kapan harus membunuh inang. 

Tanpa otak.

 


Bagian 7: Masa Depan dengan Jamur 

Bioremediasi—Membersihkan Polusi 

Jamur bisa: 

● Mengurai tumpahan minyak (seperti yang dilakukan setelah bencana Deepwater Horizon) 

● Menyerap logam berat dari tanah yang tercemar 

● Menguraikan pestisida beracun 

● Membersihkan air yang terkontaminasi 

Paul Stamets, mikolog terkenal, telah mendemonstrasikan "mycoremediation"—menggunakan jamur untuk membersihkan tanah yang tercemar diesel. Dalam beberapa minggu, tanah yang mati menjadi subur kembali. 

Biomaterial—Pengganti Kulit, Plastik, Busa 

Perusahaan sekarang membuat: 

● Kulit dari jamur - terlihat dan terasa seperti kulit asli, tapi tanpa membunuh hewan

Busa kemasan dari miselium - pengganti styrofoam yang biodegradable

Bahan konstruksi - batu bata yang ditumbuhkan dari jamur, lebih kuat dari beton dan carbon-neutral 

● Pengganti daging - tekstur seperti daging dari protein jamur 

Sheldrake mengunjungi pabrik yang "menumbuhkan" bahan bangunan: "Mereka tidak memproduksi material. Mereka memanen kehidupan." 

Arsitektur Hidup 

NASA sedang mengeksplorasi menggunakan jamur untuk membangun habitat di Mars. Ide: bawa spora jamur yang ringan, tambah air dan nutrisi lokal, dan tumbuhkan struktur di tempat. 

Bangunan yang memperbaiki dirinya sendiri. Bangunan yang tumbuh. Bangunan yang hidup. 

Di Bumi, arsitek mulai bereksperimen dengan "mycelium architecture"—bangunan yang sebagian terbuat dari jamur hidup yang terus tumbuh dan beradaptasi.

 


Bagian 8: Pertanyaan yang Mengubah Segalanya 

Sheldrake menutup bukunya dengan refleksi mendalam tentang apa yang jamur ajarkan tentang kehidupan itu sendiri. 

Kita Lebih Terhubung dari yang Kita Kira 

Dalam budaya modern, kita diajarkan untuk melihat diri kita sebagai individu terpisah. "Saya" berbeda dari "Anda." Manusia berbeda dari alam. 

Tapi jamur menunjukkan bahwa kehidupan adalah jaringan, bukan hierarki. Semuanya terhubung. Tidak ada yang benar-benar terpisah. 

Setiap napas yang Anda ambil mengandung spora jamur—sekitar 10 spora per napas. Mereka di udara. Mereka di kulit Anda. Mereka di dalam Anda. 

Anda bukan organisme tunggal. Anda adalah ekosistem. 

Kehidupan Adalah Kolaborasi 

Evolusi tidak hanya tentang survival of the fittest. Itu cerita yang terlalu sederhana. 

Evolusi juga tentang kolaborasi, simbiosis, dan keterkaitan. Organisme paling sukses adalah yang belajar bekerja sama. 

Miselium mengajarkan kita bahwa jaringan lebih kuat daripada individu.

Kita Perlu Belajar Berpikir Seperti Jamur 

Masalah terbesar kita—perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, polusi—adalah masalah yang terjadi karena kita berpikir dalam silo. Kita melihat diri kita terpisah dari alam. 

Tapi kita adalah alam. Kita bagian dari jaringan kehidupan yang sama. 

Sheldrake menulis: "Jamur mengajarkan kita untuk berpikir dalam jaringan, dalam sistem, dalam hubungan. Untuk melihat bahwa kesehatan satu bagian adalah kesehatan seluruh sistem."

 


Penutup: Dunia yang Lebih Aneh dan Lebih Indah 

Setelah membaca "Entangled Life," Anda tidak akan berjalan melewati hutan dengan cara yang sama lagi. 

Anda akan tahu bahwa di bawah setiap langkah Anda, ada jaringan yang lebih kompleks dari kota terbesar. Bahwa pohon-pohon berbicara satu sama lain. Bahwa jamur kecil di tanah mungkin memecahkan masalah yang kita belum bisa pecahkan. 

Lima Pelajaran dari Jamur 

1. Batas Itu Ilusi Di mana Anda berakhir dan dunia dimulai? Jawaban yang jujur: tidak jelas. Anda bernafas udara yang dibagikan dengan semua makhluk lain. Anda terbuat dari atom yang dulunya adalah bintang. Anda adalah bagian dari jaringan kehidupan yang tidak terpisahkan. 

2. Kecerdasan Datang dalam Banyak Bentuk Tidak perlu otak untuk pintar. Tidak perlu saraf untuk belajar. Jamur mengajarkan kita untuk menghormati bentuk kecerdasan yang berbeda—yang terdistribusi, yang organik, yang tumbuh dari koneksi. 

3. Kematian Adalah Transformasi, Bukan Akhir Jamur mengajarkan bahwa tidak ada yang benar-benar mati. Semuanya ditransformasi. Pohon yang mati menjadi tanah. Tanah menjadi pohon baru. Lingkaran terus berlanjut. 

4. Kolaborasi Lebih Kuat dari Kompetisi Pohon terbesar di hutan tidak tumbuh sendirian. Mereka didukung oleh jaringan jamur, oleh pohon lain, oleh ekosistem. Kekuatan sejati datang dari koneksi, bukan isolasi. 

5. Ada Lebih Banyak Keajaiban di Dunia daripada yang Kita Lihat Sebagian besar kehidupan tersembunyi. Di bawah tanah. Di dalam kayu. Terlalu kecil untuk dilihat. Tapi itu tidak membuat mereka kurang penting atau kurang ajaib. 

Pertanyaan untuk Anda 

Merlin Sheldrake mengakhiri bukunya dengan mengajak kita untuk merasakan seperti jamur—untuk mencoba membayangkan dunia dari perspektif organisme yang tersebar, yang tidak memiliki pusat, yang hidup dalam jaringan koneksi. 

Jadi pertanyaannya: 

● Apa jaringan yang Anda bagian darinya—yang mungkin tidak Anda sadari?

● Siapa atau apa yang Anda terhubung dengan cara yang tidak terlihat?

● Bagaimana hidup Anda akan berbeda jika Anda melihat diri Anda bukan sebagai individu terpisah, tapi sebagai bagian dari ekosistem yang saling tergantung?

Seperti jamur yang tumbuh di bawah tanah, koneksi terpenting dalam hidup kita sering kali tidak terlihat. 

Tapi mereka ada di sana. Selalu ada. 

Dan ketika kita belajar melihatnya—ketika kita belajar menghargai keterkaitan—dunia menjadi tempat yang lebih ajaib.

 


Tentang Buku Asli 

"Entangled Life: How Fungi Make Our Worlds, Change Our Minds & Shape Our Futures" diterbitkan tahun 2020 dan langsung menjadi bestseller internasional. 

Merlin Sheldrake adalah biolog dengan gelar PhD dari Cambridge University, di mana dia mempelajari jaringan jamur bawah tanah di hutan hujan tropis Panama. Dia juga musisi dan anggota band Gentle Mystics. 

Buku ini memenangkan banyak penghargaan termasuk Royal Society Science Book Prize dan Wainwright Prize for Conservation Writing. Diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa. 

Yang membuat buku ini istimewa: Sheldrake bukan hanya ilmuwan yang menulis untuk ilmuwan. Dia adalah penulis yang bisa membuat dunia jamur—yang biasanya diabaikan atau dianggap menjijikkan—menjadi menakjubkan, indah, dan relevan untuk kehidupan kita. 

Untuk pengalaman penuh keajaiban dan detail ilmiah yang mencengangkan, sangat disarankan membaca buku aslinya. Ringkasan ini hanya menangkap sebagian kecil dari kekayaan pengetahuan, cerita, dan filosofi yang Sheldrake bagikan. 

Sekarang pergilah keluar. Lihat jamur di tanah. Sentuh pohon dan bayangkan jaringan yang menghubungkannya dengan hutan. Tarik nafas dalam-dalam dan sadari bahwa Anda menghirup kehidupan yang telah ada miliaran tahun sebelum Anda. 

Kita semua adalah bagian dari kehidupan yang terjerat—entangled life.

Dan itu hal yang paling indah.